Showing posts with label Soeharto. Show all posts
Showing posts with label Soeharto. Show all posts

Soeharto Tak Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Taman Bacaan Bastari Samarinda



Liputan6.com, Jakarta:

Dewan Gelar, Tanda Kehormatan, dan Tanda Jasa memastikan mantan Presiden Soeharto (alm) tidak mendapat gelar pahlawan nasional. Kepastian itu disampaikan dalam acara penganugerahan gelar pahlawan dan gelar kehormatan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/11), yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pemerintah melalui Keputusan Presiden No 52 TK/2010 akhirnya memberikan gelar Pahlawan Nasional hanya kepada dua tokoh, yaitu Dr Johannes Leimena dan Johannes Abraham Dimara.

Sebelumnya, Kementerian Sosial mengajukan 10 nama tokoh yang telah diseleksi untuk memperoleh gelar pahlawan nasional kepada Dewan Gelar, Tanda Kehormatan, dan Tanda Jasa. Sepuluh tokoh itu adalah mantan Gubernur DKI Ali Sadikin dari Jawa Barat, Habib Sayid Al Jufrie dari Sulawesi Tengah, mantan Presiden HM Soeharto dari Jawa Tengah, dan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid dari Jawa Timur.

Kemudian Andi Depu dari Sulawesi Barat, Johanes Leimena dari Maluku, Abraham Dimara dari Papua, Andi Makkasau dari Sulawesi Selatan, Pakubuwono X dari Jawa Tengah, dan Sanusi dari Jawa Barat.(ULF/Ant)

Omar Dani - CIA Terlibat dan Soeharto Tangan yang Dipakai

Omar Dani:
“CIA Terlibat dan Soeharto Tangan yang Dipakai ... ”

Buku "Pergunakanlah Hati, Tangan dan Pikiranku: Pledoi Omar Dani" adalah satu dari sekitar seratus buku tentang G30S. Jelas buku ini penting karena ditulis oleh salah satu pelaku utama. Setelah dibungkam selama 29 tahun, baru kali ini bekas pucuk pimpinan Angkatan Udara itu bicara. Ia baru dibebaskan dari penjara Cipinang pada tahun 1995 -- fotonya baru belakangan ini dipajang di Markas besar AU sebagai KSAU kedua.
Daned, begitu ia disapa, lahir di Solo pada 1924. Putra KRT Reksonegoro, Asisten Wedana Gondangwinangun, Klaten, menapaki karir penerbang pada akhir 1950 di Taloa, Amerika Serikat. Tahun 1956 ia bertugas belajar di Royal Air Force Staff College di Andover, Inggris. Pulang dari Inggris, ia terlibat dalam berbagai tugas, misalnya menumpas pemberontakan PRRI di Sumatera. Dan belum genap 38 tahun, pada 19 Januari 1962, Omar Dani menjadi Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara menggantikan Laksamana Udara Surjadi Suryadarma. Peristiwa G-30-S seperti menjungkirbalikkan karirnya yang cemerlang, ia dituduh terlibat.
Dua hari setelah merayakan ulang tahun yang ke-77, bapak lima anak ini menerima tim redaksi TEMPO. Wawancara berlangsung di rumahnya, di kawasan Kebayoran Baru yang asri, ia didampingi oleh A. Andoko, bekas deputi Men/Pangau bidang logistik. Berikut petikannya:

