Showing posts with label pks. Show all posts
Showing posts with label pks. Show all posts

ICW: PKS Sebaiknya Tarik Fahri Hamzah


VIVAnews

VIVAnews - Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo tak mau ambil pusing dengan pernyataan Fahri Hamzah di situs jejaring sosial Twitter yang mengkritisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut Adnan, Fahri memang selalu sinis dengan kinerja KPK. Ia menilai sikap Fahri yang nyeleneh itu tidak menunjukkan sikap partai sehingga PKS harus menegur sikap Fahri.
"Karena jika terlalu jauh nantinya justru bisa mencemarkan nama partai. Sikap ini membuat publik bingung, karena sikap dengan pernyataan yang berbeda," kata Adnan dalam perbincangan dengan VIVAnews, Minggu 29 Agustus 2010.

PKS, kata dia, harus mengambil sikap cepat agar tak menular ke kader lainnya. Dia mencontohkan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Tindak Pidana Pencucian Uang. PKS justru mendorong KPK menyelidiki perkara pencucian uang. "Jadi Fahri ini memang sikapnya nyeleneh dari sikap partai karena dari pernyataannya kok tidak mendukung KPK," ujarnya.

Adnan malah mempertanyakan mengapa Fahri hanya mengkritisi KPK, tidak institusi penegak hukum lainnya. Rekening gendut yang ada di Kepolisian juga tidak dikritisi. Seharusnya sebagian anggota dewan, Fahri juga harus memperjuangkan bagaimana semua institusi penegak hukum bersih dari praktek korupsi.
Adnan menilai PKS sebaiknya menarik Fahri dari dewan. "Buat apa kita keluarkan biaya mahal tapi tidak memberikan kontribusi apa-apa," kata dia.
Adnan menduga Fahri dendam pada KPK karena pernah diperiksa dalam kasus aliran dana Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) waktu itu. "Dari dulu selalu begitu statement-nya," ujarnya.

Nyeleneh Fahri Sama Seperti Ruhut

VIVAnews


VIVAnews - Wakil Koordinator ICW Adnan Topan Husodo menilai Fahri Hamzah adalah anggota dewan yang nyeleneh dari PKS. Posisinya itu sama dengan Ruhut Sitompul yang nyeleneh di Partai Demokrat.

"Fahri ini sama dengan Ruhut, orang nyeleneh Demokrat, Fahri di PKS" kata Adnan saat dihubungi VIVAnews, Minggu malam 29 Agustus 2010.

Pernyataan Fahri di situs jejaring sosial Twitter
dinilai berbeda dengan sikap partai PKS. "Fahri dari dulu konsisten selalu sinis dan meragukan KPK."

Adnan menilai sikap nyeleneh ini sebaiknya disikapi serius oleh PKS. Pasalnya, sambungnya, bisa mencemarkan partai karena membingungkan di mata publik. "Saya kira itu ada sikap yang memang agak aneh dari anggota dewan yang satu ini (Fahri)," ujarnya.

Jika Fahri meragukan keberadaan KPK apakah bermanfaat atau tidak, kata Adnan, seharusnya menggunakan rasio sepadan dan fakta yang muncul. "Misalnya indeks persepsi korupsi meningkat karena sepak terjang KPK, bukan institusi penegak hukum seperti kejaksaan dan kepolisian" ujarnya. (adi)

Ribuan Massa Hizbut Tahrir Gelar Aksi Damai

 clipped from metro.vivanews.com
Ribuan Massa Hizbut Tahrir Gelar Aksi Damai

Sekitar 1.000 massa Hizbut Tahrir Indonesia menggelar aksi damai unjuk rasa.

Minggu, 4 Januari 2009, 09:49 WIB



VIVAnews - Sekitar 1.000 massa Hizbut Tahrir Indonesia menggelar aksi damai unjuk rasa dengan berpawai. Aksi solidaritas ini akan dilakukan dengan berjalan kaki atau long march dari Tugu Monas menuju Bundaran Hotel Indonesia.

Berdasarkan informasi yang diterima VIVAnews dari Traffic Management Center, Kepolisian Daerah Metro Jaya, Minggu, 4 Januari, 2009, aksi long march akan mengambil titik start dari Monas Barat Daya.

Setelah berangkat dari Monas, peserta aksi pawai Hizbut Tahrir akan berjalan menuju Bundaran Hotel Indonesia. Aksi damai massa akan berakhir kembali di titik start, Monas Barat Daya.

Saat ini, sebagian peserta sudah sampai di Bundaran Hotel Indonesia. Para peserta dilaporkan berpawai dengan menggunakan satu ruas jalur di Jalan Jenderal Sudirman.

Selain melakukan pawai, massa juga akan menggelar aksi unjuk rasa di Monas. Dalam aksi tersebut, arus lalu lintas yang dilalui yakni di Jalan Jenderal Sudirman maupun Jalan MH Thamrin berjalan normal.

