Showing posts with label jusuf kalla. Show all posts
Showing posts with label jusuf kalla. Show all posts

Perolehan Suara SBY Bukti Pengaruh Kampanye Kecil

Perolehan Suara SBY Bukti Pengaruh Kampanye Kecil - pemilu.okezone.com

JAKARTA - Semua isu, pencitraan diri, hingga debat terakhir yang dilakukan, ternyata tidak berpengaruh kepada keputusan akhir para pemilih saat akan memberikan suaranya pada pagi kemarin.

Hasil polling beberapa lembaga survei beberapa minggu sebelumnya, tidak jauh berbeda dengan hasil quick count sesaat sebelum pemungutan suara.

"Kita lihat Jusuf Kalla begitu kuat dalam pencitraan yang berbeda saat debat terakhir, termasuk dengan gaya yang apa adanya. Namun nyatanya, itu tidak berpengaruh siginfikan terhadap pemilih," jelas Suherlan dari Cirus saat dihubungi okezone, di Jakarta, Kamis (9/7/2009).

Suherlan juga mengatakan serangan kubu Partai Demokrat melalui pernyataan Andi Mallarangeng, yang menyatakan orang Sulawesi Selatan belum saatnya menjadi presiden, juga tidak membuat reaksi berlebih dari masyarakat Sulsel.

Itu juga memperkuat alasan pemilih SBY, mempunyai komitmen yang kuat dalam memilih pasangan capres nomor urut dua tersebut. Sebab, begitu banyak cara yang dilakukan, mereka tetap pada pendiriannya.

Lagipula, sambung dia, hasil survei yang dilakukan dua pekan lalu menunjukkan JK dan Megawati selalu kalah pamornya dari SBY, yang mempunyai tingkat presentase 62 persen, dengan tingkat margin error tiga persen.
------------------
Notes :
Saya pilih SBY selain statistik menunjukkan posisinya memang bagus.
Juga karena sebal dengan cara kampanye dua kandidat yang lain yang rasanya menganggap pak Beye ndak ada apa-apanya.
Presiden kok dianggap anak buah.
:(
kalau sudha begini mau ngomong apa mereka, paling nguber kesalahan DPT dan Kecurangan ke Bawaslu.

LRI Resmi Ditutup Akui Kemenangan SBY-Boediono

LRI Resmi Ditutup Akui Kemenangan SBY-Boediono

Jakarta (ANTARA News) - Lembaga Riset Informasi (LRI) resmi ditutup, setelah gagal dalam merencakan hasil Pilpres 2009 yang memperkirakan bisa dua putaran, ternyata hanya satu putaran sekaligus mengakui kemenangan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Budiono.

Persiden LRI Johan O Silalahi kepada wartawan, Rabu malam, mengatakan, dengan kegagalan itu dia langsung menutup secara resmi lembaga survei tersebut.

"Saya konsisten akan pembicaraan beberapa hari lalu, bahwa bila hasil Pilpres hanya satu putaran, maka lembaga ini akan ditutup," katanya.

Lembaga survei yang dibukanya sejak tiga tahun lalu itu, dengan tulus hati di bubarkan, sedangkan karyawannya tetap dipekerjakan pada usaha lain miliknya.

"Saya minta maaf kepada masyarakat di tanah air, bahwa lembaga yang dipimpinnya gagal memprediksi hasil Pilpres 2009," ujarnya.

Kendatipun lembaga yang sudah berusia tiga tahun dan selalu berhasil dalam bibidangnya selama ini, ternyata gagal apa boleh buat"Kita tutup saja", tegasnya.

Konsekuen seperti ini hendaknya diikuti oleh lembaga lainnya yang selalu gagal dalam perencanaannya, supaya budaya malu dimasyarakatkan di tanah air.

Jangan sudah gagal dalam program, namun tetap ngotot mengaku berhasil, ini adalah cara yang kurang arif dan tak perlu diwariskan pada generasi mendatang,

Dia menjelaskan, kendati data hasil quick count sudah akurat, namun belum menjadi acuan dalam undang-undang."Kita tetap akui data itu mendekati kebenaran di lapangan, namun hasil akhir tetap di Komisi Pemilihan Umum (KPU)," kata Johan.

Berdasarkan hasil survei sementara capres pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto memperoleh 27,10 persen, pasangan SBY-Budiono (61,09 persen) dan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto (11,81 persen).

Angka itu dalam posisi suara terkumpul dari daerah-daerah sudah mencapai 92 persen, tambahnya,"Selamat untuk pasangan SBY-Budiono", ujarnya.(*)

Sampai Malam, JK & Mega Belum Ucapkan Selamat ke SBY

Sampai Malam, JK & Mega Belum Ucapkan Selamat ke SBY

CIKEAS - Saat jumpa pers yang digelar di kediaman pribadi Presiden SBY, di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, sempat tersebut jika pasangan Megawati Soekarnoputri dan Jusuf Kalla belum mengucapkan selamat kepada SBY. Ada apa gerangan?

"Memang sampai sekarang, Pak JK dan Ibu Mega belum sempat komunikasi dengan kita," kata calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono saat jumpa pers di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/7/2009).

Namun demikian, SBY tidak kecewa. Putra asal Pacitan ini justru mengatakan dirinya dan Jusuf Kalla masih harus menyelesaikan pemerintahan hingga Oktober mendatang.

"Saya berharap meski sudah tidak bersama kita masih terus silaturahmi. Ini kontrak saya dan juga para menteri," papar SBY.

Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga, pasangan SBY-Boediono memang unggul dibanding pasangan Mega-Prabowo dan JK-Wiranto. SBY-Boediono unggul lebih dari 50 persen suara.(ahm) (mbs)
-------------------
Notes :
Sabar bang, kan masih belum resmi dari KPU. Tak boleh takabur apalagi tinggi hati!
Bisa kuwalat sama Nyainya lho?
:))
eh makin cepat nyalamin nampaknya makin baik sebenarnya dari pada nanti telat jadi malu ya pak?

SBY Mengaku Sudah Tidak Bisa Menahan Diri Dengan Kritikan Yusuf Kalla

SBY Mengaku Sudah Tidak Bisa Menahan Diri Dengan Kritikan Yusuf Kalla

Yudhoyono Sesalkan Komentar Kalla Soal Boediono
Minggu, 28 Juni 2009 | 15:17 WIB

SBY


TEMPO Interaktif, Balikpapan – Calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyesalkan komentar Jusuf Kalla yang dianggap membuka permasalahan internal pada publik.

Jusuf Kalla dinilai menyerang kebijakan calon wakil presiden Boediono pada saat masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu.

“Masalah internal kabinet dibawa ke sana sini. Disampaikan pada publik,” kata Yudhoyono saat kampanye rapat terbatas di DOME Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (28/6).

Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan sebagai presiden dirinya harus melindungi kajian para menterinya untuk mempermudah tugas-tugas pemerintahan. Menurut dia, Boediono hanya menyampaikan kajian agar jadi kebijakan yang diputuskan presiden.

“Saya yang putuskan, saya yang bertanggung jawab. Bukan menteri saya yang memperoleh serangan politik,” ujar Yudhoyono.

Yudhoyono menjelaskan, saat itu Boediono meminta pemerintah hati-hati dalam menyikapi rencana pembangunan 10 ribu megawatt tahap pertama. Pasalnya, mitra swasta meminta jaminan penuh dalam pelaksanaan proyek. “Sebelumnya mereka minta jaminan penuh dari sebelumnya tidak. Ada kekhawatiran, apakah swasta kerja dengan baik,” ujar dia.

Namun setelah lewat pertimbangan panjang, Yudhoyono akhirnya menyetujui pemberian jaminan pembangunan proyek 10 ribu megawatt. Menurutnya, Indonesia sudah mengalami krisis energi listrik sehingga perlu adanya tindakan cepat pemerintah.

Dalam masalah ini, Yudhoyono menyesalkan serangan politik yang tidak semestinya dilancarkan rivalnya Jusuf Kalla. Dia mengaku sudah tidak bisa menahan diri lagi setelah diserang terus menerus.

“Sudah lama saya menahan diri. Tapi karena diserang, terpaksa saya sampaikan,” papar dia.

Sehari sebelumnya pada Sabtu (27/6), calon presiden Jusuf Kalla mengkritik pasangan Yudhoyono-Boediono. Saat itu, Kalla menyebut Boediono tidak mendukung program untuk kepentingan masyarakat.

“Dia tidak mendukung program untuk kepentingan masyarakat,” kata dia saat menghadiri Rapat Kerja dan Konsultasi Asosiasi Pengusaha Indonesia di Balikpapan Kalimantan Timur, Sabtu (27/6).

Kalla mengaku marah saat Boediono sebagai Menteri Koordinator Ekonomi menolak menjamin percepatan program 10 ribu megawatt tahap pertama. Kalla ingin pemerintah menjamin percepatan program ini dari sebelumnya direncanakan lima tahun menjadi tiga tahun.

Sementara menanggapi kritikan capres Jusuf Kalla terhadap dirinya, ditempat terpisah, calon wakil presiden Boediono menilai Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mencalonkan diri menjadi presiden pada pemilihan umum kali ini merupakan sosok yang baik.

“Pak Jusuf Kalla itu orang baik. Saya kira saya tidak pernah di hadapan saya beliau itu menyatakan suatu yang tidak baik,” kata Boediono usai mengunjungi Pesta Kesenian Bali dalam rangkaian kampanye di Denpasar, Bali, Minggu (28/6).

Saat itu, ia menjawab pertanyaan perihal Kalla yang mengaku sempat menggebrak meja dalam rapat kabinet membahas proyek listrik 10 ribu megawatt.

Menurut Boediono, perbedaan pendapat itu lumrah di dalam kabinet. “Saya dengar masalah gebrak meja itu bukan masalah. Masalahnya adalah bahwa kita harus mengamankan uang rakyat,” kata dia.

Dan yang terpenting, kata mantan gubernur Bank Indonesia itu, uang rakyat harus diamankan jangan sampai tidak akuntabel dan harus digunakan sebaik-baiknya. “Bagi saya menjaga uang rakyat itu sangat penting,” kata Boediono.

Kalla memang kerap menyerang Boediono dalam kampanyenya. Selain soal proyek listrik 10 ribu megawatt, Kalla juga menyindir kebijakan Bank Indonesia yang cenderung mempertahankan suku bunga tinggi dalam depat calon presiden beberapa waktu lalu.

Weleh…Weleh…Politik…Politik

:D     :D     :D

Ada Ada Saja

Rizal Mallarangeng menanggapi isu dari mulai SARA sampai pelanggaran HAM

Rizal Mallarangeng menanggapi isu dari mulai SARA sampai pelanggaran HAM

Wimar Live
30 June 2009

Episode ke-10 Wimar Live di Metro TV yang direkam tadi siang (Selasa, 30 Juni 2009) tidak jadi ditayangkan. Kenapa? Tidak tahu, tapi anda bisa baca sendiri transkripnya disini, dengan tamu Rizal Mallarangeng dari tim sukses SBY-Boediono antara lain menanggapi isu SARA antara Boediono dan Jusuf Kalla, dan memperjelas posisi SBY-Boediono dalam prinsip pluralisme dan pelanggaran HAM.

