Showing posts with label prabowo. Show all posts
Showing posts with label prabowo. Show all posts

Paranormal Jember Gelar Ritual Untuk Mengetahui Capres

"Ritual itu juga menunjukkan nama Sri Sultan menjadi calon terkuat dibandingkan Megawati, SBY, JK, Prabowo, Wiranto, " kata Gus Lilik. (*)

 clipped from pemilu.antara.co.id

05/01/09 14:53


Paranormal Jember Gelar Ritual Untuk Mengetahui Capres



Jember (ANTARA News) - Sejumlah paranormal Jember, Jatim, menggelar ritual "Bedah Nowo Songo" untuk mengetahui calon Presiden 2009 di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jember, Senin (5/1). Hasilnya muncul coretan gambar Sri Sultan Hamengkubuwono X di kertas putih.

Ritual tersebut diawali dengan pembakaran sejumlah kemenyan yang diiringi dengan doa-doa. Kemudian paranormal itu menebar bunga di sejumlah sudut kantor KPU Jember yang berlokasi di jalan Kalimantan dan puncak ritual di tempatkan di ruangan Ketua KPU Jember, Sudarisman.

Seorang paranormal Jember, Joko Lodang atau dikenal dengan Gus Lilik, Senin, mengatakan, ritual itu digelar untuk menentukan sesuatu dan khusus ritual ini ditujukan untuk mengetahui siapa calon Presiden pada Pemilu 2009 mendatang. Ada enam nama yang disebut dalam ritual itu, antara lain Sri Sultan, Megawati, SBY, JK, Prabowo dan Wiranto.

"Kita gelar ritual untuk mengetahui calon Presiden 2009," katanya.

Menurut Gus Lilik, ritual tersebut di gelar di KPUD karena seluruh surat suara akan dihitung di KPUD pada pemilu mendatang dan KPUD merupakan penyelenggara pemilu sehingga kantor KPUD lebih menjadi lokasi yang tepat untuk menggelar ritual tersebut.

Setelah doa-doa dibaca oleh sejumlah paranormal, kata Gus Lilik, muncul, gambar calon Presiden yang memakai "blankon", topi adat Jawa dari kertas putih yang sudah dimantrai doa-doa dan dibawah gambar ada tulisan jawa.

"Calon Presiden yang memakai blankon adalah Sri Sultan HB X, bukan Megawati atau Susilo Bambang Yudhoyono, " katanya menjelaskan.

Untuk itu, kata Gus Lilik, paranormal di Jember mendukung Sri Sultan HB X untuk maju menjadi calon presiden (capres) tahun 2009 karena sudah mendapat restu dari alam gaib.

"Ritual itu juga menunjukkan nama Sri Sultan menjadi calon terkuat dibandingkan Megawati, SBY, JK, Prabowo, Wiranto, " kata Gus Lilik. (*)

Baca Juga


Sent with Clipmarks

Amien Rais Sebaiknya Jadi "Kingmaker"

 clipped from pemilu.antara.co.id

27/12/08 19:11


Amien Rais Sebaiknya Jadi "Kingmaker"



Langkah sebagian kader PAN mendukung Amien Rais menyalonkan presiden dinilai pengamat politik dari Universitas Parahyangan kurang tepat karena Amien lebih baik tetap berperan sebagai kingmaker.

Bandung (ANTARA News) - Langkah Partai Amanat Nasional (PAN) menyalonkan Amien Rais pada Pilpres 2009, dinilai pakar politik Universitas Parahyangan, Asep Warlan, kurang tepat karena sosok Amien sebagai guru bangsa seharusnya tetap berperan sebagai kingmaker (pencetak pemimpin).

Di Bandung, Sabtu, Asep menjelaskan sosok Amien masih sangat dihormati dan diakui berbagai kalangan sehingga dengan dorongannya kepada para capres lainnya diyakini akan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

"Baiknya Amien yang memiliki integritas, visi,misi bangsa ke masa depan ini mendorong Din Syamsudin atau Sutrisno Bachir dan atau bahkan calon lain di luar partai seperti Prabowo, Wiranto," katanya.

