Showing posts with label Sultan HBX. Show all posts
Showing posts with label Sultan HBX. Show all posts

Paranormal Jember Gelar Ritual Untuk Mengetahui Capres

"Ritual itu juga menunjukkan nama Sri Sultan menjadi calon terkuat dibandingkan Megawati, SBY, JK, Prabowo, Wiranto, " kata Gus Lilik. (*)

 clipped from pemilu.antara.co.id

05/01/09 14:53


Paranormal Jember Gelar Ritual Untuk Mengetahui Capres



Jember (ANTARA News) - Sejumlah paranormal Jember, Jatim, menggelar ritual "Bedah Nowo Songo" untuk mengetahui calon Presiden 2009 di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jember, Senin (5/1). Hasilnya muncul coretan gambar Sri Sultan Hamengkubuwono X di kertas putih.

Ritual tersebut diawali dengan pembakaran sejumlah kemenyan yang diiringi dengan doa-doa. Kemudian paranormal itu menebar bunga di sejumlah sudut kantor KPU Jember yang berlokasi di jalan Kalimantan dan puncak ritual di tempatkan di ruangan Ketua KPU Jember, Sudarisman.

Seorang paranormal Jember, Joko Lodang atau dikenal dengan Gus Lilik, Senin, mengatakan, ritual itu digelar untuk menentukan sesuatu dan khusus ritual ini ditujukan untuk mengetahui siapa calon Presiden pada Pemilu 2009 mendatang. Ada enam nama yang disebut dalam ritual itu, antara lain Sri Sultan, Megawati, SBY, JK, Prabowo dan Wiranto.

"Kita gelar ritual untuk mengetahui calon Presiden 2009," katanya.

Menurut Gus Lilik, ritual tersebut di gelar di KPUD karena seluruh surat suara akan dihitung di KPUD pada pemilu mendatang dan KPUD merupakan penyelenggara pemilu sehingga kantor KPUD lebih menjadi lokasi yang tepat untuk menggelar ritual tersebut.

Setelah doa-doa dibaca oleh sejumlah paranormal, kata Gus Lilik, muncul, gambar calon Presiden yang memakai "blankon", topi adat Jawa dari kertas putih yang sudah dimantrai doa-doa dan dibawah gambar ada tulisan jawa.

"Calon Presiden yang memakai blankon adalah Sri Sultan HB X, bukan Megawati atau Susilo Bambang Yudhoyono, " katanya menjelaskan.

Untuk itu, kata Gus Lilik, paranormal di Jember mendukung Sri Sultan HB X untuk maju menjadi calon presiden (capres) tahun 2009 karena sudah mendapat restu dari alam gaib.

"Ritual itu juga menunjukkan nama Sri Sultan menjadi calon terkuat dibandingkan Megawati, SBY, JK, Prabowo, Wiranto, " kata Gus Lilik. (*)

Baca Juga


Sent with Clipmarks

Amien Rais Sebaiknya Jadi "Kingmaker"

 clipped from pemilu.antara.co.id

27/12/08 19:11


Amien Rais Sebaiknya Jadi "Kingmaker"



Langkah sebagian kader PAN mendukung Amien Rais menyalonkan presiden dinilai pengamat politik dari Universitas Parahyangan kurang tepat karena Amien lebih baik tetap berperan sebagai kingmaker.

Bandung (ANTARA News) - Langkah Partai Amanat Nasional (PAN) menyalonkan Amien Rais pada Pilpres 2009, dinilai pakar politik Universitas Parahyangan, Asep Warlan, kurang tepat karena sosok Amien sebagai guru bangsa seharusnya tetap berperan sebagai kingmaker (pencetak pemimpin).

Di Bandung, Sabtu, Asep menjelaskan sosok Amien masih sangat dihormati dan diakui berbagai kalangan sehingga dengan dorongannya kepada para capres lainnya diyakini akan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

"Baiknya Amien yang memiliki integritas, visi,misi bangsa ke masa depan ini mendorong Din Syamsudin atau Sutrisno Bachir dan atau bahkan calon lain di luar partai seperti Prabowo, Wiranto," katanya.

