Showing posts with label sutiyoso. Show all posts
Showing posts with label sutiyoso. Show all posts

Sutiyoso: Militer Indonesia Seharusnya Kecil dan Profesional

 clipped from pemilu.antara.co.id

07/01/09 22:24


Sutiyoso: Militer Indonesia Seharusnya Kecil dan Profesional


tagsTag: pemilu


Jakarta (ANTARA News) - Capres dari Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Sutiyoso mempunyai obsesi hadirnya sosok militer Indonesia yang jumlahnya kecil tapi memiliki profesionalisme dan mobilitas tinggi serta dilengkapi persenjataan canggih.

"Seharusnya kita punya postur TNI yang kecil saja tapi profesional, punya mobilitas tinggi dan dilengkapi persenjataan yang modern," katanya saat berbicara dalam "Forum PPP Mendengar" di Kantor DPP PPP Jakarta, Rabu malam.

Menurut mantan Gubernur DKI selama dua periode itu, tentara Indonesia saat ini mobilitasnya rendah karena sarana pendukungnya seperti alat angkut personel yang digunakan sudah sangat ketinggalan zaman.

Kerapuhan kekuatan militer itu, ujarnya lagi, sangat diketahui militer negara tetangga sehingga bangsa Indonesia terus dilecehkan.

"Termasuk pula kita sering dilecehkan oleh tetangga kemarin sore, Timor Leste," katanya.

Lebih lanjut Sutiyoso yang juga purnawirawan Letnan Jenderal itu mengatakan bahwa konsekuensi dari sistim pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata) yang dianut Indonesia itu seharusnya merujuk pada postur militer yang jumlahnya kecil, tapi profesional dan terlatih dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi.

Terkait dengan perlengkapan militer yang seharusnya terus dimodernisasi, Sutiyoso menghendaki agar berbagai industri strategis sebagai pendukung utama militer terus dihidupkan.

Pada bagian lain, Sutiyoso menegaskan bahwa negara ini sarat masalah dan karenanya diperlukan nyali yang besar untuk membereskan berbagai masalah itu dengan terobosan baru.

"Kalau hanya langkah yang normatif atau konvensional saja, tidak akan ada perubahan buat bangsa ini," ujarnya.

Soal demokratisasi, Bang Yos berpendapat bahwa gubernur itu sebaiknya dipilih saja oleh DPRD setelah praktik pilkada langsung lebih banyak kerugian dari pada manfaatnya.

Selain itu, dengan kembali pemilihan lewat DPRD juga akan menghemat biaya besar.

Jadi, katanya lagi, DPRD mengajukan lima cagub kepada pemerintah untuk dipilih karena gubernur itu seharusnya adalah wakil pemerintah pusat di daerah-daerah.

"Sekarang ini pemerintah mengundang gubernur atau bupati, tetapi mereka pada tidak datang," katanya.

Sementara itu salah panelis Prof Tjipta Lesmana mengkritik PPP yang seharusnya dengan potensi besar yang dimilikinya, partai berlambang Kabah itu seharusnya tampil dengan capresnya sendiri.

PPP, ujarnya, mempunyai modal yang cukup bagus. "Tetapi Suryadharma tampaknya sudah menggembok pintu PPP dengan hanya mendengar capres dari partai-partai lain," katanya.(*)

Baca Juga


Sent with Clipmarks

Megawati-Hidayat Nurwahid Pasangan Serasi

 clipped from politik.vivanews.com
Survei Puskaptis

Megawati-Hidayat Nurwahid Pasangan Serasi

Survei Puskaptis menyebutkan Megawati tidak tepat berpasangan dengan Raja Yogyakarta.

Selasa, 30 Desember 2008, 15:32 WIB



VIVAnews - Survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis menyebutkan pasangan Megawati Soekarnoputri-Hidayat Nurwahid paling banyak didukung publik merebut kursi presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Umum 2009.

Menurut survei yang diumumkan di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Selasa 30 Desember 2008, persentase suara yang mendukung mantan Ketua Partai Keadilan Sejahtera itu mendampingi Megawati mencapai 40,21 persen.

Puskaptis juga mengukur peluang Sutiyoso mendampingi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu. Hasilnya hanya 11,19 persen masyarakat yang mendukung mantan Gubernur Daerah Khusus Indonesia itu maju.