Asep melihat peluang Amien dalam pencalonannya tidak akan berbeda dengan Pilpres 2004 dimana pendiri PAN tersebut tidak lolos ke putaran kedua bersanding bersama calon lainnya SBY dan Megawati.

"Dukungan partai yang kurang kuat membuat sosok Amien menjadi kurang laku di masyarakat ditambah sulitnya PAN berkoalisi karena tidak memiliki karakter yang jelas, apakah nasionalis, agamis ataupun koalisi keduanya," ujar Asep.

Menurutnya, PAN tidak memiliki karakter yang jelas seperti Partai Golkar, PDI Perjuangan, PKS dan PKB sekalipun.

Di dalam tubuh Muhammadiyah sendiri, lanjutnya, kini terpecah karena adanya kabar pencalonan Din dan Sutrisno Bachir. "Semakin sulitlah posisi Amien Rais jika mencalonkan diri," katanya.

Namun dibalik pencalonannya sebagai Capres 2009, kata Asep, hal itu merupakan hak dari Amien Rais sebagai warga negara. "Tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mendulang suara dalam Pilpres mendatang," ujarnya.

Amien harus mampu menggandeng dukungan dari non partai untuk mendulang suara dan menggandeng Din Syamsudin sebagai cawapres, misalnya.
"Pencalonan Amien ini dapat mewarnai persaingan dan pilihan alternatif dalam pemilihan presiden mendatang yang diikuti oleh Prabowo, Wiranto, Sultan Hamengkubuwono X dan Rizal Ramli," katanya.

Asep menilai pencalonan ini sebagai manuver PAN untuk memecah konsentrasi masyarakat yang saat ini dihadapkan dengan berbagai pilihan alternatif untuk menyaingi SBY dan Megawati.

Sabtu ini, DPW PAN Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan deklarasi pencalonan Amien Rais sebagai Calon Presiden 2009.(*)


Baca Juga


Sent with Clipmarks

Apa Jadinya Kalau Demokrat Mendepak Golkar dan Megawati Mundur?

 clipped from www.berpolitik.com
Senin, 22 Desemberß 2008

Apa Jadinya Kalau Demokrat Mendepak Golkar dan Megawati Mundur?

Dalam politik konon berlaku adigium: tidak ada yang tak mungkin. Inilah yang barangkali mendorong berkembangnya dua isu yang mulai menjadi bahan perbincangan di kalangan terbatas.

Isu yang pertama menyangkut kemungkinan Demokrat menendang Golkar. Di atas kertas, yang diyakini publik adalah sebaliknya. Sebab postur dan kekuatan Golkar dianggap terlalu besar untuk diabaikan Demokrat. Terlebih mengingat persyaratan pengajuan pilpres yang terbilang tinggi.

Tapi, rupanya perkembangan mutakhir menunjukkan adanya kemungkinan tersebut. Dari survei-survei terlihat, pergerakan Demokrat yang makin moncer. Menurut Saeful Mudjani, Direktur Eksekutif LSI, Demokrat sudah mulai merambah basis-basis suara Golkar di Sumatera, Jawa Barat dan juga Indonesia Timur.

Pada saat yang sama, faksionalisasi di tubuh Golkar malah meruncing karena berbagai sebab. Gontok-gontokan itu tak hanya terjadi di tingkat elit, tetapi juga menyebar hingga tingkat wilayah. Untuk sebagian pertikaian itu merupakan imbas pilkada yang tak tertuntaskan. Sebagian lagi bersumber dari penetapan caleg.

Sebuah sumber mengkonfirmasi bahwa Kalla semakin mendapat pertentangan di dalam tubuh Golkar. Para penentangnya berupaya keras memisahkan SBY dan Jusuf Kalla. Salah satu modusnya adalah dengan melansir permintaan jatah menteri yang besar. Di lain waktu, mereka mendorong Kalla untuk menjadi capres.

Kalla sendiri justru berupaya mati-matian menjadi wakil yang baik di mata SBY. Ini terlihat dari ucapan dan tindakannya akhir-akhir ini yang sangat terjaga. Dalam beberapa isu krusial, Kalla bahkan berani tampil di depan sebagai "sasaran tembak" publik. Ini, misalnya, terlihat dari kasus kelangkaan gas tabung 3 kg dan 12 kg.