Asep melihat peluang Amien dalam pencalonannya tidak akan berbeda dengan Pilpres 2004 dimana pendiri PAN tersebut tidak lolos ke putaran kedua bersanding bersama calon lainnya SBY dan Megawati.

"Dukungan partai yang kurang kuat membuat sosok Amien menjadi kurang laku di masyarakat ditambah sulitnya PAN berkoalisi karena tidak memiliki karakter yang jelas, apakah nasionalis, agamis ataupun koalisi keduanya," ujar Asep.

Menurutnya, PAN tidak memiliki karakter yang jelas seperti Partai Golkar, PDI Perjuangan, PKS dan PKB sekalipun.

Di dalam tubuh Muhammadiyah sendiri, lanjutnya, kini terpecah karena adanya kabar pencalonan Din dan Sutrisno Bachir. "Semakin sulitlah posisi Amien Rais jika mencalonkan diri," katanya.

Namun dibalik pencalonannya sebagai Capres 2009, kata Asep, hal itu merupakan hak dari Amien Rais sebagai warga negara. "Tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mendulang suara dalam Pilpres mendatang," ujarnya.

Amien harus mampu menggandeng dukungan dari non partai untuk mendulang suara dan menggandeng Din Syamsudin sebagai cawapres, misalnya.
"Pencalonan Amien ini dapat mewarnai persaingan dan pilihan alternatif dalam pemilihan presiden mendatang yang diikuti oleh Prabowo, Wiranto, Sultan Hamengkubuwono X dan Rizal Ramli," katanya.

Asep menilai pencalonan ini sebagai manuver PAN untuk memecah konsentrasi masyarakat yang saat ini dihadapkan dengan berbagai pilihan alternatif untuk menyaingi SBY dan Megawati.

Sabtu ini, DPW PAN Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan deklarasi pencalonan Amien Rais sebagai Calon Presiden 2009.(*)


Baca Juga


Sent with Clipmarks

Unjukrasa Kecam Israel Kembali Berlangsung di Jakarta

 clipped from www.antara.co.id

31/12/08 08:40


Unjukrasa Kecam Israel Kembali Berlangsung di Jakarta


Jakarta  (ANTARA News) - Unjukrasa mengecam serangan Israel ke Jalur Gaza, Palestina, kembali berlangsung di sejumlah titik di wilayah DKI Jakarta, Rabu.

Menurut informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya di Jakarta, Rabu pagi, unjukrasa terkait kecaman atas Israel akan dilakukan oleh tiga kelompok massa.

Kelompok massa pertama akan menggelar aksinya di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Sedangkan kelompok massa kedua akan berorasi di sejumlah tempat, antara lain di Bundaran HI, ruas Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat.

Terakhir, kelompok ketiga akan menyampaikan aspirasinya di depan Kantor Perwakilan PBB, Jalan MH Thamrin, dan berlanjut ke Kedubes AS.

Selain tiga unjuk rasa terkait serangan Israel tersebut, terdapat pula dua aksi demonstrasi lainnya, yaitu di depan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan di depan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan.

Aksi demonstrasi di depan PN Jaksel diduga terkait dengan sidang pengadilan pembunuhan aktivitas Munir yang menghadirkan Muchdi Pr sebagai terdakwa.

Setelah dari PN Jaksel, para pendemo tersebut juga berencana untuk menyambangi Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Jaksel, kemudian ke depan Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jaksel, dan berakhir di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakpus. (*)
Sent with Clipmarks

Sultan Paling Tepat Dampingi Yudhoyono

 clipped from politik.vivanews.com
Survei Puskaptis

Sultan Paling Tepat Dampingi Yudhoyono

2009 merupakan tahun terakhir bagi Jusuf Kalla duduk sebagai wakil presiden.

