Showing posts with label Situ Gintung. Show all posts
Showing posts with label Situ Gintung. Show all posts

CAPRES SBY TRACK RECORD:

CAPRES SBY TRACK RECORD:

NEGATIF  (ADA DUA, KEBIJAKAN DAN DI LUAR KEBIJAKAN)

POSITIF: APA YA?

KEBIJAKAN PEMERINTAHAN

1.     Tahun ke 2005 Pemerintah SBY, mensahkan Peraturan Presiden Nomer 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum (Perpres 36) adalah kebijakan legal yang lahir sebagai respon atas KTT Infrastruktur (Infrastructure Summit/ kekuasaan asing), selain bertentangan dengan peraturan perundangan diatasnya (Undang-undang No. 10 tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan; Undang-Undang Nomer 5 Tahun 1960 tentang Pengaturan Pokok Agraria; Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia) dan menafikan protes masyarakat UU Tatacara Pembentukan Peraturan Perundangan 200

2.     Peraturan Presiden 55 Tahun 2005  pencabutan subsidi dan kenaikan harga BBM, selain bertentangan dengan peraturan perundangan diatasnya (Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomer 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas yang menjadi rujukan telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi karena bertentangan dengan Pasal 33 UUD 1945)

3.     Pemerintah SBY Mensahkan UU Penanaman Modal No.18/2008 (FPDI Perjuangan satu-satunya fraksi yang menolak/walkout) : yang intinya Meliberalisasi semua ranah ekonomi dan menyamakan pengusaha pribumi dan asing. Tentang Hak Guna Tanah 95 dibawa ke Judicial Review  oleh NGO pro demokrasi dan  tahun dicabut oleh Putusan MK

4.     Pemerintah SBY mensahkan UU Pornografi dan Pornoaksi

5.     Pemerintah SBY adalah pemerintah yang tunduk pada WTO liberalisasi perdagangan dengan pemerintahan Menterinya mengeluarkan:

6.     Pemerintah SBY adalah Pemerintah ANTI SUBSIDI, anggaran SUBSIDI sejak Pemerintahan SBY turun Terus, sementara STIMULUS untuk Penguasa Naik terus

7.     UTANG, BAYAR UTANG (GALI LOBANG TUTUP LOBANG)

-         Hutang Indonesia Rekor saat pemerintahan SBY

-         Negeri  (Sukuk dan Ori) tapi juga Luar Negeri. Peningkatan Hutang :

2008, posisi utang Indonesia tercatat US 149,47 miliar dollar atau setara dengan Rp 1.548 triliun dengan asumsi Rp 10.360 per US dollar.

-        Posisi ini mengalami kenaikan US 8,6 miliar dollar pada tahun 2004 yang hanya tercatat US 139,86 miliar dollar. Maka sejak 2001 hingga 2008, posisi utang Indonesia telah mencapai Rp 2.648 triliun. Posisi utang tersebut diperkirakan mencapai 30 persen dari GDP.

-        Tahun 2008, penarikan utang luar negeri swasta naik 33,1 persen dibanding 2007 yakni US 27,8 miliar dollar menjadi US 37,08 miliar pada 2008.

-        2009, posisi utang luar negeri swasta sebesar US 60,6 miliar dollar yang akan jatuh tempo tahun ini sebesar US 17,4 miliar dollar terdiri dari utang pokok dan bunga. Kewajiban pembayaran utang didominasi oleh pembayaran utang luar negeri non bank atau korporasi sebsar US 14,3 miliar dollar atau 82,2 persen, sedang sisanya sebesar US 3,1 miliar dollar (17,8 persen) merupakan kewajiban pembayaran bank.

-        Utang Dalam Negeri dan utang SUKUK (Obligasi syariah) menggadaikan ASET BANGSA— antara lain Gelora Senayan, dan diperoleh dari pinjaman Qatar atau Kuwait

-         

8.     ANTI SUBSIDI: lambat laun mencabut subsidi bagi rakyat, Pertama Subsidi BBM (2005-2008), Subsidi Pupuk, Subsidi BBM industry, Subsidi Listrik, Hal tersebut dapat lihat dari Pengelolaan APBN (APBN adalah cerminan Pemerintah Mengelola Negara untuk Dana untuk spending rakyat atau spending bukan rakyat.  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 kelihatan bahwa rezim SBY adalah rezim anti-subsidi. Pada 2004, jumlah subsidi masih sebesar 6,3 % dari PDB, namun sampai pada 2009 jumlah subsidi kepada kepentingan rakyat banyak terus dikurangi menjadi tinggal 0,3 persen dari PDB.

9.     ANTI PROTEKSI atau Presiden IMPOR: Kebijakan SBY diwarnai kebijakan ekonomi yang menolak perlindungan PRODUK DALAM NEGERI dengan tidak mau MEMBERIKAN KEBIJAKAN PROTEKSI pada produk pertanian, atau industry kreatif

-        1 Februari 2008 yang membebaskan bea masuk (BM) gandum dan menanggung pajak pertambahan nilai (PPN) gandum dinilai tidak efektif dan hanya membuka keran impor semakin besar. Sekarang impor gandum sudah mencapai 5,5 juta ton per tahunnya

-        Batik China masuk

-        Impor gula 30% gula nasional

-        Menigmpor 600.000 ekor sapi atau 25% kebutuhan nasional,

-        Mengimpor GARAM  1,5 juta ton garam per tahun atau sama dengan 50% kebutuhan garam nasional,

-        membeli kedelai impor hingga 2 juta ton per tahun atau setara dengan 45% kebutuhan nasional. Susu impor bahkan mencapai 90% dari kebutuhan nasional  

-        jagung (10%), kacang tanah (15%) dan susu (70%)

-        IMPOR BERAS

-         

10.  PEMBODOHAN RAKYAT DENGAN KENAIKAN BBM dan  BLT

-        BLT dijanjikan diberikan sebagai kompensasi BBM naik, ketika BBM turun, tetap diberikan, didanai sebagian dari dari hutang

-        Pemerintahan Presiden SBY menaikkan harga BBM 3 kali .Masyarakat luas mungkin lupa bahwa pemerintahan Presiden SBY telah sebanyak 3 kali menaikkan harga BBM yaitu pada 1 Maret 2005, 1 Oktober 2005 dan 24 Mei 2008. Kenaikan harga BBM pada masa pemerintahan Presiden SBY dapat dilihat pada tabel di bawah ini: MENAIKAN Tinggi, MENURUNKAN JAUH DARI HARGA AWAL! Kayak discount sale di MALL

BBM NAIK TIGA KALI TURUN???

