Showing posts with label bencana. Show all posts
Showing posts with label bencana. Show all posts

Parahnya Komentar Ketua DPR Di Twitter Dan Akhirnya Dihujat Masyarakat

Sumber : Menujuhijau

Banyak orang menyayangkan komentar Ketua DPR Marzuki Alie terhadap jatuhnya korban dalam gempa dan tsunami di Mentawai. Ia menyatakan bahwa bencana tsunami di Mentawai adalah risiko buat warga yang tinggal di pulau.

"Kalau tinggal di pulau itu sudah tahu berisiko, pindah sajalah. Namanya kita negara di jalur gempa dan tsunami luar biasa. Kalau tinggal di pulau seperti itu, peringatan satu hari juga tidak bisa apa-apa," katanya, Rabu (27/10/2010).

Komentar tersebut langsung ditanggapi miring di situs mikrobloging Twitter. Bahkan, sampai Kamis pagi ini, masih ada puluhan respons yang menyayangkan pernyataan Marzuki. Tidak sedikit yang mengutuk Marzuki dengan umpatan kasar.

"Inikah kata wakil rakyat kita? miris sekali," demikian pengguna Twitter dengan nama akun @tian2901. "Sekalian aja bilang mati itu resiko orang hidup," tulis @fifirahardjo. Umumnya, komentar berisi bahwa Ketua DPR dinilai tidak berpihak kepada korban bencana yang baru saja terjadi. "Si Marzuki ga ada empatinya sama sekali," tulis @tita3sia.

"Sumpah deh dia enggak kenal profesi nelayan apa. Masa nelayan disuruh hidup di kota!" tulis @kikinsays. "Gue yakin dia tinggal di rusun dan enggak pernah jalan-jalan," tulis @oktavirawibowo. "Gue yakin Marzuki Ali bilang orang enggak usah tinggal di pulau kecil karna dia nggak tau betapa cakepnya pulau-pulau kecil di Indonesia," tulis @increduyble.

Ada pula yang menyebut komentar Marzuki tak ada bedanya dengan alay, istilah untuk orang yang tidak bermutu. Beberapa pengguan twitter pun balik berkomentar bahwa hujatan kepada Marzuki sudah konsekuensi menjadi Ketua DPR. "Disambit dan dicecar itu konsekuensi jadi ketua DPR macam Marzuki Alie," ujar @hellowglow.

Sumber :
http://nasional.kompas.com


Anak Negeri Sumatera Barat Bukan Anak Yang Cengeng Dan Penakut ... !!!

Sumber : MySelebrity Blog

Anak Negeri Sumatera Barat Bukan Anak Yang Cengeng Dan Penakut ... !!! - Menyoal komentar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR-RI ) Tentang Bencana Tsunami Di Sumatera Barat
– Sebagai salah seorang anak bangsa yang berasal dari Sumatera Barat, saya harus mengatakan bahwa “ Komentara Ketua DPR RI Yang Sedikitpun Tidak Mencerminkan Kepedulian dan Keprihatinan Terhadap Musibah dan Bencana yang Menimpa Saudara – Saudara Kami Terasa Sangat Menyakitkan dan sekaligus Merupakan Sebuah Penghinaan Terhadap Warga Sumatera Barat dan Suku Minangkabau Secara Umum “

"Mentawai kan jauh. Itu konsekuensi kita tinggal di pulaulah," kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/10/2010).

Menurut politisi Partai Demokrat ini, seharusnya warga yang takut ombak jangan tinggal di daerah pantai. Alasannya, jika ada bencana seperti tsunami, maka proses evakuasinya menjadi sulit.

"Siapa pun yang takut kena ombak jangan tinggal di pinggir pantai. Sekarang kalau tinggal di Mentawai ada peringatan dini dua jam sebelumnya, sempat nggak meninggalkan pulau?" tanya Marzuki.

Bahkan dia menyarankan agar warga Mentawai dipindahkan saja. Hal ini bertujuan agar bencana serupa tidak lagi terjadi di Mentawai.

