Showing posts with label pan. Show all posts
Showing posts with label pan. Show all posts

Amien Rais Sebaiknya Jadi "Kingmaker"

 clipped from pemilu.antara.co.id

27/12/08 19:11


Amien Rais Sebaiknya Jadi "Kingmaker"



Langkah sebagian kader PAN mendukung Amien Rais menyalonkan presiden dinilai pengamat politik dari Universitas Parahyangan kurang tepat karena Amien lebih baik tetap berperan sebagai kingmaker.

Bandung (ANTARA News) - Langkah Partai Amanat Nasional (PAN) menyalonkan Amien Rais pada Pilpres 2009, dinilai pakar politik Universitas Parahyangan, Asep Warlan, kurang tepat karena sosok Amien sebagai guru bangsa seharusnya tetap berperan sebagai kingmaker (pencetak pemimpin).

Di Bandung, Sabtu, Asep menjelaskan sosok Amien masih sangat dihormati dan diakui berbagai kalangan sehingga dengan dorongannya kepada para capres lainnya diyakini akan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

"Baiknya Amien yang memiliki integritas, visi,misi bangsa ke masa depan ini mendorong Din Syamsudin atau Sutrisno Bachir dan atau bahkan calon lain di luar partai seperti Prabowo, Wiranto," katanya.

Asep melihat peluang Amien dalam pencalonannya tidak akan berbeda dengan Pilpres 2004 dimana pendiri PAN tersebut tidak lolos ke putaran kedua bersanding bersama calon lainnya SBY dan Megawati.

"Dukungan partai yang kurang kuat membuat sosok Amien menjadi kurang laku di masyarakat ditambah sulitnya PAN berkoalisi karena tidak memiliki karakter yang jelas, apakah nasionalis, agamis ataupun koalisi keduanya," ujar Asep.

Menurutnya, PAN tidak memiliki karakter yang jelas seperti Partai Golkar, PDI Perjuangan, PKS dan PKB sekalipun.

Di dalam tubuh Muhammadiyah sendiri, lanjutnya, kini terpecah karena adanya kabar pencalonan Din dan Sutrisno Bachir. "Semakin sulitlah posisi Amien Rais jika mencalonkan diri," katanya.

Namun dibalik pencalonannya sebagai Capres 2009, kata Asep, hal itu merupakan hak dari Amien Rais sebagai warga negara. "Tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mendulang suara dalam Pilpres mendatang," ujarnya.

Amien harus mampu menggandeng dukungan dari non partai untuk mendulang suara dan menggandeng Din Syamsudin sebagai cawapres, misalnya.
"Pencalonan Amien ini dapat mewarnai persaingan dan pilihan alternatif dalam pemilihan presiden mendatang yang diikuti oleh Prabowo, Wiranto, Sultan Hamengkubuwono X dan Rizal Ramli," katanya.

Asep menilai pencalonan ini sebagai manuver PAN untuk memecah konsentrasi masyarakat yang saat ini dihadapkan dengan berbagai pilihan alternatif untuk menyaingi SBY dan Megawati.

Sabtu ini, DPW PAN Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan deklarasi pencalonan Amien Rais sebagai Calon Presiden 2009.(*)


Baca Juga


Sent with Clipmarks

Pengamat: Blok Amien versus Kubu Soetrisno di PAN

 clipped from pemilu.antara.co.id

27/12/08 16:20


Pengamat: Blok Amien versus Kubu Soetrisno di PAN



Seorang pengamat politik menilai, Partai Amanat Nasinal (PAN) sudah terpecah dalam dua blok, yakni kubu yang menginginkan Amien Rais kembali tampil dan blok pendukung Soetrisno Bachir.

Yogyakarta (ANTARA News) - Seorang pengamat politik menilai, Partai Amanat Nasinal (PAN) sudah terpecah dalam dua blok, yakni kubu yang menginginkan Amien Rais kembali tampil dan blok pendukung Soetrisno Bachir.