Tanggal Kenaikan

Harga Baru

Harga Lama

Prosentase

1 Maret 2005

Rp 2.400

Rp 1.810

32%

1 Oktober 2005

Rp 4.500

Rp 2.400

87,5%

24 Mei 2008

Rp 6.000

Rp 4.500

33%






 

11.  PRIVATISASI

Privatisasi SBY jauh lebih banyak disbanding pada masa presiden sebelumnya, dan yang lebih parah adalah Kasus EXXON MOBILE dan sudah diprivatiasi melalui IPO dan strategic sales>> yang masih ditahan adalah Krakatau Steel, karena mau dijual murah

Berbeda jaman MEGA PRIVATISASI belum ada UU BUMN tahun 2003, sekarang ada UU BUMN yang disahkan oleh SBY sehingga BEBAS MEMPRIVATISASI, dan sekarang Pemerintah SBY berniat mervisi Pemerintah berencana merevisi Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengakomodasi perkembangan pengelolaan perusahaan termasuk memperjelas penggunaan istilah privatisasi. "Penggunaan istilah privatisasi harus diluruskan, bila perlu diganti dengan kata lain sehingga tidak berkonotasi negatif di masyarakat," kata Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, di Jakarta, Rabu (17/6). Ia menjelaskan, revisi diharapkan bisa sekaligus meredam anggapan sebagian kalangan bahwa privatisasi itu sama dengan menjual perusahaan. Padahal tegasnya, privatisasi BUMN tidak selalu menjual kepemilikan saham perusahaan secara langsung. "Namun banyak pola lainnya seperti penjualan saham kepada publik (IPO/go public), merger, maupun akuisisi, pembentukan holding, atau bahkan likuidasi," ( Sekretaris Kemen BUMN Said Didu)

UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, yang merupakan aturan induk BPJS, mengatur bahwa pengelola sistem sosial berbentuk wali amanah. "Bisa saja wali amanah itu masuk ke UU BUMN. Jadi, amandemen UU nanti akan memasukkan badan hukum khusus BPJS yang tidak mengejar keuntungan dan tidak memberi dividen untuk pemerintah," tandas Parikesit (Deputi Menteri Negara BUMN Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto)

Tercatat privatisasi sembilan perusahaan menggunakan pola penjualan saham kepada publik (IPO) yaitu PT Pembangunan Perumahan maksimal 30% dari total kepemilikan saham, PT Waskita Karya (maksimal 35%).
PT Bank Tabungan Negara (BTN) (maksimal 30 persen), PT Krakatau Steel (maksimal 49%), PTPN III (maksimal 30%), PTPN IV (maksimal 30%). Selanjutnya PTPN VII (maksimal 30%), PT
Asuransi Jasa Indonesia (maksimal 30%) dan PT Rekayasa Industri (maksimal 4,7%).

PERISTIWA ALAM (DIVINE INTERVENTION, INTERVENSI TUHAN), dan gabungan antara Kelalaian Manusia yang menyebabkan kematian:

A.    Gabungan bencana alam dan Kelalaian Manusia

1.     Tahun 2004, November SBY menjadi Presiden, 7 orang WNI tewas di Toll Jagorawi

2.     Lumpur Lapindo 2006

3.     Pesawat komersil Jatuh dan kecelakaan ADAM AIR,LION AIR

4.     Pesawat Militer:

5.     Kereta Api:

6.     Kapal  Laut Tenggelam (Kapal feri Senopati 393 orang tewas, Levina30 orangtewas,

7.     Banjir Jatim: 400an orang tewas

8.     Tsunami Pangandaran

9.     Banjir bandang Bondowoso tahun 2008 menewaskan tidak kurang dari 22 orang

10.  Ari Bah Situ Gintung 2009 menewaskan

 

B.    Divine Intervention (Campur Tangan Tuhan)

1.     Tsunami 250.000 nyawa tewas

2.     Tsunami Pangandaran

3.     Longsor Karanganyar

4.     Gempa Nias

5.     Gempa Yogya

6.     Merapi Wedus Gembel

7.     Wonosobo longso menewaskan

8.     dll

Bom-bom paling sedikit dibanding jaman Mega dan Gus Dur...artinya???

(data kecelakaan alam dan bencana alam kelalaian manusia dan campur tangan Tuhan, sejak pada periode Soeharto cukup banyak karena 32, tapi jumlahnya korban tewasnya, jika Tiga presiden digabungkan Soeharto,Habibie, Gus Dur, Mega, JAUH LEBIH Banyak korban Mati pada masa SBY memerintah 5 tahun) DEVINE INTERVENTION adalah contoh seperti yang terjadi pada jaman nabi-nabi, sekarang ini Lawan Bangsa Indonesia adalah Kekuatan Asing/ Kejahatan yang kuat dan menggunakan/menghalalkan segala cara agar bangsa Indonesia tidak bisa BAIK, BESAR dan Sukses, tinggal rakyatnya mau melawan kekuatan asing tersebut itu atau tidak, karena bagaimana pun jumlah yang akan menderita bila PEMIMPIN salah adalah RAKYAT)

C.    Kematian disebabkan suatu Kejadian Ganjil dan tempat yang seharusnya tidak menimbulkan kematian

1.     Tempat Pembuangan Akhir Leui Gajah yang menewaskan 1000 orang lebih

2.     Seorang anak Tukang Bubur yang bunuh diri karena malu ayahnya dihina sebagai Tukang Bubur Ayam

3.     Dua orang tewas di Septik Tank (Satu Nenek, satu lagi balita)

4.     Satu anak tewas di genangan air sebuah proyek pembangunan

Di Luar Kebijakan

-        Nepotisme kepemilikan perusahaan (baca tabloid Monitor)

-         

BELUM LAGI SAAT MENJABAT KASTER—KEPALA TERITORIAL, BERAPA BANYAK NYAWA BANGSA INDONESIA HILANG.



Umi Lasminah
DKI Jakarta, Indonesia
My essence of keylife is loyalty.
http://wartafeminis.wordpress.com
http://puisiumipoet.wordpress.com

---------------------------------------------
Notes :
Bumi Makin Panas! Jelang Pilpres!

Situ Gintung Dibagi Tiga Zona

Situ Gintung Dibagi Tiga Zona

27 April 2009 , 00:24
CIPUTAT-Direktorat Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Budi Yuwono menyatakan peta Situ Gintung, Ciputat Kota Tangsel akan dibagi menjadi tiga zona hitam, yakni zona di mana tidak boleh ada pemukiman, zona pemukiman tidak rapat, dan zona boleh pemukiman rapat.