BERITA TERKAIT

Sent with Clipmarks

PKS Gelar Aksi "sejuta Dolar Untuk Palestina"

Partai lain manaaa? Kok pada mlempem?

 clipped from www.antara.co.id

04/01/09 11:38

PKS Gelar Aksi "sejuta Dolar Untuk Palestina"



Bandung  (ANTARA News) - Sekitar 30.000 orang yang tergabung dalam Dewan Perwakilan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat melakukan aksi long march dan aksi solidaritas kemanusiaan "Sejuta Dollar untuk Palestina"

"Aksi ini bukanlah aksi dari PKS semata, namun aksi solidaritas kami selaku warga Indonesia yang peduli terhadap nasib saudara kami yang ditindas oleh Israel di Jalur Gaza," kata Koordinator Aksi, Deni Priatna, di sela-sela aksi yang dilakukan di kawasan Bandung Indah Plaza (BIP), Minggu.

Menurutnya, bentuk kepedulian umat Islam di Indonesia terhadap rakyat Palestina di jalur Gaza dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui gerakan "Sejuta Dollar untuk Palestina".

Dikatakannya, melalui aksi ini pihaknya juga mendesak supaya PBB bersikap netral terhadap permasalahan konflik di Jalur Gaza yang telah menelan banyak korban yang tidak bersalah.

Dalam aksi ini, para ibu dari simpatisan dan kader PKS turut serta membawa anak-anak mereka yang masih di bawah umur untuk ikut dalam aksi ini.

Selain itu, dalam aksi ini juga dibacakan delapan pernyataan sikap massa terhadap tindakan tentara Israel yang menyerang rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Isi delapan pernyataan sikap tersebut antara lain mengutuk Israel dan sekutunya atas kekejaman yang tak kunjung henti terhadap rakyat Palestina serta menyerukan para pemimpim dunia agar bersikap tegas dalam menyelesaikan konflik kemanusian di Palestina.

Aksi long march dimulai dari kampus Unpad di Jalan Dipati Ukur dan berakhir di Gedung Merdeka Bandung. (*)

Baca Juga


Sent with Clipmarks

Amien Rais Sebaiknya Jadi "Kingmaker"

 clipped from pemilu.antara.co.id

27/12/08 19:11


Amien Rais Sebaiknya Jadi "Kingmaker"



Langkah sebagian kader PAN mendukung Amien Rais menyalonkan presiden dinilai pengamat politik dari Universitas Parahyangan kurang tepat karena Amien lebih baik tetap berperan sebagai kingmaker.

Bandung (ANTARA News) - Langkah Partai Amanat Nasional (PAN) menyalonkan Amien Rais pada Pilpres 2009, dinilai pakar politik Universitas Parahyangan, Asep Warlan, kurang tepat karena sosok Amien sebagai guru bangsa seharusnya tetap berperan sebagai kingmaker (pencetak pemimpin).

Di Bandung, Sabtu, Asep menjelaskan sosok Amien masih sangat dihormati dan diakui berbagai kalangan sehingga dengan dorongannya kepada para capres lainnya diyakini akan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

"Baiknya Amien yang memiliki integritas, visi,misi bangsa ke masa depan ini mendorong Din Syamsudin atau Sutrisno Bachir dan atau bahkan calon lain di luar partai seperti Prabowo, Wiranto," katanya.

Asep melihat peluang Amien dalam pencalonannya tidak akan berbeda dengan Pilpres 2004 dimana pendiri PAN tersebut tidak lolos ke putaran kedua bersanding bersama calon lainnya SBY dan Megawati.

"Dukungan partai yang kurang kuat membuat sosok Amien menjadi kurang laku di masyarakat ditambah sulitnya PAN berkoalisi karena tidak memiliki karakter yang jelas, apakah nasionalis, agamis ataupun koalisi keduanya," ujar Asep.

Menurutnya, PAN tidak memiliki karakter yang jelas seperti Partai Golkar, PDI Perjuangan, PKS dan PKB sekalipun.

Di dalam tubuh Muhammadiyah sendiri, lanjutnya, kini terpecah karena adanya kabar pencalonan Din dan Sutrisno Bachir. "Semakin sulitlah posisi Amien Rais jika mencalonkan diri," katanya.

Namun dibalik pencalonannya sebagai Capres 2009, kata Asep, hal itu merupakan hak dari Amien Rais sebagai warga negara. "Tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mendulang suara dalam Pilpres mendatang," ujarnya.

Amien harus mampu menggandeng dukungan dari non partai untuk mendulang suara dan menggandeng Din Syamsudin sebagai cawapres, misalnya.
"Pencalonan Amien ini dapat mewarnai persaingan dan pilihan alternatif dalam pemilihan presiden mendatang yang diikuti oleh Prabowo, Wiranto, Sultan Hamengkubuwono X dan Rizal Ramli," katanya.

Asep menilai pencalonan ini sebagai manuver PAN untuk memecah konsentrasi masyarakat yang saat ini dihadapkan dengan berbagai pilihan alternatif untuk menyaingi SBY dan Megawati.

Sabtu ini, DPW PAN Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan deklarasi pencalonan Amien Rais sebagai Calon Presiden 2009.(*)


Baca Juga


Sent with Clipmarks

PKS Berdemo atau Berkampanye?

 clipped from pemilu.inilah.com
03/01/2009 07:01

PKS Berdemo atau Berkampanye?