Bisa Anda ceritakan situasi pada tanggal 30 September 1965?
Tanggal 30 September 1965, sore jam 16.00, laporan pertama masuk dari Letkol Udara Heru Atmodjo, Asisten Direktur Intel AURI, bahwa ada gerakan di lingkungan AD yang akan menjemput jendral AD untuk dihadapkan kepada Bung Karno. Itu reaksi dari para perwira muda
AD yang tidak puas terhadap keadaan AD. Lalu saya minta dia untuk mengecek kebenarannya. Kemudian jam 20.00 malam dia datang lagi.
Apa yang disampaikan Heru Atmodjo?
Saya tanya jam berapa operasi akan dilakukan. Heru menjawab (operasi bisa terjadi) jam 23.00 (30 September), bisa 01.00 atau jam 04.00 (1 Oktober 1965). Kami heran, sudah kurang 24 jam kok (operasi) itu belum dipastikan jamnya. Kemudian ada yang menanyakan daftar yang akan diculik. Disebutkan, A. Yani, Nasution, DI Panjaitan dan seterusnya. Saya pribadi berpendapat, kalau orang hendak melakukan pemberontakan, pantasnya targetnya adalah jenderal yang memegang komando, misalnya, Yani (Menpangad), Soeharto (Pangkostrad), Sarwo Edie (Komandan RPKAD), Umar Wirahadikusumah (Pangdam Jaya). Lha Nasution kan nggak pegang komando. Saya pribadi tambah merasa aneh karena Nasution dan A. Yani dalam satu paket sasaran, padahal keduanya bertentangan terus.
Lalu keesokan paginya, Mayor Soejono datang melaporkan pembunuhan terhadap para jenderal, tapi Anda masih beristirahat. Bagaimana detilnya?
Soejono itu komandan resimen Pasukan Pertahanan Pangkalan. Bahwa dia itu punya hubungan dengan PKI dan Latief, saya tidak tahu sama sekali. Baru dalam sidang Mahmilub soal tersebut ditanyakan. Saya jawab, saya nggak kenal Latief. Sebagai Menpangau, yang saya kenal ya paling-paling Umar Wirahadikusumah. Wakilnya Umar saja saya tidak tahu.
Apa pertimbangan di balik keluarnya perintah harian Menpang/KSAU pada tanggal 1 Oktober 1965?
(Andoko menjawab pertanyaan ini: Ada tiga macam pengumuman waktu itu. Pertama surat perintah harian tadi, lalu kedua pada tanggal 2 Oktober 1965 jam 14.00, saya yang buat. Pada saat itu Menpangau berada di Lanud Iswahyudi, Madiun. Beliau juga membuat konsep kelanjutan dari pengumuman pertama. Kalau dibaca keduanya sama isinya: menolak adanya Dewan Revolusi. Omar Dani dari Madiun langsung kembali ke Bogor, ketemu Bung Karno, dan menunjukkan pengumuman itu. Tanggal 3 pagi dinihari baru diumumkan).
Saya membuat statement, isinya mendukung gerakan yang antirevolusioner, atas saran Heru Atmodjo. Katanya agar rakyat tahu. Kebodohan saya mungkin, karena saya kurang ngerti politik. Tahu-tahu paginya, sekitar jam 07.00 pada 1 Oktober 1965, ada siaran dari RRI tentang gerakan yang menamakan diri G-30 S. Dan tiba-tiba Presiden Soekarno mau pulang ke istana pun tak bisa. Yang menjaganya pasukan yang ditakuti, pasukan yang tak diketahui.
Kenapa Bapak membuat pernyataan seperti itu?
Karena semalam sebelumnya, intel AURI melaporkan bahwa malam itu ada gerakan dari perwira-perwira muda AD terhadap atasannya yang didukung seluruh bawahan dan sipil dari empat angkatan. Lho untuk apa? Ternyata akan menculik jenderal-jenderal.
Bagaimana awalnya Bung Karno berada di Halim hari itu?
Pagi itu saya sedang ada di Halim Perdanakusuma, tahu-tahu Letkol Soeparto, sopir dan ajudan BK menelpon saya. Dia menelepon dari rumah saya, Wisma Angkasa. Saya bertanya, Mas lha ini ada apa. Sudahlah nanti saya ceritakan, Bapak (Bung Karno) saya bawa ke Halim, jawabnya. Saya menawarkan diri untuk menjemput, dia bilang nggak usah. Saya nggak tahu kalau dia berada di Wisma Angkasa. Terus dia kembali ke BK, lalu BK pergi ke Halim. Jadi saya nggak minta BK datang ke Halim tetapi itu merupakan keputusan BK sendiri. Kemudian, karena BK hendak datang ke Halim, saya lantas mencoba menyetop pernyataan saya yang sudah terkirim ke Markas Besar AU. Begitu BK datang, di Halim kami mengobrol. Tak lama, datang Brigjen Soepardjo, datang sendiri menghadap BK. Lha, saya tahu Brigjen Soepardjo itu salah satu orang yang mengetahui dari gerakan dalam AD tersebut. Walaupun dia lain angkatan, dia itu anak buah saya di Komando Mandala Siaga.
Soeharto dikabarkan menolak menghadap BK pada 1-4 Oktober 1965, itu merupakan suatu keanehan ataukah tidak?
(Terdiam sesaat) Kalau Harto dipanggil nggak datang itu bukan keanehan lagi. Itu artinya menentang atasan, apalagi atas perintah Panglima Tertinggi. Ini artinya subordinasi. Kalau dipanggil Pangti harus datang, apapun situasinya. Jawaban Harto waktu itu karena AD sudah kehilangan banyak jenderal, jadi dia nggak mau mengambil risiko lagi. Tetapi saya pikir tetap nggak boleh. Kalau A. Yani meninggal, katanya dia terus hendak mengambil alih Panglima AD juga, padahal tidak bisa dilakukan begitu saja.
Banyak analisa yang menyebutkan bahwa Soeharto terlibat dalam G-30 September? Bagaimana menurut Anda?
Kilas baliknya lebih kentara lagi. Misalnya Komando Siaga Mandala, wadahnya Koti (Komando Tertinggi). Dalam hirarki kemiliteran, waktu A Yani dijadikan Menpangad, Nasution itu sebenarnya pingin menjadi Menhankam/Pangad. Tetapi saya tahu maksudnya dia ingin berkuasa di
AD. Itu sudah saya lihat gelagatnya sedari 1945. Jadi kita tahu misalnya di AURI ada peristiwa-peristiwa pengganjalan. Peristiwa Soejono 1955 di Halim Perdanakusuma, Pak Suryadarma (Panglima AU pertama) diganjal terus ketika hendak dibentuk Wakil KSAU.
Para jenderal dikorbankan oleh siapa?
Dua orang. Soeharto dan Nasution. Itu sudah ada rekayasa. Kok tahu-tahu muncul istilah G-30S/PKI. Sejak kapan kok terus PKI disangkutkan? Buktinya apa? Heru Atmodjo, Soejono, nggak pernah menandatangani pernyataan Dewan Revolusi. Ketika Letkol Untung jadi saksi dalam persidangan Soepardjo, hakim menanyakan siapa yang memimpin aksi G-30S, Untung langsung menyahut: saya. Keanehan yang lain soal pengumuman Dewan Revolusi 1 Oktober, bahwa pangkat di atas Letnan Kolonel harus dicopot menjadi Letkol. Brigjen Soepardjo, waktu 1 Oktober 1965 pergi ke Halim menghadap BK, memakai pangkat Brigjen.
PKI dikorbankan juga?
Oh, iya. Gambaran seperti pesta-pesta di Lubang Buaya itu isapan jempol. Kalau memang ada rekamannya, mengapa nggak dibuat film khusus dokumenter dan diputar. Itu semua rekayasa. Saya mempertanyakan, mulai kapan kok ada istilah G-30-S diembeli dengan PKI ? Tanggal 1 Oktober 1965 petang, saya sudah mendapat informasi bahwa AD menguber PKI. Itu pun yang diuber bukannya massa, tapi pasukan 454 dari Jawa Tengah. Mereka pada jam 16.00 hendak masuk ke Halim tetapi ditutup oleh Pasukan Gerak Tjepat (PGT) AURI yang dipimpim Pak Wisnu Djajengminardo. Bung Karno ada di Halim waktu itu.
Menurut Anda, apakah PKI sama sekali tidak terlibat dalam G30S?
PKI itu tidak punya kekuatan bersenjata. Kira-kira, sebagai analisa dari Syam Kamaruzaman, tentunya Syam bilang kepada Aidit, "Daripada kita (PKI) melatih orang mahal, kan sudah ada ABRI. Kita pengaruhi saja mereka. Kan gampang." Sementara, saya duga, Aidit-nya yang tidak punya pengalaman segera menyambar, "Benar juga, ya." Kalau menurut saya, itu bisa terjadi, cara berpikir gampangan begitu. Lalu TNI dipengaruhi, kenyataannya memang begitu.
Di mana letak keterlibatan CIA dalam pembunuhan para jenderal tersebut ? Apakah terdapat dalam peran Syam Kamaruzaman, yang membelokkan perintah penangkapan menjadi pembunuhan? Latief mengaku demikian ketika diwawancarai TEMPO beberapa waktu lalu. Akibatnya Kol. Latief dan Brigjen Soepardjo kaget.
Saya menjadi saksinya Soejono dan Soepardjo dalam Mahmilti, saya nggak tahu ada Heru atau tidak di situ. Soejono sendiri waktu di persidangan Mahmilub menuturkan ketika para penculik membawa mereka ke desa Lobang Buaya, mereka mengaku kaget kok pasukan dibawa ke tempat latihan seperti itu. Ada apa ini? Ngapain ini? Kok ribut-ribut di desa Lubang Buaya.
Kata Kol. Latief, sebelumnya sudah beberapa kali ia melakukan pertemuan dengan Heru Atmodjo, lalu kemudian Mayor Soejono?
Terus terang saya nggak pernah tahu kalau Heru Atmodjo itu punya hubungan dengan Latief atau berkumpul dengan orang PKI di rumah Latief. Saya nggak pernah tahu, apalagi Syam Kamaruzaman. Heru tidak pernah melaporkannya. Dan kalau dia misalnya bergaul dengan orang PKI, yang namanya orang intel ya begitu. Bukankah dia sebagai intel harus masuk ke mana-mana.
Soal dokumen Gilchrist, sejauhmana otentitasnya?
Desas-desus Dewan Jenderal sudah lama kami mendengarnya. Tidak hanya itu, (juga soal) penilaian pers luar negeri (mengenai siapa) yang akan menjadi pengganti Bung Karno. Yang steady itu empat orang. Soebandrio, Chaerul Saleh, Nasution dan DN Aidit. Dewan Jenderal (terdengar) pertama kali ketika Yani menghadap Bung Karno dan ditanyai soal itu. Yani menjelaskan (Dewan Jendral itu) untuk kepangkatan. Waktu itu saya tidak mendengar langsung melainkan dari Pak Mulyono Herlambang yang mewakili saya. Jadi, saat pembahasan Gilchrist tersebut saya tidak ada di tempat.
Dalam buku Soebandrio yang tidak jadi beredar, ada soal trio Soeharto-Ali Moertopo-Yoga Soegama yang disebut Dokumen Gilchrist sebagai our local army friends. Bagaimana pendapat Anda?
Bahwa G-30-S itu suatu rekayasa, memang begitulah. Menurut saya CIA itu sangat terlibat, dan Harto adalah tangan yang dipakai. G-30 S itu bikinan Harto.
Indikasinya apa saja?
Pada waktu itu, nggak ada jenderal di Indonesia yang bisa membuat suatu operasi intelejen yang begitu canggih seperti G-30-S yang sampai sekarang belum ada titik terangnya. Yani itu termasuk yang dikorbankan, seperti para jenderal itu.
Kalau melihat ambisi Soeharto, apakah (saat itu) tidak ada upaya-upaya untuk menghentikannya? Dari mana pun.
Dari AU tidak bisa, karena berlainan angkatan.
Kalau dari AD sendiri?
Kelihatannya pengaruh Harto itu besar sekali. Entah karena uang atau kekuasaan.
Anda loyalis Sukarno ya?
Oh, ya. Saya Soekarnois. Saya bukan komunis. Tetapi saya juga tidak antikomunis. Kenapa? Karena kalau saya anti komunis itu berarti saya bukan demokrat. Kalau ada PKI memberontak terhadap pemerintah, lha saya akan menghantamnya.
Tapi apa betul di AURI banyak yang masuk PK?
Amerika menganggap juga begitu. The Indonesian Air Force communist invested up to senior commander. Berarti dari bawah sampai ke atas. Bagi saya sikap tersebut biasa saja karena orang yang tidak mengekor kepada Amerika sejak 1950-an mulai dicap komunis. Jadi BK ingin netral, non aligned, itu dicap amoral. Soal keikutsertaan prajurit AURI ke PKI, mungkin secara rahasia. Kami (para petinggi) tidak tahu.
Apakah itu karena Anda sangat toleran kepada PKI, karena tidak anti komunis?
Berkali-kali saya mengatakan tentang Nasakom. Di pers tidak diambil intinya persatuan kesatuan, tetapi komunisnya. Di RRC ada politik Komisar dari partai yang kuasa sekali dan tentara. Kalau antri beli karcis di bioskop ada yang menyelonong, ya ditempeleng di depan orang banyak. Para anggota militer nggak berani terhadap anggota politik Komisar. Nah, andaikan Nasakomisasi yang dimaksud oleh Bung Karno itu berarti memerintahkan agar anggota ABRI ikut partai politik. Di mata angkatan berarti perintah. Saya nggak takut anak buah menjadi komunis atau sebaliknya menjadi ultra Islam, atau ultra nasionalis.
Sekarang ini bisakah Anda gambarkan dengan kalimat singkat tentang Soeharto?
Dia tidak mau ada orang di atasnya. Dan dia orang yang punya sifat kejam dan pendendam. Ambisius. Saya perhatikan, karena saya juga orang Jawa Solo, Harto itu
kalau bersalaman posisi tangannya seperti membuat orang menunduk. Arah jari-jarinya ke bawah. Lain dengan cara bersalaman kebanyakan yang berposisi sejajar. Mau tak mau orang yang bersalaman dengannya pasti berada dalam posisi bawah.
Apa saja yang dilakukan di penjara, mungkin hobi berkebun, beternak?
Oh nggak. Karena kalau di penjara Nirbaya dulu ada yang beternak, (maka) harus setor ke POM atau CPM ketika lebaran tiba. Memang tidak berupa upeti, melainkan mereka meminta 10-20 ekor ayam dibeli dengan harga di bawah harga pasaran. Melihat itu saya jadi malas. Apalagi Bandrio yang nggak suka beternak. Waktu di sana, dia lebih suka baca-baca Qur'an. Saya sendiri nggak belajar ngaji. Apalagi saya sama sekali nggak bisa baca huruf arab.
Waktu (Baharuddin) Lopa suatu hari di tahun 1992, mengunjungi kami, dia menawarkan agar para napi bisa sholat Jumat bersama. Spontan Bandrio bersuka, "Mau-mau Pak." Ketika ditanyakan kepada saya, saya jawab, "Lho, bukannya suka atau tidak. Melainkan soalnya boleh atau tidak boleh." Karena faktanya dari dulu kami nggak boleh (mengikuti sholat Jumat bersama).
Apa kegiatan yang rutin tiap hari saat ini?
Ngobrol-obrol, baca-baca buku. Yang dulu-dulu saya baca tetapi belum sempat dibaca karena ditahan, sekarang saatnya. Misalnya Di Bawah Bendera Revolusi saya sudah punya satu set. Juga Indonesia Menggugat. Yang saya cari sekarang pidato Bung Karno di forum PBB. Saya tidak pernah membaca buku-bukunya Harto, pun buku Nasution. Karena saya sudah tahu dan bergaul dengan mereka. Saya tidak menilai orang dari apa yang dikatakan tetapi dari tindakan. Dari karakternya. ****