Menurut Yuwono untuk menata Situ Gintung pasca bencana, wilayah Situ Gintung akan dibagi menjadi tiga zona. Dari tiga zona tersebut akan diukur berapa luas zona tersebut, sementara zona yang boleh dibangun pemukiman akan diatur, koefisien dasar bangunan (KDB) tidak boleh rapat."Rumah yang sebelumnya padat, tidak boleh berhimpit-himpitan," ucap Budi Yuwono.

Meski tidak menyalahkan siapa yang harus bersalah, sambung Yuwonojebolnya tanggul Situ Gintung memang karena kelalaian banyak pihak, baik dari pemerintah hingga masyarakat yang bertempat tinggal disekitar danau buatan tersebut."Idealnya, harus ada jalan air untuk pengamanan, tetapi itu yang terlupakan. Siapa saja yang berhubungan dengan Situ ini baik pemerintah maupun masyarakat sekitar harus mengakui kesalahan itu. Tapi sudahlah, kita jangan saling menyalahkan," ungkap Yuwono.

Yuwono mengungkapkan, sambil menunggu detail Situ Gintung disahkan. Kedepan, bendungan akan dikombinasi dari beton dan tanah, karena sebelumnya desain sudah dimulai sejak tanah di situ diukur. Selain menata tanggul dan pemukiman sekitarnya, bagian hilir situ juga harus ditata ulang termasuk saluran pengeluaran air."Zona terdampak harus dibersihkan dari bangunan dan akan diberikan zona regulation. Kemungkinan bulan depan tata ruang baru sudah selesai,"jelas Yuwono.

Direktur Sungai Danau dan Waduk Ditjen Sumber Daya Air Widagdo mengaku, pemerintah pusat tidak akan mengurangi luas Situ Gintung. Melainkan hanya mengurangi kedalaman situ."Sedangkan lahan bekas air yang kering akan menjadi garis hijau sebagai taman kota," jelasnya. (iin)

DPR Sertifikat Tanah Bermasalah di Situ Gintung

DPR Sertifikat Tanah Bermasalah di Situ Gintung



Rabu, 22 April 2009

TANGERANGNEWS-Kunjungan komisi V DPR RI ke lokasi jebolnya tanggul situ Gintung di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan Rabu (22/4) pagi membeberkan fakta baru. Adanya pelanggaran atas status kepemilikan tanah yang dibuktikan dalam sertifikat tanah. Itu dilakukan pemerintah daerah, BPN dan masyarakat. Terbitnya sertifikat tanah di lokasi sekitar situ Gintung, menurut ketua komisi V DPR RI, Ahmad Muquwam sangat disesalkan. Sertifikat tanah itu jelas merupakan pelanggaran serius. Karena terbitnya sertifikat tanah merupakan bukti otentik kepemilikan yang diakui Negara.

Padahal, sambung dia kepemilikan lahan disekitar situ Gintung sangatlah tidak memungkinkan. Status kepmeilikan tanah itu memiliki aturan tersendiri. Sehingga seharusnya tidak ada status kepemilikan di sektiar situ Gintung.
“Sekarang Tanya sama BPN, pemda Tangerang dan masyarakat. Bagaimana itu bisa muncul. Ini yang jadi pertanyaan kita nanti,” ungkapnya usai meninjau lokasi tanggul Situ Gintung.

Dia meminta pemerintah daerah dapat menindaklanjuti temuan sertifikat tanah di lahan Situ Gintung. Sekaligus mengklarifikasi status tadi. Agar tidak berlanjut dan menjadi jelas status tanah disekitar situ. Sedangkan tindakan penerbitannya, tambah Ahmad Muquwam jelas masuk ketgori pelanggaran. Karena adanya manipulasi data tanah kepemilikan. “Kan sudah jelas tanah di sekitar situ gintung itu tidak bisa jadi hak milik. Kalau jadi hak milik, berarti ada pelanggaran,” tegas ketua komisi V DPR RI ini.

Menurutnya pengembalian status tanah di sekitar Situ Gintung dapat menggunakan Perpres 36/2005 dan revisinya Perpres 65/2006 tentang pencabutan hak atas tanah untuk kepentingan umum. Dengan peraturan tersebut pemerintah punya kewenangan banyak untuk penataan situ Gintung.

Saat didesak agar hasil temuan itu dibawa ke Polda Metro Jaya, Ahmad Muquwam menolak usulan tersebut. Weweangan pemeriksaan merupakan tugas kepolisian. “Kalau memagn polisi melihat ada pelanggaran. Silahkan saja periksa lagi. Tidak perlu kami yang bawa ke sana,” ungkapnya. Camat Ciputat Timur, T Zulfuad menolak temuan DPR RI tersebut. Pemerintah daerah tidak pernah menerbitkan sertifikat tanah yang tidak sah. Semua status kepemilikan tanah sudah memenuhi prosedur. Tidak mungkin ada sertifikat tanah yang illegal.

Mengenai adanya pemukiman di sekitar Situ Gintung, Zulfuad menambahkan munculnya pemukiman itu dilakukan oknum instansi pengairan. “Mereka yang bikin kontrakan di sektiar situ Gintung. Kalau ada sertifikat, berarti mereka yang salah. Suruh mereka tunjukan sertifikat kalau berani,” tantangnya. (den)

Situ Gintung Mengamuk Lagi, Satu Mobil Terseret

Situ Gintung Mengamuk Lagi, Satu Mobil Terseret



Senin, 27 April 2009

TANGERANGNEWS-Peristiwa jebolnya tanggul Situ Gintung di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan pada Jumat (27/03) lalu, kini terulang di lokasi yang sama. Pada Senin (27/04) tepat sebulan musibah itu, kembali Situ Gintung mengamuk.

Berdasarkan pengamatan tangerangnews.com Situ Gintung masih sama dengan waktu awal terjadinya peristiwa. Itu terbukti ketika hujan deras turun air yang turun dari situ itu masih deras membawa seluruh benda yang ada di lokasi termasuk satu unit mikrolet yang terbawa arus hingga lima meter dari depan masjid Jabalul Rochmah.

Tampak sekali air yang mengalir dari Situ Gintung ketika turun hujan masih menjadi ancaman warga sekitar, karena air begitu kencang turun dari situ yang dibangun pada zaman kolonial Belanda itu. Tampak juga kepanikan warga sekitar yang terlihat berteriak histeris melihat kejadian itu. Asda I Pemkot Tangsel Ahadi mengaku belum mengatahui peristiwa itu, namun dirinya bersama jajaran akan melakukan peninjauan ke lokasi seceparnya.” Kami akan ke lokasi secepatnya,” katanya, hari ini.