Selasa, 30 Desember 2008, 15:18 WIB



VIVAnews – Survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis menyebutkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Sultan Hamengku Buwono X paling banyak didukung publik duduk di kursi presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Umum 2009.

Menurut survei yang diumumkan di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Selasa 30 Desember 2008, persentase suara yang mendukung Raja Yogyakarta itu menjadi pendamping Yudhoyono adalah 30,78 persen.

Puskaptis juga meneliti peluang Jusuf Kalla kembali mendampingi Yudhoyono. Hasilnya hanya 19,90 persen masyarakat yang mendukung Ketua Umum Partai Golongan Karya itu berpasangan dengan Yudhoyono.

Berdasarkan survei itu, peluang mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nurwahid, tergolong kecil maju mendampingi Yudhoyono di Pemilihan Presiden 2009. Bila mereka disandingkan, hanya didukung 12,07 persen suara pemilih.

Direktur Puskaptis, Husin Yazid, mengatakan survei itu dilakukan 24 November 2008 sampai 3 Desember 2008. Jumlah responden 1.355 orang. Mereka dianggap mewakili provinsi 33. Teknik survei, random sampling. Tingkat kesalahan 3-5 persen.

Sent with Clipmarks

Megawati-Hidayat Nurwahid Pasangan Serasi

 clipped from politik.vivanews.com
Survei Puskaptis

Megawati-Hidayat Nurwahid Pasangan Serasi

Survei Puskaptis menyebutkan Megawati tidak tepat berpasangan dengan Raja Yogyakarta.

Selasa, 30 Desember 2008, 15:32 WIB



VIVAnews - Survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis menyebutkan pasangan Megawati Soekarnoputri-Hidayat Nurwahid paling banyak didukung publik merebut kursi presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Umum 2009.

Menurut survei yang diumumkan di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Selasa 30 Desember 2008, persentase suara yang mendukung mantan Ketua Partai Keadilan Sejahtera itu mendampingi Megawati mencapai 40,21 persen.

Puskaptis juga mengukur peluang Sutiyoso mendampingi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu. Hasilnya hanya 11,19 persen masyarakat yang mendukung mantan Gubernur Daerah Khusus Indonesia itu maju.

Berdasarkan survei itu, peluang Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, tergolong kecil maju mendampingi Megawati di Pemilihan Presiden 2009. Bila mereka disandingkan, hanya didukung 9,87 persen suara pemilih.

Direktur Puskaptis, Husin Yazid, mengatakan survei itu dilakukan 24 November 2008 sampai 3 Desember 2008. Jumlah responden 1.355 orang. Mereka dianggap mewakili provinsi 33. Teknik survei, random sampling. Tingkat kesalahan 3-5 persen.

Sent with Clipmarks

Apa Jadinya Kalau Demokrat Mendepak Golkar dan Megawati Mundur?

 clipped from www.berpolitik.com
Senin, 22 Desemberß 2008

Apa Jadinya Kalau Demokrat Mendepak Golkar dan Megawati Mundur?

Dalam politik konon berlaku adigium: tidak ada yang tak mungkin. Inilah yang barangkali mendorong berkembangnya dua isu yang mulai menjadi bahan perbincangan di kalangan terbatas.

Isu yang pertama menyangkut kemungkinan Demokrat menendang Golkar. Di atas kertas, yang diyakini publik adalah sebaliknya. Sebab postur dan kekuatan Golkar dianggap terlalu besar untuk diabaikan Demokrat. Terlebih mengingat persyaratan pengajuan pilpres yang terbilang tinggi.

Tapi, rupanya perkembangan mutakhir menunjukkan adanya kemungkinan tersebut. Dari survei-survei terlihat, pergerakan Demokrat yang makin moncer. Menurut Saeful Mudjani, Direktur Eksekutif LSI, Demokrat sudah mulai merambah basis-basis suara Golkar di Sumatera, Jawa Barat dan juga Indonesia Timur.