http://www.tempo.co.id/harian/wawancara/waw-oemardhani.html

Tommy Soeharto Siap Calonkan Diri Sebagai Ketua Umum Golkar

VIVANEWS

Tommy Soeharto bersiap untuk memberi orasi politik perihal kesiapannya untuk maju menjadi ketua umum Partai Golkar di Jakarta (10/9). FOTO: ANTARA/ Prasetyo Utomo










Tiga Jurus Tommy untuk Jadi Bos Golkar

VIVANEWS

Tommy akan membawa Golkar menjadi partai oposisi terhadap pemerintah berkuasa.



VIVANews - Hutomo Mandala Putra rupanya serius dalam mencalonkan diri sebagai kandidat Ketua Umum Partai Golkar. Dalam acara silaturahmi dan buka puasa bertajuk Hutomo MP for Golkar di Gedung Granadi, Jakarta, 10 September 2009, Tommy memperkenalkan visinya: Trikarya Partai Golkar.

Adapun trikarya merupakan konsepsi visi yang terdiri dari 3 poin. Pertama, Partai Golkar harus menjadi partai yang independen, mandiri, dan dinamis. Kedua, Partai Golkar harus dijadikan kendaraan politik rakyat untuk mewujudkan harapannya. Ketiga, Partai Golkar harus mewujudkan wajib belajar 12 tahun secara gratis untuk sekolah negeri dan pelayanan kesehatan berkualitas secara gratis.