Transkrip oleh Didiet Adiputro

Segmen 1

Wimar Witoelar (WW): Selamat Sore!  Ini 'Wimar Live',  dan tanpa terasa beberapa hari lagi kita akan melaksanakan pemilihan presiden. Hanya dua pesan kalau boleh saya kasih pesan. Satu, gunakan hak pilih. Dua, yang kalah jangan ribut dan yang menang jangan sombong. Tamu saya kali ini Rizal Mallarangeng, dia akan bertanggung jawab terhadap kemenangan dan kekalahan ticket nomor dua. Ya saya belum sempat didatangi ticket nomer satu dan tiga jadi nomer dua dulu. Nomer dua ini akhir-akhir ini paling banyak publicitiy-nya dalam bentuk diserang dan dipertanyakan, termasuk anda sendiri bung Rizal,  soal selebaran. So, gimana nih saya kasih equal time, gimana respon anda?  Katanya anda yang menyebarkan selebaran mengenai agama tersebut. 

Rizal Mallarangeng (RM): Sebenarnya keliru kalau kita yang dianggap menyebarkan. Kebetulan pada waktu itu staf saya sedang menonton televisi, berita siang di TV ONE kemudian saya ditelfon. "Pak, ini di TV muncul kelihatan ada orang menyebarkan isu yang berbau SARA terhadap Ibu Boediono", bahwa disitu kan ditulis. Kemudian telfon ke staf monitoring, TV kan kita monitor semua, setiap detik kita lihat namanya. Saya bilang "Minta rekamannya segera", waktu itu saya ada acara dan kemudian saya ke kantor untuk melihat rekamannya. Saya lihat di rekamannya betul, di sebuah kampanye Bapak Jusuf Kalla sebagai kandidat bukan sebagai wakil presiden tapi sebagai kandidat. Di ruangan itu secara fisik ada yang membagi–bagi, kelihatan sekali ada yang bagi- bagi kertas coklat panjang dan dalam kantong plastic. Saya lihat orang ini bebas betul, orang membaca itu dan dia membagi. Disitu kan jelas sekali dalam ruang tertutup. Kemudian saya berpikir apakah mungkin orang ini dibiarkan begitu saja? Kalau anda masuk ruang tertutup tempat wakil presiden berbicara pasti ada pemeriksaan, apalagi ini kampanye pasti timnya juga ikut memeriksa. Tapi kok dibiarkan, makanya saya kemudian bilang waktu itu saya buat konferensi pers bahwa saya ingin mempertanyakan hal ini meminta kejelasan dari Pak Jusuf Kalla sendiri, karena itulah kampanye beliau. Saya tau dan saya berniat baik, saya mengenal Pak Jusuf Kalla rasanya beliau bukan orang seperti itu, tapi mungkin ada stafnya yang keliru, mungkin juga ada orang yang sengaja membiarkan penggunaan isu-isu SARA itu di dalam kampanye yang sah. Apa sih salahnya orang beragma Katolik? Bahwa faktanya Ibu Boediono, ini fakta saja bahwa dia seorang Muslim yang taat, tapi toh kalau seorang Katolik, seorang Budha, seorang Hindu mereka kan sudara-saudara kita juga. Ngapain digunakan isu itu? Tabloid combrengan, tabloid kuning.

WW: Hati–hati nanti dimarahi lagi lho. 

RM: Nggak papa saya siap kok, saya siap disomasi lagi. Memang ini combrengan. Tetapi masyarakat punya tempat sampah, kita tidak perlu lah repot sama tempat sampah, tapi kalau tempat sampah ini masuk ke ruang kampanye seorang wakil presiden, makanya saya sebagai warga negara jangan lupa Pak Jusuf Kalla kan wakil presiden saya, wakil presiden kita. Saya boleh dong berkata pada pak Jusuf Kalla, pak jadilah teladan, katakan siapa yang salah di situ, siapa yang membiarkan isu SARA itu berkembang yang tidak benar, yang merupakan tindak pidana. Cuma disini saya Cuma minta Pak Kalla menjelaskan dan kalau memang ada meminta maaf. Meminta maaf bahwa ini bukan kesalahan saya tapi saya bertanggung jawab dan saya larang anak buah saya untuk melakukan hal serupa di  masa depan, karena ini tidak baik untuk bangsa kita. 

WW: Dan mudah–mudahan isu itu lewat karena tidak produktif ya, semua juga tidak ada niat buruk dan sekali lagi menjadi Katolik itu tidak ada salahnya. Cuma kalau memang bukan kenapa dibilang begitu. Hal lain yang banyak dibicarakan adalah poll yang mengatakan SBY–JK itu akan menang itu bayaran, yang tidak bayaran malahan menunjukan kalau dia itu merosot dalam poll. Apa reaksi anda terhadap itu? 

RM: Sebelum itu saya ingin menanggapi, tadi mas Wimar kan bilang bahwa saya bertanggung jawab untuk memenangkan calon nomer dua. Sebenarnya ini kerja tim mas, ini terutama  bahwa poll-nya itu tinggi saya tidak komentari , bahwa kalau toh itu tinggi kreditnya kepada presiden sendiri yang begitu bagus, begitu santun dan begitu sincere membangun Indonesia, dan juga kepada Pak Boediono yang mendampingi beliau. Banyak orang yang menyangka semula bahwa ini orang tidak ngerti apa-apa tapi ngertinya cuma ekonomi saja, ternyata beliau bisa bicara mengenai jatidiri bangsa, soal kebudayaan, soal persatuan Indonesia dengan begitu baik jadi saya kira itu sebabnya.

WW: Ya, tapi orang bilang menurut anda itu Boediono oke, orang lain lihat dia sekarang sebagai pahlawannya neolib bahkan berani menyalahi keinginan wakil presiden untuk membiayai program listrik untuk rakyat 

RM: Kalau Pak Boediono ini kan, Pak Kalla mengatakan bahwa beliau menggebrak meja lah, begini begitu, itu kan keliru sebenarnya. 

WW: Dia tidak gebrak meja? 

RM: Mungkin dia gebrak meja, tapi kita tidak tahu. Tapi kan intinya waktu itu Pak Boediono sebagai Menko Perekonomian ingin memastikan setiap sen, karena beliau kan bertanggung jawab bersama menteri keuangan. "ini kan uang rakyat jangan macam-macam". Jadi kalau keluar uang rakyat bukan untuk kepentingan siapapun kecuali kepentingan rakyat. Bukan untuk kepentingan kelompoknya sendiri, atau pengusaha keluarganya  atau jaringan teman-temannya yang ada banyak di Indonesia atau di luar negeri. Kalau beliau berkata kita harus cermat dalam mempelajari apa sih yang mau dikeluarkan?, siapa yang diuntungkan? Itu kan tugas beliau, apakah ada yang gebrak meja atau tidak , Presiden sudah berkata kalau beliau jangan pernah..... menteri-menteri ini kan pembantu presiden bukan pembantu wakil presiden.  

WW: Wakil presiden juga membantu presiden. 

RM: Jadi inilah etika pemerintahan yang sebenarnya kita sama-sama harus jaga. Tidak baik apa yang ada di dalam kabinet sebagai sebuah tim kemudian dipertengkarkan. Ini kan sangat over  

WW: Memamerkan cucian kotor di depan tetangga 

RM: Dengan segala hormat pada Pak Kalla, mungkin niatnya baik tapi alangkah baiknya jika kampanye ini... saya sendiri kan tidak pernah mengkritik kalau tidak merespon sesuatu. 

WW: Dan saya juga tidak pernah memotong orang kecuali break. 

Segmen 2 

WW: Jawaban Rizal Mallarangeng terhadap pertanyaan saya terhadap SBY untuk orang yang tidak mendukungnya tidak kredibel, karena dia juru bicara. Tapi saya akan tanya saja pertanyaan yang membuat orang gemes. Apa mungkin SBY mendukung pluralisme? Kenyataannya dibiarkan sekian perda bernafaskan syariah, Ahmadiyah tidak dibela secara tuntas, UU Pornografi dibiarkan, pokoknya banyak sekali hal-hal yang dibiarkan berlalu yang menjauhkan Indonesia dari pluralisme. Bagaimana record SBY dalam pluralisme. Apakah nanti akan lebih baik atau tidak? 

RM: Pertanyaan ini memang bagus sekali. Ini seorang Larry King of Indonesia. Memang seorang Presiden kan, beliau ini berdiri ditengah berbagai arusnya Indonesia. Indonesia ini kan plural, begitu bhinneka, banyak hal yang di dalam masyarakat ini saling berbeda. Tugas Presiden adalah mewakili begitu banyak cabang-cabang sungai yang menjadi sungai besar bernama Indonesia. Kadang-kadang beliau harus mengambil kebijakan, dimana beliau harus melihat bahwa prinsipnya kita harus toleran, prinsipnya kita harus saling menghargai. Tapi satu kebijakan harus dikeluarkan untuk sementara. Agar apa prioritas pertama? Kita stabil, kita saling menghargai, yang berikutnya kita susun. Tetapi memang beberapa kasus yang sudah lewat, itu beberapa kaum minoritas berkata bahwa "aduh kita mungkin agak ragu". Tapi percayalah bahwa Pak SBY dan Pak Boediono, dua-duanya anak orang biasa itu sangat memahami bahwa Indonesia ini kekuatannya justru karena keberagamannya. Bukan kelemahan kita beragam, kita begitu banyak suku, begitu banyak bahasa tapi justru kuat. Nah, inilah kadang-kadang dalam kebijakan konkret seorang pemimpin berhadapan dengan dilemma. Politik itu kan taktik, tetapi strategi kedepan semakin plural, semakin demokratis, semakin terbuka dan semakin sejahtera saya kira itu tujuannya. 

WW: Asal jangan terlalu sering aja berpolitik nanti terus belak–belok  

RM: Jadi ini tugas kita-kita semua lah, tugas mas Wimar, tugas saya sebagai sahabat-sahabat untuk mengingatkan "Pak, memang politik ini kadang-kadang tidak langsung garis lurus tapi ada koridornya". Bapak-bapak yang memegang kekuasaan, siapapun bisa Pak Jusuf Kalla, Ibu Megawati , Pak SBY , mereka orang–orang yang terhormat tapi kita beritahu kepada mereka. Saya tim kampanye tapi saya tidak segan- segan untuk mengingatkan nanti misalnya insya allah terpilih bahwa, bapak ini ada koridor saya tahu bahwa politik tidak simple tapi ada koridor yang saya kira kita semua sepakat supaya Indonesia menuju arah yang semakin baik dan semakin baik. 

WW: Sebagai pemain tennis anda mungkin tahu bagaimana orang main set kesatu, set kedua, set ketiga ya. Kalau set kesatu, dan kedua masih bisa tentatif, set ketiga pointnya harus jelas. Jadi apa yang harus diperjelas mengenai point pluralisme disini dan juga keberpihakan pada rakyat. Sebab banyak yang bilang memang berbau Neolib maupun istilahnya saya tidak ngerti. 