Kepala Sub Perencanaan dan Pengairian Bagian PU Balai Besar Wilayah Sungai Ciluwung-Cisadane Prayitno yang sedang melakukan tes soundir atau melakukan pengujian untuk mengetahui kekuatan tanah mengaku kesulitan dengan terulangnya banjir di sana. ”Sulit buat kami untuk bekerja karena cuacanya seperti ini,” katanya. Meski begitu, dirinya mengatakan, pihaknya sudah selesai membuat detail engineering design (DED) pintu tanggul.

Soal kesehatan pengungsi Ketua Posko Kesehatan pengungsi Situ Gintung dr Maya Mardiana mengatakan, para pengungsi sudah tidak lagi mengalami sakit seperti awal diperpindahan ke Wisma Kerta Mukti, semua sudah berjalan normal. “Justru yang sakit sekarang para relawan, dalam sehari bisa 20 relawan yang datang memeriksakan dirinya. Umumnya mereka mendeerita penyakit ISPA, ” katanya. Persoalan yang terjadi saat ini banyak obat-obatan yang diberikan para donatur sudah mendekati massa exipired. Umumnya, obat yang kedaluarsa adalah obat anti biotik amoxisilin. (den)

Pasca Tragedi Gintung


Pasca Tragedi Gintung
Sudah sebulan tragedi Situ Gintung Ciputat Tangerang berlalu. Tragedi ini tak lepas dari minimnya perhatian pemerintah. Hingga saat ini pembangunan kembali area situ masih belum maksimal karena masih harus menata ulang rencana tata ruang kawasan.







Situ Gintung yang Saya Kenal (Tulisan dari warga Asli Situ GIntung)

 
Senin, 06/04/2009 | 08:06 (GMT+9)

Situ Gintung yang Saya Kenal

Oleh : Sukemi 

MINIMAL, sudah dua kali Situ Gintung menjadi pusat perhatian dan pemberitaan secara nasional. Pada 1987, danau alamiah tersebut menjadi pusat perhatian, bukan hanya masyarakat awam, tapi juga para ilmuwan. Itu berkait dengan peristiwa terlepasnya satu gugus tanah di pinggir sebelah barat, yang di bagian atasnya sudah berdiri satu rumah penduduk setempat, pepohonan, dan juga satu sumur.

Kontan saja waktu itu semua orang bertanya-tanya. Ilmuwan pun berdatangan, baik dari LIPI maupun BPPT, untuk melihat dan meneliti kenapa sebidang tanah bisa begitu saja berpindah atau tercerabut dari dasar bumi. Orang pun berdatangan dalam peristiwa ''tanah pindah" tersebut. Saat itu tidak ada korban jiwa.  Kali ini, Jumat dini hari, 27 Maret 2009 lalu, peristiwa memilukan dan menelan puluhan korban jiwa terjadi di Situ Gintung akibat tanggul di bagian tengah -masyarakat di sana menyebutnya pelimpasan- ambrol tidak kuat menahan tekanan air danau.

Sebagian masyarakat di sana memang masih ada yang memitoskan keberadaan Situ Gintung. Berbagai kejadian misterius sering menjadi bahan cerita jatuhnya korban jiwa di sana. Situ yang diyakini berbentuk seperti orang sedang tidur telentang itu bukanlah danau buatan, tapi danau alamiah, yang kemudian untuk kepentingan irigasi dan pengairan, dibangunlah tanggul dengan dua anak sungai di bagian timur dan barat, sedangkan di bagian tengahnya dibuat pelimpasan dengan konstruksi amat sederhana.

Bentuk seperti orang sedang tidur telentang digambarkan di bagian selatan dengan pulaunya disebut sebagai bagian kepala dan tangan. Sedangkan di bagian utara dengan dua anak sungainya yang dahulu digunakan sebagai saluran irigasi, adalah bagian kaki ditambah dengan tanggul (yang kini jebol) yang dimanfaatkan orang dan kendaraan roda dua sebagai akses jalan dari Kampung Gunung ke poros Jl Ir H Juanda. Minggu pagi, 22 Maret 2009 (lima hari sebelum peristiwa jebolnya tanggul pelimpasan), saya menyempatkan diri berjalan di atas tanggul itu untuk menikmati udara yang masih bersih sambil bernostalgia masa-masa kecil saya bermain, memancing, dan memandikan ternak kerbau di sana tiap sore hari.

Pemandangannya cukup menarik. Di atas situ, dua-tiga orang hilir-mudik dengan menggunakan rakit menjala ikan. Sedangkan di tepian situ, beberapa orang melempar dan menunggu pancingnya dimakan ikan. Pemandangan itu bak lukisan di mana di bagian selatan menyembulkan pemandangan siluet biru Gunung Salak di Bogor.

Keindahan dan keelokan itulah yang menyebabkan beberapa insan film dan pemusik era 1970-an kerap menggunakan tepian situ itu untuk lokasi pengambilan gambar. Sekadar menyebutkan contoh, film-film seperti Si Pincang, Si Manis Jembatan Ancol, Panji Tengkorak, Si Jampang, serta Romie dan Juliet, pengambilan gambarnya sebagian besar dilakukan di Situ Gintung. Aktor-aktor besar di masa itu, seperti Sophan Sophiaan, Widyawati, Muchsin Alatas, Titik Sandhora, Soekarno M. Noer, Rano Karno, Yessi Gusman, Nanin Sudiar, Koes Plus, dan lainnya adalah orang-orang yang kerap melakukan pengambilan gambar di sekitar Situ Gintung.

Berubah Total

Sebagai warga yang lahir dan dibesarkan di kawasan itu, saya ingin menyampaikan pandangan berkait dengan tragedi tersebut. Pandangan ini tentu terkait dengan kondisi riil tanggul dan kawasan sekitar yang memag telah mengalami perubahan fungsi sejak lebih dari sepuluh tahun terakhir. Kalau diamati, sudah lebih dari sepuluh tahun, kondisi tanggul dan lingkungan di sana berubah total dengan berubahnya peruntukan di kawasan sekitar. Saya mengetahui benar beberapa perubahan yang terjadi dalam kurun lebih dari sepuluh tahun belakangan ini, mulai kondisi air situ yang sudah tercemar bahan detergen dan sampah domestik dari permukiman di sekitar situ, terjadinya pendangkalan, sampai tumbuhnya gulma air dan eceng gondok.