"Pencapresan (calon presiden) Amien Rais adalah keinginan salah satu blok yang menghendaki Amien Rais kembali tampil, karena ada keraguan terhadap Soetrisno Bachir," kata pengamat politik Universitas Gadjah Mada AAGN Ari Dwipayana Sabtu.

Dewan Pimpinan Wilayah PAN Daerah Istimewa Yogyakarta baru saja mengusulkan Amien Rais sebagai calon presiden partai itu pada Pemilu 2009.

Lebih jauh Ari mengatakan, pencapresan Amien Rais adalah salah bentuk persaingan internal PAN antara blok pendukung Amien dan kubu Soetrisno Bachir yang sama-sama kuat.

"Kalangan internal PAN banyak yang mengharapkan figur Amien Rais muncul dalam peta politik nasional sehingga dalam tubuh partai muncul blok Amien Rais dan blok Soetrisno Bachir," ulangngnya.

Selama ini Soetrisno dinilai menjadi bayang-bayang Amien Rais sehingga blok yang menginginkan Amin muncul lagi justru semakin kuat.

"Saat ini kedua blok itu sama-sama kuat, sehingga persaingan internal partai juga semakin menguat," katanya.

Bisa juga pencapresan Amien dipandang sebagai strategi bagi dibentuknya koalisi untuk Pemilu 2009 dengan menampilkan figur yang memiliki `nilai jual` seperti Amien Rais.

"Figur yang memiliki nilai jual, akan lebih mudah dalam menentukan koalisi, tetapi, ini masih baru jelas dilihat setelah pemilu legislatif," katanya.  (*)


Baca Juga


Sent with Clipmarks

Amien Rais Usulkan Poros Keselamatan Bangsa

 clipped from pemilu.antara.co.id

03/01/09 17:04


Amien Rais Usulkan Poros Keselamatan Bangsa



Banyumas, (ANTARA News) - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Amien Rais menggusulkan "Poros Keselamatan Bangsa" bagi partai-partai politik (parpol) menengah dalam menghadapi Pemilu 2009 mendatang.

"Ini usul saya, Poros Keselamatan Bangsa," kata dia kepada wartawan usai tabligh akbar dalam rangka Milad ke-99 Muhammadiyah dan Milad ke-39 SMK Muhammadiyah I Ajibarang, di Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu siang.

Menurut dia, Parpol menengah perlu berkumpul demi keutuhan Bhineka Tunggal Ika karena sebenarnya Parpol menengah mampu memunculkan sosok  pemimpin baru.

"Parpol menengah jangan mau hanya disewa," katanya.

Menyinggung pencalonan Megawati Soekarnoputri dan Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden dalam Pemilu mendatang, dia mengatakan, hal itu tidak akan membawa perubahan dan hanya kontinuitas.

"Indonesia membutuhkan sosok pemimpin alternatif yang tidak menjual BUMN dan mau memikirkan ekonomi kerakyatan," katanya.

Amien Rais menyatakan, sudah siap untuk dicalonkan sebagai presiden jika masyarakat menghendakinya.

"Saya sudah siap jika ada masyarakat yang menghendaki," katanya. (*)

Baca Juga




Sent with Clipmarks

Amin Rais Siap Maju Konvensi Capres 2009 Oleh PAN

 clipped from beritabaru.com

Amin Rais Siap Maju Konvensi Capres 2009 Oleh PAN


Minggu, 28/12/2008 14:32 WIB



Jakarta, beritabaru.com - Setelah namanya masuk dalam konvensi sembilan calon presiden 2009 yang diusungkan partainya, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, memastikan dirinya akan ikut konvensi pencalonan calon presiden (capres) yang akan dilakukan oleh PAN.

"Wong jelas, ya konvensi saya ikut," tegasnya di sela-sela acara pembekalan para calon legislatif DPR RI Partai Amanat Nasional (PAN), di Hotel Sultan, Jakarta,Minggu (28/12).