RM: Neolib itu neoliberalisme. Ini sebuah istilah dari perkembangan Amerika sebenarnya dimana partai Republikan ada cabang-cabangnya dan yang paling kanan yang paling libertarian itu disebut Neolib. Indonesia kan tidak mungkin Neolib, BUMN kita adalah konglomerasi terbesar ekonomi Indonesia, peran pemerintah sangat aktif, ada kebijakan-keijakan pro rakyat dalam 5 tahun yang amat sangat meningkat. Jangan lupa anggaran kita yang terbesar untuk pendidikan, kedua kesehatan dan pertahanan. Kalau Neolib kan semuanya sangat minimal. Itu kan fakta saja, itu tuduhan yang dipakai untuk menyederhanakan masalah. Orang tidak mau berdebat. 

WW: Kalau Neolib maka peran negara kan minim ya? 

RM: Bukan cuma minim, tapi secara filosofis dihilangkan meskipun secara praktis pasti ada. Tetapi kita kan tidak mungkin pernah hilang , di dalam konstitusi pasti ada. Bahkan seorang Pak Boediono 20 tahun lalu menulis buku bersama Pak Mubyarto berjudul Ekonomi Pancasila. 

WW: Jadi tidak kurang kerakyatannya ya 

RM: Dan buku itu kita terbitkan lagi. 

WW: Orang lain 20 tahun lalu mungkin belum baca buku ekonomi ya? 

RM: Belum pikir soal kerakyatan, tiba-tiba ngomomg tentang kerakyatan.  

WW: Oke mungkin sekarang kesabaran pak SBY itu terpuji. Tapi buat saya dan kawan-kawan itu terkadang gemes. Kita ingin tahu tanggapannya terhadap statement bahwa dia itu tidak bisa kerja, tidak bisa memutuskan, tidak bisa ngapa-ngapain, sementara yang mengerjakan yang bagus-bagus, yang tegas, yang cepat  itu orang lain. Sekarang kalau orang lainnya tidak ada di samping dia bagaimana? 

RM: Memang pak SBY kan tidak suka menonjol-nonjolkan. Misalnya kasus Aceh. Pertama-tama kan Pak Kalla mengklaim bahwa kasus Aceh beliau yang atur. Pertama-tama kan harus dikatakan bahwa perdamaian Aceh adalah jasa dari rakyat Aceh. Merekalah yang pertama-tama paling menderita, paling menanti berharap dan berupaya kalau itu mungkin, rakyat yang menerima dengan tangan terbuka ,iu pertama. Yang kedua kalau peran Pak Kalla cukup baik di dalam perundingan Helsinki. Perundingan Helsinki ini kan sebuah elemen dalam strategi besar yang ditetapkan oleh presiden. Bahwa ini begini, pak Kalla harus begini begitu, saya harus kontrol, saya harus cek tapi you do it (kata presiden). Pak Kalla itu instrumennya Presiden, kadang-kadang memang mungkin bukan Pak Kalla tapi mungkin timnya pak Kalla seolah membalik, seolah-olah Pak Kalla Presidennya yang mengatur semua. Padahal beliau berada di dalam sebuah strategi besar dimana komandan tertingginya namanya Presiden Republik Indonesia. Memang Presiden kita bukan orang yang suka, apalagi menggebrak meja. Beliau sangat santun dan megakui juga kalau Pak Kalla kawan yang baik, wakil presiden yang juga memerankan diberikan peran, belum pernah seorang presiden memberikan ini. 

WW: Iya tiba-tiba seperti MU yang punya Wayne Rooney yang sedikit galak bisa bikin goal. 

RM: Kalau kita lihat dari Amerika. Wakil Presiden yang paling efektif kan Dick Cheney dibawah George W Bush, tapi dia kan tidak pernah ngomong. Kalau banyak ngomong pasti tidak efektif. 

WW: Bagaimana perasaan Presiden di tembak-tembak gitu, atau anda apakah ada keinginan untuk satu saat saya akan jelaskan atau biarkan badai berlalu. 

RM: Kita sabar kecuali menyangkut prinsip dasar bernegara. Seperti isu SARA, kenapa saya ngomong keras dalam hal ini? Karena isu SARA merendahkan teman-teman yang beragama Katolik atau Islam sendiri dalam kampanye resmi. Dia mengikis rasa kebanggaan kita menjadi fondasi Indonesia. Kalau itu disentuh, kita semua bersuara lantang. Tetapi mudah-mudahan hal ini tidak terlalu lama. Sebenarnya yang mengikat kita sebagai bangsa apa sih sebenarnya?  

WW: Ya jelas itu tidak boleh main-main dan itu harus kita ingat, sementara kita harus break dulu untuk kembali dengan Rizal Mallarangeng dan kembali di Wimar Live.

Segmen 3

WW: Isu yang sedikit dibicarakan adalah isu pelanggaran HAM, walaupun dibicarakan sangat teoritis dan sangat abstrak. Padahal itu concern kita, bagaimana concern kita sekarang bisa punya negara yang tidak korup dan tidak melanggar HAM. Tapi pelanggaran HAM itu nyata, sebab di antara kandidat ada orang yang diperkirakan punya keterlibatan.  Terus orang akan bilang, siapa? Ya, you tahu sendiri! SBY juga dong karena dia tentara dan sebagainya. jadi apa bedanya SBY dengan jenderal-jenderal lain? 

RM: Tapi kan ada pelaku langsung yang kita lihat misalnya apa yang terjadi dengan pak Prabowo. Kita kan harus dalam hal ini harus berterus terang, mungkin kita tidak sepenuhnya benar, tapi saya kira pak Prabowo owes us an explanation. Jadi misalnya Pak Prabowo pernah diberhentikan oleh Pak Wiranto lagi, karena kita semua tahu penculikan mahasiswa. Ada beberapa orang, masih ada yang belum ditemukan sampai sekarang. Ini kan hidup orang, satu orang saja manusia Indonesia kita harus hargai. Apalagi beberapa orang. Pak Prabowo ini diberhentikan dari militer karirnya yang semula cemerlang karena ini. jadi kalau saya pernah baca bahwa itu demi bangsa atau apa. Saya tidak tahu, mana ada pendculikan demi bangsa? Jadi kita harus menjelaskan pada masyarakat, kalau mau pilih silahkan tapi kita harus beri complete information, bahwa si tokoh ini Jenderal Prabowo pernah diberhentikan dari militer karena kasus penculikan mahasiswa dan tokoh-tokoh aktivis. Kalau masyarakat masih mau memilih ya silahkan bahwa tugas kita memberi tahu bahwa Pak Prabowo misalnya yang mengatakan ekonomi kerakyatan lebih baik uangnya untuk beriklan tentang nelayan, tentang buruh, tentang macam-macam ketimbang langsung membantu. Ini kan menggunakan nelayan, menggunakan petani untuk kepentingan politiknya saja. Tergantung rakyat apakah kalau tetap mau memilih orang yang seperti ini. 

WW: Tapi kalau anda sebagai pihak yang ada di depan menunjukan kesalahan-kesalahan saingan tidak takut kalau dia kalah nanti ngamuk? 

RM: Saya tidak punya ketakutan apapun kalau membela sebuah prinsip yang benar bagi Indonesia pak Wimar. Saya dari kecil ayah saya sudah meninggal, ayah saya meninggal ini dalam pekerjaannya, dalam baktinya sebagai walikota Pare-Pare. Usianya sangat muda 36 tahun.jadi saya dalam hidup saya selalu dikatakan oleh ibu saya, bahwa kalau kamu benar kamu tidak boleh takut pada apapun. Jadi saya anggap dengan bertanya ke Pak Prabowo, pada Pak Wiranto juga. Pada saat beliau Pangab kan Indonesia kacaunya minta ampun.  

WW: Sekarang beralih ke Pak Wiranto. Pak Wiranto kelihatannya orangnya baik-baik sekali, lembut , banyak nyanyi, dsb. 

RM: Kalau kita lihat track recordnya jangan sembunyikan bahwa ketika beliau menjadi Pangab, Indonesia ini hancur-hancuran keamanannya. 

WW: Kan dia bilang hanya disuruh Presiden sebagai pelaksana yang baik. 

RM: Itu kata dia, Presiden kan sudah meninggal masa kita ungkat – ungkit siapa yang tahu lagi? Tetapi fakta bahwa dia bertanggung jawab pada keamanan, dia Pangab lo,Pangab! Jakarta ricuh, Timor timur berdarah, segala macam berdarah. Kalau Pak Wiranto sebagai Pangab gagal kok mau jadi wakil Presiden. Kenapa tidak, mengalah saja pada generasi yang lebih muda, saya berbaikti pada negara, saya berkorban, nggak mau jadi wapres, saya nggak mau jadi tokoh politik, silahkan saya dukung dari belakang , saya tahu saya pernah keliru dalam memimpin Indonesia. Kan kita justru sayang pada Pak Wiranto kalau dia mengatakan itu. Tapi sekarang semua record itu ditutup, seolah –olah waktu beliau Pangab dia gilang gemilang. Padahal Indonesia sangat tidak aman, dia penanggung jawab tertinggi keamanan. 

WW: Kalau cawapres yang satu Boediono tidak terlibat pelanggaran HAM? 

RM: Tidak ada satupun, Pak Boediono ini dalam track recordnya dari bawah, dari anak yang sederhana. Saya bertemu gurunya di Blitar 

WW: Yang Muhamadiyah itu?

RM: Ada yang Muhamadiyah ada yang SMAN Blitar. Saya tanya, dia bilang "Mas, sejak dulu Pak Boediono tidak pernah neko-neko, orang tuanya sangat amat sederhana, sampai tidak punya tas Pak Boediono ke sekolah". Bukunya itu dikelempit di kantongnya, tapi saya tanya " Eh, nilainya berapa?" dulu 9 terus. 

WW: Kalau pinter barangkali Neolib barangkali, karena bisa berkomunikasi dengan orang yang bodoh gitu. Sekarang orang pinter biasanya dicap neolib kan? 

RM: Pak Boediono ini saya sering menggoda, Pak Boediono ini kalau pinter mungkin banyak orang yang sama pinter ,tapi Pak Boediono lebih beruntung.You can't beat the lucky guy.  

WW: Pak Rizal, Indonesia ini milik orang pintar dan orang bodoh juga ya, jadi jika nanti yang dikalahkan termasuk orang bodoh juga, bagaimana merangkul mereka agar mau tetap menjadi bagian dari mosaik yang bernama Indonesia. 

RM: Ini kan sebenarnya bukan kalah dan menang. Pasti saya kalau diberi kesempatan akan datang ke Pak Kalla untuk beri selamat, saya akan datang ke Pak Wiranto untuk memberi selamat, saya akan datang kepada ibu Mega untuk beri selamat, saya bahkan akan datang ke Pak Prabowo untuk beri selamat. They did a good job di dalam usaha masing-masing. Kita tidak boleh tidak jujur kepada masyarakat, apa yang terjadi di masa lampau adalah basis kita kedepan. Kalau Prabowo bisnya menutup-nutupi pernah terlibat dalam sebuah kasus yang melanggar HAM. Atau dianggap terlibat, itu kan kebohongan publik. 

WW: Saya kira mereka Pak Wiranto, Pak Prabowo bisa mengakhiri suatu masa dalam hidupnya dengan baik. Karena dia menunjukan sportifitas dan masyaraktat menilai dan mereka tetap menjadi warga Indonesia yang baik. 