Pada saat yang sama, faksionalisasi di tubuh Golkar malah meruncing karena berbagai sebab. Gontok-gontokan itu tak hanya terjadi di tingkat elit, tetapi juga menyebar hingga tingkat wilayah. Untuk sebagian pertikaian itu merupakan imbas pilkada yang tak tertuntaskan. Sebagian lagi bersumber dari penetapan caleg.

Sebuah sumber mengkonfirmasi bahwa Kalla semakin mendapat pertentangan di dalam tubuh Golkar. Para penentangnya berupaya keras memisahkan SBY dan Jusuf Kalla. Salah satu modusnya adalah dengan melansir permintaan jatah menteri yang besar. Di lain waktu, mereka mendorong Kalla untuk menjadi capres.

Kalla sendiri justru berupaya mati-matian menjadi wakil yang baik di mata SBY. Ini terlihat dari ucapan dan tindakannya akhir-akhir ini yang sangat terjaga. Dalam beberapa isu krusial, Kalla bahkan berani tampil di depan sebagai "sasaran tembak" publik. Ini, misalnya, terlihat dari kasus kelangkaan gas tabung 3 kg dan 12 kg.

Menurut sejumlah kalangan, kemungkinan Demokrat menedang Golkar akan sangat terbuka jika perolehan partai ini tak meleset terlalu jauh dari prediksi survei hari ini. Yakni di kisaran 13% - 16%. Dengan perolehan suara sebesar itu, Demokrat lebih leluasa bermanuver. Problemnya, peraihan suara partai ini sangat ditentukan oleh elektibilitas SBY.

Jadi, jika tingkat kepuasan publik terhadap SBY minimal terpelihara seperti sekarang, Demokrat besar kemungkinan akan terbang tinggi. Ironinya, kepuasan publik sedikit banyak juga ditentukan oleh kinerja Jusuf Kalla dan departemen-departemen yang sebagian diisi oleh kader-kader partai lain.

Mundur?
Yang kedua terkait spekulasi mundurnya Megawati. Ada sementara kalangan yang meyakini Megawati akan mengundurkan diri. Isu ini sejatinya sudah pernah beredar sekitar 8-9 bulan silam. Setelah sempat menghilang, wacana ini kembali dihembuskan.

Jika Megawati mundur, maka peluang pesaing-pesaing SBY yang lain memang membesar. Hal ini terutama akan menjadikan mereka sebagai pilihan alternatif terhadap SBY.

Sejauh ini ada tiga kandidat presiden yang diuntungkan jika Megawati benar-benar keluar dari gelanggang: Sultan HB X, Hidayat Nur Wahid dan juga Prabowo. Secara kebetulan, ketiga-tiganya disebut sebagai cawapres yang paling serius dipertimbangkan kubu presiden RI ke 5 ini.

Mungkinkah Megawati mengundurkan diri?

Beberapa kalangan yang dimintai pendapatnya soal ini umumnya meragukan kemungkinan tersebut. Menurut salah satu dari mereka, Megawati baru benar-benar mempertimbangkan akan mengundurkan diri jika perolehan suara PDIP anjlok secara drastis, katakanlah menjadi di bawah 10%.

Jika Demokrat menggempur PDIP dan Megawati secara massif di berbagai lini, bukan tak mungkin peraihan suara si moncong putih ini memang melorot habis. Apalagi jika di internal PDIP juga berkembang konflik sebagai imbas pencalegan.Maka lengkaplah sudah "penderitaan" partai bernomor urut 28 ini.

Sebagai akibatnya, Megawati sangat besar peluangnya untuk mengibarkan bendera putih. Nah, mundurnya Megawati akan memberi ruang bagi kandidat presiden alternatif untuk tampil lebih mencorong merengkuh hati publik. Mereka diprediksi mempunyai peluang yang besar untuk mengalahkan SBY ketimbang jika Megawati kembali behadap-hadapan dengan SBY.