Oleh karena itu Amien meminta PAN untuk tidak meniru partai yang tidak
melakukan konvensi dalam menentukan seorang calon presiden 2009.

"Nah jadi kita tidak mau meniru partai yang tidak mau konvensi," imbuhnya.

Menurutnya PAN sebagai partai yang demokratis dan bukan partai milik segelintir elit atau kelompok tertentu sudah sepatutnya dalam menentukan capresnya melalui mekanisme konvensi. Oleh karena itu Amien berharap PAN mau melakukan konvensi dalam menjaring kader-kadernya untuk dicalonkan sebagai calon presiden 2009.

"Biasa partai-partai demokrasi di negara maju itu mesti lewat konvensi,"
ungkapnya.

Mengenai metode konvensi, dia menjelaskan, cukup mengumpulkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dengan mendengarkan visi-misi calon dan kemudian dilakukan mekanisme voting.

"Jadi saya kira tidak usah seperti di Amerika yang berbulan-bulan,"jelasnya.

Namun demikian dia menyatakan akan menerima apapun hasil dari konvensi nanti.

"Jadi misalkan saya kalah alhamdulillah berarti ada yang lebih dipercaya,"
kilahnya. (Kur/dyo)

Sent with Clipmarks

PAN Umumkan Sembilan Capres 2009

 clipped from beritabaru.com

PAN Umumkan Sembilan Capres 2009


Minggu, 28/12/2008 13:40 WIB



Jakarta, beritabaru.com - Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Sutrisno Bachir mengumumkan sembilan nama calon presiden yang akan diusung oleh PAN.

Hal itu disampaikan Sutrisno Bachir di sela-sela rapat tentang pemantapan calon legislatif DPR RI PAN , di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (28/12).

Ia menyebutkan kesembilan nama tersebut adalah, dirinya sendiri atau Sutrisno Bachir (Ketua Umum DPP PAN), M. Amien Rais (Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PAN), Bambang Sudibyo (Mendiknas), Hatta Rajasa (Mensesneg), Zulkifli Hassan (Ketua Fraksi PAN), Zulkifli Nurdin (Gubernur Jambi), Yahya Muhaimin (Majelis Pertimbangan Pusat PAN), Nur Alam (Gubernur Sulawesi Utara) dan Dede Yusuf Effendi (Wakil Gubernur Jawa Barat).

"Itulah aspirasi dari daerah maupun calon legislatif itu, yang mereka
mengusulkan," ucapnya.

Namun demikian dia menyatakan tidak menutup kemungkinan akan ada perubahan terhadap nama-nama tersebut. Menurutnya kedepan masih akan ada perkembangan seputar nama-nama yang akan dicalonkan sebagai Capres 2009 oleh PAN.

"Inikan baru usulan namanya politik itu bisa berkembang," jelasnya.

Dia juga menyatakan bahwa partainya dalam melakukan koalisi pada Pilpres 2009 nanti, tidak menutup kemungkinan PAN hanya mengajukan seorang calon Wakil Presiden. Tetapi PAN akan tetap berupaya untuk mengajukan salah satu diantara sembilan nama tersebut untuk dijadikan capres dalam koalisi yang dibangun secara bersama dengan partai lainnya.

"Tapi kita akan upayakan untuk apakah capresnya atau cawapresnya," kilahnya.

Sementara itu, dia juga mengumumkan sembilan program yang akan dilakukan PAN kedepannya, yakni menciptakan lapangan pekerjaan, menciptakan sembako murah, menciptakan pendidikan dan kesehatan yang murah, menciptakan pasar rakyat dan kewirausahaan, memenuhi kebutuhan energi seperti listrik, minyak dan seagainya.

Mewujudkan lingkungan hidup yang bersih dengan mengatasi permasalahan banjir, menciptakan kesejahteraan sosial bagi anak-anak dan manula, serta menciptakan tempat wisata serta pembangunan perumahan untuk rakyat.