RM: Saya waktu kecil kan olahragawan. Kalau olahragawan itu prinsipnya satu, kalau bertarung sejauh-jauhnya, sekuat-kuatnya begitu selesai salaman.  

WW: Tapi ada juga pemain tennis yang kalau kalah banting raket. Apa anda yakin walau bagaimana pun Pilpres ini akan berahir dengan damai, tidak seperti di Iran dsb.  

RM: 5 tahun lalu banyak orang menganggap, itu kan pemilu presiden langsung, banyak orang menganggap kalau Indonesia akan kacau, ternyata tidak. Dan majalah Economist cover storynya "Indonesia Shining". Saya kira sekali lagi Indonesia akan menjadi contoh bagi banyak negara yang lain, tetangga kita kan banyak yang demokratis kemudian jadi kacau. Kita akan menjadi contoh buat mereka, dan begitu banyak negara lain bahwa Indonesia adalah sangat besar, sangat plural tapi kita bisa maju dan lebih baik lagi dalam demokrasi. 

WW: Karena dulu kacau sekarang jadi damai. Pandangan anda terhadap perlakuan media diluar Metro TV ya, terhadap kampanye ini, apakah itu lebih banyak positifnya? 

RM: Media kita sedang belajar menggunakan kebebasan mereka, sehingga kita respek terhadap posisi masing-masing media. Kebebasan pers yang netral sepenuhnya itu kan sebuah ilusi, orang boleh berpihak. Semua wartawan manusia biasa. Tetapi kita berikan kesempatan yang sama pada piihak yang lain. 

WW: Oke. Terimakasih, dan hanya dua hal. Yang pertama, jangan lupa memilih, yang kedua yang kalah jangan ribut. Wimar Live.

Daftar panjang Keberhasilan Megawati

Judul Asli : Daftar Panjang Kegagalan Megawati

Dari Kaskus

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan rendahnya harga Liquid Natural Gas Tangguh Papua datang dari permintaan Presiden Megawati saat kontrak dilakukan pada 2002.
http://www.tempointeractive.com/hg/n...132706,id.html

Taufiq Kemas, Seorang Politikus Busuk?
http://nusantaranews.wordpress.com/2...litikus-busuk/

PDI-P menolak Diumumkannya Nama-Nama Tukang Bolos di DPR
http://www.kompas..com/read/xml/2008/...g.bolos.di.dpr

Megawati Perkenalkan Penerusnya Puan Maharani
http://www.antara.co.id/arc/2008/7/1...puan-maharani/

Partai Banting Kursi
http://teknologi.vivanews.com/news/r...cebook_bertemu

PDI-P Berhentikan Agus Condro
http://www.kompas..com/read/xml/2008/...an.agus.condro

Semua Orangnya Taufiq Kiemas
http://majalah.tempointeraktif.com/i...109403.id.html

Kongres PDIP Untungkan PSK
http://www.detiknews..com/index.php/d...176/idkanal/10

Puan Maharani, Renny Sutiyoso dan Caleg DPD Djan Faridz Miliki Buddha Bar
http://nusantaranews.wordpress.com/2...enny-sutiyoso/

"Behind the Scene" (2): Megawati Lebih Antusias Bicara Soal "Shopping"
http://www.kompas..com/read/xml/2008/....soal.shopping

PDI Perjuangan, Sebuah Partai Teater
http://majalah.tempointeraktif.com/i...109365.id.html

Taufik Kiemas mengaku banyak menipu Rakyat
http://www.antara.co.id/arc/2007/12/...yat-indonesia/

Perbincangan dengan Sukowaluyo Mintorahardjo (Ketua DPP PDI 1986-1993)
http://majalah.tempointeraktif.com/i...109403.id.html

Amien Rais : Di masa pemerintahan Megawati Korupsi semakin blak-blakan dan P. Sipadan & P. Ligitan Hilang
http://www.tempointeraktif.com/hg/na...101-16,id.html

Wimar Witoelar : Presiden 2009: Megawati? Orang baik, tapi presiden yang gagal
http://www.perspektif.net/article/ar...article_id=719

Gus Dur: Pemerintahan Mega Lemah Terhadap Korupsi dan Terorisme
http://www.tempointeraktif.com/hg/na...911-12,id.html

Pemerintahan Megawati tidak pernah secara serius menangani masalah di Aceh
http://www2.kompas..com/kompas-cetak/...nal/332303.htm

Rachmawati Soekarnoputri: Pemerintahan Megawati, Pola Orba Jilid Dua
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0203/01/nas03.html

Kwik kian gie : Korupsi Tambah Ganas dan Brutal
http://www2.kompas..com/utama/news/0310/03/224402.htm
http://www.accessmylibrary.com/coms2...6-22425520_ITM

Ternyata yang PlinPlan bukan Cuma Megawati
http://majalah.tempointeraktif.com/i...109380.id.html

Megawati lebih memihak konglomerat hitam
http://www.tempointeraktif.com/hg/na...414-01,id.html

Eep Saefulloh Fatah : Megawati Tak Pantas Jadi Presiden Lagi
http://64.203.71.11/kompas-cetak/030...nal/410418.htm

27 Bulan Pemerintahan Megawati Soekarnoputri Ketidakpuasan Naik Kembali
http://www2.kompas..com/kompas-cetak/...nal/634630.htm

Megawati Soekarnoputri sangat lemah dalam komunikasi publik
http://www2.kompas..com/utama/news/0207/24/031804.htm

Rachmawati Minta Megawati Mundur sebagai Presiden
http://www.tempointeraktif.com/hg/na...620-38,id.html

Megawati dan Isu Kegagalan Reformasi
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0201/09/opi01.html

Nurcholish Madjid: Presiden Megawati Tidak Komunikatif
http://www.tempo.co.id/hg/nasional/2...724-33,id.html

Presiden Megawati Gagal Pahami Semangat Pemberantasan Korupsi
http://www.transparansi.or.id/berita...a2_101003.html


Pernyataan Megawati soal Illegal Logging
http://www.infopapua.com/modules.php...ticle&sid=1702

LSM DESAK MEGAWATI PERHATIKAN KOMNAS HAM
http://kontras.org/index.php?hal=dalam_berita&id=738

Pemerintah Megawati Ingin ”Membunuh” Komnas HAM
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0211/07/nas03.html

"Selama Pemerintahan Megawati, Penegakan HAM Mandek"
http://www.tempointeraktif.com/hg/na...315-38,id.html

Negara Susah Presidennya Cuti
http://www.tempointeraktif.com/hg/na...915-06,id.html

Muhibah Megawati: Cermin Sense of Crisis? … kunjungan Megawati selaku presiden selama satu tahun masa pemerintahannya menghabiskan dana sekitar Rp 200 milyar lebih …
http://www.gatra.com/2002-09-18/artikel.php?id=20677

Kepergian Megawati ke Bali Dikritik
http://www2.kompas..com/kompas-cetak/...NAL/kepe06.htm

Belajar Hemat Cara Mega
http://majalah.tempointeraktif.com/i...S76428.id.html

Mega Ancam Pindahkan Makam Bung Karno
http://www.kompas..com/read/xml/2008/...kam.bung.karno

JK: Mega Kalah, Karena Jarang Tampil Debat
http://www.detiknews..com/read/2009/0...g-tampil-debat

Pemerintahan Megawati gagal dalam menjalankan Reformasi Birokrasi
http://www.transparansi.or.id/?pilih=lihatkolom&id=13

Megawati Kurang Peduli Terhadap Nasib Perempuan dan Anak-anak
http://www.tempointeractive.com/hg/n...902-13,id.html

Masalah TKI Ilegal di Nunukan, Presiden Megawati Melempar Tanggung Jawab
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0209/07/nas03.html

Korupsi Ekspor Beras Bulog
http://www.antara.co.id/arc/2007/6/1...r-beras-bulog/

PDI-P Menang di Balik Gagalnya Pansus Bulog II
http://www.suaramerdeka.com/harian/0207/06/kha1.htm

Megawati Jadi Capres, Bukti Kegagalan PDIP
http://news.okezone.com/index.php/Re...kegagalan-pdip

Rapor Merah Megawati
http://swaramuslim.com/more.php?id=A1400_0_1_0_M

Megawati Berat Banget Buat Tandatangani Keppres KPK
http://www2.kompas..com/utama/news/0308/04/061158.htm

Jajak Pendapat CPS: Megawati Kecerdasannya Kurang
http://www.tempointeraktif.com/share...0=&id=Mjk2NTY=

Soal Sukhoi, Pemerintah Dituduh Sengaja Kongkalingkong
http://www.tempointeraktif.com/hg/na...704-16,id.html

Soal Pemerintahan Keranjang Sampah, Amien Nilai Mega Sudah Kebablasan
http://www.tempointeraktif.com/hg/na...213-16,id.html

Melawan Mega, Melawan Sutiyoso
http://teguhtimur.com/2003/06/09/mel...awan-sutiyoso/

Mega Tak Akui Kekalahan 2004
http://www.gatra.com/2009-01-09/artikel.php?id=121870

Mega Ingin Tiru Obama
http://pemilu.detiknews..com/read/200...gin-tiru-obama

Anas: Sebut Pemerintah Jadikan Rakyat Yoyo, Megawati Panik
http://pemilu.detiknews..com/read/200...megawati-panik

Jika Jadi Cawapres Mega, Tim Sukses Sultan Ancam Tarik Dukungan
http://pemilu.detiknews..com/read/200...tarik-dukungan

Mega Ejek SBY Main Yoyo, Agung: Itu Bagian dari Demokrasi
http://pemilu.detiknews..com/read/200...dari-demokrasi

4 Kandidat Kuat Pendamping Mega Berumur di Atas 63 Tahun
http://pemilu.detiknews..com/read/200...-atas-63-tahun

Wawancara Megawati dengan SCTV
http://forum.detik..com/showthread.php?t=94959

dari fb gan .
http://www.facebook.com/topic.php?ui...602&topic=9773


oke lanjutkan

  1. Menjual LNG Uggul ke Cina dengan sangat murah.
  2. Menjual Indosat ke perusahaan Yahudi Singapura.
  3. Membebaskan Akbar Tanjung dari kasus korupsi 45 Miliyar.
  4. Korupsi merajalela. Walau KPK saat itu telah dibentuk, tapi KPK itu tidak ada bedanya dengan kucing berkaki tiga, tidak ada wewenang tidak ada hak tidak ada kuasa, cuma sekedar lambang untuk cari nama, kirain rakyat itu bodoh apa
  5. Merekrut para preman jadi aggota DPR/D dan pejabat2 pemda.
  6. Kemiskinan dan pengangguran meningkat.
  7. Menaikan BBM yg menyengsarakan rakyat.
  8. Menjanjikan rakyat Aceh takkan setetes darahpun tumpah lagi jika jadi Presiden, ternyata pertempuran Aceh makin dahsyat (yang mengakibatkan rakyat aceh trauma berkepanjangan)
  9. Terbunuhya tokoh HAM Munir 7 Sept 2004.
  10. Terjadi BOM Bali, Merriyott/ terrorisme meningkat. Ancaman terorrisme meningkat.
  11. Pada saat setelah BOM Bali meledak, PM Australia John Howard langusng terbang ke Bali. Sedang presiden indonesia pada saat itu, Megawati, hanya mengirim menterinya. John Howard dan media australia menyindir Megawati atas kekurang peduliannya.
  12. Tidak ada teroris yang tertangkap pada saat itu. Sulit ? Begitu SBY naik, salah satu pabrik narkoba terbesar diasia tertangkap, teroris tertangkap, itu adalah corengan besar terhadap Megawati.
  13. MEMBERLAKUKAN SISTEM KERJA KONTRAK
-------------------------------------------------------------
Notes :
Tergantung dari sisi mana kita melihatnya bukan?
Kalau kita pro Mega tentu ini suatu keberhasilan. Kalau tidak Pro Mega tentunya ini prestasi yang luar basa pula bukan?
Jadi? Jadilah rakyat yang cerdas, cerdik dan gemar membaca jangan hanya mau bicara saja atau nurut apa kata mereka.
:)

Gurita Bisnis Kalla Bersaudara

Solurce : Milis Mediacare Yahoogroups

Gurita Bisnis Kalla Bersaudara

Resume:

Kepentingan JK tidak dapat dilepaskan dari kepentingan ekspansi bisnis keluarga besarnya, karena Indonesia tidak punya peraturan yang melarang konflik kepentingan jabatan publik dengan kepentingan bisnis pribadi dan keluarga serta sahabatnya.