Menurut saya, faktor terbesar penyebab jebolnya tanggul, selain karena usianya yang sudah tua -dibangun pada zaman Belanda sekitar 1930-an- dan selama ini belum pernah dilakukan perbaikan, juga karena dua anak sungai di bagian timur dan barat tidak lagi difungsikan. Bahkan, pintu air di bagian barat yang dulu digunakan untuk mengatur debit air menuju sungai yang berfungsi untuk irigasi persawahan dan juga cuci serta mandi, yang berada di Rempoa (kini berubah menjadi pabrik tekstil PT Sandatex), sudah lama ditutup. Selokannya sudah diuruk dan sebagian lagi dimanfaatkan untuk permukiman.

Sedangkan selokan atau sungai di sisi timur tanggul, yang juga melalui pintu air pengaturan yang digunakan untuk persawahan di kawasan Poncol, yang kemudian menyatu dengan Kali Pesanggarahan, kini juga berubah. Sebagian untuk perumahan dan permukiman dan sebagian lagi menjadi Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta. Memang, selokan yang berada di sebelah timur tidak sepenuhnya ditutup, tidak seperti pintu air di bagian barat yang telah ditutup total, tapi anak sungai itu sudah jauh lebih kecil dari sebelumnya, sehingga air yang mengalir ke sungai itu pun sangat sedikit. Seandainya dua sungai di sisi timur dan barat itu masih berfungsi, saya yakin benar tekanan air dari situ itu akan terdistribusi di beberapa titik, tidak terfokus di bagian pelimpasan yang kini telah jebol.

Memang faktor tuanya tanggul juga menjadi penyebab. Apalagi -sepengetahuan saya- tidak ada upaya merehabilitasi atau memperbaiki tanggul, terutama di bagian limpasan yang konon dibangun sejak zaman Belanda itu. Kalau pun dilakukan perbaikan, hanya di bagian atas tanggul untuk keperluan pemavingan, agar pengguna jalan dan kendaraan roda dua tidak terlalu direpotkan menghadapi jalan yang becek dan licin saat hujan.

Perbaikan itu justru memperlemah struktur tanggul karena dengan pemavingan, jumlah kendaraan yang berlalu lalang makin banyak dan bebannya makin berat. Sementara itu, akibat pencemaran detergen, kondisi tanggul atau tanah serta batu kali di daerah limpasan tersebut justru strukturnya makin rapuh sehingga dengan tekanan air yang demikian besar, jebollah tanggul itu.

*. Sukemi, warga asli Situ Gintung

Petaka Situ Gintung : Pemerintah Bangun Huntara

http://foto.inilah.com/topik.php?id=6619








Anggota pasukan TNI dari Kodam Jaya membangun hunian sementara (Huntara) untuk korban tanggul Situ Gintung di Wisma Kertamukti, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (5/4). Pemerintah melalui Departemen Sosial (Depsos) tengah membangun 24 Huntara untuk para korban bencana tanggul Situ Gintung. Sementara menunggu pembangunan selesai, Depsos telah menyediakan tenda penampungan sementara dengan fasilitas lengkap.

Situ Gintung Tragedy


Situ Gintung Tragedy, originally uploaded by aris-ressy.

This is pictures of Situ Gintung before and after the lake/dam burst and causing flash flood destroy around 600 nearby houses at dawn. The tragedy of this leisure lake kills almost 100 people with another hundred still missing. "Before" picture taken just 5 days before the tragedy, while the "after" taken next day of the burst.

Situ Gintung Before n After

Situ Gintung 31 Maret 2009

<center><embed type="application/x-shockwave-flash"
src="http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" width="400"
height="267" flashvars="host=picasaweb.google.com&RGB=0x000000&feed=http%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2Fcahpamulang%2Falbumid%2F5321079496964905473%3Fkind%3Dphoto%26alt%3Drss"
pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"></embed>

Gak Bis detail karena waktu itu tidak bisa masuk dan nggak enak dengan
para petugas yang jaga.

Petaka SItu Gintung : Posko Partai Mendadak Kosong

Tanggul Situ Gintung Jebol
Banyaknya kader partai yang kurang profesional sehingga menganggu proses evkuasi.
Kamis, 2 April 2009,

VIVAnews - Memasuki hari Ke tujuh bencana Situ Gintung, Posko yang dibangun oleh sejumlah partai politik mendadak kosong. Kamis 2 April 2009, posko partai yang sebelumnya tampak menjamur, hari ini mulai ditinggalkan.

Pantauan VIVAnews pada pagi ini, di sekitar posko darurat partai politik nampak beberapa atribut parpol yang masih terpampang tanpa penghuni.

"Iya poskonya kosong, tidak tahu orang-orang pada kemana, ini saya cuma numpang istirahat," kata salah satu relawan, Aziz Ramadhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, Paimin Napitupulu mengaku merasa terganggu dengan banyaknya kader partai yang kurang profesional.

"Sudah seperti ajang pameran saja," ujar Paimin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jebolnya Pintu air Tanggul Danau Cirendeu, terjadi pada Jumat 27 Maret 2009, sekitar pukul 05.00 WIB.

Akibat kejadian ini 250 rumah hancur dan menyebabkan koerban jiwa 100 orang. Semetara Ratusan orang lainya luka-luka.

---------------------------
Notes :
Ya begitulah adanya

Petaka Situ Gintung : 5 Desember 2008 Tanggul Diketahui Keropos

Tanggul Situ Gintung Jebol
Curah hujan yang tinggi tidak bisa dijadikan dasar utama jebolnya tanggul.


VIVAnews
- Bencana Situ Gintung diduga tidak hanya dikarenakan curah hujan tinggi yang menyebabkan jebolnya tanggul. Tapi, ada pula pemicu lain seperti kekeroposan pada saluran pengalihan.

"Pada 5 Desember 2008, BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) meneliti kualitas air Situ Gintung. Mereka sempat memotret adanya kekeroposan pada saluran itu," kata pengamat tata ruang dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna, dalam perbincangan dengan VIVAnews melalui telepon, Kamis, 2 April 2009.

Maka itu, curah hujan yang tinggi tidak bisa dijadikan dasar utama jebolnya tanggul yang berdiri sejak zaman Belanda itu. Padahal, lanjut dia, ketika Jakarta mengalami banjir besar tahun 2005, curah hujannya tidak mengakibatkan tanggul itu jebol.

"Saat itu curah hujannya bisa mencapai 300 milimeter per hari," ujar pria yang juga anggota Ikatan Ahli Perencanaan ini. Dia pun mengimbau agar pihak berwajib menyelidiki kasus ini hingga diproses secara hukum.

Tetapi, untuk saat ini tidak bisa dikatakan adanya kelalaian. Karena pernyataan itu hanya bisa dikeluarkan dan diputuskan melalui pengadilan. "Memang tidak bisa divonis ini lalai, tapi memang ada temuan bahwa monitoring terhadap tanggul itu sangat minim," kata dia.