Jadi, mundur tidaknya Megawati untuk sebagian ditentukan oleh seberapa besar manuver Demokrat. Semakin besar intensitas serangan balik mereka, semakin mungkin Megawati keluar dari bursa. Tapi, persis bersamaan dengan itu, bakal hadir kandidat alternatif yang bisa menumbangkan SBY.

Menarik bukan?
Sent with Clipmarks

Amin Rais Siap Maju Konvensi Capres 2009 Oleh PAN

 clipped from beritabaru.com

Amin Rais Siap Maju Konvensi Capres 2009 Oleh PAN


Minggu, 28/12/2008 14:32 WIB



Jakarta, beritabaru.com - Setelah namanya masuk dalam konvensi sembilan calon presiden 2009 yang diusungkan partainya, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, memastikan dirinya akan ikut konvensi pencalonan calon presiden (capres) yang akan dilakukan oleh PAN.

"Wong jelas, ya konvensi saya ikut," tegasnya di sela-sela acara pembekalan para calon legislatif DPR RI Partai Amanat Nasional (PAN), di Hotel Sultan, Jakarta,Minggu (28/12).

Oleh karena itu Amien meminta PAN untuk tidak meniru partai yang tidak
melakukan konvensi dalam menentukan seorang calon presiden 2009.

"Nah jadi kita tidak mau meniru partai yang tidak mau konvensi," imbuhnya.

Menurutnya PAN sebagai partai yang demokratis dan bukan partai milik segelintir elit atau kelompok tertentu sudah sepatutnya dalam menentukan capresnya melalui mekanisme konvensi. Oleh karena itu Amien berharap PAN mau melakukan konvensi dalam menjaring kader-kadernya untuk dicalonkan sebagai calon presiden 2009.

"Biasa partai-partai demokrasi di negara maju itu mesti lewat konvensi,"
ungkapnya.

Mengenai metode konvensi, dia menjelaskan, cukup mengumpulkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dengan mendengarkan visi-misi calon dan kemudian dilakukan mekanisme voting.

"Jadi saya kira tidak usah seperti di Amerika yang berbulan-bulan,"jelasnya.

Namun demikian dia menyatakan akan menerima apapun hasil dari konvensi nanti.

"Jadi misalkan saya kalah alhamdulillah berarti ada yang lebih dipercaya,"
kilahnya. (Kur/dyo)

Sent with Clipmarks

PAN Umumkan Sembilan Capres 2009

 clipped from beritabaru.com

PAN Umumkan Sembilan Capres 2009


Minggu, 28/12/2008 13:40 WIB



Jakarta, beritabaru.com - Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Sutrisno Bachir mengumumkan sembilan nama calon presiden yang akan diusung oleh PAN.

Hal itu disampaikan Sutrisno Bachir di sela-sela rapat tentang pemantapan calon legislatif DPR RI PAN , di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (28/12).

Ia menyebutkan kesembilan nama tersebut adalah, dirinya sendiri atau Sutrisno Bachir (Ketua Umum DPP PAN), M. Amien Rais (Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PAN), Bambang Sudibyo (Mendiknas), Hatta Rajasa (Mensesneg), Zulkifli Hassan (Ketua Fraksi PAN), Zulkifli Nurdin (Gubernur Jambi), Yahya Muhaimin (Majelis Pertimbangan Pusat PAN), Nur Alam (Gubernur Sulawesi Utara) dan Dede Yusuf Effendi (Wakil Gubernur Jawa Barat).

"Itulah aspirasi dari daerah maupun calon legislatif itu, yang mereka
mengusulkan," ucapnya.

Namun demikian dia menyatakan tidak menutup kemungkinan akan ada perubahan terhadap nama-nama tersebut. Menurutnya kedepan masih akan ada perkembangan seputar nama-nama yang akan dicalonkan sebagai Capres 2009 oleh PAN.

"Inikan baru usulan namanya politik itu bisa berkembang," jelasnya.