"Kalau tahu berisiko pindah sajalah," imbuhnya. "Kalau rentan dengan tsunami dicarikanlah tempat. Banyak kok di daratan," sambungnya. ( detikNews )

Perlu diketahui oleh seluruh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR – RI ), bahwa “ Anak Sumatera Barat Bukanlah Bangsa Penakut … !!!. Dari dulu nenek moyang kami sudah terkenal sebagai suku perantau yang tangguh yang tak takut dengan deburan ombak dan tak gentar dengan tingginya gelombang. ” Satapak Langkah Turun Dari Janjang, Indak Bakana Nyawa Kababaliak Pulang ( Setapak langkah turun dari tangga rumah, tidak tidak diharap nyawa akan kembali pulang ke rumah ) adalah petuah yang selalu dipegang oleh anak negeri Sumatera Barat ( Minangkabau ) yang dikatakan penakut oleh Ketua DPR-RI Marzuki Alie dari partai Demokrat itu

Bila anda pernah belajar dari sejarah, tentunya anda akan ingat dengan pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia ( PRRI ) dulu. Sebelum perjanjian damai disepakati, Mampukah ribuan tentara yang dikirim dari Jakarta menundukkan pejuang – pejuang PRRI tersebut …???

Jawabnya adalah TIDAK … !!!, tapi justru pemerintahan Jakarta yang harus membayar upeti kepada seluruh pejuang PRRI dengan tunjangan pensiun sebagai veteran. Bila orang Sumatera Barat adalah suku penakut, tentunya sebagai pemberontak, pejuang PRRI adalah musuh bagi pemerintahan Jakarta dan pihak Jakarta tidak perlu membayar upeti. Nah … sekarang siapa yang penakut …. ???

Selanjutnya melalui postingan singkat ini saya sampaikan kepada seluruh komponen Pemerintahan Republik Indonesia ; Jakarta, Bila tidak mau membantu atau dengan mengurangi sedikit uang yang seharusnya anda korupsi untuk disumbangkan kepada korban bencana yang terjadi di Sumatera Barat, jangan bicara sembarangan karena kami anak negeri Sumatera Barat ( Minangkabau ) bukanlah orang – orang cengeng yang tidak bisa berbuat apa – apa tanpa bantuan dari Pemerintahan Pusat, Kami tidak butuh Pemerintahan Pusat, tapi Pusatlah Yang Membutuhkan Daerah, Tanpa Daerah Pusat itu Tidak Ada.

PAHAMILAH ITU HAI ORANG - ORANG PINTAR .....

Berapa banyak kesanggupan Marzuki Alie untuk memindahkan semua masyarakat pesisir di negeri ini?

Sumber : MySelebrity Blog

http://img.antaranews.com/stockphotos/tokoh/20100719114616-marzukialie-160710.jpg

Berapa banyak kesanggupan Marzuki Alie untuk memindahkan semua masyarakat pesisir di negeri ini? - Cendekiawan Sumatera Barat Dr Ir Ricky Avenzora, M.Sc, yang juga pengajar di Institut Pertanian Bogor menilai pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie tentang bencana gempa dan tsunami di Mentawai naif dan melukai perasaan rakyat Sumbar.

"Pernyataan Marzuki Ali tentang tsunami di Mentawai itu tidak hanya menunjukkan kenaifan seorang pemimpin lembaga legislatif di negeri ini, tetapi juga sangat-sangat melukai perasaan anak negeri Sumatra Barat," katanya di Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Akademisi bergelar Sutan Linduang Kayo Nan Kayo Panungkek Datuak Tunaro Bagindo dari Desa Sumaniak, Batusangkar, ini menyikapi hal itu sehubungan dengan pernyataan Marzuki Ali di gedung DPR pada Rabu (27/10) bahwa musibah tersebut adalah risiko penduduk yang hidup di wilayah pantai.

Politisi Partai Demokrat itu juga menyatakan Kabupaten Mentawai jauh dan bencana tsunami tersebut konsekuensi bagi warga yang tinggal di pulau.

Marzuki mengatakan, seharusnya warga yang takut ombak jangan tinggal di daerah pantai. Alasannya, jika ada bencana seperti tsunami, proses evakuasinya menjadi sulit.

Bahkan ia juga menyarankan agar warga Mentawai dipindahkan saja, guna menghindari bencana serupa.

Menurut Ricky, jika sebagai pemimpin DPR-RI Marzuki Alie tidak bisa menunjukkan rasa empatinya kepada anak negeri Sumbar yang sedang berduka karena kehilangan sanak saudara yang menjadi korban tsunami di Mentawai, dia seharusnya tidak perlu mengeluarkan pernyataan yang tidak masuk akal dan tak berperasaan.