Profil Usaha
Ada empat kelompok perusahaan yang dikuasai oleh JK (kelompok Bukaka & Hadji Kalla), iparnya, Aksa Mahmud yang Wakil Ketua MPR-RI (kelompok Bosowa), dan adiknya, Halim Kalla (kelompok Intim).


Beberapa perusahaannya yang dikenal publik antara lain:
Bhakti Centra Baru (Bukaka Agro; Bukaka Asia Investment Ptd; Bukaka Barelang Energy (BBE); Bukaka Building Construction; Bukaka Investindo; Bukaka Marga Utama (membangun dan mengelola Ciawi - Sukabumi toll road, Pasuruan - Probolinggo tol road); Bukaka Meat; Bukaka Teknik Utama (yang antara lain meliputi Bukaka Singtel (sudah dilego karena gagal memenuhi komitmen pemasangan telepon terhadap Telkom), Bumi Karsa, Duta Agro Sulawesi, Haji Kalla Trading Company, NV, Kalla Inti Karsa; Mal Ratu Indah, Makassar; Kalla Lines.

Track Record:

  • Pada krisis 1997/1998, Grup Bukaka Termasuk 20 debitur kakap yang mengemplang ke Bank-Bank BUMN yang mengakibatkan bank-bank plat merah kolaps. Sebagaimana debitor lainnya, Bukaka juga ‘memaksa’ mendapatkan hair-cut dalam jumlah yang sangat fantastis.
  • Sejak 2005, Bukaka dan Bosowa menjadi ‘beban’ bagi Bank BUMN seperti Mandiri. Kredit macet mereka terbilang tinggi yang memaksa bank-bank plat merah baru ini menyisihkan pencadangan, dan termasuk merestrukturisasi utang-utang tersebut.
  • Bukaka Teknik Utama tercatat menjadi pemegang saham mayoritas (35%) PT Trans-Jawa Paspro Jalan Tol. Yang memegang konsesi jalan tol Pasuruan-Probolinggo. Lantaran tak mampu memenuhi kewajiban berupa jaminan pelaksanaan, dana tanah, dan financial closed yang deadlinenya 30 Juni 2008. Karena wan prestasi, akhirnya konsesi itu dilego ke kelompok usaha bakrie.
  • Bukaka tercatat di Bursa Efek Jakarta. Tapi, lantaran laporan keuangannya selalu disclaimer selama bertahun-tahun, akhir Bursa Efek Indonesia mendelistingnya dari pasar saham. (Pada saat kampanye pilpres 2009, Kalla dengan sinisnya bilang, “Pasar modal adalah sarang neolib.”).

Profil Proyek: Intervensi dan Benturan Kepentingan

Sejak menjadi wapres, Kalla bersaudara semakin kebanjiran order. Salah satunya adalah pembangunan PLTA.

  • Di Sulawesi Selatan: Bukaka mendapat order pembangunan PLTA di Ussu di Kabupaten Luwu’ Timur, berkapasitas 620 MW; sebuah PLTA senilai Rp 1,44 trilyun di Pinrang; sebuah PLTA kecil berkapasitas 1 MW di Desa Mappung, Tompobutu, di perbatasan Kabupaten Gowa dan Sinjai, sebuah PLTA berskala menengah berkapasitas 8 MW di Bantaeng, serta sebuah PLTA kecil di Salu Anoa di Mungkutana, Kabupaten Luwu’ Utara. Saat ini, Bukaka sedang membangun PLTA dengan tiga turbin di Sungai Poso, Sulawesi Tengah, yang akan berkapasitas total 780 MW. Di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Bukaka mendapat order pembangunan PLTA berkapasitas 25 MW. Selain ditengarai memainkan pengaruh kekuasaan untuk mendapatkan bisnis ini, pelaksanaannya pun kerap melanggar aturan. PLTA Poso, misalnya, mulai dibangun sebelum ada AMDAL yang memenuhi syarat. (Juga jaringan SUTET-nya ke Sulawesi Selatan & Tenggara dibangun tanpa AMDAL).
  • di Sumatera Utara, kelompok yang dipimpin Achmad Kalla, adik kandung Wakil Presiden mendapat order pembangunan PLTA di Pintu Pohan, atau PLTA Asahan III berkapasitas 200 MW serta PLTA Sibaho di Kabupaten Humbang Hasundutan. Untuk itu, Bukaka sudah melakukan pembebasan lahan, tapi proyeknya kemudian diambil alih oleh PLN.

Selain itu, Bukaka juga terlibat dalam pembangunan pipa gas alam oleh PT Bukaka Barelang Energy senilai US$ 750 juta – setara dengan Rp 7,5 trilyun – yang akan terentang dari Pagar Dea, Sumatera Selatan, ke Batam; pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) senilai US$ 92 juta – atau Rp 920 milyar – di Pulau Sembilang, dekat Batam; pembangunan pembangkit listrik tenaga gas di Sarulla, Tarutung, Sumatera Utara, yang akan mengjasilkan 300 MW

Yang paling baru adalah rencana pembangunan 19 PLTA berkekuatan 10.000 MW. Rencana ini dinilai berbahaya secara ekonomi karena Kalla mendorong BPD-BPD se Indonesia yang membiayainya dengan mengandalkan dana murah di bank-bank milik pemda tersebut. Masalahnya, dana murah itu adalah dana jangka pendek, sedangkan pembangunan PLTA adalah proyek berjangka waktu panjang. Rata-rata baru setelah 7 tahun, ada duit yang masuk. Jika terjadi sedikit saja goncangan, BPD-BPD bakal semaput karena dana jangka pendek mereka dipakai untuk membiayai proyek jangka panjang. Kengototoan Kalla bisa dimaklumi karena kelompok-kelompok Bukaka, Bosowa , dan Intim (Halim Kalla) termasuk paket kontraktor pembangunan 19 PLTU itu. Kelompok Bosowa mendapat order pembangunan PLTU Jeneponto di Sulsel, tanpa tender (Rakyat Merdeka, 7 Juni 2006), sedangkan kelompok Intim milik Halim Kalla yang juga salah seorang Komisaris Lion Air akan membangun PLTU berkapasitas 3 x 300 MW di Cilacap, Jateng, dengan bahan baku batubara yang dipasok dari konsesi pertambangan batubara seluas 5.000 ha milik kelompok Intim di Kaltim (GlobeAsia, Sept. 2008, hal. 38).

Intervensi yang juga paling sering dikemukakan adalah menyangkut proyek Monorel. Rencana proyek ini hampir kandas setelah konsorsium pemenang ternyata tak punya cukup duit. Belakangan Bukaka masuk dan memimpin konsorsium. Mereka mendesak bank-bank BUMN untuk mengucurkan kredit. Karena mendapat sorotan, akhirnya diupayakan dengan cara tipuan: Pura-puranya ada dana dari Dubai. Belakangan ketahuan investor Dubai itu hanyalah arranger keuangan saja, sebab yang menyetor duit itu rencananya adalah Bank-Bank plat merah (Mandiri, dll). Yang paling disoroti dari proyek ini adalah permintaan jaminan pemerintah. Dalam hal ini Bukaka mengklaim potensi penumpang yang sangat besar. Jika jumlah penumpang itu tak tercapai maka sisanya adalah kerugian yang harus ditanggung pemerintah!

Selain itu, grup Kalla juga diketahui menjadi bagian dari konsorsium yang mendapat konsesi dalam pembangunan apartemen murah 1000 tower. Tak mengherankan jikalau Kalla-lah yang paling ngotot dan sebagai akibatnya Pemda Jakarta dipaksa mengabaikan berbagai pelanggaran yang dilakukan pengembang yang membangun apartemen murah ini. Jika tak dihentikan, daerah seputar apartemen murah bakal jadi daerah super crowded karena pengembang membangun unit yang jauh melebihi daya dukung lingkungannya.

Meski selalu menyebut ‘ogah asing’, pada dasarnya Kalla sudah lama menjalin relasi dengan perusahaan asing. Terakhir, Adik bungsu Jusuf Kalla, Suhaelly Kalla, terjun ke bisnis mobil produksi Cina. Suhaelly dengan perusahaan PT IGC International menjadi distributor mobil merek Geely di Indonesia. Menurut Suhaelly, keterlibatan dalam bisnis mobil Cina karena peluangnya cukup menarik. Geely mampu menghasilkan produk yang kompetitif dengan harga lebih murah. “Harga sedan dibawah Rp 100 juta tiap unit,” kata Suhaelly, dalam acara peluncuran mobil Geely CK CKD (completely knock down), Jakarta (16/5).

Dalam soal Blok D Alpha Natuna, Kalla terlihat agresif dan seperti menentang dominasi perusahaan-perusahaan migas asal Amerika Serikat. Yang tak diketahui, Kalla merangkul perusahaan migas Eropa. Salah satu yang dijagokannya adalah perusahaan migas asal Norwegia. Yang menarik, di tingkat domestik, menantunya yang kerap dipanggil dengan Tono Kalla sudah menjalin kerjasama dengan BUMD Kab Natuna untuk menampung jatah saham yang harus dialokasikan kepada pemda. Duit yang dibutuhkan untuk membeli saham itu mencapai Rp 20 triliun. Hingga kini, Tono Kalla masih mencari kreditor yang mau mengucurkan kredit padanya. Kehadiran Tono ini jadi tak ‘asyik’ karena maksud awal Pemda Natuna menggandeng Tono adalah dengan asumsi Tono cukup punya duit untuk menjadi patnernya pemda setempat.

IKRAR NUSA BHAKTI: TNI yang Merana



TNI yang Merana


Tuesday, 16 June 2009


TUJUH kasus kecelakaan pesawat angkut, pesawat latih, dan helikopter

milik TNI yang terjadi selama 2009 dan menewaskan tidak kurang dari 133

orang (Seputar Indonesia, 15/6) telah membuka mata kita,termasuk para

anggota eksekutif dan legislatif, betapa parahnya alat utama sistem

senjata (alutsista) TNI.