NILAH.COM, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tergolong partai yang cerdik. Khususnya dalam memanfaatkan momentum penting untuk mengkapitalisasi partai.

Heboh iklan politik yang menampilkan para pahlawan nasional beberapa waktu lalu adalah bukti nyata kelihaian PKS dalam membaca situasi dan peluang. Dengan modal pas-pasan, iklan itu terus menjadi bahan perbincanagan. Kira-kira demikian pokok pikiran iklan politik 'panas' tersebut.

Cara itu pula yang dimanfaatkan PKS dalam aksi demonstrasi terhadap agresi militer Israel ke Palestina, Jumat (2/1) ini. Dengan mengerahkan 200 ribu kader untuk mengutuk Israel, PKS tampil sebagai kelompok masyarakat yang terkesan paling peduli terhadap masa depan Palestina.

Apakah langah PKS akan berhenti hanya sebatas aksi demo semata? Sulit untuk menjawabnya. Setidaknya, massa peserta demonstrasi PKS tak jarang menggunakan atribut PKS yang dengan angka delapan sebagai nomor keramatnya. Artinya, atribut PKS yang tampil dalam demonstrasi tersebut tak lain adalah bagian dari alat peraga Pemilu 2009 mendatang.

Sent with Clipmarks

Demo Solidaritas Palestina di HI 2 Jan 2009

Ribuan kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memadati
Bunderan HI saat melakukan aksi solidaritas untuk Palestina di Jakarta,
Jumat (2/1). Aksi ini dilakukan menyusul serangan Israel yang
menewaskan lebih dari 300 orang Palestina. (Foto ANTARA/Jefri Aries)



Peluang Caleg Artis Terdongkrak Putusan MK

Link

Yogyakarta (ANTARA News) - Keputusan Majelis Konstitusi (MK) yang memutuskan calon anggota legislatif (caleg) terpilih dalam pemilu 209 akan ditentukan berdasarkan suara terbanyak, tidak lagi nomor urut, dinilai akan mendongkrak peluang artis menjadi caleg terpilih.

"Dengan sistem tersebut akan banyak artis yang menjadi anggota dewan karena secara status mereka lebih populer, meski secara kualitas mungkin masih dipertanyakan," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ahmad Sumiyanto di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, dengan sistem suara terbanyak tersebut akan menguntungkan publik figur termasuk artis yang maju dalam bursa caleg karena masyarakat lebih mengenal mereka.

"Nama mereka tidak asing di telinga masyarakat, dan ini sangat berpengaruh terhadap pilihan mereka," katanya.

Ia mengatakan, meskipun dalam tubuh PKS sendiri tidak masalah dengan adanya keputusan tersebut, namun tetap ada implikasi keputusan MK terhadap semua partai politik (arpol) peserta pemilu 2009.

"Implikasi yang paling menonjol adalah `perang` antarcaleg dalam satu partai politik (parpol) yang tidak mungkin terelakkan lagi, sehingga yang akan terjadi pertama kali adalah kompetisi dalam satu partai dibandingkan dengan partai lain," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan adanya persaingan antarcaleg di tubuh partai, maka upaya untuk saling membantu dan saling menolong baik dari segi tenaga, pikiran maupun dana akan terkurangi, bahkan bisa jadi tidak ada karena terpecah oleh ambisi mendapatkan suara terbanyak.

"Dukungan suara konstituen sendiri terhadap partai memacu timbulnya konflik di akar rumput, sehingga partai seakan hanya menjadi label atau stempel saja," katanya.

Ahmad mengatakan, PKS sendiri ke depan akan menyesuaikan dengan keputusan tersebut karena pada dasarnya semua orang terutama parpol harus menghormati apa yang diputuskan oleh MK. "Kami sendiri menilai keputusan tersebut sudah proporsional," katanya.

Ia menambahkan, dari putusan MK itu kader-kader PKS akhirnya harus mengikuti ritme tersebut, walaupun nantinya PKS akan tetap membuat pola yang berbeda.

"PKS sendiri tetap menerapkan sistem pengawasan dari Dewan Syariah sehingga yang dikedepankan adalah pemahaman bahwa menjadi caleg itu merupakan sebuah amanah dan bukan untuk pribadi masing-masing," katanya. (*)

ANTARA :: Ribuan Kader PKS (Surakarta) Lakukan Aksi Solidaritas Palestina

02/01/09 19:47
Ribuan Kader PKS Lakukan Aksi Solidaritas Palestina


Solo (ANTARA News) - Ribuan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se Surakarta melakukan aksi solidaritas Palestina, di Bundaran Gladag Solo, Jateng, Jumat, mereka meminta pemerintah harus serius desak PBB Jatuhkan sanksi untuk Israel.

Pengunjuk rasa tersebut menyatakan, prihatin atas krisis yang melanda Palestina, akibat sebuah perang yang tidak seimbang dan semua negara di dunia justru bungkam melihat agresi militer Israel di Jalur Gaza.