"Marzuki Ali harus tahu bahwa tidak seorang pun di antara kami, anak negeri Sumatra Barat yang takut dengan ombak di pantai ataupun di lautan. Nenek moyang kami telah dikenal sebagai perantau-perantau ulung yang menyeberangi lautan dunia," kata doktor lulusan Universitas George August Gottingen Jerman.

Ia juga meminta Marzuki Alie agar menyadari bahwa masyarakat tidak bisa dicabut dari akar kehidupan mereka untuk dipindahkan ke tempat lain seperti ide yang dilontarkannya.

"Berapa banyak kesanggupan Marzuki Alie untuk memindahkan semua masyarakat pesisir di negeri ini? Lalu akan dijual kemana oleh Marzuki Alie semua lahan pesisir di negeri ini?," katanya. (antara.com )


Pengungsi Gempa Jabar Capai 200 Ribu Orang

Republika Online

BANDUNG--Jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi di Jawa Barat hingga Selasa tercatat mencapai 210 ribu orang lebih.

"Senin kemarin masih 186.076 orang dan hari ini bertambah signifikan menjadi 210.292 orang, kita tetap antisipasi dan layani," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, Denny Juanda, di Bandung Selasa.

Kian membludaknya pengungsi, kata Denny, karena masyarakat masih khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan sehingga mereka memilih tinggal di tenda-tenda pengungsian.

"Di beberapa lokasi pengungsian mereka tinggal di tenda pengungsian karena kuatir tak mendapat bantuan, padahal rumah mereka masih layak huni," katanya.

Sebagian korban gempa tinggal di pengungsian dengan alasan lebih mudah mendapatkan bantuan dibanding bila mereka tinggal di rumah.

Pemerintah, Satkorlak PBA, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara periodik tiap enam jam terus mendata pengungsi untuk pemuktahiran data.

Data sementara korban jiwa akibat gempa di Jawa Barat hingga Selasa pukul 15.30 WIB menyebutkan, 70 orang tewas dan 21 lainnya masih hilang.

Korban luka-luka 1.254 orang, sedikitnya 63.717 rumah rusak berat, 131.216 rumah rusak ringan, 2.010 masjid rusak, 1.089 sekolah, 232 perkantoran juga rusak.

Prioritas

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, H Ahmad Heryawan menyebutkan pihaknya akan melakukan verifikasi secepatnya dan mengupayakan pembangunan fasilitas umum secepatnya.

"Verifikasi sekolah, mesjid dan pondok pesantren akan dipercepat sehingga bisa secepatnya difungsikan lagi. Diharapkan proses rehabilitasinya bisa tuntas pada akhir 2009 ini. Rehabilitasi fasilitas umum jadi prioritas," kata Heryawan.

Heryawan menyebutkan, proses tanggap darurat gempa bumi di Jabar akan berlangsung selama 14 hari dan rencananya tuntas pada 16 September 2009 mendatang.

Selanjutnya, akan dilakukan proses recovery dilanjutkan rekonstruksi dan rehabilitasi terhadap fasilitas dan pemukiman yang rusak akibat gempa.

Untuk penanganan tanggap darurat di Jawa Barat, pemerintah pusat melalui Presiden RI telah menyalurkan bantuan senilai Rp5 miliar yang didistribusikan ke 14 kabupaten/ kota.

Sedangkan untuk proses rekonstruksi dan rehabilitasi, Pemerintah akan mengucurkan anggaran sebesar Rp1,5 triliun dari APBN yang akan dikelola oleh pemerintah daerah.

"Proses tanggap darurat dan rekonstruksi nantinya sebagian besar atau 80 persen akan ditanggung APBN, sisanya dari anggaran provinsi dan kabupaten/ kota," kata Heryawan. ant/ahi

Pangan Darurat Pengungsi dari BPPT

Kompas.Com


(lllustrasi)

Selasa, 8 September 2009 | 08:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bahan makanan yang paling lazim bagi pengungsi akibat bencana, seperti beras dan mi instan, tidak mengandung nutrisi memadai dan pengolahannya butuh air bersih relatif banyak. Menghadapi kendala itu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi meneliti pangan darurat pengungsi yang lebih ideal.