Menurut sejumlah kalangan, kemungkinan Demokrat menedang Golkar akan sangat terbuka jika perolehan partai ini tak meleset terlalu jauh dari prediksi survei hari ini. Yakni di kisaran 13% - 16%. Dengan perolehan suara sebesar itu, Demokrat lebih leluasa bermanuver. Problemnya, peraihan suara partai ini sangat ditentukan oleh elektibilitas SBY.

Jadi, jika tingkat kepuasan publik terhadap SBY minimal terpelihara seperti sekarang, Demokrat besar kemungkinan akan terbang tinggi. Ironinya, kepuasan publik sedikit banyak juga ditentukan oleh kinerja Jusuf Kalla dan departemen-departemen yang sebagian diisi oleh kader-kader partai lain.

Mundur?
Yang kedua terkait spekulasi mundurnya Megawati. Ada sementara kalangan yang meyakini Megawati akan mengundurkan diri. Isu ini sejatinya sudah pernah beredar sekitar 8-9 bulan silam. Setelah sempat menghilang, wacana ini kembali dihembuskan.

Jika Megawati mundur, maka peluang pesaing-pesaing SBY yang lain memang membesar. Hal ini terutama akan menjadikan mereka sebagai pilihan alternatif terhadap SBY.

Sejauh ini ada tiga kandidat presiden yang diuntungkan jika Megawati benar-benar keluar dari gelanggang: Sultan HB X, Hidayat Nur Wahid dan juga Prabowo. Secara kebetulan, ketiga-tiganya disebut sebagai cawapres yang paling serius dipertimbangkan kubu presiden RI ke 5 ini.

Mungkinkah Megawati mengundurkan diri?

Beberapa kalangan yang dimintai pendapatnya soal ini umumnya meragukan kemungkinan tersebut. Menurut salah satu dari mereka, Megawati baru benar-benar mempertimbangkan akan mengundurkan diri jika perolehan suara PDIP anjlok secara drastis, katakanlah menjadi di bawah 10%.

Jika Demokrat menggempur PDIP dan Megawati secara massif di berbagai lini, bukan tak mungkin peraihan suara si moncong putih ini memang melorot habis. Apalagi jika di internal PDIP juga berkembang konflik sebagai imbas pencalegan.Maka lengkaplah sudah "penderitaan" partai bernomor urut 28 ini.

Sebagai akibatnya, Megawati sangat besar peluangnya untuk mengibarkan bendera putih. Nah, mundurnya Megawati akan memberi ruang bagi kandidat presiden alternatif untuk tampil lebih mencorong merengkuh hati publik. Mereka diprediksi mempunyai peluang yang besar untuk mengalahkan SBY ketimbang jika Megawati kembali behadap-hadapan dengan SBY.

Jadi, mundur tidaknya Megawati untuk sebagian ditentukan oleh seberapa besar manuver Demokrat. Semakin besar intensitas serangan balik mereka, semakin mungkin Megawati keluar dari bursa. Tapi, persis bersamaan dengan itu, bakal hadir kandidat alternatif yang bisa menumbangkan SBY.

Menarik bukan?
Sent with Clipmarks

Prabowo: Saya Menyesal Tidak Kudeta!

 clipped from inilah.com
16/12/2008 04:00
Prabowo: Saya Menyesal Tidak Kudeta!
Djibril Muhammad

INILAH.COM, Jakarta - Kesempatan calon presiden Prabowo Subianto memimpin negara ini diakuinya bisa didapatkan saat paska kerusuhan Mei 1998 dengan cara kudeta. Mantan Danjen Kopassus ini pun menyesal tidak mengambil kesempatan itu.

"Saya agak menyesal juga tidak melakukan kudeta waktu itu (era Presiden BJ Habibie)," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini yang langsung disambut tawa riuh para peserta Forum PPP Mendengar di DPP PPP, Jakarta, Senin (15/12).