Ribuan pengnjuk rasa tersebut sebelumnya melakukan long march sekitar 5 km dari Masjid Kota Barat menuju Bundaran Gladag Solo dengan membawa sejumlah poster dan spaduk yang intinya menolak serangan militer Israel terhadap Palestina.

Koorlap Aksi M Ikhlas Thamrin, mengatakan, PKS menjadikan isu Palestina sebagai salah satu fokus garapnya. Secara historis, PKS senatiasa melakukan pengawalan terhadap isu tersebut.

"Sehingga, wajar jika sekarang Palestina bergejolak, aksi yang didukung DPD PKS Se eks Keresidenan Surakarta ingin menunjukan kepada dunia bahwa konkrit memberikan bantuan kepada rakyat Palestina," katanya.

Pengunjuk rasa saat melakukan long march dengan yel-yel mendukung rakyat Palestina sambil membawa dos untuk menggalang dana dari masyarakat setempat yang nantinya akan dikirimkan ke Palestina.

Ketua Dewan Syari`ah Wilayah DPW PKS Jateng, Ustadz Mahmud Mahfuz, dalam orasinya mengatakan, PKS menolak tegas segala upaya yang dilakukan Israel dan sekutunya untuk mengganggu kedaulatan Palestina.

PKS juga mendesak Presiden AS terpilih Barack Obama untuk menyelesaikan krisis Plestina dan berani mengambil langkah tegas menghentikan kebrutalan Israel.

Selain itu, PKS juga mendesak Pemerintah Indonesia melalu perwakilan PBB agar secara tegas menghentikan serangan Israel ke Plestina dan menjatuhkan sanksi kepada Israel atas tindakanya yang tidak sesuai dengan HAM.

Pengunjuk rasa di sela-sela aksinya juga melakukan pembakaran terhadap poster bendera Israel dan poster bergambar Presiden AS, George W. Bush yang sebelumnya dilempari sepatu sebagai simbol penolakan PKS terhadap AS yang mendukung agresi Israel di Gaza.(*)
Link

Gus Im: "PKS Mainan Baru Amerika"

 clipped from www.berpolitik.com
Gus Im: "PKS Mainan Baru Amerika"

Analisis menarik tentang fenomena PKS dikemukakan pengamat politik internasional KH Hasyim Wahid (Gus Iim). Gus Im menyatakan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), salah satu partai politik berbasis Islam yang mulai berkembang luas di Indonesia hanyalah mainan baru Amerika Serikat.
 
Dikatakannya, keadaan dunia berubah pasca perang dingin. Dunia menjadi kawasan pasar bebas sehingga dikehendakilah masyarakat yang pro pasar. Sementara kelompok Islam tradisionalis dan modernis dianggap terlalu nasionalis untuk bisa menyesuaikan diri dengan pasar bebas. "Maka dimunculkanlah Islam baru yang namanya PKS, yang lebih sesuai dengan pasar global," katanya.

Gus Iim berbicara dalam acara refleksi akhir tahun bertajuk NU dalam Konstalasi Politik Nasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau IKA-PMII di aula gedung PBNU Jakarta, Kamis (18/12).

Menurut adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, sebagai organisasi yang berjenjang global, PKS terpolarisasi dalam beberapa kelompok. "Di dalamnya memang retak-retak. Yang satu berkiblat ke Departemen Luar Negeri Amerika, satu lagi terkait dengan DI/TII tapi semuanya Amerika juga," katanya.


Tidak Ada Reformasi

Menurut Gus Iim, reformasi Indonesia sebenarnya tidak ada. Yang ada hanyalah peristiwa penjatuhan Soeharto oleh Amerika Serikat. Menurutnya, pasca perang dingin Amerika sudah tidak perlu lagi "centeng" di beberapa negara, termasuk Soeharto.

"Gelombang demokratisasi itu sebenarnya tidak ada. yang ada adalah cerita bahwa Amerika sedang sibuk membawa pembaharuan pengelolaan ekonomi di negara kaya minyak dan mineral," katanya.

Bersamaan dengan itu kelompok Islam tradisionalis dan modernis dianggap sudah tidak dibutuhkan.

Dikatakannya, sebelumnya memang dimunculkan dikotomi Islam tradisionalis dan Islam modernis. Islam yang tradisionalis dalam hal ini diwakili oleh Nahdlatul Ulama (NU) disingkirkan. Kelompok yang identik dengan kaum sarungan ini dianggap tidak layak turut serta dalam pembangunan ekonomi sehingga dianggap tidak berhak mendapatkan akses.

Namun, lanjut Gus Iim, meski tak mendapat akses langsung, kelompok tradisionalis bergerak dan berkembang terus. Anak-anak dari kelompok sarungan ini belajar berbagai macam disiplin ilmu, selain ilmu keagamaan, sehingga bisa beraktifitas di mana-mana.
Sent with Clipmarks

PKS: Megawati Sulit Dijual

 clipped from www.berpolitik.com
PKS: Megawati Sulit Dijual



Sumbawa - Otak-atik masalah pasangan kandidat capres dan cawapres pendampingnya terus bergulir di internal parpol. Tapi sejauh ini hanya PKS yang belum melontarkan siapa pasangan yang akan didukungnya.