Menurut Hutomo yang biasa disapa Tommy Soeharto, dalam sistem presidensial tidak dikenal adanya oposisi seperti dalam sistem parlementer. Karena itu Tommy ingin menempatkan Partai Golkar menjadi partai yang independen, mandiri, dan dinamis.

"Karena kekalahan dalam pemilu lalu, maka Partai Golkar tidak akan berkoalisi dengan pemerintah," ujar Tommy dalam sambutannya.

Tommy lalu mengatakan, dengan mandiri, Golkar akan mampu mengkritisi dan memperjuangkan kepentingan rakyat yang belum diwujudkan Pemerintah.

Untuk menjadikan partai yang mandiri, kata Tommy, Partai Golkar memerlukan Ketua Umum yang memiliki integritas tinggi, tidak bermasalah. "Dan harus pandai mengubah segala macam persoalan menjadi peluang dan tantangan," katanya.

Tommy juga menjawab keraguan orang mengenai keaktifannya di Partai Golkar. "Bagi saya Partai Golkar adalah bagian dari kehidupan yang tidak bisa saya pisahkan dari kiprah saya di masa lalu, sekarang, dan akan datang. Bahkan selama ini saya aktif sebagai pengurus MKGR, salah satu ormas pendiri Partai Golkar," ujar putra bungsu mantan Presiden Soeharto ini.


Duit Melimpah, Kinerja Tommy Nihil

INILAH.COM


INILAH.COM, Jakarta - Dibandingkan bakal calon ketua umum Golkar lainnya, kinerja Tommy Soeharto dalam kegiatan partai kurang terlihat. Namun, kemampuan finansial yang dimiliki pangeran Cendana ini menjadi daya tarik tersendiri bagi DPD I dan II Golkar.
"Perhatian mudah didapat dan cepat, tapi tingkat kerjanya masih dipertanyakan. Mungkin kalau uangnya bisa diterima," ungkap pengamat politik Fachry Ali kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (11/9).
Muncul pangeran Cendana di tengah-tengah bakal kandidat lain seperti Surya Paloh, Aburizal Bakrie, dan Yuddy Chrisnandi jelas menarik perhatian. Nama besar Soeharto memiliki nilai jual yang sangat baik dalam pemilahan bakal calon ketua umum Golkar mendatang.
"Sebenarnya dia muncul menggunakan nama bapaknya yaitu mantan Presiden Soeharto, dan banyak orang-orang disekelilingnya yang hanya memanfaatkan dana yang diberikan oleh Tommy," ujarnya.
Sebelumnya, Tommy secara resmi mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum Partai Golkar. Menurut putra bungsu mendiang Soeharto ini, untuk mengatasi persoalan bangsa yang semeraut partai Golkar akan maju untuk mengatasinya.
Namun, untuk mewujudkan itu semua Golkar memerlukan tampilan seorang ketua umum yang memiliki integritas tinggi, tidak bermasalah dan harus pandai mengubah segala macam persoalan menjadi peluang dan tantangan. Tommy juga berjanji setelah melakukan deklarasi, dirinya akan melakukan kunjungan ke tiap-tiap daerah. [bar]

Tommy Coba Rebut 'Keramat Cendana'

INILAH.COM



INILAH.COM, Jakarta - Meski awalnya terkesan gamang, putra bungsu Pak Harto, Hutomo Mandala Putera akhirnya berani berlaga di Munas awal Oktober 2009. Praktis modal politik Tommy di injury time ini tak lebih dari menjajal 'keramat Cendana' yang pernah dibesarkan sang ayah.

Saat pertama kali Tommy menyampaikan niatnya untuk memperebutkan kursi ketua umum Partai Golkar, banyak publik terkejut. Betapa tidak? Jika dibandingkan dengan saudara-saudaranya dalam keluarga Cendana, jejak rekam Tommy di dunia politik praktis paling minim. Bahkan paradoksal dengan kiprah kakak sulungnya, Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut.

Reaksi publik yang beragam sepertinya memang yang dicari Tommy. Setidaknya untuk 'test pasar' politik di internal Partai Golkar. Kini, Tommy memiliki referensi peta, siapa yang bereaksi positif dan siapa pula yang negatif terhadap niatnya bertarung di Munas Golkar. Lebih dari itu, rumor bahwa dirinya bergabung dengan kubu Aburizal Bakrie juga menjadi referensi politik yang penting bagi dirinya.

Manuver tersebut sepertinya memang didesain oleh Tommy dan timnya untuk memastikan deklarasinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Kurang dari sebulan pelaksanaan Munas Partai Golkar, Tommy pun mendeklarasikan pencalonannya.

"Maka dengan mengucap bismillah hirahman nirohim dan atas restu para sesepuh serta permintaan dan dukungan dari daerah-daerah, maka saya Hutomo Mandala Putra, dengan ini mendeklarasikan pencalonan diri sebagai ketua umum Partai Golkar periode 2009-2014," kata Tommy dalam jumpa pers di Gedung Granadi, Jakarta, Kamis (10/9).

Kehadiran Tommy bukan tanpa konsep dan gagasan dalam membesarkan Golkar. Tommy memperkenalkan Tri Karya. Pertama, Partai Golkar harus menjadi partai yang independen, mandiri, dan dinamis.

Kedua, Partai Golkar harus dijadikan kendaraan politik rakyat untuk mewujudkan harapannya. Serta ketiga, Partai Golkar harus mewujudkan wajib belajar 12 tahun secara gratis untuk sekolah negeri dan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Yuddy Chrisnandi yang juga kandidat Ketua Umum Partai Golkar. Ia mengklaim, dirinya dan Tommy memiliki potensi yang sama dalam pencalonan nanti. "Saat ini majunya saya dan Mas Tommy bisa paralel. Jadi 100% yang disampaikan Mas Tommy, 100% sama dengan visi misi saya," kata Yuddy.

Jauh-jauh hari sebelumnya, Yuddy telah terlibat pembicaraan dengan Tommy dan Tutut terkait pencalonan dirinya. Meski Yuddy menyampaikan hal yang normatif atas pertemuan dirinya dengan keluarga Cendana, sulit menepis dimensi politis dari pertemuan tersebut.

Spekulasi pun langsung merebak. Kedekatan Yuddy dengan Tommy dan keluarga Cendana tak lebih sebagai upaya pencarian 'suaka dana' kepada Cendana. Skenarionya, bisa saja Yuddy menjadi second line Tommy, atau sebaliknya. Setidaknya, dengan kedekatan dengan keluarga Cendana, posisi tawar Yuddy yang selama ini rendah di mata DPD Partai Golkar, akan meningkat.

Merespons deklarasi Tommy Soeharto, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid menilai, meski terkesan terlambat, pencalonan Tommy sebagai ketua umum Partai Golkar punya peluang yang menjanjikan. "Peluang masih ada, dengan catatan digarap secara serius," cetusnya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (10/9).