Menurut mantan menantu Soeharto ini, dia kerap dihantui peristiwa kerusuhan Mei 1998. Bahkan ditengah situasi tidak menentu tersebut, isu kudeta terhadap Presiden BJ Habibie juga menghampirinya.

Dituturkan Letjen purnawirawan TNI ini, ketika mantan presiden (Alm )Soeharto lengser, dirinya pun ikut lengser. Namun tuduhan kudeta terhadap dirinya tidak ia lakukan.

"Walaupun secara fisik saya bisa melakukan, karena saya menguasai 42 batalyon terbaik," ujar mantan Pangkostrad ini.

Misteri kerusuhan Mei 1998, lanjut mantan istri Titiek Soeharto ini, juga masih menghantui dirinya. Apalagi setelah dirinya menyatakan diri maju pada bursa capres dalam Pemilu 2009.

"Mei 1998 bagi saya hal-hal yang penuh misteri," ucap Prabowo.

Meski begitu, tambah Prabowo, dirinya tidak perlu merisaukan hal tersebut. Sebab, berita dan fakta-fakta sejarah, sedikit demi sedikit menjauhkan keterlibatan Prabowo dalam kerusuhan tersebut.

"Kerusuhan Mei 1998 diperkeruh dengan tokoh Barat yang membeberkan fakta kerusuhan Mei 1998. Hal itu mengakibatkan ekonomi kita hancur pada 1998," pungkas Prabowo yang juga pengusaha ini.[jib/nng]

Sent with Clipmarks

Pembekalan Caleg Gerindra - Siapa Ngikut yuk :))

Jum'at, 21 November 2008, 20:50 WIB


Pembekalan Caleg Gerindra



Prabowo
Subianto memberi pembekalan kepada caleg Gerindra di Hotel Sahid Jaya,
Jakarta, pertengahan September 2008 lalu. Prabowo adalah calon presiden
untuk pemilu 2009 dari Partai Gerindra.




Wiranto mau ngejar Prabowo

clipped from www.inilah.com
Wiranto mau ngejar Prabowo
03/11/2008 22:10
 blog it

Wiranto mau ngejar Prabowo

clipped from www.inilah.com
Wiranto mau ngejar Prabowo
03/11/2008 22:10
 blog it

Korban Penculikan Jadi Caleg Gerindra

23/08/2008 17:39

Korban Penculikan Jadi Caleg Gerindra
Liputan6

Liputan6.com, Jakarta:
Ibarat pepatah, hidup adalah sebuah pilihan. Hal inilah yang dilakukan
Desmon Mahesa salah seorang aktivis korban penculikan. Sepuluh tahun
lalu ia pernah mendapat ancaman penculikan. Namun kini Desmon justru
bergabung dengan Gerindra, sebuah partai yang dimotori Prabowo Subianto
dan Muchdi PR.


Desmo dijadikan calon legislatif untuk daerah Kalimantan Timur.
Selain dia, ada pula Pius Listrulanang yang dulu bergabung dengan
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Kini Pius justru telah berpindah
partai dan menjadi caleg Gerindra untuk wilayah Nusa Tenggara Timur.


Banyak pihak mempertanyakan pilihan politik yang ditempuh Desmon dan
Pius. Tapi, apapun yang menjadi pilihan politik para mantan aktivis ini
tentu membawa pandangan tersendiri di masyarakat.(IAN/Tim Liputan 6
SCTV)

Prabowo Subianto Maju Sebagai Capres 2009

Prabowo Subianto


14/07/2008 12:25 Pilpres

Prabowo Subianto Maju Sebagai Capres 2009


Liputan6.com, Jakarta:
Prabowo Subianto resmi mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilihan
umum tahun depan. Deklarasi pencalonan sebagai presiden ini diumumkan
langsung oleh Prabowo, Senin (14/7) pagi. Prabowo menyatakan
kesiapannya sebagai calon presiden setelah melihat perkembangan politik
kenegaraan dimana dibutuhkan pemimpin yang mampu mengatasi persoalan
bangsa.