"Kita belum melihat nama capres yang layak untuk didukung. Tapi sejumlah nama sedang digodok di DPP," jelas Wakil Sekjen PKS Fahri Hamzah kepada detikcom saat melakukan pertemuan dengan sejumlah anggota DPD PKS di Sumbawa Besar, NTB, Senin  (29/12/2008).

Sejauh ini PKS dikabarkan tengah melakukan pembicaraan dengan sejumlah parpol, terutama PDIP, Golkar dan Hanura. Namun penjajakan koalisi tersebut, kata Fahri, belum ada titik temu karena semua masih ngotot dengan capresnya masing-masing.

"PKS akan serius melakukan penjajakan koalisi di pilpres kalau masing-masing
punya zero option. Sebab penentuan capres PKS akan diputuskan setelah pemilu
legislatif. Bukan saat ini," ujar politisi asal NTB tersebut.

Terkait wacana pasangan Mega-Hidayat Nur Wahid atau Jusuf Kalla- Hidayat, imbuh Fahri, duet tersebut tidak akan menguntungkan PKS. Sebab kedua kandidat capres tersebut kurang mendapat dukungan yang signifikan.

"Megawati sulit untuk dijual karena pernah memimpin dan punya catatan yang
kurang bagus saat itu. Sedangkan JK kurang diterima di pulau Jawa, " pungkasnya. (ddg/lh)

Deden Gunawan - detikNews
Sent with Clipmarks

Delapan Tokoh Perempuan Terima PKS Award 2008

 clipped from www.antara.co.id

19/12/08 21:45

Delapan Tokoh Perempuan Terima PKS Award 2008



Jakarta (ANTARA News) - DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jumat malam, menganugerahkan "PKS Award 2008" kepada delapan tokoh wanita yang dianggap telah memberikan inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya untuk selalu berjuang.

Penyerahan penghargaan kepada delapan tokoh perempuan itu berlangsung di Jakarta, Jumat malam, dalam acara "Malam Anugerah PKS Award 2008 - 8 Inspiring Woman".

Kedelapan tokoh perempuan itu adalah Titi Widoretno (Neno) Warisman (seniman), Nani Zulminarni (aktivis LSM), Prof Edi Sedyawati (budayawan), Bunda Iffet Veceha Sidharta (manajer Grup Band Slank), Eniya Listiani Dewi (peneliti), Maria M Hartiningsih (wartawan), Sri Wulandari (pendidik), dan Marwah Daud Ibrahim (politisi).

Presiden PKS Tifatul Sembiring, yang didampingi Ketua Majelis Syura PKS KH Hilmi Aminudin dan Ketua DPP PKS bidang kewanitaan, Ledia Hanifa Amaliah, menyerahkan penghargaan tersebut kepada kedelapan tokoh perempuan pemberi inspirasi tersebut.

Tifatul Sembiring mengatakan, meski kondisi kaum perempuan Indonesia saat ini secara umum masih memprihatinkan, namun PKS tetap ingin melakukan penguatan.

"Untuk itu, PKS memberikan penghargaan kepada kaum perempuan para pemberi inspirasi agar kualitas perempuan bisa lebih meningkat. Sekecil apapun langkah PKS ini, kami berharap bisa memberi inspirasi bagi yang lain," katanya.

Ketua DPP PKS bidang kewanitaan Ledia Hanifa mengatakan, penganugerahan PKS Award 2008 itu diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember mendatang.

Pada peringatan Hari Ibu 2008, DPP PKS menetapkan tema "80 Tahun Kebangkitan, Inspirasi Bagi Indonesia yang Sejahtera.

"Perempuan Indonesia seharusnya bergerak bersama dalam memberi untuk meningkatkan martabat bangsa di tengah banyaknya permasalahan bangsa saat ini," katanya.

PKS, katanya, yakin bahwa masih banyak perempuan yang mampu memberi banyak inspirasi terhadap ide dan gagasan-gagasan yang memberi pencerahan bagi bangsa.

Sejumlah tokoh perempuan yang sebelumnya masuk nominasi seperti Siti Hardiyanti Rukmana, Megawati Soekarnoputri, dan Khofifah Indar Parawansa, ternyata tidak terpilih sebagai pnerima penghargaan.(*)

COPYRIGHT © 2008

Sent with Clipmarks

PKS ke Cendana, Metamorfosis Ideologi

 clipped from inilah.com
05/12/2008 14:14

'PKS ke Cendana, Metamorfosis Ideologi'

Abdullah Mubarok



INILAH.COM, Jakarta - Berbagai hasil survei menunjukkan perolehan suara PKS masih sama dengan Pemilu 2004 lalu. Untuk mengatasi hal tersebut, PKS berusaha untuk bermetamorfosis, menembus lintas ideologi. Salah satu caranya, dengan menarik hati pendukung Soeharto yang diperkirakan masih banyak.

Peneliti LIPI Nurhasim menjelaskan, PKS telah melakukan sejumlah manuver politik untuk menarik dukungan dari pendukung Soeharto. Di antaranya, dengan menyatakan Soeharto sebagai pahlawan dan guru bangsa dalam iklannya. Hingga yang terbaru, dengan menominasikan putri Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana sebagai salah satu di atara delapan perempuan berprestasi dan menjadi inspirator.