Meski demikian dari survey yang digelar Puskaptis, Tommy menjadi urutan ketiga sebagai kandidat Ketua Umum Partai Golkar terfavorit setelah Aburizal Bakrie dan Surya Paloh. "Ical lebih disukai memimpin Golkar sehingga dipilih 53,05% responden, Paloh 29,77 %, Tommy 9,16 %, Yuddy Chrisnandi 6,11%, Ferry Mursyidan Baldan 1,15%," paparnya.

Husin menegaskan, apa pun hasil pemilihan di Munas mendatang, Tommy harus masuk dalam kepengurusan partai. Dengan masuk dalam sistem kepartaian, Husin menegaskan, hal itu akan memudahkan Tommy untuk membuka jalan dalam karir politiknya. "Ini akan membuka jalan politik Tommy pada Pemilu 2014," cetusnya.

Kehadiran Tommy sebagai 'anak bawang' dalam pentas politik jelas merupakan langkah yang mengejutkan bagi masyarakat politik. Namun langkah itu sekaligus menjadi tantangan atas nama besar keluarga Cendana, khususnya di Partai Golkar yang pernah dibesarkan oleh mendiang mantan Presiden Soeharto. [P1]

Photo Lama Kel. Soeharto

soeharto.jpg (image)

Bursa Ketua Umum Golkar: Rekam Jejak Tutut Soeharto Dipertanyakan

VIVANEWS



VIVAnews - Fadel Muhammad, Ketua Golkar Gorontalo, mengaku terkejut dengan kabar pencalonan Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Tapi Fadel mengatakan pencalonan anak sulung mantan presiden Soeharto sebagai Ketua Umum Partai Golkar itu sah-sah saja.

"(Pencalonan) itu sah-sah saja. Tapi saya tidak kepikiran kalau Mbak Tutut akan mencalonkan diri sebagai Ketua umum Golkar," kata Fadel dalam perbincangan dengan VIVAnews, Sabtu, 29 Agustus 2009, malam.

Fadel pun menilai peluang Tutut sangatlah kecil untuk terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Dalam Musyawarah Nasional ke VIII di Pekanbaru, Oktober mendatang, daerah merupakan pemegang suara terbanyak. Sedangkan Mbak Tutut dinilai tidak aktif mendekati daerah.

Fadel juga mempertanyakan track record atau rekam jejak kakak kandung Hutomo Mandala Putra itu di Partai Golkar setelah rezim Soeharto terjungkal. Tutut dianggap tidak aktif dalam struktur partai.

Bahkan, Tutut sudah mendirikan partai lain yakni Partai Karya Peduli Bangsa bersama Jendral (Purnawirawan) R Hartono. "Karena beliau (Tutut) tidak aktif. Dulu juga Mbak Tutut pernah bikin partai lain. Jadi daerah melihat ini sebagai kekurangan," kata Fadel.

Kabar pencalonan anak sulung mantan presiden Soeharto, Tutut Soeharto, ini pertama kali diucapkan Yuddy Chrisnandi. Sebelumnya, Yuddy hendak meminta restu kepada Mbak Tutut untuk maju sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Namun Mbak Tutut, kata Yuddy, mempertimbangkan untuk mencalonkan diri juga.

"Beliau perlu waktu untuk kontemplasi, menimbang-nimbang. Mudah-mudahan beberapa hari ke depan bisa memberikan jawaban," kata Yuddy di Gedung DPR, kemarin. Bahkan Yuddy mengatakan siap mundur dalam pencalonan apabila Mbak Tutut jadi mencalonkan diri.

“Pating Greges,” kata Bung Karno di Pagi 17 Agustus 1945

“Pating Greges,” kata Bung Karno di Pagi 17 Agustus 1945

1960pegangsaantimur56


Tidak seperti hari-hari sebelumnya, pagi hari Jumat, tanggal 17 Agustus 1945, langit di atas kota Jakarta biru cerah. Suasana di kediaman Bung Karno, Jl Pegangsaan Tmur 56, Menteng, Jakarta Pusat sudah ramai. Di halaman depan, di ruang pendapa, hingga di halaman belakang, dipadati para patriot dengan raut antusias, menyongsong detik-detik yang menentukan nasib bangsa ke depan.

foto_3_proklamasi_indonesia


Sementara itu, Bung Karno sendiri masih lelap. Maklum, ia baru masuk kamar menjelang shubuh, setelah semalam padat aktivitas menjelang proklamasi kemerdekaan. Di antaranya, rapat intensif di kediaman Laksamana Maeda, tokoh militer Jepang yang disebut-sebut menjanjikan bantuan bagi terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jam dinding menunjuk angka 8 ketika dr R. Soeharto, dokter pribadi Bung Karno, menyelinap masuk ke kamar Bung Karno. Ia memandang Putra Sang Fajar masih pulas. Didekatinya tempat tidur Bung Karno, dan diusapnya tangan Bung Karno… mata pun terbuka. Sorot kelelahan memancar dari kedua bola mata Bung Karno. Kalimat pertama di pagi hari tanggal 17 Agustus 1945 yang keluar dari mulut Bung Karno kepada dr. R. Soeharto adalah, “Pating greges”.

foto_2_proklamasi_indonesia


Ungkapan dalam bahasa Jawa yang bisa diartikan sebagai “kondisi badan yang pegal-linu karena gelaja demam.” Apalagi, ketika dr Soeharto meraba badan Bung Karno, panas. Sebagai dokter pribadinya, dia langsung melakukan pemeriksaan, dan atas persetujuan Bung Karno, dr Soeharto memberinya suntikan chinine-urethan intramusculair, dan meminta Bung Karno meminum broom chinine.

Setelah disuntik dan minum obat,  tak lama kemudian Bung Karno tertidur lagi. Dr Soeharto keluar kamar, dan berpapasan dengan Fatmawati. Kepada Bu Fat, dijelaskan ihwal sakitnya Bung Karno. Bu Fat sempat berujar, “Saya sendiri sebetulnya juga capek sekali setelah kembali dari Rengasdengklok dan menyelesaikan pembuatan bendera yang akan dikibarkan hari ini.”

pembacaanproklamasi


Detik demi detik bergulir…. waktu menunjuk pukul 09.30 ketika dr Soeharto melihat Bung Karno terbangun dengan kondisi badan yang lebih sehat. Panasnya sudah reda. Ia segera beranjak dari tempat tidur demi mendengar kata-kata Soeharto, “sudah jam setengah sepuluh mas…”. Setelah itu, Bung Karno berkata, “Minta Hatta segera datang.”

Selagi dr Soeharto meneruskan perintah Bung Karno kepada Latief Hendraningrat, Bung Karno mempersiapkan diri demi momentum paling bersejarah bagi bangsa kita. Ia berpakaian rapi, mengenakan busana serba putih: celana lena putih dan kemeja putih dengan potongan yang populer disebut “kemeja pimpinan”. Lengannya panjang, bersaku empat, dengan band pinggang di belakang. Ia begitu gagah, penuh percaya diri.