Berapa kali sudah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan

akan membuat tim untuk mengkaji berbagai kecelakaan tersebut, tetapi

hingga kini kita tak tahu rimbanya, apakah tim tersebutsudah,

sedangataubahkanbelum bekerja. Hari demi hari telah berlalu dan dalam

dua bulan terakhir terjadi empat kali kecelakaan yang memakan banyak

korban jiwa.



Dalam berbagai kajian mengenai lingkungan strategis Indonesia, bahkan di

dalam Buku Putih Pertahanan 2003, selalu dinyatakan bahwa dalam 20 tahun

mendatang tidak akan terjadi invasi militer dari luar terhadap

Indonesia. Budaya strategis militer kita pun masih terfokus pada ancaman

daridalamnegeri,khususnya gerakan separatisme,walau belakangan sudah

juga memperhitungkan ancaman nontradisional/ nonkonvensional yang

berbentuk kejahatan lintas negara seperti terorisme, narkotik,

penyelundupan senjata, pencurian ikan, penjualan kayu ilegal, dan

penyelundupan manusia.



Ketiadaan ancaman militer dari luar ditambah dengan keterbatasan

anggaran negara mengakibatkan anggaran pertahanan kita kini menduduki

peringkat ketujuh dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

2009.Pertama kali pula dalam sejarah pemerintahan di era Reformasi,

anggaran pertahanan negara mengalami pengurangan dua kali dari Rp36,5

triliun pada 2008 menjadi Rp35 triliun, kemudian dipotong lagi menjadi

Rp33,6 triliun sebagai akibat dari krisis ekonomi dunia.



Akibat dari persoalan demonstrasi tentara di Abepura, Papua, beberapa

waktu lalu anggaran operasi militer ditambah dari Rp300 miliar menjadi

Rp500 miliar yang pada 2008 berjumlah Rp800 miliar. Kini juga timbul

pemikiran untuk menaikkan anggaran pertahanan sebesar Rp10 triliun pada

2010, terutama untuk membeli alutsista baru dan memelihara alutsista

yang ada.



Jika kita bandingkan dengan lima negara tetangga ASEAN,anggaran

pertahanan Indonesia termasuk yang terkecil kedua setelah Filipina.

Indonesia yang memiliki populasi sekitar 230 juta jiwa hanya memiliki

395.000 tentara dan anggaran sebesar USD3,90 miliar atau USD16,96 per

kapita pada 2008.



Bandingkan dengan Thailand yang berpenduduk 64.300.000 jiwa memiliki

tentara 242.000 dengan anggaran USD4,49 miliar atau USD69,83 per kapita.

Singapura yang hanya berpenduduk 4.588.000 jiwa memiliki tentara 60.000

personel dengan anggaran terbesar di ASEAN,yakni USD6,93 miliar atau

USD1.510 per kapita.



Malaysia dengan penduduk 25.300.000 memiliki tentara 107.500 personel

dengan anggaran USD3,28 miliar atau USD1.426 per kapita.Adapun Vietnam

yang berpenduduk 83.600 jiwa memiliki 455.000 tentara dengan anggaran

sebesar USD3,60 miliar atau USD43,06 per kapita.



Semua anggaran tersebut adalah anggaran pertahanan pada 2008. Anggaran

pertahanan Indonesia yang Rp33,6 triliun pada 2009 tersebut 70% di

antaranya habis hanya untuk gaji dan upah personel tentara dan personel

yang ada di Departemen Pertahanan RI serta hanya 30% yang digunakan

untuk perawatan dan pembelian terbatas alutsista TNI.Sebenarnya sejak

awal era Reformasi bukan hanya pesawat tempur TNIAU yang akan

diremajakan,melainkan juga angkutan udara dan kekuatan armada laut milik

TNI AL.



Namun, fokus pada peremajaan alat angkut udara TNI hingga kini belum

diimplementasi kan walau kini embargo senjata dari AS kepada Indonesia

sudah berakhir. Hingga kini juga masih terjadi silang pendapat mengenai

alutsista TNI, apakah akan diremajakan atau hanya merawat yang sudah usang?



Tak sedikit kalangan pengamat militer di Indonesia yang berpandangan

agar dilakukan moratorium alutsista tua dan lebih baik alutsista TNI

diremajakan secara bertahap karena biaya pemeliharaannya jauh lebih

murah, masa pakai cukup lama serta masih dapat diandalkan.



Satu sisi yang menarik,sumbersumber di Departemen Pertahanan ada juga

yang berpendapat bahwa akibat dari kekurangan anggaran, tidak jarang

suku cadang yang digunakan bagi alutsista TNI adalah yang abal-abal

(asli tapi palsu atau baru tapi bekas). Minyak pelumas bagi kendaraan

TNI dan bukan mustahil bagi alutsista TNI juga oli bekas atau oli yang

dijual drum-druman, yang tidak memenuhi standar.



Hingga kini rencana peningkatan anggaran TNI masih sekadar wacana. Dari

tiga pasangan capres dan cawapres, tidak ada yang secara tegas

menyatakan akan meningkatkan kapabilitas pertahanan kita yang berarti

pula meningkatkan anggaran pertahanan.



Pasangan SBY-Boediono atau dalam hal ini Presiden SBY sendiri selalu

mengatakan anggaran pertahanan akan dinaikkan jika ekonomi Indonesia

semakin baik. Prabowo Subianto, cawapres yang diusung oleh PDIP dan

Gerindra, menyatakan hal yang sama.



Padahal saat ia masih perwira muda, Prabowo memiliki obsesi agar TNI

kita memiliki peralatan canggih dan kapabilitas sumber daya manusia sama

dengan tentara Israel. Pasangan Jusuf Kalla- Wiranto juga hanya berjanji

akan menaikkan anggaran pertahanan tanpa mematok bagaimana caranya dan

tahapannya.



Meningkatkan postur TNI bukan suatu yang asal jadi atau tanpa rencana

berjangka. Sampai kini TNI kita belum sampai pada tahap minimal

essential force yang harus dimiliki oleh negara kepulauan seluas

Indonesia.Jika anggaran terus terbatas, ini juga akan mengganggu proses

reformasi TNI, dari yang dulu tentara politik dan tentara niaga menjadi

tentara profesional murni yang benar-benar menanggalkan aktivitas

politik dan bisnisnya.



Pada seminar yang membahas reformasi sektor keamanan yang diorganisasi

Indonesia Solidarity di Sydney, 12–13 Juni 2009 lalu, masih ada peneliti

Australia yang percaya bahwa anggaran negara buat TNI adalah 30%,

sedangkan off-budget militer masih 70%, yang didapat dari bisnis TNI.

Mereka tidak tahu bahwa dari 100% yang diminta TNI, hanya 30% yang dapat

dipenuhi negara.



Bisnis militer harus berakhir atau diambil alih oleh negara pada 20

Oktober 2009 mendatang walau kita ragu apakah Presiden SBY berani dan

serius melakukan amanat UU No 34/2004 tentang Tentara Nasional Indonesia

itu. Departemen Pertahanan RI juga sudah melakukan kajian strategis

mengenai kapabilitas apa yang seharusnya dimiliki TNI dalam jangka

pendek, menengah atau panjang mendatang.



Namun kita juga masih bertanya soal implementasinya. Di Indonesia memang

berlaku bukan kegiatan yang menentukan anggaran, melainkan kegiatan

ditentukan oleh terbatasnya anggaran.(*)



IKRAR NUSA BHAKTI

Profesor Riset Bidang

Intermestic Affairs LIPI




http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/247434/38/








Kata NGABALIN : Saya sudah tanya ulama, halal terima money politics - KACAU!!!

Sangat mungkin anggota DPR Ali Mochtar Ngabalin pernah [atau sering?] melakukan korupsi dan politik uang. Baca saja pernyataannya saat dia berkampanye untuk capres Jusuf Kalla.

Foto: Ngabalin.com

JK & Ali Mochtar Ngabalin-Ngabalin.com

Berita dari Antara — Anggota Komisi I DPR-RI yang juga juru kampanye pasangan Jusuf Kalla/Wiranto (Jk-Win), H Ali Mochtar Ngabalin MA menilai, dalam pemilihan presiden (Pilpres) halal hukumnya menerima uang (money politics) asal tidak ikut kemauan orang yang memberikan uang itu.

"Dalam Pilpres yang akan datang, saya sudah tanya ulama, kalau orang kasih uang boleh diambil tapi jangan ikut mau mereka, halal hukumnya," kata Ali saat berkampanye bersama pasangan JK-Win di taman terbuka hijau, Imam Bonjol Padang, Minggu.

Hal itu disampaikannya dihadapan sekitar 50 ribu orang pendukung JK-Win. Ali diminta memberikan pidatonya oleh JK setelah diperkenalkan berasal dari Partai Bulan Bintang (PBB) kepada para pendukung JK-Win.

Ali kembali menyebutkan, tidak masalah menerima uang saat Pilpres melalui alunan lagu. Dalam bait lagunya, Ali mengatakan, "…Kalau ada yang kasih uang untuk pilih diri mereka, ambil saja uang mereka, tapi jangan pilih mereka." Pada bait kedua, Ali menyebutkan, "…Kalau ada yang kasih uang untuk pilih diri mereka, ambil saja uang mereka, tapi Wiranto Jusuf Kalla-nya."

Karena itu, pada tanggal 8 Juli 2009 (Pilpres digelar, red) kalau ada yang kasih uang, kasih sarung, kopiah dan lain sebagainya, ambil saja barang barang semuanya, tapi nomor tiga yang dicontreng, kata Ali yang merupakan anggota Fraksi Partai Bulan Bintang (F-PBB) DPR-RI itu.

BLOG BERITA DOT NET: Inilah contoh anggota DPR yang tidak pantas ditiru. Statemennya tersebut bisa dimaknai oleh rakyat awam, yang tidak fasih politik, sebagai "Oh…, rupanya korupsi itu bukan dosa, rupanya politik uang itu halal." Memalukan!

---------------------------

Notes :
Wah ngabalin benar-benar sudah silau mata hatinya. Ngecap semaunya sendiri.
Politikus ini sudah nggak kepake di PBB barangkali, lalu cari muka ke JKWIR.

Yudhoyono: Capres Lain Jangan Takabur Lebih Baik

10/05/09 22:16

Yudhoyono: Capres Lain Jangan Takabur Lebih Baik

Bogor (ANTARA News) - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta para calon presiden (capres) dalam Pilpres 2009 untuk saling menghormati dan tidak bersikap takabur dengan merasa lebih cepat dan lebih baik dibanding capres yang lainnya.

"Dalam kampanye pilpres mendatang jangan lah suka menantang, suka sesumbar, dan mengejek. Jaga perasaan kompetitor lain. Banyak jalan menuju yang baik, tidak perlu menujukkan kita lebih cepat, lebih baik. Takabur namanya," kata Yudhoyono dalam pidato syukuran kemenangan Partai Demokrat di kediaman Cikeas, Bogor, Minggu malam.

