Showing posts with label gerindra. Show all posts
Showing posts with label gerindra. Show all posts

Prabowo: Saya Menyesal Tidak Kudeta!

 clipped from inilah.com
16/12/2008 04:00
Prabowo: Saya Menyesal Tidak Kudeta!
Djibril Muhammad

INILAH.COM, Jakarta - Kesempatan calon presiden Prabowo Subianto memimpin negara ini diakuinya bisa didapatkan saat paska kerusuhan Mei 1998 dengan cara kudeta. Mantan Danjen Kopassus ini pun menyesal tidak mengambil kesempatan itu.

"Saya agak menyesal juga tidak melakukan kudeta waktu itu (era Presiden BJ Habibie)," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini yang langsung disambut tawa riuh para peserta Forum PPP Mendengar di DPP PPP, Jakarta, Senin (15/12).

Menurut mantan menantu Soeharto ini, dia kerap dihantui peristiwa kerusuhan Mei 1998. Bahkan ditengah situasi tidak menentu tersebut, isu kudeta terhadap Presiden BJ Habibie juga menghampirinya.

Dituturkan Letjen purnawirawan TNI ini, ketika mantan presiden (Alm )Soeharto lengser, dirinya pun ikut lengser. Namun tuduhan kudeta terhadap dirinya tidak ia lakukan.

"Walaupun secara fisik saya bisa melakukan, karena saya menguasai 42 batalyon terbaik," ujar mantan Pangkostrad ini.

Misteri kerusuhan Mei 1998, lanjut mantan istri Titiek Soeharto ini, juga masih menghantui dirinya. Apalagi setelah dirinya menyatakan diri maju pada bursa capres dalam Pemilu 2009.

"Mei 1998 bagi saya hal-hal yang penuh misteri," ucap Prabowo.

Meski begitu, tambah Prabowo, dirinya tidak perlu merisaukan hal tersebut. Sebab, berita dan fakta-fakta sejarah, sedikit demi sedikit menjauhkan keterlibatan Prabowo dalam kerusuhan tersebut.

"Kerusuhan Mei 1998 diperkeruh dengan tokoh Barat yang membeberkan fakta kerusuhan Mei 1998. Hal itu mengakibatkan ekonomi kita hancur pada 1998," pungkas Prabowo yang juga pengusaha ini.[jib/nng]

Sent with Clipmarks

Pembekalan Caleg Gerindra - Siapa Ngikut yuk :))

Jum'at, 21 November 2008, 20:50 WIB


Pembekalan Caleg Gerindra



Prabowo
Subianto memberi pembekalan kepada caleg Gerindra di Hotel Sahid Jaya,
Jakarta, pertengahan September 2008 lalu. Prabowo adalah calon presiden
untuk pemilu 2009 dari Partai Gerindra.




3 Diva Bergabung dengan Parpol Gerindra

3 Diva bergabung dengan parpol Gerindra.
"Kita butuh waktu tiga bulan untuk mendiskusikan masalah ini hingga tak
bisa tidur," tutur Krisdayanti, di Jalan Brawijaya IX, Nomor 1,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (26/9/2008) malam.

http://foto.okezone.com/index.php/ReadStory/1419/3-diva-bergabung-dengan-parpol-gerindra

news
newsnews

Caleg Mantan Napi Pede Taufik-Guiteres Optimis

Kota, Warta Kota
Meski pernah berstatus sebagai narapidana (napi), Eurico Guiteres dan M Taufik yakin dan percaya diri mampu menjadi anggota legislatif pada Pemilu 2009. Guiteres dicalonkan oleh PAN, sedangkan Taufik dicalonkan oleh Partai Gerindra.

Selain Eurico dan Taufik, masih ada satu mantan terpidana yang juga mantan Wakil Ketua DPR, Zaenal Ma’arif yang maju jadi caleg. Zaenal malah dicalonkan oleh Partai Demokrat. Padahal sebelumnya ia berseteru dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga kasusnya menjadikan Zaenal divonis hukuman percobaan.

ImageDihubungi terpisah Sabtu (23/8), ketiganya optimis bisa lolos jadi wakil rakyat yang berkantor di Senayan. ”Saya tidak melakukan tindak pidana dengan ancaman hukuman lima tahun. Saya sudah melampirkan semua keterangan dan bukti-bukti untuk pencalegansaya,” kata Zaenal.

Ia juga menjelaskan bahwa kasusnya tidak tergolong berat, yakni perselisihan dengan SBY yang mengarah pada pencemaran nama baik. ”Saya setuju yang ditolak masyarakat itu caleg yang pernah melakukan tindak pidana korupsi atau terjerat narkoba. Hukumannya kan berat,” katanya.
Mengapa setelah bermusuhan dengan SBY kini justru dicalonkan oleh Partai Demokrat yang dibesarkan oleh SBY, Zaenal menjawab, ”Tidak ada masalah dan sudah ada (putusan yang punya) kekuatan hukum tetap. Sudah inkrach.”