Dia juga menyatakan bahwa partainya dalam melakukan koalisi pada Pilpres 2009 nanti, tidak menutup kemungkinan PAN hanya mengajukan seorang calon Wakil Presiden. Tetapi PAN akan tetap berupaya untuk mengajukan salah satu diantara sembilan nama tersebut untuk dijadikan capres dalam koalisi yang dibangun secara bersama dengan partai lainnya.

"Tapi kita akan upayakan untuk apakah capresnya atau cawapresnya," kilahnya.

Sementara itu, dia juga mengumumkan sembilan program yang akan dilakukan PAN kedepannya, yakni menciptakan lapangan pekerjaan, menciptakan sembako murah, menciptakan pendidikan dan kesehatan yang murah, menciptakan pasar rakyat dan kewirausahaan, memenuhi kebutuhan energi seperti listrik, minyak dan seagainya.

Mewujudkan lingkungan hidup yang bersih dengan mengatasi permasalahan banjir, menciptakan kesejahteraan sosial bagi anak-anak dan manula, serta menciptakan tempat wisata serta pembangunan perumahan untuk rakyat.

"Kita sebutkan sembilan langkah untuk memakmurkan rakyat," ungkapnya. (Kur/Dyo)

Sent with Clipmarks

Soksi Kecewa Kalau Sultan Jadi Cawapres

 clipped from www.antara.co.id

19/12/08 21:26

Soksi Kecewa Kalau Sultan Jadi Cawapres



Jakarta (ANTARA News) - Ketua Dewan Pendiri Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) Suhardiman menyatakan sangat kecewa apabila Sri Sultan Hamengku Buwono X hanya bersedia menjadi calon wakil presiden (cawapres) pada pemilihan presiden (pilpres) 2009.

"Soksi mencalonkan Sri Sultan hanya sebagai capres (calon presiden) bukan cawapres," kata Suhardiman, di sela-sela perayaan ulangtahunnya ke-83 di Jakarta, Jumat malam.

Suhardiman menyatakan hal tersebut terkait kemungkinan Sri Sultan menjadi cawapres bagi capres dari PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Pada Jumat siang, saat ditanya usul Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo, yang ingin menyandingkannya sebagai cawapres bagi Megawati Soekarnoputri, Sultan mengatakan,
"Saya tidak bisa komentar apa pun. Nanti kan PDIP menyelenggarakan Rakernas bulan Januari. Nanti lihat, sabarlah, keputusannya nanti," tuturnya.

Suhardiman mengatakan, Soksi sejak awal mempersiapkan Sri Sultan hanya sebagai capres dan keberatan bila Sultan hanya menjadi cawapres. "Kita keberatan kalau Sri Sultan hanya jadi cawapres. Kalau hanya jadi cawapres untuk apa kita calonkan," katanya.

Soksi memang memberi kesempatan kepada Sri Sultan untuk melakukan pendekatan atau menjajagi koalisi dengan partai-partai peserta pemilu. Tapi dalam pendekatan itu Soksi menginginkan Sultan tetap sebagai capres bukan cawapres.

Namun Soksi mengingatkan bahwa koalisi partai dalam rangka pencalonan Sri Sultan tetap harus mengikutsertakan Partai Golkar.

Soksi pada acara halal bihalal Idul Fitri 1429 Hijriah di kediaman Suhardiman mendeklarasikan Gubernur Yogyakarta Sri Sultan sebagai capres pada pilpres 2009.

Sikap politik Soksi tersebut menjadi hal baru di Golkar karena selama ini Soksi sebagai salah satu pendiri Golkar selalu satu sikap dengan DPP Partai Golkar.

Meskipun demikian, sikap politik Soksi ini tidak terlalu menjadi persoalan di DPP Partai Golkar bahkan menjadi salah satu masukan bagi DPP.

Ulang tahun Suhardiman sendiri dihadiri para pengurus DPP Golkar, ormas pendiri Golkar maupun ormas yang didirikan Golkar.