”Baru-baru ini formula pangan darurat dengan bahan baku lokal sudah dipastikan. Tetapi, formula itu belum diajukan untuk izin paten,” kata Esti Wijayanti selaku Kepala Bidang Teknologi Pangan Fungsional Pusat Teknologi Bioindustri pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Senin (7/9) di Jakarta.

Karena belum diajukan izin patennya, menurut Esti, formula pangan darurat yang diberi nama ImunoYoi itu belum bisa disampaikan kepada publik. Prinsipnya, pangan darurat itu merupakan sumber karbohidrat dan protein yang mengandung zat aktif untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Setiap 100 gram ImunoYoi mengandung 500 kilokalori, memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan konsumsi harian pengungsi. Cara mengonsumsinya tidak perlu dimasak lagi sehingga meminimalkan air bersih untuk pengolahannya.

Berbeda dari produk pangan pokok yang didistribusikan pemerintah selama ini, yaitu beras atau mi instan, pengolahan makanan tersebut membutuhkan air bersih. Padahal, dalam kondisi darurat seperti pascagempa, air bersih sulit didapat.

”Pangan darurat dari BPPT itu sangat menarik, tetapi belum pernah dipresentasikan untuk penanggulangan bencana,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi/Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Priyadi Kardono.

Produksi massal

Kepala BPPT Marzan Azis Iskandar mengatakan, pangan darurat untuk pengungsi bencana alam makin dibutuhkan untuk masa-masa mendatang. Kini diupayakan produksi massal pangan darurat hasil penelitian dan pengembangan BPPT itu. ”BPPT tidak diperbolehkan memproduksi massal pangan darurat ini,” katanya.

Menurut Marzan, untuk memproduksi pangan darurat secara massal, dibutuhkan keterlibatan pihak swasta atau badan pemerintah terkait. BPPT hanya bisa sampai pada tahap inkubasi atau persiapan hitungan skala produksi massal.

Esti mengatakan, sudah ada produsen makanan yang bersedia memproduksi pangan darurat itu. Sebuah institusi pemerintah juga sudah menyanggupi uji coba memproduksi 2.000 potong.

Menurut Marzan, pangan darurat bencana yang dihasilkan BPPT tersebut juga memiliki peluang pemanfaatannya bagi ransum darurat militer. (NAW)

Rakyat dapat Musibah - Bantuan Jangan Di-Korupsi

Liputan 6 - Aktual Tajam dan Terpercaya

Gempa 6,8 SR - Yogyakarta

ANTARA News: Galeri Foto
Gempa 6,8 SR
Gempa bumi dengan kekuatan 6,8 SR guncang selatan Pulau Jawa Senin (07/9) malam pukul 23:12:24 WIB. pusat gempa berada di laut 10,33 lintang selatan, 110,62 bujur timur dengan kedalaman 35 Km dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.(Infografis ANTARA)Disiarkan: Selasa, 8 September 2009 00:40 WIB

Pemilu Lewat, Tak Ada parpol pasang posko di daerah bencana

Pemilu Lewat, Tak Ada parpol pasang posko di daerah bencana

BERITAJITU.com - Pemilu Lewat, Tak Ada parpol pasang posko di daerah bencana, begitulah yang terlihat di cianjur saat ini. Lokasi yang cukup parah terkena gempa ini sangat membutuhkan bantuan. Namun hingga saat ini hanya ada 2 parpol yang terlihat membuat posko dan memberikan bantuan seperti di liput oleh SCTV.

Beberapa warga yang sangat membutuhkan bantuan akibat terkena gempa sempat melontar kekesalannya baik antar mereka maupun terhadap warga lain yang membantu. "Kemana partai-partai itu?"