Hingga kini, insiden jebolnya tanggul Situ Gintung menyebabkan 100 orang meninggal. Lebih dari 300 rumah mengalami rusak berat dan porak-poranda. Sedangkan korban hilang menurut Posko Bencana ada 14 orang.

Petaka Situ Gintung : 200 Tim SAR Susur Kawasan Bintaro

Tanggul Situ Gintung Jebol
Tim gabungan darat dan air akan menyusuri kawasan kompleks Deplu, Bintaro.



VIVAnews
- Pada hari ketujuh pencarian korban hilang dalam tragedi Situ Gintung, Tim SAR gabungan, Kamis 2 April 2009, mengerahkan 200 personel. Pencarian korban hilang juga menggunakan alat berat.

Tim gabungan darat dan air akan menyusuri kawasan kompleks Deplu, Bintaro dan sekitar sekolah Caritas. Dua kawasan tersebut adalah tempat korban terakhir ditemukan pada pencarian hari Rabu 1 April 2009 kemarin.

"Banyak sampah di kawasan tersebut, diperkirakan banyak korban yang menyangkut disana," ujar koordinator seksi operasi Tim SAR, Suyatno.

Seluruh kekuatan akan difokuskan di kawasan Deplu, sekitar 160 orang akan mencari korban hilang. Tim juga akan dibantu alat berat untuk mengangkat sampah.

Hingga pagi ini ada sekitar 902 orang korban masih mengungsi. Jumlah itu diperoleh dari pendataan seluruh posko di sekitar lokasi.

Sementar korban hilang menurut dara posko utama tinggal 13 orang. Namun, data warga yang melapor jumlahnya masih 91 orang.

Situ Gintung : Kawasan Situ Gintung Akan Dibersihkan dari Pemukiman

Kawasan Situ Gintung Akan Dibersihkan dari Pemukiman

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 30, 2009

Jakarta - Pemerintah akan membersihkan kawasan Situ Gintung dari keberadaan
rumah-rumah penduduk yang selama ini telah memadati situ yang telah porak poranda tersebut.

Departemen Pekerjaan Umum (PU) belum menentukan keberadaan Situ Gintung pascainsiden maut yang menewaskan banyak orang itu. Namun ada dua opsi yang disiapkan yaitu mengembalikan fungsi situ kembali atau dibiarkan begitu saja.

Demikian disampaikan Dirjen Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum (PU) Iwan Nusyirwan Diar dalam konferensi pers di Kantor Departemen PU, Jl Pattimura, Jakarta, Senin (30/3/2009).

Iwan menjelaskan jika opsi pengembalian situ ke fungsi semula, maka risikonya, daerah di bawah aliran sungai di bawah situ harus dibersihkan dan fungsi aliran akan dikembalikan sebagai sungai dan drainase. "Ini perlu political will dan social," serunya.

Sedangkan opsi kedua dengan dihilangkannya keberadaan Situ Gintung, maka konsekuensinya tanah sisa luberan situ yang mengering tidak boleh diokupasi atau dicaplok oleh masyarakat.

"Wilayah bantaran sungai, nantinya apa pun opsinya ini harus clear dari pemukiman," katanya.

Ia menjelaskan, dahulu Situ Gintung merupakan sungai yang dibendung oleh Pemerintan Belanda untuk irigasi. Namun sekarang ini lebar aliran sungai di bawah situ telah menyempit dari 5 meter menjadi 1 meter yang dikelilingi pemukiman.

Ia menggarisbawahi sebelum opsi diputuskan, terlebih dahulu akan dilakukan musyawarah antara masyarakat, Departemen PU dan Pemda Banten. Pembersihan kawasan tersebut akan difokuskan di kawasan Kampung Gintung, khususnya RW 08.

"Tapi yang saya khawatir banyak rumah yang sudah bersertifikat, ini kawasan bantaran sungai," pungkas dia. (hen/anw)

Detik.com, 30 Maret 2009

Situ Gintung : Tangsel Tak Punya Uang

Tangsel Tak Punya Uang

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 30, 2009

TANGERANG, KOMPAS.com - Kota Tangerang Selatan yang baru terbentuk tahun lalu benar-benar tidak berdaya ketika harus menghadapi bencana Situ Gintung yang menewaskan 99 orang (catatan hingga Minggu kemarin). Tidak berdaya karena tak punya dana untuk menangani bencana ini.

Asisten Daerah Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Ahadi yang ditemui di Posko Utama Bencana Situ Gintung di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (28/3), menyatakan, Pemkot Tangerang Selatan memang belum memiliki dana untuk keperluan tersebut sebab pemerintah kotanya baru terbentuk beberapa bulan lalu.

"Kami masih bergantung dana dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, termasuk juga untuk keperluan penanganan bencana ini," kata Ahadi.

Ahadi menambahkan, penanganan bencana Situ Gintung menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Untungnya bantuan pangan untuk keluarga korban bencana Situ Gintung dari berbagai kalangan mengalir sejak peristiwa jebolnya tanggul situ tersebut, Jumat dini hari lalu.

Pembangunan merana

Keadaan keuangan pemerintah baru Tangerang Selatan seperti itu membuat pembangunan berbagai bidang di kota baru ini terbengkalai.

Menurut pengamatan Kompas, jaringan jalan di kawasan Ciputat, Pamulang, dan Pondok Aren hancur. Apalagi ketika musim hujan seperti sekarang ini, kerusakan jalan semakin parah. Banyak lubang jalan yang tergenang mirip kubangan.

Kerusakan jalan paling parah adalah jalan-jalan alternatif yang menghubungkan antarkecamatan, seperti di dekat Perumahan Pamulang II, di kawasan Serua, Jurangmangu.

Jaringan drainase juga tidak mendapat perhatian sehingga air selalu meluap ke jalan saat hujan dan beberapa jam sesudahnya. Jalan utama, seperti Jalan Ir Juanda, dan sekitar Pasar Ciputat yang merupakan jalan utama merupakan contoh kerusakan drainase yang parah.

Di sisi lain, kerusakan badan jalan di jalan utama juga banyak yang dibiarkan, seperti di dekat Pasar Cimanggis menuju ke Pamulang dan dari Muncul sampai ke BSD.

Selain itu, jaringan pipa air bersih yang dikelola pemerintah tidak ada sama sekali di Kota Tangerang Selatan. Jaringan pipa air bersih hanya terdapat di Perumahan BSD dan Bintaro yang dikelola pengembangnya.