Hadir pada acara tersebut antara lain anggota FPG di DPR Lili Asdjudiredja dan Soeharsoyo, Djojo Kusumo (adik Sri Sultan), serta Bobby Suhardiman (mantan anggota DPR RI yang juga anak Suhardiman).(*)

COPYRIGHT © 2008

Sent with Clipmarks

Gerakan Mendukung Sultan HB X Dideklarasikan

05/12/2008 06:17 - Pemilu 2009
Gerakan Mendukung Sultan HB X Dideklarasikan

Liputan6.com, Jakarta: Sebuah gerakan untuk mendukung pencalonan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai calon presiden 2009 dideklarasikan di Jakarta, Kamis (4/12). Gerakan bernama Tim Pelangi Perubahan ini didukung penyanyi Franky Sahilatua.

Sejak mendeklarasikan diri sebagai Capres 2009, Sultan gencar menggelar berbagai kegiatan politik. Mulai dari road show politik ke sejumlah daerah di Tanah Air hingga mendekati sejumlah partai politik. Salah satu yang sedang didekati adalah Gerakan Kebangkitan Rakyat yang dideklarasikan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Namun, berbagai kegiatan politik Sultan ini dikritik pengamat politik Lingkar Madani, Ray Rangkuti. Menurut Ray, Tim Pelangi Perubahan tak akan bermakna bila tidak mempunyai dukungan partai besar. Jadi bila tak mendapat tambahan dukungan dari partai lain, berat bagi Sultan berlaga di arena pemilihan presiden 2009.

Kecuali, kata Ray, Mahkamah Konstitusi merevisi Undang-undang Pilpres. Yaitu pasal tentang capres hanya bisa diajukan partai atau gabungan partai yang meraih 25 persen suara pemilih atau 20 persen kursi DPR.(BOG/Bimo Cahyo)


Sultan: Nggak Penting Dianggap SBY

clipped from www.inilah.com
Sultan: Nggak Penting Dianggap SBY
INILAH.COM, Jakarta - Raja-raja di Nusantara dikumpulkan Presiden SBY di Istana pada 29 November 2008. Namun Sultan HB X tidak diundang. Lantas apakah Sultan merasa tidak dianggap SBY? Rupayanya Sultan tak berkecil hati.

Nggak penting. Saya nggak tahu apakah saya masuk menjadi anggota raja atau nggak. Atau saya mungkin bukan seorang raja. Saya kan hanya sultan," cetus Sultan usai silaturahmi Dewan Integritas Bangsa di Gedung Juang, Jakarta, Kamis (4/12).

Ditanya apakah peristiwa itu menunjukkan SBY menganggap Sultan sebagai rival, Sultan hanya memberikan jawaban diplomatis. "Yang jelas saya memihak demokrasi dan menolak feodal," kata pria yang sudah mendeklarasikan dirinya sebagai capres ini.

Mengenai kenapa tidak mendapatkan undangan, Sultan mengangkat bahunya. "Yah, kok tanya saya, tanya panitia dong. Tidak diundang, tidak ada reaksi, ya nggak apa-apa," pungkas Gubernur DIY ini.[sss]

 blog it

Profil Pahlawan Nasional yang Dikukuhkan Presiden SBY

M. Natsir

Nama

:

Dr Mohammad Natsir
Gelar

:

Datuk Sinaro Panjang
Lahir

:

Nagari Alahan Panjang, Solok, 17 Juli 1908
Wafat

:

Jakarta, 7 Februari 1993
Istri

:

Puti Nur Nahar
Anak

:

Siti Muchliesah Natsir, 72; Asma Farida Natsir, 69; Aisyahtul Asriah Natsir, 66; Hasnah Faizah Natsir, 67; dan Ahmad Fauzie Natsir, 66

MANTAN ketua Masyumi itu merupakan perdana menteri pertama Indonesia. Wakil perdana menterinya saat itu Sultan Hamengku Buwono IX. Anggota kabinetnya, antara lain, Mohammad Roem, Safrudin Prawiranegara, Sumitro Joyohadikusumo, Djuanda, dan Wahid Hasyim.