Hal ini tentu saja berakibat buruk terhadap penilaian masyarakat kepada partai-partai politik yang terkesan hanya perduli kepada masyarakat saat mencari dukungan, namun meninggalkan masyarakat saat dibutuhkan. (Dan)

Gempa Guncang Pulau Jawa

VIVANEWS

Gempa mengguncang sebagian wilayah di Pulau Jawa. Gempa yang berpusat di daerah Tasikmalaya, Jawa Barat dengan kekuatan 7,3 SR dirasakan juga di wilayah lain di Pulau Jawa, termasuk Jakarta










Longsor Akibat Gempa Menimbun Desa di Cianjur

VIVANEWS

Tim evakuasi berusaha mencari korban diantara timbunan batu dan tanah setelah gempa melongsorkan sebuah bukit di Cianjur, Jawa Barat (03/09). Foto: AP Photo/Irwin Fedriansyah









CAPRES SBY TRACK RECORD:

CAPRES SBY TRACK RECORD:

NEGATIF  (ADA DUA, KEBIJAKAN DAN DI LUAR KEBIJAKAN)

POSITIF: APA YA?

KEBIJAKAN PEMERINTAHAN

1.     Tahun ke 2005 Pemerintah SBY, mensahkan Peraturan Presiden Nomer 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum (Perpres 36) adalah kebijakan legal yang lahir sebagai respon atas KTT Infrastruktur (Infrastructure Summit/ kekuasaan asing), selain bertentangan dengan peraturan perundangan diatasnya (Undang-undang No. 10 tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan; Undang-Undang Nomer 5 Tahun 1960 tentang Pengaturan Pokok Agraria; Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia) dan menafikan protes masyarakat UU Tatacara Pembentukan Peraturan Perundangan 200

2.     Peraturan Presiden 55 Tahun 2005  pencabutan subsidi dan kenaikan harga BBM, selain bertentangan dengan peraturan perundangan diatasnya (Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomer 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas yang menjadi rujukan telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi karena bertentangan dengan Pasal 33 UUD 1945)

3.     Pemerintah SBY Mensahkan UU Penanaman Modal No.18/2008 (FPDI Perjuangan satu-satunya fraksi yang menolak/walkout) : yang intinya Meliberalisasi semua ranah ekonomi dan menyamakan pengusaha pribumi dan asing. Tentang Hak Guna Tanah 95 dibawa ke Judicial Review  oleh NGO pro demokrasi dan  tahun dicabut oleh Putusan MK

4.     Pemerintah SBY mensahkan UU Pornografi dan Pornoaksi

5.     Pemerintah SBY adalah pemerintah yang tunduk pada WTO liberalisasi perdagangan dengan pemerintahan Menterinya mengeluarkan:

6.     Pemerintah SBY adalah Pemerintah ANTI SUBSIDI, anggaran SUBSIDI sejak Pemerintahan SBY turun Terus, sementara STIMULUS untuk Penguasa Naik terus

7.     UTANG, BAYAR UTANG (GALI LOBANG TUTUP LOBANG)

-         Hutang Indonesia Rekor saat pemerintahan SBY

-         Negeri  (Sukuk dan Ori) tapi juga Luar Negeri. Peningkatan Hutang :

2008, posisi utang Indonesia tercatat US 149,47 miliar dollar atau setara dengan Rp 1.548 triliun dengan asumsi Rp 10.360 per US dollar.

-        Posisi ini mengalami kenaikan US 8,6 miliar dollar pada tahun 2004 yang hanya tercatat US 139,86 miliar dollar. Maka sejak 2001 hingga 2008, posisi utang Indonesia telah mencapai Rp 2.648 triliun. Posisi utang tersebut diperkirakan mencapai 30 persen dari GDP.

-        Tahun 2008, penarikan utang luar negeri swasta naik 33,1 persen dibanding 2007 yakni US 27,8 miliar dollar menjadi US 37,08 miliar pada 2008.

-        2009, posisi utang luar negeri swasta sebesar US 60,6 miliar dollar yang akan jatuh tempo tahun ini sebesar US 17,4 miliar dollar terdiri dari utang pokok dan bunga. Kewajiban pembayaran utang didominasi oleh pembayaran utang luar negeri non bank atau korporasi sebsar US 14,3 miliar dollar atau 82,2 persen, sedang sisanya sebesar US 3,1 miliar dollar (17,8 persen) merupakan kewajiban pembayaran bank.