Menurut Prabowo, dirinya telah diminta oleh Partai Gerakan Indonesia
Raya (Gerindra) untuk menjadi calon presiden. Untuk itu Prabowo akan
mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Golkar. Pernyataan
pengunduran diri ini disampaikan Prabowo pada 12 Juli lalu kepada Ketua
Umum Golkar Jusuf Kalla.


Sebelum Prabowo, beberapa partai telah lebih dulu menyebut nama dan
kesiapannya. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, misalnya, sudah
memutuskan mencalonkan Megawati Sukarnoputri untuk maju kembali sebagai
calon presiden. Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso juga telah
mendeklarasikan diri. Sedangkan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf
Kalla, sekalipun belum menyatakan sikap, keduanya diduga akan maju.
Nama lain yang tampak serius menyiapkan diri adalah Wiranto melalui
Partai Hanura.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)


Lupa, 2 Jendral Beriklan jadi Presiden

15/07/2008 11:47

Lupa


Ada dua jenderal yang beriklan. Mereka sedang bersiap menuju 2009.
Wiranto, mantan panglima TNI lebih dulu meretas jalan dengan mendirikan
partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Senin kemarin, giliran seterunya di
militer yakni Prabowo Subianto mendeklarasikan pencalonan dirinya sebagai presiden melalui partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).



Prabowo, terpental dari jabatannya sebagai Panglima Komando Strategis
Angkatan Darat (Kostrad), pasca terungkapnya penculikan aktivis
mahasiswa. Prabowo yang kala itu menjabat sebagai Panglima pasukan elit
Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dianggap ikut bertanggungjawab atas
penculikan aktivis mahasiswa yang dilakukan oleh Tim Mawar
Kopassus.



Kasus ini akhirnya menamatkan karir militer Prabowo, yang dulu sempat
disebut sebagai salah satu perwira dengan masa depan gemilang.
Terpental dari militer, Prabowo relatif menghilang dari panggung
politik. Ia menjalankan bisnis keluarga bersama sang adik Hasyim
Djojohadikusumo.



Belakangan ia beriklan. Di layar kaca Prabowo menjanjikan kebangkitan
Indonesia. Macan yang ia sebut selama ini tidur panjang. Indonesia yang
kaya, kata Prabowo tapi rakyatnya terutama kaum tani dan nelayan, hidup
dalam kemiskinan. Prabowo memang tak pernah bisa lepas dari
politik. Terpental dari militer, Prabowo memimpin Himpunan Kerukunan
Tani Indonesia atau HKTI.



Lain lagi cerita Wiranto. Lepas dari militer, Wiranto mencoba
peruntungan lewat Pemilu 2004. Ia maju sebagai calon presiden
berpasangan dengan mantan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
(Komnas HAM) Salahudin Wahid. Pasangan yang kala itu bagi beberapa
pihak dianggap ganjil, karena sebelumnya Wiranto berkali-kali menolak
diperiksa Komnas HAM terkait kasus pelanggaran hak asasi manusia di
Timor timur. Dengan bercanda, Wimar Witoelar, dalam sebuah diskusi
menyebut pasangan ini ibarat Tom and Jerry. Kini Mr. Whiskey, begitu ia
biasa dipanggil, akan kembali maju dalam pencalonan presiden lewat
partai Hanura.



Wiranto juga beriklan. Ia bicara soal kemiskinan, bahasa popular yang
mudah dimengerti orang banyak. Dalam sebuah kunjungan, ia bahkan sempat
memakan nasi aking, sebagai simbol empati kepada rakyat miskin.



Sama seperti Prabowo, masa lalu yang gelap juga menghantui Wiranto.
Hari ini Komisi Kebenaran dan Persahabatan mengumumkan laporan mengenai
pelanggaran hak asasi manusia pasca jajak pendapat di Timor-Timur. Nama
Wiranto kembali disebut-sebut.



Milan Kundera (The Book of Laughter and Forgetting,
1979) pernah berujar, "Perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah
perjuangan ingat melawan lupa." Iklan bisa menjadi bagian dari
"politik lupa," yang mengajak kita memalingkan wajah dari masa lalu
yang kelam dan melupakan rasa sakit yang muncul dari mereka yang
menjadi korban.





Andy Budiman

Asisten Produser "Topik Minggu Ini"