Nama Natsir juga kerap dikaitkan dengan PRRI. Sejarawan Anhar Gonggong menyatakan, Natsir tidak pernah menentang NKRI. ’’Anda harus bedakan antara negara dan pemerintah. Itu dua hal yang berbeda,’’ kata Anhar. Yang dilakukan Natsir adalah menentang pemerintah, bukan NKRI.

Gagasan Natsir soal syariah Islam, kata Gogon, berbeda dengan negara Islam. Natsir tidak pernah ingin membentuk negara Islam. ’’Dia usulkan negara berdasarkan syariah Islam. Itupun kalau mayoritas menghendaki. Kalau tidak, dia juga tidak mau,’’ jelas Anhar.

-------------------------------------------


Abdul Halim

Nama

:

Abdul Halim
Lahir

:

Majalengka, 26 Juni 1887
Wafat

:

Bandung, 7 Mei 1962
Istri

:

Siti Murbiyah
Anak

:

Moh. Toha A. Halim, Siti Fatimah, Siti Mahriyah, Abdul Aziz Halim, Siti Halimah Halim, Abdul Harim Halim, dan Toto Taufik Halim


ABDUL HALIM
adalah pahlawan asal Majelengka, Jawa Barat. Dia itu merupakan pendiri organisasi Hayatul Qulub. Organisasi itu membantu petani dan pedagang pribumi menghadapi persaingan dengan pedagang asal Tiongkok yang mendapat kemudahan dari pemerintah Belanda. Organisasi ini pun sempat dilarang oleh pemerintah.

Abdul Halim pun mendirikan Jamiatul Muslimin yang kemudian berubah menjadi Persjarikatan Oelama (PO). Berkat bantuan Ketua Sarekat Islam Tjokroaminoto, PO mendapat pengesahan dari pemerintah belanda. PO kemudian dibekukan pada masa penjajahan Jepang. Saat itu yang boleh berdiri hanya Muhammadiyah dan NU. Barulah pada 1944 PO berubah menjadi Perikatan Oemat Islam (POI) dan pada 1952 menjadi Persatuan Umat Islam.

--------------------------------------------------


Sutomo

Nama

:

Sutomo (Bung Tomo)
Lahir

:

Surabaya, 3 Oktober 1920
Wafat

:

Makkah, 7 Oktober 1981
Istri

:

Sulistina Sutomo
Anak

:

Tin Sulistami, 60; H M. Bambang Sulistomo, 58; Sri Sulistami, 57; dan Ratna Sulistami, 50

NAMA Bung Tomo selalu dikaitkan dengan hari pahlawan. Pria asal Blauran, Surabaya, itu merupakan salah seorang pemimpin pertempuran 10 November 1945. Melalui radio, berkali-kali pidato Bung Tomo membangkitkan semangat rakyat. Bung Tomo selalu memulai dan menutup pidato dengan seruan Allahu Akbar. Berkat perjuangannya itu, Bung Tomo sempat diangkat sebagai pimpinan TNI pada 1947.

Pascakemerdekaan, Bung Tomo berjuang di bidang politik dengan mendirikan Partai Rakyat Indonesia (PRI). Melalui pemilu 1955, Bung Tomo menjadi anggota DPR. Sempat pula Bung Tomo diangkat menjadi menteri negara urusan bekas pejuang bersenjata/veteran dan menteri sosial ad interim.

Namun, Bung Tomo yang kritis dan konsisten tak pernah bisa sejalan dengan Soekarno maupun Soeharto. Pada 1977–1978, Bung Tomo dipenjarakan Soeharto karena kritik-kritik tajamnya. (tom/zul/iro)


Sumber : http://kangsata.wordpress.com

Sultan Jadi Capres

clipped from www.inilah.com
Sultan Jadi Capres
28/10/2008 22:35
 blog it