Manuver ke keluarga Cendana itu, menurutnya, merupakan upaya untuk meningkatkan suara PKS dengan menarik konstituen luar. "PKS mencoba mengambil hati pendukung Soeharto yang masih cinta," katanya, dalam perbincangan dengan INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (5/12).

Langkah PKS, lanjutnya, juga merupakan upaya menjajal metamorforsis ideologi. "Agak naif juga dan bisa jadi bumerang," ujarnya.

Namun, Nurhasim menilai hal tersebut sulit untuk dilakukan jika dilihat dari ideologi PKS yang berbasis aktivis Islam. Apalagi, ujarnya, survei menunjukkan warga muslim banyak yang memilih partai sekuler.

"Tidak akan mudah bagi PKS untuk mencapai hal itu (meningkatkan suara di Pemilu 2009)," nilai Nurhasim. [nuz]

Tags : PKS, cendana
Sent with Clipmarks

Soeharto di Iklan PKS

Jum'at, 21 November 2008, 21:13 WIB


Soeharto di Iklan PKS



Pemunculan mantan Presiden Soeharto sebagai salah satu pahlawan bangsa pada iklan PKS memicu perdebatan di berbagai kalangan.


Titiek Soeharto Hadiri Acara PKS - TOP pokoke!

Rabu, 19 November 2008, 20:20 WIB

Titiek Soeharto Hadiri Acara PKS

Titiek Soeharto hadir dalam acara forum dialog Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
di Jakarta Convention Center, Rabu 19 November 2008. Selain Titiek acara ini dihadiri pula oleh keluarga para mantan presiden dan tokoh nasional.


Reblog this post [with Zemanta]

PKS Oportunis? :)

clipped from www.inilah.com
PKS Oportunis?
10/11/2008 21:24
 blog it

Kecaman Iklan PKS

clipped from www.inilah.com
Kecaman Iklan PKS
01/11/2008 19:36
 blog it

Enam Tahun Menunggu Eksekusi Amrozi Dkk

09/11/08 03:02

Enam Tahun Menunggu Eksekusi Amrozi Dkk

Oleh Hernawan W

Semarang (ANTARA News) - Enam tahun sudah masyarakat menanti kepastian terhadap pelaksanaan eksekusi tiga terpidana mati kasus Bom Bali I, Amrozi, Mukhlas alias Ali Gufron, dan Abdul Aziz alias Imam Samudra.

Hari Minggu dini hari pukul 00.15 WIB, seperti yang diungkapkan Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung, Jasman Pandjaitan, ketiga terpidana mati tersebut telah dieksekusi oleh regu tembak.

Kapuspen Kejaksaan Agung belum menyebutkan lokasi eksekusi tetapi berdasarkan sumber menyebutkan bahwa eksekusi dilaksanakan di suatu tempat yang bernama Nirbaya yang jaraknya sekitar enam kilometer dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Batu Nusakambangan Kabupaten Cilacap, Jateng, tempat mereka menjalani masa hukuman sebelum dieksekusi.

Ketiga terpidana mati itu dibawa keluar oleh anggota Gegana dari selnya di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Sabtu (8/11) malam.

Mereka dinaikkan ke sebuah mobil dan dibawa ke suatu tempat yang dikenal dengan nama "Nirbaya", sebuah lembaga pemasyarakatan peninggalan Belanda yang telah ditutup tahun 1986.

Proses eksekusi dimulai dengan pemberian siraman rohani yang dilakukan rohaniawan yang meminta kepada mereka agar menerima dengan ikhlas apa yang dilakukan oleh negara, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran.

Selanjutnya jaksa eksekutor, Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, I.B. Wiswantanu membacakan surat perintah pelaksanaan eksekusi dengan didampingi jaksa eksekutor lainnya, Kasubsi Prapenuntutan Kejaksaan Negeri Denpasar Edy Arta Wijaya dan Aspidum Kejati Jateng Monang Pardede.

Setelah surat perintah dibacakan, tiga regu tembak segera menembakkan peluru ke arah Amrozi dkk yang masing-masing terikat pada sebuah kayu dengan kepala tertutup kain hitam.

Sepuluh menit kemudian, Amrozi dan kawan-kawan dinyatakan meninggal, setelah menjalani autopsi oleh tim dokter forensik Polda Jawa Tengah dan jenazah mereka dimandikan oleh keluarganya.

Menurut rencana, jenazah tiga terpidana mati tersebut akan dibawa ke rumah duka di kampung halaman masing-masing pada hari Minggu (9/11), pukul 05.00 WIB.

Ketiga terpidana mati tersebut adalah otak peledakan di Sari Club dan Paddy's Cafe Legian, Kuta, Bali, Hari Minggu tanggal 12 Oktober 2002 yang menewaskan 202 orang dan melukai ratusan orang lainnya. Dari jumlah korban yang meninggal dunia tersebut paling banyak adalah Australia sebanyak 88 orang.