"Kita sebutkan sembilan langkah untuk memakmurkan rakyat," ungkapnya. (Kur/Dyo)

Sent with Clipmarks

PAN: Perlu Pemimpin Tegas

 clipped from beritabaru.com

PAN: Perlu Pemimpin Tegas


Selasa, 23/12/2008 13:53 WIB



Jakarta, beritabaru.com - Ketua Fraksi PAN Zulkkifli Hasan mengatakan, diperlukan sosok pemimpin yang baik dan tegas, untuk menciptakan good governance dan clean government.

Menurutnya, pemerintahan yang baik lagi bersih merupakan solusi dari kompleksnya permasalahan yang dihadapi bangsa.

Sistem demokrasi prosedural saat ini belum melahirkan pemimpin yang sesungguhnya memiliki political will, untuk mewujudkan good governace dan clean government yang berpihak kepada rakyat.

"Tahun 2009 merupakan momentum untuk melahirkan pemimpin yang dimaksud," ungkapnya pada wartawan saat menggelar jumpa pers, di Jakarta.

FPAN mencatat beberapa kesalahan pemerintah dalam mengelola sumber daya alam, mereka menyesali kebijakan pemerintah dalam pengelolaan energi.

"Implikasi yang paling nyata dari salah kelola terhadap energi adalah kelangkaan gas elpiji untuk berbagai keperluan rakyat dan terganggunya industri pupuk," paparnya.

Selain itu, PAN menilai implementasi program pemerintah hemat anggaran dan subsidi, dengan konversi energi dari minyak tanah ke gas tidak berjalan lancar. Dan masih terjadinya kelangkaan gas, sehingga menimbulkan keresahan masyarakat.

"Ini merupakan bukti ketidaksiapan pemerintah melaksanakan kebijakannya sendiri, sehingga penyediaan energi paska konversi dinilai lebih jelek oleh masyarakat."

Ditambahkan, selama ini kebijakan pemerintah mengelola sumber daya alam negara, lebih banyak menguntungkan pihak swasta dan asing, sehingga merugikan negara.(kur/rap)

Berita Terkait


Sent with Clipmarks

Lampu Kuning Untuk PAN, PPP, dan PKB!

clipped from www.inilah.com
Lampu Kuning Untuk PAN, PPP, dan PKB!
24/10/2008 21:12
blog it

Lampu Kuning Untuk PAN, PPP, dan PKB!

clipped from www.inilah.com
Lampu Kuning Untuk PAN, PPP, dan PKB!
24/10/2008 21:12
 blog it

Caleg Mantan Napi Pede Taufik-Guiteres Optimis

Kota, Warta Kota
Meski pernah berstatus sebagai narapidana (napi), Eurico Guiteres dan M Taufik yakin dan percaya diri mampu menjadi anggota legislatif pada Pemilu 2009. Guiteres dicalonkan oleh PAN, sedangkan Taufik dicalonkan oleh Partai Gerindra.

Selain Eurico dan Taufik, masih ada satu mantan terpidana yang juga mantan Wakil Ketua DPR, Zaenal Ma’arif yang maju jadi caleg. Zaenal malah dicalonkan oleh Partai Demokrat. Padahal sebelumnya ia berseteru dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga kasusnya menjadikan Zaenal divonis hukuman percobaan.

ImageDihubungi terpisah Sabtu (23/8), ketiganya optimis bisa lolos jadi wakil rakyat yang berkantor di Senayan. ”Saya tidak melakukan tindak pidana dengan ancaman hukuman lima tahun. Saya sudah melampirkan semua keterangan dan bukti-bukti untuk pencalegansaya,” kata Zaenal.

Ia juga menjelaskan bahwa kasusnya tidak tergolong berat, yakni perselisihan dengan SBY yang mengarah pada pencemaran nama baik. ”Saya setuju yang ditolak masyarakat itu caleg yang pernah melakukan tindak pidana korupsi atau terjerat narkoba. Hukumannya kan berat,” katanya.
Mengapa setelah bermusuhan dengan SBY kini justru dicalonkan oleh Partai Demokrat yang dibesarkan oleh SBY, Zaenal menjawab, ”Tidak ada masalah dan sudah ada (putusan yang punya) kekuatan hukum tetap. Sudah inkrach.”