Berdasarkan survei itu, peluang Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, tergolong kecil maju mendampingi Megawati di Pemilihan Presiden 2009. Bila mereka disandingkan, hanya didukung 9,87 persen suara pemilih.

Direktur Puskaptis, Husin Yazid, mengatakan survei itu dilakukan 24 November 2008 sampai 3 Desember 2008. Jumlah responden 1.355 orang. Mereka dianggap mewakili provinsi 33. Teknik survei, random sampling. Tingkat kesalahan 3-5 persen.

Sent with Clipmarks

Sutiyoso Dapat Restu Keturunan Raja Jawa

 clipped from pemilu.antara.co.id

29/12/08 21:42


Sutiyoso Dapat Restu Keturunan Raja Jawa



Bakal calon presiden Sutiyoso terus mencari dukungan ke daerah-daerah dan di Yogyakarta ia mendapatkan restu dari pemuka dan keturunan raja-raja Jawa dari trah Hamengku Buwono VII.

Jakarta (ANTARA News) - Mantan Gubernur DKI Jakarta yang sudah mendeklarasikan sebagai calon presiden untuk Pilpres 2009, Sutiyoso, mendapatkan restu dari pemuka dan keturunan raja-raja Jawa dari trah Hamengku Buwono VII dalam acara Jenang Suran di Yogyakarta, Senin.

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Grinda Pancasila Mamayu Buwono dan dihadiri oleh R.A.Y. Wisnu Wardhana Suryodiningrat itu, Sutiyoso bahkan didoakan dan didukung secara fisik dan spiritual terkait pencalonannya pada Pilpres mendatang, kata siaran pers Bang Yos Center di Jakarta.

Sehari sebelumnya, Sutiyoso yang mengunjungi Yogyakarta bertepatan dengan peringatan 1 Muharam, melakukan perjalanan dari ujung utara hingga selatan kota budaya tersebut.

Di tengah perjalanan, tepatnya di Tugu Serangan Oemoem 1 Maret, Bang Yos melepaskan burung merpati sebagai simbol perdamaian sekaligus penghormatannya yang dalam terhadap almarhum Hamengku Buwono IX sebagai arsitek serangan umum tersebut .

Terkait kondisi ekonomi bangsa yang terpuruk saat ini, menurut Sutiyoso, merupakan andil dari kesalahan manajerial mengelola aset bangsa.

"Semua dijadikan saja sebagai pengalaman buruk. Dan inilah saat bangkit bersama mewujudkan cita-cita bangsa, meningkatkan kesejahteraan. Bersama kita menorehkan nama harum Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dalam pergaulan internasional," katanya.

Bang Yos menambahkan, selama melakukan safarinya keliling Indonesia, kesejahteraan adalah kata kunci yang membelenggu bangsa ini. Kesulitan yang dihadapi bahkan mematikan kemampuan standar kehidupan masyarakat.

"Bayangkan, kita tak memiliki minyak tanah untuk kaum ibu menyediakan makanan keluarganya, bahan makanan sendiri pun sulit diperoleh. Akibatnya, kekurangan gizi terjadi di semua daerah. Padahal bangsa ini memiliki tambang minyak berkwalitas sangat baik yang ternyata, tak bisa kita kuasai seratus persen. Semua sumber daya alam kita dikuasai oleh asing melalui kontrak kerja yang tidak adil," tambah Sutiyoso.

Sent with Clipmarks

Sekilas tentang Adinda Bakrie - maap kalo nambah terus

Jumat, 25 Juli 2008 | 11:43 WIB

Siapa sebenarnya Adinda Bakrie? Berdasarkan penulusuran di internet, Adinda Bakrie adalah putri bungsu Indra Bakrie dan Dotty Suraida. Adinda memiliki saudara, yakni Eda Bakrie dan Intania Bakrie.

Orangtua Adinda berpisah. Kini, Indra Bakrie beristrikan Gaby Bakrie (dulu sebelum menikah memakai nama Gaby Djorghi). Sementara ibu kandungnya, Dotty Suraida, menikah lagi dengan Arwin Rasyid.

Arwin adalah bankir senior yang telah malang melintang di dunia perbankan di mana sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank Danamon serta Dirut Telkom. Saat ini Arwin ditunjuk untuk memimpin bank hasil merger PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank Niaga) dan PT Bank Lippo Tbk.