Kemudian 38 orang Indonesia, 26 orang Inggris, 7 orang Amerika, 6 orang Jerman, 5 orang Swedia, Belanda dan Prancis masing-masing 4 orang, Denmark, Selandia Baru, Swiss, dan Brasil masing-masing 3 orang, Kanada, Jepang, Afrika Selatan, dan Korsel masing-masing 2 orang.

Ekuador, Yunani, Italia, Polandia, Portugal, dan Taiwan masing-masing 1 orang. Untuk mengenang peristiwa yang memilukan tersebut didirikan monumen yang ada di Jalan Raya Legian, Kuta, Bali dan setiap tahun musibah ini diperingati dengan menabur bunga oleh keluarga korban maupun masyarakat baik asing maupun lokal.

Selain ketiga oprang tersebut, beberapa orang yang menjadi tersangka kasus Bom Bali I adalah Abdul Goni (divonis seumur hidup), Dr. Azahari (tewas dalam penyergapan di Batu Malang tanggal 9 November 2005), Dulmatin (diduga sudah meninggal di Filipina), Ali Imron, dan lain sebagainya.

Amrozi bin Nur Hasyim yang lahir di Lamongan, Jatim, 3 Juli 1962 ditangkap di Lamongan, Jatim, tanggal 6 November 2002 dan divonis mati oleh Pengadilan Negeri Denpasar pada tanggal 7 Agustus 2003.

Pria yang pernah menikah tiga kali masing-masing dengan Rochmah (dikarunia satu anak Mahendra), Astuti, dan Choiriyana Khususiyati (dikenal saat masih di Malaysia) tersebut berperan membeli bahan peledak di Toko Tidar Kimia dan membawanya sampai ke Bali.

Imam Samudra ditangkap tanggal 28 November 2002 di sebuah bus Kurnia di Dermaga I Pelabuhan Merak, Banten, saat bus tersebut antre akan menaiki lambung kapal feri Niaga Agung. Imam Samudra yang memiliki nama asli Abdul Aziz ternyata mempunyai nama samaran cukup banyak seperti Hudama, Al Fatih/Fatah, Heri, dan Abu Umar.

Pria kelahiran Serang, Banten, 14 Januari 1967 itu adalah aktor intelektual pelaku peledakan di Bali itu divonis mati oleh Pengadilan Negeri Denpasar tanggal 10 September 2003. Anak kedelapan dari 12 bersaudara dikaitkan dengan peledakan gereja di Batam (tahun 2000), Plaza Atrium Jakarta (tahun 2001), Santa Anna serta HKBP Jakarta.

Mukhlas yang memiliki nama asli Ali Gufron yang dilahirkan di Lamongan 2 Febuari 1960 tersebut merupakan kakak dari Amrozi dan Ali Imron yang juga pelaku Bom Bali I. Pria yang memiliki nama lain Huda bin Abdul Haq, dan Sofwan tersebut ditangkap di Solo tanggal 4 Desember 2002 dan divonis mati tanggal 2 Oktober 2003.

Mukhlas yang menamatkan pendidikan di Ponpes Ngruki, Sukoharjo dan sempat mengajar di ponpes yang dipimpin Abu Bakar Ba'asyir tersebut selama lima tahun ini bertindak sebagai pemimpin atau koordinator umum dalam kasus bom di Bali tersebut.

Setelah ditangkap dan divonis mati, ketiganya mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Krobokan Denpasar tetapi tanggal 11 Oktober 2005, mereka dipindahkan ke LP Batu Nusakambangan Kabupaten Cilacap, Jateng.

Pada sidang di PN Denpasar tanggal 18 Juli 2008, PK Amrozi dan kawan-kawan kembali ditolak karena PK hanya bisa diajukan sekali.

Jaksa Agung Hendarman Supandji pada tanggal 21 Juli 2008 mengatakan bahwa eksekusi terhadap mereka bakal dilaksanakan sebelum bulan puasa yang jatuh tanggal 1 September 2008.

Tetapi, Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Abdul Hakim Ritonga tanggal 27 Agustus 2008 menyatakan eksekusi terpidana mati bom Bali I, Amrozi dkk, yang semula akan dilakukan sebelum bulan puasa, ditunda sampai waktu yang tepat.

"Setelah melakukan pengkajian-pengkajian rencana eksekusi yang akan dilakukan sebelum bulan puasa, waktu eksekusinya tidak tepat," Abdul Hakim Ritonga.

Ia mengatakan pihaknya sudah menyampaikan kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali dan Jawa Tengah mengenai penundaan ekseksusi tersebut.

Kabar bakal dilaksanakan eksekusi terhadap tiga terpidana mati itu kembali muncul dari Kejaksaan Agung tanggal 24 Oktober 2008 yang menyatakan bahwa eksekusi terhadap mereka akan dilakukan awal bulan November 2008.

Begitu ada pengumuman resmi, petugas kepolisian dibantu aparat TNI langsung melakukan penjagaan ketat terhadap pintu-pintu masuk Pulau Nusakambangan, tempat ketiga orang itu menjalani hukuman.