Selain Zaenal, M Taufik (mantan Ketua KPU DKI), dan Eurico Guiteres, masih ada mantan napi kasus narkoba Zarima Mirafsur yang jadi caleg.
Zarima yang populer dengan sebutan Ratu Ekstasi dicalonkan oleh Partai Demokrat untuk Kabupaten Bogor. Zarima masuk daerah pemilihan Bogor III yang meliputi Cisarua, Megamendung, Ciawi, Caringin, Cigombong, dan Tamansari.
”Zarima sudah menyerahkan berkas pendaftaran di KPU Bogor Selasa (19/8) siang. Zarima tercatat berdo-misili di Kopo, Cisarua, Bogor,” kata anggota KPU Kabupaten Bogor, Haryanto Surbakti.
UU hanya melarang mantan napi jadi caleg jika tuntutan atau hukumannya di atas lima tahun. Menurut Direktur Eksekutif Center for Electoral Reform (Cetro), Hadar N Gumay, hal ini diatur oleh UU 10/2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPRD, dan DPD.
”Ya memang, apa yang diharapkan oleh masyarakat tidak sama dengan UU. Masyarakat hanya bisa mewujdukan harapannya dengan tidak memilih caleg bermasalah. Itu bisa efektif,” katanya.
Sementara itu Guiteres, yang menerima putusan bebas murni dari Mahkamah Agung, justru mengaku mendapatkan banyak simpatisan dan dukungan. Sebab, kasusnya yang terkait dengan Timor Timur murni kasus politik.
”Saya yakin masyarakat tahu siapa saya karena proses hukum mengatakan saya bukan pelaku korupsi dan saya bukan pemberontak,” ucap Guiteres yang kini menjabat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PAN Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Guiteres mengucapkan rasa terima kasih kepada PAN atas pencalonan dirinya sebagai caleg. “Saat dicalonkan, saya langsung bersedia karena masih diberi kesempatan mengerahkan semangat nasionalisme saya buat negara ini.” tuturnya.
Ia berjanji jika dipercaya duduk di kursi Senayan selama lima tahun, ia akan memperjuangkan aspirasi masyarakat NTT.
Sementara itu M Taufik, mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI, dicalonkan oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Ia dipenjara karena kasus korupsi di tubuh KPU DKI.
”Biar masyarakat sendiri yang menilai bahwa proses peradilan kemarin mengada-ada. Saya me-yakini bahwa saya tidak melakukan itu. Ada konspirasi. Saya menilai itu sebuah risiko bagi seorang pemimpin,” papar Taufik yang divonis April 2006 dan bebas 23 Agustus 2007.
Taufik jadi caleg untuk daerah pemilihan Jakarta Timur. Ia juga menjabat Ketua Partai Gerindra DKI. ”Yang jelas saya akan berkomitmen untuk selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Secara terpisah, Ketua Umum Relawan Bangsa, Suaib Didu, meminta semua parpol melakukan penyaringan ketat. ”Kami minta partai melakukan penyaringan secara ketat. Terhadap pihak-pihak yang terindikasi terlibat kasus korupsi dan kasus dana Bank Indonesia (BI) agar tahu diri dan tidak mencalonkan diri.” katanya.
Didampingi sejumlah pimpinan ormas yang tergabung dalam Masyarakat Anti Korupsi (Matikor), Mahasiswa Pancasila, dan Relawan Pemuda, Suaib mengingatkan bahwa legislatif merupakan lembaga sangat terhormat. Tapi yang terjadi sekarang, kondisi legislatif atau DPR sangat buruk karena perilaku anggotanya.
”Kami minta KPU segera memublikasikan nama-nama caleg di media massa. Dengan begitu, publik diberi kesempatan untuk menilai para caleg secepatnya,” katanya. (ded/moe)

Dukun Santet Ikut Pilkada

Ingin Angkat Martabat Warga Kota Bogor

Bogor, Warta Kota
Warta Kota Hari IniSETELAH sejumlah artis bertarung di pemilihan kepala daerah (pilkada), kini seorang paranormal merambah ajang yang sama. Paranormal Ki Gendeng Pamungkas, yang mengaku pernah menyantet beberapa tokoh politik Indonesia dan Presiden AS George W Bush, maju sebagai calon wali kota (cawali) Bogor.