Sebelum membacakan teks proklamasi, Bung Karno memberi kata pengantar dengan intonasi yang begitu gamblang, dan suara yang tenang:

berdoa


Saudara-saudara sekalian

Saya telah minta Saudara-saudara hadir di sini untuk menyaksikan satu peristiwa maha penting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang untuk kemerdekaan Tanah Air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun. Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita.

Juga di dalam zaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti-henti. Di dalam zaman Jepang ini, tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka, tetapi pada hakikatnya, tetap kita menyusun tenaga kita sendiri, tetap kita percaya kepada kekuatan sendir.

Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib Tanah Air di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya. Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia, dari seluruh Indonesia. Permusyawaratanitu seia sekata berpendapat, bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.

Saudara-saudara! Dengan ini kami nyatakan kebupatan tekad itu. Dengarlah proklamasi kami:

Dan… Bung Karno pun membacakan teks proklamasi dengah khidmat.

Begitulah sekelumit kisah, beberapa saat sebelum detik-detik bersejarah, berlangsungnya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. (roso daras)

CAPRES SBY TRACK RECORD:

CAPRES SBY TRACK RECORD:

NEGATIF  (ADA DUA, KEBIJAKAN DAN DI LUAR KEBIJAKAN)

POSITIF: APA YA?

KEBIJAKAN PEMERINTAHAN

1.     Tahun ke 2005 Pemerintah SBY, mensahkan Peraturan Presiden Nomer 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum (Perpres 36) adalah kebijakan legal yang lahir sebagai respon atas KTT Infrastruktur (Infrastructure Summit/ kekuasaan asing), selain bertentangan dengan peraturan perundangan diatasnya (Undang-undang No. 10 tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan; Undang-Undang Nomer 5 Tahun 1960 tentang Pengaturan Pokok Agraria; Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia) dan menafikan protes masyarakat UU Tatacara Pembentukan Peraturan Perundangan 200

2.     Peraturan Presiden 55 Tahun 2005  pencabutan subsidi dan kenaikan harga BBM, selain bertentangan dengan peraturan perundangan diatasnya (Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomer 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas yang menjadi rujukan telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi karena bertentangan dengan Pasal 33 UUD 1945)

3.     Pemerintah SBY Mensahkan UU Penanaman Modal No.18/2008 (FPDI Perjuangan satu-satunya fraksi yang menolak/walkout) : yang intinya Meliberalisasi semua ranah ekonomi dan menyamakan pengusaha pribumi dan asing. Tentang Hak Guna Tanah 95 dibawa ke Judicial Review  oleh NGO pro demokrasi dan  tahun dicabut oleh Putusan MK

4.     Pemerintah SBY mensahkan UU Pornografi dan Pornoaksi

5.     Pemerintah SBY adalah pemerintah yang tunduk pada WTO liberalisasi perdagangan dengan pemerintahan Menterinya mengeluarkan:

6.     Pemerintah SBY adalah Pemerintah ANTI SUBSIDI, anggaran SUBSIDI sejak Pemerintahan SBY turun Terus, sementara STIMULUS untuk Penguasa Naik terus

7.     UTANG, BAYAR UTANG (GALI LOBANG TUTUP LOBANG)

-         Hutang Indonesia Rekor saat pemerintahan SBY

-         Negeri  (Sukuk dan Ori) tapi juga Luar Negeri. Peningkatan Hutang :

2008, posisi utang Indonesia tercatat US 149,47 miliar dollar atau setara dengan Rp 1.548 triliun dengan asumsi Rp 10.360 per US dollar.

-        Posisi ini mengalami kenaikan US 8,6 miliar dollar pada tahun 2004 yang hanya tercatat US 139,86 miliar dollar. Maka sejak 2001 hingga 2008, posisi utang Indonesia telah mencapai Rp 2.648 triliun. Posisi utang tersebut diperkirakan mencapai 30 persen dari GDP.

-        Tahun 2008, penarikan utang luar negeri swasta naik 33,1 persen dibanding 2007 yakni US 27,8 miliar dollar menjadi US 37,08 miliar pada 2008.

-        2009, posisi utang luar negeri swasta sebesar US 60,6 miliar dollar yang akan jatuh tempo tahun ini sebesar US 17,4 miliar dollar terdiri dari utang pokok dan bunga. Kewajiban pembayaran utang didominasi oleh pembayaran utang luar negeri non bank atau korporasi sebsar US 14,3 miliar dollar atau 82,2 persen, sedang sisanya sebesar US 3,1 miliar dollar (17,8 persen) merupakan kewajiban pembayaran bank.

-        Utang Dalam Negeri dan utang SUKUK (Obligasi syariah) menggadaikan ASET BANGSA— antara lain Gelora Senayan, dan diperoleh dari pinjaman Qatar atau Kuwait

-         

8.     ANTI SUBSIDI: lambat laun mencabut subsidi bagi rakyat, Pertama Subsidi BBM (2005-2008), Subsidi Pupuk, Subsidi BBM industry, Subsidi Listrik, Hal tersebut dapat lihat dari Pengelolaan APBN (APBN adalah cerminan Pemerintah Mengelola Negara untuk Dana untuk spending rakyat atau spending bukan rakyat.  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 kelihatan bahwa rezim SBY adalah rezim anti-subsidi. Pada 2004, jumlah subsidi masih sebesar 6,3 % dari PDB, namun sampai pada 2009 jumlah subsidi kepada kepentingan rakyat banyak terus dikurangi menjadi tinggal 0,3 persen dari PDB.

9.     ANTI PROTEKSI atau Presiden IMPOR: Kebijakan SBY diwarnai kebijakan ekonomi yang menolak perlindungan PRODUK DALAM NEGERI dengan tidak mau MEMBERIKAN KEBIJAKAN PROTEKSI pada produk pertanian, atau industry kreatif

-        1 Februari 2008 yang membebaskan bea masuk (BM) gandum dan menanggung pajak pertambahan nilai (PPN) gandum dinilai tidak efektif dan hanya membuka keran impor semakin besar. Sekarang impor gandum sudah mencapai 5,5 juta ton per tahunnya

-        Batik China masuk

-        Impor gula 30% gula nasional

-        Menigmpor 600.000 ekor sapi atau 25% kebutuhan nasional,

-        Mengimpor GARAM  1,5 juta ton garam per tahun atau sama dengan 50% kebutuhan garam nasional,

-        membeli kedelai impor hingga 2 juta ton per tahun atau setara dengan 45% kebutuhan nasional. Susu impor bahkan mencapai 90% dari kebutuhan nasional  

-        jagung (10%), kacang tanah (15%) dan susu (70%)

-        IMPOR BERAS

-         

10.  PEMBODOHAN RAKYAT DENGAN KENAIKAN BBM dan  BLT

-        BLT dijanjikan diberikan sebagai kompensasi BBM naik, ketika BBM turun, tetap diberikan, didanai sebagian dari dari hutang

-        Pemerintahan Presiden SBY menaikkan harga BBM 3 kali .Masyarakat luas mungkin lupa bahwa pemerintahan Presiden SBY telah sebanyak 3 kali menaikkan harga BBM yaitu pada 1 Maret 2005, 1 Oktober 2005 dan 24 Mei 2008. Kenaikan harga BBM pada masa pemerintahan Presiden SBY dapat dilihat pada tabel di bawah ini: MENAIKAN Tinggi, MENURUNKAN JAUH DARI HARGA AWAL! Kayak discount sale di MALL

BBM NAIK TIGA KALI TURUN???