Menurut Yudhoyono, kampanye dalam pemilu presiden (pilpres) mendatang diperkirakan akan lebih keras dibanding pemilu legislatif, meski sudah ada semacam kesepakatan terutama dengan capres dari Partai Golkar Jusuf Kalla untuk saling menghormati.

"Kampanye bisa lebih keras, meski sudah sepakat untuk saling menghormati, tetapi barangkali saya keliru, meski saya pernah menyampaikan di depan para gubernur," katanya.

Yudhoyono juga berpesan kepada para pengurus Partai Demokrat untuk tetap berpolitik secara santun dan saling menghargai dalam pilpres mendatang.

"Jangan mengejek. Sebab semua punya potensi, punya kelebihan, masa` SBY dianggap tidak punya apa-apa," katanya.

Selain itu, Yudhoyono juga meminta pengurus dan kader Partai Demokrat bersikap sabar terutama menghadapi serangan pesaing capres lain seperti bentuk black campaign ataupun fitnah.

"Seperti Pemilu 2004, black campaign, fitnah, kampanye negatif akan banyak. Jangan kita tergoda untuk melakukannya juga. Berpolitiklah yang baik, tidak takabur tidak merendahkan orang lain, sehingga kalaupun menang, menang dengan mulia," katanya.

Di hadapan puluhan pengurus, kader dan simpatisan Partai Demokrat, Yudhoyono juga menyampaikan terimakasih atas dukungan dan kepercayaan rakyat pada Pemilu 9 April lalu.

"Amanah ke Partai Demokrat jangan disia-siakan. Mari pertanggungjawabkan dan baktikan kepada rakyat hingga kita bisa mencapai yang lebih baik pada Pemilu 2014 mendatang," katanya.(*)

---------------------------------------
Notes :

Walau saya mencobat tak berpihak, namun memang realitanya JK yang nampak terlalu agresif dan berlebihan. Mestinya dia tidak terlalu banyak clometan seperti yang sekarang kejadian.

Kalau sebelumnya saya pribadi tidak pro mana-mana malah sekarang jadi nggak suka samasekali dengan gaya JK.

:(



Buto Cakil Cari Wapres

Buto Cakil Cari Wapres May 4, '09 7:38 AM
for everyone
Kamis, 30/04/2009 12:20 WIB
Djoko Suud Sukahar - detikNews


Jakarta - Ini perang kembang. Perang abal-abal. Perang Buto Cakil melawan Arjuna. Siapa saja tahu pemenangnya. Pakem dalang bilang begitu. Maka di tengah menyambut kekalahan itu, partai politik yang sadar perannya sebagai Cakil sedang meracik formula bagaimana kalah tidak malu dan tetap punya posisi tawar. Makanya sulitnya amit-amit mencari calon wakil presiden.

Kalau kita nonton televisi, memang terus terdengar geger kepati-pati. Partai politik itu ribut negosiasi. Sama-sama janjian untuk saling ketemu, tapi juga sama-sama janjian untuk saling ingkar janji. Kenapa ketemu untuk diingkari saja kok pakai janjian? Itu karena sama-sama tahu, para calon presiden yang diusung itu sama-sama sedang mencari tumbal. Tumbal bagi kekalahannya.

Lihat saja bagaimana Prabowo Subianto batal janjian dengan Mbak Mega. Lihat pula lucunya Jusuf Kalla (JK) menggandeng Wiranto. Dan simak juga apelnya Sultan ke Kebagusan yang tiba-tiba hilang dari peredaran. Kenapa dinamisasi itu berakhir deadlock?

Jawabnya hanya satu, karena mereka memang pegang skenario yang sama. Mereka sama-sama yakin kalah. Dan untuk itu sama-sama pula sedang menjalankan strategi agar kelihatan elegan saat kalah. Untuk itu jangan banyak berharap Mega, Sultan, Prabowo, Jusuf Kalla akan mau mengalah. Soalnya yang mengalah itu merasa akan jadi tokoh yang kalah. Tokoh malu-maluin, karena rencananya memang difungsikan untuk penutup rasa malu.

Rapimnasus Partai Golkar adalah salah satu detektor soal itu. Partai ini memilih malu-maluin ketimbang malu. JK diusung sebagai calon presiden. Partai ini menutup hati dan pikiran terhadap berbagai survei. Menutup arus bawah, DPD-DPD, dan pakai kacamata kuda yang bisa nabrak tanpa rasa bersalah. Itu artinya JK belum mengambil pelajaran dari yang sudah-sudah. Istilah saya 'tragedi matahari kembar' mungkin kembali bakal menimpa partai ini.

Partai sekuat dan sehebat Golkar menjadi partai tidak kuat dan tidak hebat tidak bisa disebut karena nasib. Ini hasil dari sebuah proses. Cakramanggilingan yang ngunduh wohing pakarti. Kesalahan sikap yang berbuah kehancuran. Adakah keterpurukan itu yang akan diulang?

Dalam serat kuno Tantu Panggelaran disebut, bahwa politik itu adalah cara. Cara mengambil kekuasaan dengan pola pseudo dan indah. Dicontohkan bagaimana perebutan tahta dewa saja bisa dipolitisasi dengan begitu indah, apalagi jagad manusia. Pertama Siwa naik status dan diganti sebagai Batara Guru. Proses berikutnya masuk seluruh dewa sebagai anak Batara Guru.

Ketika Batara Guru terlalu dominan dan adigang-adigung, maka diciptakan tokoh proletar bernama Semar. Sosok berjambul dan berperut buncit itu bisa mengalahkan segalanya. Jangan lagi cuma raja. Dewa pun tidak bernyali kalau lagi 'kekuasaannya' dioperasionalkan. Padahal dalam mitos kejadian, Semar itu saudara Batara Guru, selain Togog.

Setelah figur berhasil dicetak, maka bendera kuasa perlu dibuat. Mahameru yang mistis dipindahkan ke Tanah Jawa. Saat pemindahan perlu diecer-ecer. Itu agar sinkron dengan lokal area. Masuklah Gunung Lawu, Gunung Kelud, Gunung Arjuna, dan Gunung Semeru. Gunung terakhir ini yang sering dijadikan pandom bagi para spiritualis untuk memprediksi situasi politik negeri ini.

Sekarang siapa tokoh yang mampu ditampilkan menyerupai itu? Dan kalau omong soal sang saka, partai manakah yang benderanya bisa dipancang dan berkibar dengan megah? Itu tengaranya.

Memang ini agak nglenik. Tapi adakah kita masih terlalu bergantung pada logika yang tidak mampu mengantisipasi AIDS, demam berdarah, flu burung, flu babi, pilek binatang-binatang lain yang bakal bermunculan di kemudian hari? Ya, kita memang sering mati rasa karena terlalu mengandalkan logika.

* Djoko Suud: pemerhati budaya tinggal di Jakarta.

Ssst…SBY & JK Salah Celup Jari - Malu nggak ya?


INILAH.COM, Jakarta – Usai mencontreng Kamis (10/4), Susilo Bambang Yudhoyono menggunakan ibu jarinya untuk tinta penanda. Sedangkan Jusuf Kalla menggunakan jari kelingkingnya. Yang mana yang dibenarkan? Jawabannya, keduanya salah. Loh kok!

Tanda tinta di jari kanan SBY dan JK usai pencontrengan tenyata menyalahi ketentuan pencontrengan. Hal itu berdasarkan peraturan KPU No 03/2009 sebagaimana telah diubah dari Peraturan KPU No 13/ 2009 tentang tata cara dan pemungutan suara.

"Menurut peraturan KPU, pemberian tanda tinda harus dilakukan ada tangan kiri, bukan tangan kanan," kata Koordinator Divisi Kepemiluan Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahuddin, dalam pesan singkatnya kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (10/4).

Dalam pasal 29 ayat 5 peraturan KPU, disebutkan bahwa setelah pemilih memberikan suaranya, anggota KPPS nomor 7 memberi tanda khusus berupa tinta pada salah satu jari tangan kiri pemilih. "Semestinya Bawaslu kritis terhadap pemberitan tinta pada presiden dan wapres yang nyata-nyata telah melanggar ketentuan," kata Salahuddin.

Ia mengatakan, Bawaslu, perlu melakukan penelusuran terkait hal tersebut. Apakah karena anggota KPPS yang salah tidak memberitahukan ke presiden dan wapres. Atau memang presiden dan wapres sudah diberitahu, namun keduanya enggan menanggapi.

Namun, dituturkan Said, pelanggaran yang dilakukan presiden dan wapres tersebut bukan merupakan pelanggaran berat pemilu. "Dalam UU 10/2008 Pemilu pasal 248 menyatakan pelanggaran terhadap ketentuan Peraturan KPU adalah bentuk pelanggaran administrasi. Meski bukan pelanggaran berat, tapi harus ada kepastian hukum" tandasnya.

Selain itu, lanjut dia, kondisi itu juga berpotensi menimbulkan penyimpangan. "Jika ada pemilih yang sudah menggunakan haknya dan menandakannya dengan tangan kanan, dapat menggunakan hak pilihnya kembali di TPS lainnya,"

Sedangkan Humas Bawaslu Osben Samosir menyatakan pemilih bebas memilih jari mana saja yang akan dicelupkan atau dilumuri tinta usai mencontreng surat suara. Namun diakuinya, yang paling sering dan banyak digunakan pemilih adalah kelingking.

"Kalau soal jari, tidak ada yang spesifik harus pakai kelingking, jempol atau lainnya. Yang paling sering digunakan jari kelingking kiri atau kanan. Yang terpenting setelah mencontreng, pencontreng harus diberikan tanda tinta pada salah satu jarinya. Jadi tergantung pencontreng mau menggunakan jari yang mana, asalkan bukan jari kaki," tutur Osben. [jib/nuz]


Wapres Usul Menara Masjid Disewakan ke Perusahaan Ponsel - :((

Link

Jakarta - Masjid-masjid di Indonesia yang memiliki menara di atas 30 meter sebaiknya tidak hanya mengandalkan kotak amal sebagai sumber dananya. Masjid bisa memanfaatkan menaranya untuk disewakan kepada perusahaan telepon seluler.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Rapat Pimpinan Nasional Dewan Masjid Indonesia, di Gedung II, Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (27/2/2009).

"Menara-menara masjid dipasangi saja untuk perusahaan seluler karena kalau menara mesjid hanya dipakai untuk pasang speaker 5 kali sehari, sekalian disewakan aja biar berfungsi ganda," ujar Kalla.

Menurut Kalla, perusahaan telepon seluler juga akan terbantu jika menara menara masjid disewakan, mengingat membuat menara membutuhkan biaya yang mahal. "Belum lagi menyewa orang untuk menjaganya," tukasnya.

Kalla mengatakan masjid adalah sebuah institusi yang paling terbuka, sehingga tidak perlu diragukan soal akuntabilitas dalam pengaturan dana nantinya.

"Tidak pernah kita dengar pengurus masjid diperiksa KPK. Kalau negara diatur seperti itu, saya kira tidak akan ada masalah. Karena (kalau di masjid) ada pengeluaran sedkit saja diumumkan, bahkan ditempel," tuturnya.

Kalla menambahkan, bagian yang terpenting dari sebuah masjid adalah sound system-nya. Diakui dia, 50 persen keberhasilan masjid ditentukan alat pengeras suara.