Adinda sendiri kini termasuk dalam sosialita (kalangan atas) di negeri ini. Teman-temannya sesama kalangan sosialita, antara lain Manohara Pinot, Janna K Soekasah, Amanda Soekasah, Indah Saugi, Elsa Kurniawan, Vashty Soegomo, Wulan Guritno, Dias Sastrowardoyo, Renny Sutiyoso, Kiki Utara, Ronald Liem, Rachmat Harsono, Livia Prananto, Fitria Yusuf, Tirza Tabitha, Jessica Nathalie, dan Ermanda Saskia Siregar.

Mereka terkenal memiliki selera tinggi dalam segala hal, baik berupa barang maupun penampilan. Ini tak aneh lantara mereka semua berasal dari keluarga yang cukup berada.

Untuk urusan pendidikan, Adinda cukup cerdas. Ia lulus dengan gelar magna cumlaude dari sekolah bisnis terkemuka, Babson College, Massachusetts, Amerika Serikat. la hanya 'terpeleset' beberapa poin sehingga tidak mendapat gelar summa cumlaude, gelar tertinggi.

Kabarnya, setelah lulus Adinda diterima bekerja di Morgan Stanley, lembaga keuangan bergengsi di Amerika Serikat yang berkedudukan di New York. Namun, ia kemudian memilih untuk kembali pulang ke tanah kelahirannya, Indonesia.

Di sebuah milis di internet, salah seorang peserta milis mengungkapkan bahwa Adinda termasuk orang yang taat beribadah. "Dia (Adinda) agamanya kuat. Saya pernah berkunjung ke tempat dia dan sepupunya tinggal di Boston. Saya kaget melihat di setiap ruangan di kamarnya terbentang sajadah mengarah ke kiblat, lengkap dengan lipatan sarung dan mukena di tempat tidur. Bagi saya, itu menandakan dia itu taat beribadah," ujar peserta milis itu.

Sementara itu, hampir sama dengan Adinda, tak banyak keterangan siapa sebenarnya caIon suami Adinda Bakrie, Seng Hoo Ong. Berdasarkan penelusuran di internet, melalui milis-milis yang beredar diketahui bahwa Seng-Hoo Ong adalah warga negara Singapura.

Di situs pertemanan Friendster, tertulis keterangan bahwa pria jangkung ini berusia 31 tahun. Seng bekerja di Lazard Freres, Central Proteinamira. Seng dan Adinda sama-sama lulusan Babson College, Massachusetts, Amerika Serikat.(Warta Kota/Luc)

-----------------------------------
Mau tau Babson College? Cek link dibawah

http://colleges.usnews.rankingsandreviews.com

Prabowo Subianto Maju Sebagai Capres 2009

Prabowo Subianto


14/07/2008 12:25 Pilpres

Prabowo Subianto Maju Sebagai Capres 2009


Liputan6.com, Jakarta:
Prabowo Subianto resmi mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilihan
umum tahun depan. Deklarasi pencalonan sebagai presiden ini diumumkan
langsung oleh Prabowo, Senin (14/7) pagi. Prabowo menyatakan
kesiapannya sebagai calon presiden setelah melihat perkembangan politik
kenegaraan dimana dibutuhkan pemimpin yang mampu mengatasi persoalan
bangsa.


Menurut Prabowo, dirinya telah diminta oleh Partai Gerakan Indonesia
Raya (Gerindra) untuk menjadi calon presiden. Untuk itu Prabowo akan
mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Golkar. Pernyataan
pengunduran diri ini disampaikan Prabowo pada 12 Juli lalu kepada Ketua
Umum Golkar Jusuf Kalla.


Sebelum Prabowo, beberapa partai telah lebih dulu menyebut nama dan
kesiapannya. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, misalnya, sudah
memutuskan mencalonkan Megawati Sukarnoputri untuk maju kembali sebagai
calon presiden. Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso juga telah
mendeklarasikan diri. Sedangkan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf
Kalla, sekalipun belum menyatakan sikap, keduanya diduga akan maju.
Nama lain yang tampak serius menyiapkan diri adalah Wiranto melalui
Partai Hanura.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)