Gendeng Pamungkas yang bernama asli Iman Santoso akan menjalani tes kesehatan bagi para cawali mapun wakilnya, Rabu (12/8) ini. Dalam pencalonan tersebut, Gendeng didampingi KH AM Chusaeri. Mereka maju melalui jalur perseorangan (non-partai politik)

Sebelumnya, Gendeng sempat menyatakan mundur dari bursa pencalonan. Belakangan, dia mencabut pernyataan itu dan justru menegaskan untuk terus maju ke Pilkada Kota Bogor.
”Saya dapat wangsit ketika melakukan ritual di Kebun Raya Bogor, yang isinya menyatakan bahwa saya harus maju terus di pilwalkot (pemilihan wali kota),” tegas Gendeng Pamungkas.

Pesan lain di wangsit itu, menurut Ki Gendeng, dirinya diminta berjuang membebaskan warga Kota Bogor dari kemiskinan. Menurut Gendeng, 60 persen penduduk Kota Bogor berada di bawah garis kemiskinan. Selain itu, kata dia, dirinya ingin mengubah birokrasi di Pemkot Bogor menjadi benar-benar berkiblat kepada rakyat, bukan kepada teman atau kolega.

Kesehatan
Dukun Santet Ikut Pilkada
Kigendeng Pamungkas
Pemeriksaan kesehatan cawali Bogor dan pasangannya dimulai Selasa (12/8). Cawali beserta pasangannya yang menjalani pemeriksaan kesehatan kemarin adalah para calon yang diusung partai politik yakni Diani Budiarto-Achmad Ru’yat, Iis Supriyatin-Ahani, dan Dody Rosadi-Erik Irawan Suganda.

Pemeriksaan kesehatan cawali Bogor dibagi menjadi lima babak. Pemeriksaan di masing-masing babak dilakukan oleh tim dokter yang dipimpin oleh seorang dokter spesialis yakni dr Edward Syah (spesialis bedah umum), dr Doyo Prasodjo (THT), dr Indira Silviandari (mata), dr Tjahtur Yoga Utama (jantung), dan dr H Erwin (spesialis penyakit dalam).

Pemeriksaan kesehatan diawali dengan pengambilan sampel darah, lalu pemeriksaan USG, pengambilan urine, dan EKG atau rekam jantung. Para kandidat pada Pilkada Kota Bogor menjalani tes kesehatan itu dengan tenang.

Beberapa di antaranya mengaku telah beberapa kali menjalani tes kesehatan serupa.
Diani Budiarto yang merupakan Wali Kota Bogor periode 2003-2008 mengaku tes kesehatan yang dijalaninya hari itu tidak beda dengan serangkaian pemeriksaan kesehatan yang telah jalani selama ini.

Diani mengaku lega karena telah melewati tes kesehatan mata, gigi, dan THT. ”Pemeriksaan kesehatan ini penting biar kalau ada rakyat yang menyampaikan aspirasinya, wali kota maupun wakilnya mampu mendengar dan merealisasikan aspirasi tersebut,” katanya.

Koordinator Tim Pemeriksaan Kesehatan Pilkada Kota Bogor, dr Erwin, mengatakan, ”Kalau tidak ada perubahan, tanggal 19 Agustus hasil pemeriksaan ini akan diserahkan ke KPU Kota Bogor.”

Untuk diketahui, Pilkada Kota Bogor diikuti oleh lima pasang calon terdiri atas tiga pasang diusung partai politik dan dua pasang nonpartai. Pasangan Diani-Ru’yat diusung 11 partai politik di antaranya PKS, Golkar, PDIP, dan Partai Patriot.