"Kalau pengkhotbah ngomong, tapi sound-nya sangat melengking sana-sini. Tidak ada yang mendengar," pungkasnya. ( gun / faw )

http://www.detikinet.com

----------------------------
Notes :
JK memang "CERDAS" otaknya penuh "IDE KREATIF"

Wapres Usul Menara Masjid Disewakan ke Perusahaan Ponsel

Link

Jakarta - Masjid-masjid di Indonesia yang memiliki menara di atas 30 meter sebaiknya tidak hanya mengandalkan kotak amal sebagai sumber dananya. Masjid bisa memanfaatkan menaranya untuk disewakan kepada perusahaan telepon seluler.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Rapat Pimpinan Nasional Dewan Masjid Indonesia, di Gedung II, Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (27/2/2009).

"Menara-menara masjid dipasangi saja untuk perusahaan seluler karena kalau menara mesjid hanya dipakai untuk pasang speaker 5 kali sehari, sekalian disewakan aja biar berfungsi ganda," ujar Kalla.

Menurut Kalla, perusahaan telepon seluler juga akan terbantu jika menara menara masjid disewakan, mengingat membuat menara membutuhkan biaya yang mahal. "Belum lagi menyewa orang untuk menjaganya," tukasnya.

Kalla mengatakan masjid adalah sebuah institusi yang paling terbuka, sehingga tidak perlu diragukan soal akuntabilitas dalam pengaturan dana nantinya.

"Tidak pernah kita dengar pengurus masjid diperiksa KPK. Kalau negara diatur seperti itu, saya kira tidak akan ada masalah. Karena (kalau di masjid) ada pengeluaran sedkit saja diumumkan, bahkan ditempel," tuturnya.

Kalla menambahkan, bagian yang terpenting dari sebuah masjid adalah sound system-nya. Diakui dia, 50 persen keberhasilan masjid ditentukan alat pengeras suara.

"Kalau pengkhotbah ngomong, tapi sound-nya sangat melengking sana-sini. Tidak ada yang mendengar," pungkasnya. ( gun / faw )

http://www.detikinet.com

----------------------------
Notes :
JK memang "CERDAS" otaknya penuh "IDE KREATIF"

Rapat Akbar Dukung Kalla Itu Sia-sia

 clipped from politik.vivanews.com
Anton Lesiangi :

Rapat Akbar Dukung Kalla Itu Sia-sia

Yang mendukung Kalla dinilai hanya petinggi partai tingkat provinsi.

Rabu, 25 Februari 2009, 08:00 WIB



VIVAnews – Rapat akbar yang akan digelar Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan  Karya Sulawesi Selatan 1 Maret 2009 dinilai tidak memiliki daya apapun untuk menggolkan Jusuf Kalla menjadi calon presiden.

"Pertemuan itu tidak ada artinya apa-apa. Semua pimpinan daerah datang pun tidak berpengaruh. Karena tidak ada dasar hukumnya," kata Anton Lesiangi, fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, kepada VIVAnews.

Bagi teman dekat Sri Sultan Hemengku Buwono X itu, yang menentukan siapa yang layak menjadi kandidat presiden partai beringin bukan forum pertemuan semacam itu, melainkan Rapat Pimpinan Nasional Khusus yang baru digelar usai pemilihan legislatif 2009.

Selain itu, Anton menilai dukungan yang digalang petinggi daerah itu sama sekali tidak kuat. Karena mereka hanya datang dari unsur pimpinan tingkat provinsi. Padahal, kata Anton, yang paling menentukan bagi kemenangan calon presiden adalah dukungan ketua partai tingkat kota dan kabupaten.

Itu sebabnya dukungan kepada Kalla agar siap dicalonkan yang disampaikan para petinggi daerah di rumah kontrakan Kalla di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 19 Februari 2009, dianggap Anton sia-sia.

Rapat akbar itu rencananya dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Forum ini digagas Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar, Sulawesi Selatan, menyusul kesiapan Kalla maju menjadi calon presiden. Salah satu agendanya, menyatukan barisan kader beringin untuk mengusung Kalla sebagai satu-satunya calon presiden beringin. Semua petinggi daerah direncanakan hadir di sana.

Anton mengatakan siapapun calon presiden yang diusung Partai Golkar dia harus lulus uji di Pemilihan Legislatif 9 April. Yaitu berhasil mendongkrak perolehan suara partai mencapai 20 persen. Karena, dengan demikian syarat bagi partai dapat mengusung calon presiden terpenuhi.

Karena itu, Anton mengusulkan Partai Golkar mengesahkan Kalla menjadi calon presiden sebelum 9 April. Sehingga kelayakan Kalla menjadi calon presiden dapat diukur di melalui hasil pemilihan umum. Bila Kalla dikehendaki, kata Anton, dia dapat memenuhi 20 persen itu.

Anton akan mendukung penuh Kalla maju ke pemilihan presiden bila Kalla mampu menaikkan dukungan. Sebaliknya, bila Kalla tidak berhasil, Anton meminta Kalla untuk mundur dari bursa calon presiden dan Ketua Umum Partai Golkar.

Partai-partai lain pun, kata Anton, juga mengukur calonnya dengan cara demikian. Yaitu ditetapkan sebelum pemiliihan legislatif. Dia mencontohkan Partai Demokrat telah mengumumkan kembali Susilo Bambang Yudhoyono menjadi calon presiden. Megawati Soekarnoputri juga jauh-jauh hari ditetapkan menjadi calon presiden. Begitu juga dengan Prabowo Subianto dari Partai Gerindra dan Wiranto dari Partai Hanura.




Sent with Clipmarks

Kubu Sultan Gelar Pertemuan Tandingan

 clipped from politik.vivanews.com
Kubu Sultan Gelar Pertemuan Tandingan

Persaingan antara kubu Kalla dan Sultan makin terang.

Rabu, 25 Februari 2009, 08:28 WIB



Sri Sultan Hamengku Buwono X, Surya Paloh & Jusuf Kalla (Antara/ Saptono)

VIVAnews – Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Sumatera Utara akan mengadakan pertemuan khusus pekan ini. Forum itu, menurut Anton Lesiangi, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya, untuk merapatkan barisan pendukung Sri Sultan Hamengku Buwono X menjadi satu-satunya calon presiden beringin.

"Mereka akan berkumpul untuk menyatakan dukungan kepada Sultan. Pertemuan itu juga akan mengundang Sultan," kata Anton, teman dekat Sri Sultan, kepada VIVAnews.

Sultan dinilai paling layak mendapat dukungan dari Partai Golkar karena popularitas yang dipunyai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta itu jauh mengungguli sejumlah kader senior partai beringin lainnya.

"Kenapa harus mendukung Jusuf Kalla?. Popularitas Sultan lebih bagus," kata Anton. "Disurvei, kapasitas Kalla sebagai calon presiden 1,1 %. Sultan 29 %. Dia  di bawah Megawati 35 % dan Susilo Bambang Yudhoyono 38 %."
Lebih lanjut Anton mengatakan, forum itu akan dihadiri bukan hanya petinggi partai di tingkat provinsi. Melainkan juga petinggi di tingkat kota dan kabupaten.

Di DPD Sumatera Utara terdiri dari 33 pimpinan tingkat kota dan kabupaten. Dari jumlah itu, kata Anton, sekitar 15 pimpinan menyatakan hadir. Anton memperkirakan akan ada banyak pimpinan lagi yang datang ke forum itu untuk memberi dukungan kepada Sultan.

Anton mengatakan pertemuan di Sumatera Utara bukan untuk menandingi rapat akbar Dewan Pimpinan Daerah Sulawesi Selatan 1 Maret 2009 yang digelar untuk menguatkan barisan pendukung Jusuf Kalla.

"Tidak ada urusannya dengan di Makassar. Itu kerjaan orang sakit," kata Anton. "Karena dukungan riil itu dari pimpinan tingkat dua (kabupaten, kota), bukan tingkat satu saja (provinsi)."

Itulah sebabnya penggalangan dukungan petinggi daerah di Makassar Anton anggap tidak banyak berpengaruh. Karena yang paling menentukan bagi kemenangan calon presiden adalah dukungan ketua partai tingkat kota dan kabupaten seperti yang dilakukan kubu Sultan.

Anton yakin gerakan yang dibangun di Sumatera Utara bakal memancing Dewan Pimpinan Daerah lainnya untuk mengadakan pertemuan serupa.

Konstelasi politik di tubuh partai beringin memanas setelah penjaringan calon presiden internal partai dibuka Februari.  Kubu-kubuan di partai beringin menjadi terang ketika para petinggi daerah datang ke rumah kontrakan Jusuf Kalla Kamis 19 Februari 2009. Mereka mendesak Kalla siap dicalonkan jadi presiden. Dan Kalla menyanggupinya.

Tidak sampai di situ saja, petinggi daerah pendukung Kalla akan kembali menggelar pertemuan untuk menindaklanjuti kesiapan Kalla maju jadi presiden di Makassar.

Namun, sebelum rapat akbar kubu Kalla digelar, pendukung Sultan sudah  memotongnya. Mereka bakal mengadakan pertemuan besar-besaran di Sumatera Utara untuk menguatkan dukungan.


Sent with Clipmarks

ANTARA :: BPPT Diminta Pindah ke Puspitek Serpong

Link

14/01/09 14:56

BPPT Diminta Pindah ke Puspitek Serpong


Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden M Jusuf Kalla meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) segera pindah dari kawasan Jl Jenderal Sudirman untuk menempati kawasan Puspitek Serpong.

"Beliau (Wapres) meminta BPPT secepatnya mulai menempati laboratorium yang ada di Puspitek Serpong," kata Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar seusai bertemu Wapres di Jakarta, Rabu.

Menurut Marzan, dalam arahan Wapres menyarankan agar gedung BPPT di Jln Jend Sudirman bisa disewakan kepada masyarakat. Dan hasilnya bisa digunakan untuk membiayai rekayasa dan penelitian-penelitian.

Marzan mengaku saat ini sudah ada beberapa bagian dari BPPT yang telah pindah dan menempati laboratorium di Puspitek Serpong.

"Wapres mengatakan kalau lab di Puspitek Serpong sangat ideal untuk pengembangan rekayasa dan pengkajian," kata Marzan.

Selama ini, tambah Marzan, wapres menilai BBPT telah menjadi lembaga yang lebih bersifat administrasi dari pada penelitian dan rekayasa.

Menurut Marzan, untuk persiapan perpindahan kantor BBPT ke Puspitek Serpong tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2012.

"Yang jelas begitu siap prasarananya kami pindah ke sana," kata Marzan.

Saat ini karyawan BPPT total berjumlah 2.760 orang. Saat ini setidaknya sudah ada empat pusat pengkajian yang telah berkantor di Puspitek Serpong.

Lebih lanjut Marzan menjelaskan bahwa Wapres Jusuf Kalla menginginkan BPPT bisa lebih berperan lagi dalam berbagai hal seperti pengembangan kelapa sawit, air bersih, transportasi masal maupun produksi obat generik.

Marzan mengatakan dalam pertemuan tersebut, wapres juga meminta BPPT bisa bekerja sama dengan dunia usaha atau industri untuk mengembangkan berbagai hal yang bisa memberikan nilai tambah.(*)