Ahadi mengaku Pemkot Tangerang Selatan setiap tahun mendapat bantuan dana dari Pemprov Banten sebesar Rp 5 miliar. Bantuan diberikan selama dua tahun. "Kami harus menyelesaikan struktur organisasi pemkot dulu baru dana dicairkan. Sebab, kalau belum ada struktur organisasi dikhawatirkan pemakaian dana tak bisa dipertanggungjawabkan," kata Ahadi.

Pemerintah lalai?

Hari Minggu (29/3), Kepolisian Resor Jakarta Selatan mulai mengumpulkan informasi mengenai penyebab jebolnya tanggul Situ Gintung. "Kami sudah mulai mengumpulkan informasi mengenai jebolnya tanggul itu. Setelah kami perkirakan cukup, kami akan melangkah ke penyelidikan," kata Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Firman Santyabudhi, Minggu malam.

Bila dalam perkembangan penyelidikan ada unsur pelanggaran hukum, lanjut Firman, pihaknya akan menentukan tersangkanya. Kasus jebolnya tanggul adalah kasus serius.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iriawan yang dihubungi terpisah menambahkan, Polda Metro siap membantu tindakan penyelidikan kasus ini. "Sekarang masih ditangani Polres Metro Jaksel. Mereka sedang mengumpulkan informasi dulu," tuturnya.

Apa yang disampaikan kedua perwira polisi itu sesuai dengan harapan Kriminolog UI, Adrianus Meliala. Lewat pelayanan pesan singkat, ia menulis, polisi harus berani mengungkap kasus ini terkait kemungkinan adanya unsur pidana.

Unsur pidana yang dimaksud antara lain adanya indikasi bahwa Pemprov Banten atau Pemkab Tangerang lalai memelihara tanggul tersebut, bahkan melakukan pembiaran. "Polisi bisa memulai penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan warga sekitar dan petugas instansi terkait mengenai hal ini," tulis Meliala. (TRI/ECA/WIN)

Kompas.com, 30 Maret 2009

Situ Gintung : Korban Situ Gintung Butuh Perlengkapan Sholat

Korban Situ Gintung Butuh Perlengkapan Sholat

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 30, 2009

TANGSEL -– Bagi donatur yang berniat memberikan bantuan untuk korban banjir bandang Situ Gintung, berikut daftar bantuan yang dibutuhkan korban mendesak yang dirilis Posko Utama UMJ per 30 Maret 2009.

1. Masker
2. Sarung tangan latex dan wol
3. Alkohol
4. Anti tetanus
5. Sepetu boot
6. Kantong mayat
7. Kabel rol
8. Kasur
9. Bantal
10. Sandal jepit
11. Seragam dan keperluan sekolah SD-SMP-SMA
12. Sarden
13. Susu
14. Susu ibu hamil
15. gula

Relawan di posko UMJ, Tamas, mengatakan, para korban juga memerlukan perlengkapan bayi antara lain, dot bayi, selimut bayi, pakaian bayi, susu bayi, vitamin bayi, dan minyak telon.

Selain itu, kata dia, para korban juga membutuhkan Al-Qur'an, sajadah, dan perlengkapan sholat lainnya. c89/fif

Republika.co.id, 30 Maret 2009

Situ Gintung : Daftar Orang Hilang ‘Saya Mencari’

Daftar Orang Hilang 'Saya Mencari'

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 30, 2009

TANGSEL -– Sampai Senin pagi (30/3), jumlah korban tewas tragedi situ Gintung mencapai 98 orang dan korban hilang yang belum ditemukan berjumlah 115 orang.

"Sedangkan, korban yang sakit mencapai 40 orang, 14 orang di antaranya dirawat di RS Fatmawati," kata Koordinator posko utama penanggulangan bencana Situ Gintung, Rahmat Salam, kepada Republika.

Korban lainnya yang sakit yang berjumlah 26 orang, ujar Rahmat, dirawat di fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang terletak di Kel Cireunde, Kec Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Sementara itu, korban bencana yang mengungsi mencapai 368 jiwa.

Ke-368 jiwa itu terbagi di empat posko. Posko Fakultas Hukum UMJ berjumlah 56 jiwa, Fakultas Kedokteran UMJ menampung 63 orang, posko RW 08 mencapai 45 orang, dan posko Balai Desa menampung 204 jiwa.

Mengenai korban hilang, posko STIE Ahmad Dahlan membuka pos pelaporan orang hilang yang diberi nama "Saya Mencari" sampai saat ini masih 155 orang yang dilaporkan hilang oleh sanak kerabatnya. Sebanyak 94 orang dilaporkan ke posko "Saya Mencari" berikut rinciannya beserta ciri-ciri korban. c89/fif