Pasangan Iis Supriyatin-Ahani diusung oleh Partai Demokrat. Iis yang pengajar di SMPN 4 Kota Bogor merupakan satu-satunya perempuan pada calon wali kota Bogor. Pasangan ini juga didukung oleh Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) dan Partai Persatuan Nahdatul Ummah Indonesia (PPNUI).

Sedangkan pasangan Dody Rosadi-Erik Irawan Suganda disokong lim partai politik yakni PPP, PKB, PBB, PKPB, dan PAN. Adapun pasangan perorangan pada pilkada tersebut adalah Syafei Bratasondjaja-Akik Darul Tahkik dan Ki Gendeng Pamungkas-AM Chusaeri. (akn)

Capres 2009 - M Fadjroel Rachman ... ada yg ngeFANZ


http://fadjroel4president2009.wordpress.com

July 22, 2008 by fadjroel

M Fadjroel Rachman

Forum-Wargan1341211906_21698_7016fadjroel2009


Pemimpin muda dunia sudah hadir, Medvedev (44) di Rusia, Obama (47)
di Amerika Serikat, dan kaum muda di Indonesia. Itulah generasi
kepemimpinan nasional baru berusia 30-40 tahun yang akan mewarnai
kepemimpinan global pada masa ini.


Dunia baru dengan kompleksitas baru niscaya membutuhkan pengalaman
baru. Dunia lama niscaya juga membutuhkan pengalaman lama, tetapi dunia
baru niscaya tidak membutuhkan pengalaman lama dari ”kaum
tua”. ”Kaum muda”, generasi kedua kepemimpinan
nasional pascareformasi, mewakili Zeitgeist (jiwa zaman) baru ada dalam
konfrontasi dengan Zeitgeist lama ”kaum tua”. Progresivisme
melawan konservativisme!


”Kaum muda” adalah petarung untuk merebut kursi
presiden, wakil presiden dan kabinet, bahkan legislatif dan eksekutif
di tingkat provinsi, kabupaten, dan kotamadya pada tahun 2009. Di
tingkat nasional ”kaum muda” akan berhadapan dengan
”kaum tua” berusia 58-60 tahun.


Pertaruhan dua generasi ini amat besar, yaitu masa depan Indonesia.
Dari pengalaman kegagalan 10 tahun terakhir, kemampuan kaum tua tak
akan berbeda dengan kondisi sekarang, stagnan.


Tiga pola perubahan


Praktis tak ada lagi kekuatan politik di Indonesia yang menolak
regenerasi kepemimpinan nasional. Partai politik (parpol) dan nonparpol
saling berlomba menawarkan kesempatan yang dihalangi sebelumnya.
Kecenderungan mutakhir berpusat pada tiga pola perubahan: progresif,
moderat, dan konservatif.


Pertama, pola progresif berarti memperjuangkan posisi presiden, wakil presiden, dan kabinet semuanya dari kaum muda.


Kedua, pola moderat di mana posisi presiden dari kaum tua, wakil presiden dan kabinet dari kaum muda.


Ketiga, pola konservatif di mana presiden, wakil presiden, dan kabinet dari kaum tua atau minoritas kaum muda.


Pola progresif yang paling pantas diperjuangkan bila Indonesia baru
memperjuangkan secara paralel, sedikitnya lima hak dasar warga negara
(hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya) serta kesetaraan
jender dan minoritas lainnya. Pola konservatif amat pasti ditinggalkan
karena berlawanan dengan arus perubahan. Pola moderat adalah sekoci
penyelamat bagi kaum tua, tetapi Indonesia juga makin uzur di mata
dunia.