Tanggal Kenaikan

Harga Baru

Harga Lama

Prosentase

1 Maret 2005

Rp 2.400

Rp 1.810

32%

1 Oktober 2005

Rp 4.500

Rp 2.400

87,5%

24 Mei 2008

Rp 6.000

Rp 4.500

33%






 

11.  PRIVATISASI

Privatisasi SBY jauh lebih banyak disbanding pada masa presiden sebelumnya, dan yang lebih parah adalah Kasus EXXON MOBILE dan sudah diprivatiasi melalui IPO dan strategic sales>> yang masih ditahan adalah Krakatau Steel, karena mau dijual murah

Berbeda jaman MEGA PRIVATISASI belum ada UU BUMN tahun 2003, sekarang ada UU BUMN yang disahkan oleh SBY sehingga BEBAS MEMPRIVATISASI, dan sekarang Pemerintah SBY berniat mervisi Pemerintah berencana merevisi Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengakomodasi perkembangan pengelolaan perusahaan termasuk memperjelas penggunaan istilah privatisasi. "Penggunaan istilah privatisasi harus diluruskan, bila perlu diganti dengan kata lain sehingga tidak berkonotasi negatif di masyarakat," kata Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, di Jakarta, Rabu (17/6). Ia menjelaskan, revisi diharapkan bisa sekaligus meredam anggapan sebagian kalangan bahwa privatisasi itu sama dengan menjual perusahaan. Padahal tegasnya, privatisasi BUMN tidak selalu menjual kepemilikan saham perusahaan secara langsung. "Namun banyak pola lainnya seperti penjualan saham kepada publik (IPO/go public), merger, maupun akuisisi, pembentukan holding, atau bahkan likuidasi," ( Sekretaris Kemen BUMN Said Didu)

UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, yang merupakan aturan induk BPJS, mengatur bahwa pengelola sistem sosial berbentuk wali amanah. "Bisa saja wali amanah itu masuk ke UU BUMN. Jadi, amandemen UU nanti akan memasukkan badan hukum khusus BPJS yang tidak mengejar keuntungan dan tidak memberi dividen untuk pemerintah," tandas Parikesit (Deputi Menteri Negara BUMN Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto)

Tercatat privatisasi sembilan perusahaan menggunakan pola penjualan saham kepada publik (IPO) yaitu PT Pembangunan Perumahan maksimal 30% dari total kepemilikan saham, PT Waskita Karya (maksimal 35%).
PT Bank Tabungan Negara (BTN) (maksimal 30 persen), PT Krakatau Steel (maksimal 49%), PTPN III (maksimal 30%), PTPN IV (maksimal 30%). Selanjutnya PTPN VII (maksimal 30%), PT
Asuransi Jasa Indonesia (maksimal 30%) dan PT Rekayasa Industri (maksimal 4,7%).

PERISTIWA ALAM (DIVINE INTERVENTION, INTERVENSI TUHAN), dan gabungan antara Kelalaian Manusia yang menyebabkan kematian:

A.    Gabungan bencana alam dan Kelalaian Manusia

1.     Tahun 2004, November SBY menjadi Presiden, 7 orang WNI tewas di Toll Jagorawi

2.     Lumpur Lapindo 2006

3.     Pesawat komersil Jatuh dan kecelakaan ADAM AIR,LION AIR

4.     Pesawat Militer:

5.     Kereta Api:

6.     Kapal  Laut Tenggelam (Kapal feri Senopati 393 orang tewas, Levina30 orangtewas,

7.     Banjir Jatim: 400an orang tewas

8.     Tsunami Pangandaran

9.     Banjir bandang Bondowoso tahun 2008 menewaskan tidak kurang dari 22 orang

10.  Ari Bah Situ Gintung 2009 menewaskan

 

B.    Divine Intervention (Campur Tangan Tuhan)

1.     Tsunami 250.000 nyawa tewas

2.     Tsunami Pangandaran

3.     Longsor Karanganyar

4.     Gempa Nias

5.     Gempa Yogya

6.     Merapi Wedus Gembel

7.     Wonosobo longso menewaskan

8.     dll

Bom-bom paling sedikit dibanding jaman Mega dan Gus Dur...artinya???

(data kecelakaan alam dan bencana alam kelalaian manusia dan campur tangan Tuhan, sejak pada periode Soeharto cukup banyak karena 32, tapi jumlahnya korban tewasnya, jika Tiga presiden digabungkan Soeharto,Habibie, Gus Dur, Mega, JAUH LEBIH Banyak korban Mati pada masa SBY memerintah 5 tahun) DEVINE INTERVENTION adalah contoh seperti yang terjadi pada jaman nabi-nabi, sekarang ini Lawan Bangsa Indonesia adalah Kekuatan Asing/ Kejahatan yang kuat dan menggunakan/menghalalkan segala cara agar bangsa Indonesia tidak bisa BAIK, BESAR dan Sukses, tinggal rakyatnya mau melawan kekuatan asing tersebut itu atau tidak, karena bagaimana pun jumlah yang akan menderita bila PEMIMPIN salah adalah RAKYAT)

C.    Kematian disebabkan suatu Kejadian Ganjil dan tempat yang seharusnya tidak menimbulkan kematian

1.     Tempat Pembuangan Akhir Leui Gajah yang menewaskan 1000 orang lebih

2.     Seorang anak Tukang Bubur yang bunuh diri karena malu ayahnya dihina sebagai Tukang Bubur Ayam

3.     Dua orang tewas di Septik Tank (Satu Nenek, satu lagi balita)

4.     Satu anak tewas di genangan air sebuah proyek pembangunan

Di Luar Kebijakan

-        Nepotisme kepemilikan perusahaan (baca tabloid Monitor)

-         

BELUM LAGI SAAT MENJABAT KASTER—KEPALA TERITORIAL, BERAPA BANYAK NYAWA BANGSA INDONESIA HILANG.



Umi Lasminah
DKI Jakarta, Indonesia
My essence of keylife is loyalty.
http://wartafeminis.wordpress.com
http://puisiumipoet.wordpress.com

---------------------------------------------
Notes :
Bumi Makin Panas! Jelang Pilpres!

Mengungkap Janji CAPRES & CAWAPRES Pilpres 2009

Ada tulisan yang cukup "MENYENGAT" (bagi saya) dari seorang Multiplier ber ID NYAMUK tentang para Capres dan Cawapres Pilpres 2009. Sebuah pertanyaan wajar saja sebenarnya dari sang reporter "NYAMUK" tersebut, namun rasanya cukup membuat merah muka dan telinga yang dituju. Semoga saja tulisan tersebut tidak membuat para pendukung Capres- cawapres berbuat "TAK SENONOH" terhadap reporternya

Mangga, mari para sodara sekalian menyimaknya. Bila ada yang benar tolong dianggukin bila ada yang kurang pas mohon dimaklumi, namanya juga reporter bisa saja sedikit salah kutip atau tulis.