Bahkan, sejak hari Jumat (31/10) dini hari, blok Super Maximum Security telah disterilkan dari terpidana yang lain, artinya mereka yang berada di blok tersebut dipindahkan ke sel yang lain dan sejak saat itu blok itu hanya ditempati oleh mereka bertiga hingga mereka dieksekusi hari Minggu dini hari pukul 00.15 WIB.(*)

COPYRIGHT © 2008

Dukun Santet Ikut Pilkada

Ingin Angkat Martabat Warga Kota Bogor

Bogor, Warta Kota
Warta Kota Hari IniSETELAH sejumlah artis bertarung di pemilihan kepala daerah (pilkada), kini seorang paranormal merambah ajang yang sama. Paranormal Ki Gendeng Pamungkas, yang mengaku pernah menyantet beberapa tokoh politik Indonesia dan Presiden AS George W Bush, maju sebagai calon wali kota (cawali) Bogor.

Gendeng Pamungkas yang bernama asli Iman Santoso akan menjalani tes kesehatan bagi para cawali mapun wakilnya, Rabu (12/8) ini. Dalam pencalonan tersebut, Gendeng didampingi KH AM Chusaeri. Mereka maju melalui jalur perseorangan (non-partai politik)

Sebelumnya, Gendeng sempat menyatakan mundur dari bursa pencalonan. Belakangan, dia mencabut pernyataan itu dan justru menegaskan untuk terus maju ke Pilkada Kota Bogor.
”Saya dapat wangsit ketika melakukan ritual di Kebun Raya Bogor, yang isinya menyatakan bahwa saya harus maju terus di pilwalkot (pemilihan wali kota),” tegas Gendeng Pamungkas.

Pesan lain di wangsit itu, menurut Ki Gendeng, dirinya diminta berjuang membebaskan warga Kota Bogor dari kemiskinan. Menurut Gendeng, 60 persen penduduk Kota Bogor berada di bawah garis kemiskinan. Selain itu, kata dia, dirinya ingin mengubah birokrasi di Pemkot Bogor menjadi benar-benar berkiblat kepada rakyat, bukan kepada teman atau kolega.

Kesehatan
Dukun Santet Ikut Pilkada
Kigendeng Pamungkas
Pemeriksaan kesehatan cawali Bogor dan pasangannya dimulai Selasa (12/8). Cawali beserta pasangannya yang menjalani pemeriksaan kesehatan kemarin adalah para calon yang diusung partai politik yakni Diani Budiarto-Achmad Ru’yat, Iis Supriyatin-Ahani, dan Dody Rosadi-Erik Irawan Suganda.

Pemeriksaan kesehatan cawali Bogor dibagi menjadi lima babak. Pemeriksaan di masing-masing babak dilakukan oleh tim dokter yang dipimpin oleh seorang dokter spesialis yakni dr Edward Syah (spesialis bedah umum), dr Doyo Prasodjo (THT), dr Indira Silviandari (mata), dr Tjahtur Yoga Utama (jantung), dan dr H Erwin (spesialis penyakit dalam).

Pemeriksaan kesehatan diawali dengan pengambilan sampel darah, lalu pemeriksaan USG, pengambilan urine, dan EKG atau rekam jantung. Para kandidat pada Pilkada Kota Bogor menjalani tes kesehatan itu dengan tenang.

Beberapa di antaranya mengaku telah beberapa kali menjalani tes kesehatan serupa.
Diani Budiarto yang merupakan Wali Kota Bogor periode 2003-2008 mengaku tes kesehatan yang dijalaninya hari itu tidak beda dengan serangkaian pemeriksaan kesehatan yang telah jalani selama ini.

Diani mengaku lega karena telah melewati tes kesehatan mata, gigi, dan THT. ”Pemeriksaan kesehatan ini penting biar kalau ada rakyat yang menyampaikan aspirasinya, wali kota maupun wakilnya mampu mendengar dan merealisasikan aspirasi tersebut,” katanya.

Koordinator Tim Pemeriksaan Kesehatan Pilkada Kota Bogor, dr Erwin, mengatakan, ”Kalau tidak ada perubahan, tanggal 19 Agustus hasil pemeriksaan ini akan diserahkan ke KPU Kota Bogor.”

Untuk diketahui, Pilkada Kota Bogor diikuti oleh lima pasang calon terdiri atas tiga pasang diusung partai politik dan dua pasang nonpartai. Pasangan Diani-Ru’yat diusung 11 partai politik di antaranya PKS, Golkar, PDIP, dan Partai Patriot.

Pasangan Iis Supriyatin-Ahani diusung oleh Partai Demokrat. Iis yang pengajar di SMPN 4 Kota Bogor merupakan satu-satunya perempuan pada calon wali kota Bogor. Pasangan ini juga didukung oleh Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) dan Partai Persatuan Nahdatul Ummah Indonesia (PPNUI).

Sedangkan pasangan Dody Rosadi-Erik Irawan Suganda disokong lim partai politik yakni PPP, PKB, PBB, PKPB, dan PAN. Adapun pasangan perorangan pada pilkada tersebut adalah Syafei Bratasondjaja-Akik Darul Tahkik dan Ki Gendeng Pamungkas-AM Chusaeri. (akn)