Kaum muda bukanlah generasi peminta-minta kekuasaan. Rezim Orde Baru
yang berkuasa 32 tahun pernah ditumbangkan saat mayoritas kaum tua yang
berebut kursi kepresidenan 2009 mati- matian membesarkan dan melindungi
kekuasaan antidemokrasi itu. Kaum muda adalah penentang politik
Machiavellian dan pelaku politik Aristotelian yang percaya
”politics is the science of the good for man, to be
happiness”. Dengan demikian, seperti kata Tony Blair,
”Power, wealth, and opportunity are in the hands of the many not
the few … so that, freed from the tyranny of poverty, ignorance,
and fear” (2001).


Terobosan politik


Tentu saja perubahan politik 2009 bukan sekadar usia generasi, juga
nilai-nilai utama kepemimpinan, demokrasi, kesetaraan, dan
kesejahteraan. Jantungnya adalah agenda progresif demokrasi yang
langsung menghantam kemiskinan dan ketimpangan sosial, seperti (1)
nasionalisasi aset strategis negara, termasuk telekomunikasi, minyak,
gas, dan tambang; (2) penolakan pembayaran utang haram (odius debt)
dari luar negeri dan dalam negeri; (3) pajak progresif 50-55 persen
terhadap kekayaan dan pendapatan tertentu; (4) pengadilan dan penyitaan
korupsi Soeharto, keluarga, dan kroni; (5) pengadilan HAM berat kasus
Timor Leste, Aceh, Tanjung Priok, penculikan aktivis, Trisakti,
Semanggi, dan lainnya.


Peluang kaum muda


Adakah peluang bagi kaum muda untuk 2009? Peluang terbesar tentu
bila kaum tua ikhlas mengundurkan diri, seperti Al Gore dengan jiwa
besar menyambut kedatangan Obama. “Amerika baru memerlukan
pemimpin baru,” kata Al Gore.


Namun, kaum tua kita tak seikhlas Al Gore. Bahkan, kaum tua menuduh
kaum muda meminta- minta kekuasaan. Cara lain? Melalui regulasi
konstitusi UUD 1945 Pasal 6A Ayat 2, Pasangan calon presiden dan wakil
presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik
peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum.


Melalui parpol dan gabungan parpol? Tentu saja karena perlu
amandemen (atau judicial review di Mahkamah Konstitusi). Agar calon
independen dapat bertarung sebagai calon presiden, perlu waktu lama
karena tembok penghalangnya. Lalu bagaimana?


Mengingat parpol besar, seperti PDI-P, Partai Golkar (dan Partai
Demokrat), sudah mapan dengan presiden kaum tua, parpol menengah,
seperti PKS, PAN, PKB, dan PPP, dapat melakukan terobosan politik
dengan memilih pola progresif dan mencalonkan presiden 2009 dari kaum
muda.


Peluang lain melalui revisi UU No 23/2003 tentang Pemilihan
Presiden, parpol menengah dan kecil mewajibkan konvensi, seperti di AS,
kepada parpol dan gabungan parpol sehingga kaum tua bisa ditantang kaum
muda dari dalam parpol dan independen. Memilih konvensi berarti
meyakini bahwa kompetisi melahirkan kompetensi, kualitas, dan
aksepsibilitas.


Nah, kaum muda dapat memanfaatkan secara maksimal peluang regulasi
dan political will itu. Meski tipis, bukankah inovasi politik bagi kaum
muda berarti mengubah ketidakmungkinan politik menjadi kemungkinan
politik. Karena itu, kaum muda berhasil menumbangkan rezim
Soeharto-Orde Baru yang ditopang mayoritas kaum tua. Bila dikerjakan
optimal, akan terwujud Republik Kaum Muda, dengan presiden kaum muda
pada tahun 2009. Jadi, mulai hari ini, kaum muda harus bekerja keras
dan bekerja cerdas.


M Fadjroel Rachman Ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara
Kesejahteraan (Pedoman Indonesia); Ketua Gerakan Nasional Calon
Independen

fadjroel rachmanAnwar Ibrahim, me, Rendra

http://www.flickr.com/photos/mfadjroelrachman

http://fadjroel4president2009.wordpress.com