Selain Zaenal, M Taufik (mantan Ketua KPU DKI), dan Eurico Guiteres, masih ada mantan napi kasus narkoba Zarima Mirafsur yang jadi caleg.
Zarima yang populer dengan sebutan Ratu Ekstasi dicalonkan oleh Partai Demokrat untuk Kabupaten Bogor. Zarima masuk daerah pemilihan Bogor III yang meliputi Cisarua, Megamendung, Ciawi, Caringin, Cigombong, dan Tamansari.
”Zarima sudah menyerahkan berkas pendaftaran di KPU Bogor Selasa (19/8) siang. Zarima tercatat berdo-misili di Kopo, Cisarua, Bogor,” kata anggota KPU Kabupaten Bogor, Haryanto Surbakti.
UU hanya melarang mantan napi jadi caleg jika tuntutan atau hukumannya di atas lima tahun. Menurut Direktur Eksekutif Center for Electoral Reform (Cetro), Hadar N Gumay, hal ini diatur oleh UU 10/2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPRD, dan DPD.
”Ya memang, apa yang diharapkan oleh masyarakat tidak sama dengan UU. Masyarakat hanya bisa mewujdukan harapannya dengan tidak memilih caleg bermasalah. Itu bisa efektif,” katanya.
Sementara itu Guiteres, yang menerima putusan bebas murni dari Mahkamah Agung, justru mengaku mendapatkan banyak simpatisan dan dukungan. Sebab, kasusnya yang terkait dengan Timor Timur murni kasus politik.
”Saya yakin masyarakat tahu siapa saya karena proses hukum mengatakan saya bukan pelaku korupsi dan saya bukan pemberontak,” ucap Guiteres yang kini menjabat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PAN Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Guiteres mengucapkan rasa terima kasih kepada PAN atas pencalonan dirinya sebagai caleg. “Saat dicalonkan, saya langsung bersedia karena masih diberi kesempatan mengerahkan semangat nasionalisme saya buat negara ini.” tuturnya.
Ia berjanji jika dipercaya duduk di kursi Senayan selama lima tahun, ia akan memperjuangkan aspirasi masyarakat NTT.
Sementara itu M Taufik, mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI, dicalonkan oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Ia dipenjara karena kasus korupsi di tubuh KPU DKI.
”Biar masyarakat sendiri yang menilai bahwa proses peradilan kemarin mengada-ada. Saya me-yakini bahwa saya tidak melakukan itu. Ada konspirasi. Saya menilai itu sebuah risiko bagi seorang pemimpin,” papar Taufik yang divonis April 2006 dan bebas 23 Agustus 2007.
Taufik jadi caleg untuk daerah pemilihan Jakarta Timur. Ia juga menjabat Ketua Partai Gerindra DKI. ”Yang jelas saya akan berkomitmen untuk selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Secara terpisah, Ketua Umum Relawan Bangsa, Suaib Didu, meminta semua parpol melakukan penyaringan ketat. ”Kami minta partai melakukan penyaringan secara ketat. Terhadap pihak-pihak yang terindikasi terlibat kasus korupsi dan kasus dana Bank Indonesia (BI) agar tahu diri dan tidak mencalonkan diri.” katanya.
Didampingi sejumlah pimpinan ormas yang tergabung dalam Masyarakat Anti Korupsi (Matikor), Mahasiswa Pancasila, dan Relawan Pemuda, Suaib mengingatkan bahwa legislatif merupakan lembaga sangat terhormat. Tapi yang terjadi sekarang, kondisi legislatif atau DPR sangat buruk karena perilaku anggotanya.
”Kami minta KPU segera memublikasikan nama-nama caleg di media massa. Dengan begitu, publik diberi kesempatan untuk menilai para caleg secepatnya,” katanya. (ded/moe)

Korban Penculikan Jadi Caleg Gerindra

23/08/2008 17:39

Korban Penculikan Jadi Caleg Gerindra
Liputan6

Liputan6.com, Jakarta:
Ibarat pepatah, hidup adalah sebuah pilihan. Hal inilah yang dilakukan
Desmon Mahesa salah seorang aktivis korban penculikan. Sepuluh tahun
lalu ia pernah mendapat ancaman penculikan. Namun kini Desmon justru
bergabung dengan Gerindra, sebuah partai yang dimotori Prabowo Subianto
dan Muchdi PR.


Desmo dijadikan calon legislatif untuk daerah Kalimantan Timur.
Selain dia, ada pula Pius Listrulanang yang dulu bergabung dengan
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Kini Pius justru telah berpindah
partai dan menjadi caleg Gerindra untuk wilayah Nusa Tenggara Timur.