SAYA MENCARI

NO NAMA ORANG DICARI | CIRI-CIRI | PENCARI KETERANGAN

1. Zahra Pr. 6 bulan
2. Carsom Lk. 35 th
3. Abek
4. burhanudin Lk.40th (bapaknya riki robi 68209871, adi 081932580232)
5. Gugun
6. Wati Pr.20th
7. Resya
8. yuliah Kartika 40th
9. Budi santoso 60th
10. tik pujiastutik 63th
11. Sutrisno L.60th,rambut putih,kulit putih( tuti081586827394)
12. Katno 17th,kurus tinggi (Azizah32995193)
13. sri utami 2th,pendek (keluarga Nani)
14. Raka 4bln,
15. Nana 35th,gondrong,kulit putih
16. Fauzi 60th,Rambut keriting,kacamata
17. Sheila 2th,rambut pendek (Rohati08151845992)
18. Ridwar tari P,40th,gemuk,rambut pendek
19. Dina Masuk SMA
20. Ahmad Fauzi 24th,Rambut piak,tegap, tinggi 168cm
21. Zakaria
22. Putri 2th (iis087828940556)
23. Riswandi 40th (Ranti53674362)
24. Rahma di jl.samin (081311650589)
25. Indri rahmati 19th,gemuk, putih, (aminudin0816861633)
26. Sudarman 80th,tinggal di RT05/09 (syairil0380822742)
27. Eti susilawati 48th bu wiwin(02168760034) 4 org anaknya sdh ketemu ibu nadia(0811955680)
ibu kiki(081319560882)
28. balqis 9th,rambut lurus jaodah(085813370015)
29. Sudaya 40th,gemuk,berkumis,rambut pendek agung(081905184794) tebal
30. Maulana 2th
31. Lili Winata 50th Antoni(081511883355)
32. Ardi Yunanto 69th Ismail(02196292193)
33. Sarina 30th
34. peiong 18th saripah(08123394760)
35. bu.Hendari
36. bpk.Jiman
37. mahmudin 42th 7409892
38. Rsia yudiatati 8th,kecil,sawo matang
39. Ratno Wulan 25th,kecil,rambut lurus,kulit sawomatang
40. Kamto 26th,gemuk,tinggi
41. triyono 32th,gemuk,gelap,rambut hitam
42. yulia damayani
43. Evi 28th,agak kurus
44. iwan tulus 28th,agak gemuk
45. frima 17th,170cm,hitam rambut lurus 71420046
46. bayi
47. fajarna/ucel 5 th
48. idi lidia 40 th tuti(081586827394)
49. santi 9 bulan
50. ida sumiati 081311445403
51. fauzan sumiati 081311445403
52. nur pr sumiati 081311445403
53. saidah pr
54. latifah pr
55. arif lk, 32 thn, gemuk, putih
56. meli 28 thun, tinggi kurus agk hitam asih 081383902052
57. siane sahuleka pr28 th, tinggi kurus, kriting poppi 02194981956
58. istikomah pr, 26, kecil, putih, poni rmbut lurus risda 02197247721
59. umi kulsum 23 thn, berjilbab, alis tebal, tinggi imam 02194015431
60. suroto 70 thun, pr ucid 08567189183
61. elis rusmiaati pr 65 thun ucid 08567189183
62. suganda 45 thun, lk
63. maulana yusuf lk. 10 th. Rmbut pndk, sawo matang 98576780
64. marhamah pr. 3 thn. Bkas prerasi di pusar keluarga pk samin
65. muh. Firman 18thn. Lk. Tinggi ptih kurus ana 08128244179
66. muh.topan lk. 16 thn. Tinggi rambut lurus ana 08128244179
67. sarinah 40 thn. Kurus, tinggi sawo matang rommy 08159144262
68. anisa maulidinov 6. thun, kecil hitam pndek 85780971518
69. siti fatimah 20 thun. Ada foto imam 08567364986
70. furi handayan 18 thun. Tinggi kurus pembantu nanang081384815032
71. wawan 18 thun, ikal
72. abas 26 thun rmbut lurus bu budi 8616079
73. supraningsih pr, 60 thn ibu ela 02170109761
74. christina 37 thun
75. maghawan. S 6 thun. Rmbut lurus, bdan kcil. 7402431 teti
76. farida 10 thun. Hitam kcil 7402431 teti
77. rizki fauzi
78. syarif 40 thun. Mrip hedi yunus rafli 081256540606
79. aprilia pr
80. sela pr
81. m. riski 11 thun, ada foto ibu yaji081386484682
82. abung bin aji harsat pr. 20 thun suaib 7497153
83. faisal 13 thun putih bule 74716489 vira
84. zaenal 45 thn, tahi lalat pipi kanan, tnda lhir d pinggang leni 08129003846
89. tarsidon 40 thun somad 08159995420
90. mufikoh somad 08159995420
91. riski aziz darmawan 25 thun 8567295500
92. sarjono 20 thun. Tinggi kurus putih yanto 087870150228
93. Imam Lk, 38 thn, jidat lonjong, sawo matang, Ibu Anis: 9609325 keb. Lama
rambut lurus, tinggi badan dan berat badan sedang, supir angkot D01
94. Irma Nurmayanti 12 thn, pr, pendek, rambut pirang tebal, M.Ari Hehanusa : 12th
berponi, kulit putih, mata sipit alamat depan tanggul RT01

Republika.co.id, 30 Maret 2009

Situ Gintung : Pencarian Korban Terus Berlangsung



Pencarian korban terus dilakukan hingga hari keempat pascajebolnyatanggul Situ Gintung, Cirendeu, Tangerang, Banten. Tercatat jumlahkorban tewas mencapai 99 orang. Sedang 105 lainnya hilang.

Situ Gintung Ciputat Tangerang Jebol!

Karena hujan semalam tanggul situ Gintung jebol, banyak rumah terendam dan korban jiwa mulai berjatuhan.

Semoga bantuan segera tiba dan para korban tabah menghadapinya.

:(




http://www.situgintung.com/
http://wikimapia.org/11366569/id/Situ-Gintung
http://cahpamulang.multiply.com/journal/item/2176

Empat Situ di Tangsel Punah

Ditulis oleh kinclonk di/pada Februari 23, 2009

SETU - Empat situ di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) punah. Keberadaan situ-situ tersebut telah beralih fungsi menjadi tempat permukiman warga. Ada juga yang telah beralih menjadi persawahan.
Dosen Planologi Institut Teknologi Indonesia (ITI) Tangerang Kusparmadi mengatakan, di Kota Tangsel ini terdapat sembilan situ, yakni Situ Pamulang atau Tujuh Muara, di Pamulang, Situ Kedaung di Pamulang, Situ Parigi di Pondok Aren, Situ Rawa Kutub di Serpong Utara, Situ Gintung di Cirendeu Ciputat Timur, Situ Legoso di Kelurahan Cempaka Putih Ciputat Timur, Situ Rumpang di Kecamatan Ciputat, Situ Bungur di Kelurahan Pondok Ranji Kecamatan Ciputat Timur, dan Situ Antap di Ciputat.

“Dari sembilan situ yang telah kita inventarisir, empat di antaranya telah hilang keberadaannya,” kata Kusparmadi, Jumat (20/2). Dijelaskan Kusparmadi,keempat situ yang dinyatakan hilang itu masing-masing adalah Situ Legoso di Kelurahan Cempaka Putih Kecamatan Ciputat Timur, Situ Rumpang di Kecamatan Ciputat, Situ Bungur, di Kelurahan Pondok Ranji, Ciputat Timur, dan Situ Antap di Ciputat.

“Keempat situ itu keberadaannya kini sudah tak terlihat di peta bahkan tak terpantau satelit,” jelasnya. Kusparmadi mengaku prihatin dengan keberadaan situ-situ tersebut. Untuk ke depan, ia berharap agar pemerintah Kota Tangsel segera melakukan pendataan kembali situ-situ yang ada di Tangsel.

“Keberadaan situ itu amatlah penting bagi masyarakat dan ini PR bagi Pemkot Tangsel,” terangnya. Ia juga mengatakan, fungsi keberadaan situ ini sebagai penampung air dan mengantisipasi banjir. Jika situ ini berubah alih fungsi dikhawatirkan membuat sebagian wilayah Tangerang Selatan rawan banjir.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengairan Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang Yulianto mengatakan, awalnya keberadaan situ-situ itu tidak terurus. Akibatnya, terjadi pendangkalan dan oleh warga lalu dijadikan area permukiman. (ang)

Radar Banten, 21 Februari 2009