-        Utang Dalam Negeri dan utang SUKUK (Obligasi syariah) menggadaikan ASET BANGSA— antara lain Gelora Senayan, dan diperoleh dari pinjaman Qatar atau Kuwait

-         

8.     ANTI SUBSIDI: lambat laun mencabut subsidi bagi rakyat, Pertama Subsidi BBM (2005-2008), Subsidi Pupuk, Subsidi BBM industry, Subsidi Listrik, Hal tersebut dapat lihat dari Pengelolaan APBN (APBN adalah cerminan Pemerintah Mengelola Negara untuk Dana untuk spending rakyat atau spending bukan rakyat.  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 kelihatan bahwa rezim SBY adalah rezim anti-subsidi. Pada 2004, jumlah subsidi masih sebesar 6,3 % dari PDB, namun sampai pada 2009 jumlah subsidi kepada kepentingan rakyat banyak terus dikurangi menjadi tinggal 0,3 persen dari PDB.

9.     ANTI PROTEKSI atau Presiden IMPOR: Kebijakan SBY diwarnai kebijakan ekonomi yang menolak perlindungan PRODUK DALAM NEGERI dengan tidak mau MEMBERIKAN KEBIJAKAN PROTEKSI pada produk pertanian, atau industry kreatif

-        1 Februari 2008 yang membebaskan bea masuk (BM) gandum dan menanggung pajak pertambahan nilai (PPN) gandum dinilai tidak efektif dan hanya membuka keran impor semakin besar. Sekarang impor gandum sudah mencapai 5,5 juta ton per tahunnya

-        Batik China masuk

-        Impor gula 30% gula nasional

-        Menigmpor 600.000 ekor sapi atau 25% kebutuhan nasional,

-        Mengimpor GARAM  1,5 juta ton garam per tahun atau sama dengan 50% kebutuhan garam nasional,

-        membeli kedelai impor hingga 2 juta ton per tahun atau setara dengan 45% kebutuhan nasional. Susu impor bahkan mencapai 90% dari kebutuhan nasional  

-        jagung (10%), kacang tanah (15%) dan susu (70%)

-        IMPOR BERAS

-         

10.  PEMBODOHAN RAKYAT DENGAN KENAIKAN BBM dan  BLT

-        BLT dijanjikan diberikan sebagai kompensasi BBM naik, ketika BBM turun, tetap diberikan, didanai sebagian dari dari hutang

-        Pemerintahan Presiden SBY menaikkan harga BBM 3 kali .Masyarakat luas mungkin lupa bahwa pemerintahan Presiden SBY telah sebanyak 3 kali menaikkan harga BBM yaitu pada 1 Maret 2005, 1 Oktober 2005 dan 24 Mei 2008. Kenaikan harga BBM pada masa pemerintahan Presiden SBY dapat dilihat pada tabel di bawah ini: MENAIKAN Tinggi, MENURUNKAN JAUH DARI HARGA AWAL! Kayak discount sale di MALL

BBM NAIK TIGA KALI TURUN???

Tanggal Kenaikan

Harga Baru

Harga Lama

Prosentase

1 Maret 2005

Rp 2.400

Rp 1.810

32%

1 Oktober 2005

Rp 4.500

Rp 2.400

87,5%

24 Mei 2008

Rp 6.000

Rp 4.500

33%






 

11.  PRIVATISASI

Privatisasi SBY jauh lebih banyak disbanding pada masa presiden sebelumnya, dan yang lebih parah adalah Kasus EXXON MOBILE dan sudah diprivatiasi melalui IPO dan strategic sales>> yang masih ditahan adalah Krakatau Steel, karena mau dijual murah

Berbeda jaman MEGA PRIVATISASI belum ada UU BUMN tahun 2003, sekarang ada UU BUMN yang disahkan oleh SBY sehingga BEBAS MEMPRIVATISASI, dan sekarang Pemerintah SBY berniat mervisi Pemerintah berencana merevisi Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengakomodasi perkembangan pengelolaan perusahaan termasuk memperjelas penggunaan istilah privatisasi. "Penggunaan istilah privatisasi harus diluruskan, bila perlu diganti dengan kata lain sehingga tidak berkonotasi negatif di masyarakat," kata Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, di Jakarta, Rabu (17/6). Ia menjelaskan, revisi diharapkan bisa sekaligus meredam anggapan sebagian kalangan bahwa privatisasi itu sama dengan menjual perusahaan. Padahal tegasnya, privatisasi BUMN tidak selalu menjual kepemilikan saham perusahaan secara langsung. "Namun banyak pola lainnya seperti penjualan saham kepada publik (IPO/go public), merger, maupun akuisisi, pembentukan holding, atau bahkan likuidasi," ( Sekretaris Kemen BUMN Said Didu)

UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, yang merupakan aturan induk BPJS, mengatur bahwa pengelola sistem sosial berbentuk wali amanah. "Bisa saja wali amanah itu masuk ke UU BUMN. Jadi, amandemen UU nanti akan memasukkan badan hukum khusus BPJS yang tidak mengejar keuntungan dan tidak memberi dividen untuk pemerintah," tandas Parikesit (Deputi Menteri Negara BUMN Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto)

Tercatat privatisasi sembilan perusahaan menggunakan pola penjualan saham kepada publik (IPO) yaitu PT Pembangunan Perumahan maksimal 30% dari total kepemilikan saham, PT Waskita Karya (maksimal 35%).
PT Bank Tabungan Negara (BTN) (maksimal 30 persen), PT Krakatau Steel (maksimal 49%), PTPN III (maksimal 30%), PTPN IV (maksimal 30%). Selanjutnya PTPN VII (maksimal 30%), PT
Asuransi Jasa Indonesia (maksimal 30%) dan PT Rekayasa Industri (maksimal 4,7%).

PERISTIWA ALAM (DIVINE INTERVENTION, INTERVENSI TUHAN), dan gabungan antara Kelalaian Manusia yang menyebabkan kematian:

A.    Gabungan bencana alam dan Kelalaian Manusia

1.     Tahun 2004, November SBY menjadi Presiden, 7 orang WNI tewas di Toll Jagorawi

2.     Lumpur Lapindo 2006

3.     Pesawat komersil Jatuh dan kecelakaan ADAM AIR,LION AIR

4.     Pesawat Militer:

5.     Kereta Api:

6.     Kapal  Laut Tenggelam (Kapal feri Senopati 393 orang tewas, Levina30 orangtewas,

7.     Banjir Jatim: 400an orang tewas

8.     Tsunami Pangandaran

9.     Banjir bandang Bondowoso tahun 2008 menewaskan tidak kurang dari 22 orang

10.  Ari Bah Situ Gintung 2009 menewaskan

 

B.    Divine Intervention (Campur Tangan Tuhan)

1.     Tsunami 250.000 nyawa tewas

2.     Tsunami Pangandaran

3.     Longsor Karanganyar

4.     Gempa Nias

5.     Gempa Yogya

6.     Merapi Wedus Gembel

7.     Wonosobo longso menewaskan

8.     dll

Bom-bom paling sedikit dibanding jaman Mega dan Gus Dur...artinya???

(data kecelakaan alam dan bencana alam kelalaian manusia dan campur tangan Tuhan, sejak pada periode Soeharto cukup banyak karena 32, tapi jumlahnya korban tewasnya, jika Tiga presiden digabungkan Soeharto,Habibie, Gus Dur, Mega, JAUH LEBIH Banyak korban Mati pada masa SBY memerintah 5 tahun) DEVINE INTERVENTION adalah contoh seperti yang terjadi pada jaman nabi-nabi, sekarang ini Lawan Bangsa Indonesia adalah Kekuatan Asing/ Kejahatan yang kuat dan menggunakan/menghalalkan segala cara agar bangsa Indonesia tidak bisa BAIK, BESAR dan Sukses, tinggal rakyatnya mau melawan kekuatan asing tersebut itu atau tidak, karena bagaimana pun jumlah yang akan menderita bila PEMIMPIN salah adalah RAKYAT)

C.    Kematian disebabkan suatu Kejadian Ganjil dan tempat yang seharusnya tidak menimbulkan kematian

1.     Tempat Pembuangan Akhir Leui Gajah yang menewaskan 1000 orang lebih

2.     Seorang anak Tukang Bubur yang bunuh diri karena malu ayahnya dihina sebagai Tukang Bubur Ayam

3.     Dua orang tewas di Septik Tank (Satu Nenek, satu lagi balita)

4.     Satu anak tewas di genangan air sebuah proyek pembangunan

Di Luar Kebijakan

-        Nepotisme kepemilikan perusahaan (baca tabloid Monitor)

-         

BELUM LAGI SAAT MENJABAT KASTER—KEPALA TERITORIAL, BERAPA BANYAK NYAWA BANGSA INDONESIA HILANG.