Banyak pihak mempertanyakan pilihan politik yang ditempuh Desmon dan
Pius. Tapi, apapun yang menjadi pilihan politik para mantan aktivis ini
tentu membawa pandangan tersendiri di masyarakat.(IAN/Tim Liputan 6
SCTV)

Prabowo Subianto Maju Sebagai Capres 2009

Prabowo Subianto


14/07/2008 12:25 Pilpres

Prabowo Subianto Maju Sebagai Capres 2009


Liputan6.com, Jakarta:
Prabowo Subianto resmi mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilihan
umum tahun depan. Deklarasi pencalonan sebagai presiden ini diumumkan
langsung oleh Prabowo, Senin (14/7) pagi. Prabowo menyatakan
kesiapannya sebagai calon presiden setelah melihat perkembangan politik
kenegaraan dimana dibutuhkan pemimpin yang mampu mengatasi persoalan
bangsa.


Menurut Prabowo, dirinya telah diminta oleh Partai Gerakan Indonesia
Raya (Gerindra) untuk menjadi calon presiden. Untuk itu Prabowo akan
mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Golkar. Pernyataan
pengunduran diri ini disampaikan Prabowo pada 12 Juli lalu kepada Ketua
Umum Golkar Jusuf Kalla.


Sebelum Prabowo, beberapa partai telah lebih dulu menyebut nama dan
kesiapannya. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, misalnya, sudah
memutuskan mencalonkan Megawati Sukarnoputri untuk maju kembali sebagai
calon presiden. Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso juga telah
mendeklarasikan diri. Sedangkan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf
Kalla, sekalipun belum menyatakan sikap, keduanya diduga akan maju.
Nama lain yang tampak serius menyiapkan diri adalah Wiranto melalui
Partai Hanura.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)


Lupa, 2 Jendral Beriklan jadi Presiden

15/07/2008 11:47

Lupa


Ada dua jenderal yang beriklan. Mereka sedang bersiap menuju 2009.
Wiranto, mantan panglima TNI lebih dulu meretas jalan dengan mendirikan
partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Senin kemarin, giliran seterunya di
militer yakni Prabowo Subianto mendeklarasikan pencalonan dirinya sebagai presiden melalui partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).



Prabowo, terpental dari jabatannya sebagai Panglima Komando Strategis
Angkatan Darat (Kostrad), pasca terungkapnya penculikan aktivis
mahasiswa. Prabowo yang kala itu menjabat sebagai Panglima pasukan elit
Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dianggap ikut bertanggungjawab atas
penculikan aktivis mahasiswa yang dilakukan oleh Tim Mawar
Kopassus.



Kasus ini akhirnya menamatkan karir militer Prabowo, yang dulu sempat
disebut sebagai salah satu perwira dengan masa depan gemilang.
Terpental dari militer, Prabowo relatif menghilang dari panggung
politik. Ia menjalankan bisnis keluarga bersama sang adik Hasyim
Djojohadikusumo.



Belakangan ia beriklan. Di layar kaca Prabowo menjanjikan kebangkitan
Indonesia. Macan yang ia sebut selama ini tidur panjang. Indonesia yang
kaya, kata Prabowo tapi rakyatnya terutama kaum tani dan nelayan, hidup
dalam kemiskinan. Prabowo memang tak pernah bisa lepas dari
politik. Terpental dari militer, Prabowo memimpin Himpunan Kerukunan
Tani Indonesia atau HKTI.



Lain lagi cerita Wiranto. Lepas dari militer, Wiranto mencoba
peruntungan lewat Pemilu 2004. Ia maju sebagai calon presiden
berpasangan dengan mantan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
(Komnas HAM) Salahudin Wahid. Pasangan yang kala itu bagi beberapa
pihak dianggap ganjil, karena sebelumnya Wiranto berkali-kali menolak
diperiksa Komnas HAM terkait kasus pelanggaran hak asasi manusia di
Timor timur. Dengan bercanda, Wimar Witoelar, dalam sebuah diskusi
menyebut pasangan ini ibarat Tom and Jerry. Kini Mr. Whiskey, begitu ia
biasa dipanggil, akan kembali maju dalam pencalonan presiden lewat
partai Hanura.



Wiranto juga beriklan. Ia bicara soal kemiskinan, bahasa popular yang
mudah dimengerti orang banyak. Dalam sebuah kunjungan, ia bahkan sempat
memakan nasi aking, sebagai simbol empati kepada rakyat miskin.



Sama seperti Prabowo, masa lalu yang gelap juga menghantui Wiranto.
Hari ini Komisi Kebenaran dan Persahabatan mengumumkan laporan mengenai
pelanggaran hak asasi manusia pasca jajak pendapat di Timor-Timur. Nama
Wiranto kembali disebut-sebut.



Milan Kundera (The Book of Laughter and Forgetting,
1979) pernah berujar, "Perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah
perjuangan ingat melawan lupa." Iklan bisa menjadi bagian dari
"politik lupa," yang mengajak kita memalingkan wajah dari masa lalu
yang kelam dan melupakan rasa sakit yang muncul dari mereka yang
menjadi korban.





Andy Budiman

Asisten Produser "Topik Minggu Ini"