Umi Lasminah
DKI Jakarta, Indonesia
My essence of keylife is loyalty.
http://wartafeminis.wordpress.com
http://puisiumipoet.wordpress.com

---------------------------------------------
Notes :
Bumi Makin Panas! Jelang Pilpres!

Menghadapi Badai Matahari

Menghadapi Badai Matahari
Pakar Antariksa dari LAPAN, Dr thomas Djamaluddin mengatakan fenomena yang diperkirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 ialah Badai matahari. Puncak aktivitas matahari yang mempunyai periode sekitar 11 tahun, bintik matahari meningkat jumlahnya akibat aktivitas magnetiknya dan mendadak berpengaruh terhadap ruang antar planet. Badai matahari tidak berdampak langsung pada manusia, namun tetap berdampak pada benda-benda astronomi yang berada di sekitarnya.
iPhA - Only for the best photoes

 

Enam Gempa Besar Terjadi di Indonesia, Rabu

 clipped from www.antara.co.id

07/01/09 21:04


Enam Gempa Besar Terjadi di Indonesia, Rabu


Bengkulu (ANTARA News) - Pada Rabu hingga pukul 20.00 WIB sebanyak enam kali gempa bumi dengan kekuatan cukup besar terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Rabu, menjelaskan, gempa pertama terjadi di Manokwari, Provinsi Irian Barat berkekuatan 5,5 skala richter (SR) pada pukul 02:56:26 WIB.

Gempa tersebut terjadi pada titik kordinat 0,52 lintang selatan (LS) dan 132,97 bujur timur (BT) dengan pusat di 127 Km barat laut berkedalaman 10 Km.

Pada pukul 03:12:13 WIB, kembali terjadi gempa bumi berkekuatan 5,6 SR juga di Manokwari, pada episentrum 0,82 LS dan 133,20 BT dengan pusat di 96 barat laut pada kedalaman 20 Km.

Gempa ketiga terjadi pukul 05:47:33 WIB di Sorong, Irian Barat berkekuatan 5,0 SR, pada titik kordinat 0,48 LS dan 132,53 BT dan pusat berada di 143 timur laut dengan kedalaman 10 Km.

Manokwari kembali diguncang gempa berkekuatan 5,4 SR pada pukul 09:54:36 WIB dengan pusat di 95 barat laut, pada episentrum 0,63 LS dan 133,24 BT dengan kedalaman 10 Km.

Pada jam 10:43:09 WIB giliran Ternate, Provinsi Maluku Utara diguncang gempa berkekuatan 5,3 SR yang pusatnya berada di 124 Km barat laut, pada titik kordinat 1,88 lintang Utara (LU) dan 127,15 BT berkedalaman 88 Km.

Terakhir gempa berkekuatan 5,1 SR mengguncang Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada pukul 11:44:03 WIB, berpusat di 98 Km barat laut pada episentrum 9,28 LS dan 123,56 BT dengan kedalaman 79 Km.(*)

Baca Juga


Sent with Clipmarks

Dua Gempa Cukup Besar Landa Bengkulu

Semoga tidak ada korban jiwa yang berarti.

clipped from www.antara.co.id

31/12/08 06:33


Dua Gempa Cukup Besar Landa Bengkulu


Bengkulu (ANTARA News) - Selama Rabu hingga pukul 03.32 WIB, dua gempa bumi dengan kekuatan cukup besar melanda wilayah Bengkulu.

Informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Rabu, menyebutkan gempa pertama berkekuatan 5,9 pada skala Richter (SR) terjadi di baratdaya Lais, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, pada pukul 02:49:50 WIB.

Episentrum gempa tersebut terletak pada kordinat 4,42 derajat Lintang Selatan (LS) dan 100,96 derajat Bujur Timur (BT) atau berada di 156 Km baratdaya Lais, dengan kedalaman 10 Km.

Kemudian pada pukul 03:32:41 WIB kembali terjadi gempa bumi berkekuatan 5,1 SR di baratdaya Lais, pada titik kordinat 4,33 derajat LS dan 101,06 derajat BT.

Pusat gempa yang tidak berpotensi menimbulkan tsunami itu berada pada 141 Km baratdaya Lais, dengan kedalaman 10 Km. (*)
Sent with Clipmarks