Salam buat semua, semoga pilihan kita cermat, cepat namun akurat

-------------------------------------------------------------------

Source : http://t471m.multiply.com/journal/item/111

 

Dear All,

 

Beberapa waktu yang lalu, para Capres dan Cawapres terdaftar di KPU berlomba-lomba mengatakan akan mengusung Ekonomi yang pro Rakyat.

 

Untuk SBY, yang incumbent,

Selama ini, kemana saja pak? Kok sudah tahun kelima baru berpikiran mengusung Ekonomi pro Rakyat? Berarti sama saja bapak ngakuin bahwa selama ini bapak gak pakai Ekonomi pro Rakyat dong? Atau selama ini bapak pro terhadap Ekonomi Pasar Bebas? Bapak juga menjual BUMN seperti PGN dan Bank BNI. Sama saja dengan Megawati pak!!!

 

Ingat gak pak, belum setahun bapak memimpin Negara ini, bapak sudah melepas Blok Cepu ke Exxon Mobile!!! Inikah yang bapak bilang dengan Ekonomi Pro Rakyat??

 

Bapak juga tidak berhasil dalam meyelamatkan BUMN dari keterpurukannya seperti BUMN GARAM, perusahaan pupuk AAF , Kertas kraf aceh ,PT Iglas , PT Merpati Airlines yang mengakibatkan PHK besar besaran terhadap karyawan BUMN ,padahal beban hidup yang dirasakan rakyat pada saat ini sangatlah berat apalagi dengan adanya kenaikan BBM yang dilakukan oleh pemerintahan bapak sampai tiga kali!!!

 

Berarti omongan bapak gak bisa dipegang!!

 

Kasihan rakyat kecil pak…janganlah dibohongi 5 tahun lagi. Keburu putus asa dan kerusuhan lagi nantinya kalau terus dikecewakan oleh bapak.

 

 

Untuk Megawati, yang mantan Presiden,

Bu, dijaman ibu memerintah, sudah banyak JANJI PALSU terhadap rakyat. Dulu kau bilang Pro Rakyat atau Partainya Wong Cilik.

 

Apakah menjual Aset Negara seperti Pelabuhan Jakarta Internasional Container, Telkomsel, Indosat, Bank BII,  PT.Aneka Tambang, PT Timah dsb…waktu Ibu memerintah dahulu, itu ibu sebut Ekonomi Pro Rakyat? Itu Ekonomi Pasar Bebas ibuuuu….Dimananya yang menguntungkan buat rakyat kecil??

 

Terus sekarang Ibu mau bohongi kami apalagi? Sekarang baru mau pakai Ekonomi Pro Rakyat?

 

Pakai alasan SEMBAKO MURAH??? Dulu kok dijaman ibu memerintah, ibu gak becus ngurusi sembako yang gak murah-murah juga?

 

Ingat kasus 27 Juli dahulu yang sudah menyengsarakan wong cilik dari partai ibu sendiri, PDIP? Nah, waktu itu ibu bilang pada wong cilik korban 27 Juli, sebagai berikut…..

Pernyataan Megawati di kantor PDI-P saat menerima korban 27 Juli pada
Oktober 2000, yang seolah tidak peduli dengan korban.
"Tolong sampaikan kepada teman-temanmu, saya tak pernah
menyuruh kamu mendukung saya. Saya tidak pernah memaksa

kalian mempertahankan kantor DPP PDI,"

 

Maaf yaa bu Mega, kata-kata ibu itu terus "merobek hati" wong cilik yang sudah setia membela ibu. Saya kira ibu juga tidak bisa dipegang omongannya. Partainya WONG CILIK yang masa bodoh sama RAKYAT CILIK. Maka ganti saja menjadi Partainya WONG LICIK!!!!!

 

 

 

Untuk Prabowo, Cawapres Megawati.

Siap Pak, sebelum bapak menjadi RI 2, ijinkan saya menanyakan, kemana kawan-kawan prodem yang tim Mawar culik, yang sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya?

 

Jangan omong terlalu gede pak. Bapak itu jadi mentri saja belum pernah, kok bisa sesombong itu, bakal berhasil meningkatkan angka Perekonomian Indonesia menjadi 2 digit di tahun ke empat pemerintahan bapak??

 

Pak, atas dasar apa bapak bilang bahwa para petani, nelayan, buruh, pedagang asongan, dan rakyat miskin lainnya akan sejahtera bersama pemerintahan bapak?"

 

Salah satu contoh, Apabila bapak mensejahterakan PETANI, maka cara paling EFEKTIF adalah, membuat harga jual gabah menjadi layak. Atau harga beras menjadi NAIK supaya PETANI SEJAHTERA. Kan lucu, Ibu Mega bilang mau bikin SEMBAKO MURAH, eeehh, wakilnya bikin beras harganya naik.  Tok..tok..wowww???

 

Bapak juga merencanakan mensejahterakan BURUH dan PEKERJA KASAR. Satu-satunya cara adalah dengan menaikan UMR (Upah Minimum Regional) dari para Buruh dan Pekerja tersebut. Kalau upah Buruh naik, maka akan dibebankan kepada harga barang yang akan diproduksi. Kalau harga barang-barang naik, apa bisa terbeli?? Kalau begitu bapak sama saja membela sekelompok BURUH demi menyengsarakan RAKYAT  lainnya yang lebih banyak jumlahnya?

 

Pak, maaf. Konsep bapak masih rancu. Baru dibahas dua kasus saja, sudah banyak hal yang mustahil. Bapak mau bohongin rakyat kecil dengan janji yang tidak mungkin direalisasi??

 

 

 

Untuk JK-Win, Capres dan Cawapres,

Pak berdua, satu-satunya dosa anda adalah, pernah menjadi bagian dari ORBATO (Orde Barunya Soeharto).

 

Maka saya pikir hanya bapak berdua yang masih lebih realistis dan belum terbukti melakukan kesalahan dalam memimpin Negara. Karena anda kan belum pernah menjadi RI 1.

 

Mungkin bisa dijadikan alasan sekarang ini, pak JK hanya RI 2. Tapi pak JK tidak boleh memungkiri, bahwa ada andil kesalahan kolektif yang dilakukan bersama-sama dengan SBY. Jantan lah pak, seperti "Kambing Jantan"nya Raditya.

 

Dan ingat pak, apabila memainkan isyu kedaerahan atau kesukuan, sebagai "WARTA KAMPANYE" , maaf pak, kurang pintar dan kurang bijak. Rakyat memilih Presiden , tidak dilihat dari Jawa dan Non Jawa. Tapi siapapun yang mampu menjadikan Indonesia Sejahtera.  Pak Habibie dari Non Jawa juga bukan Presiden bagus. Waktu itu dia sudah melepas Timtim dari Indonesia.

 

Pak JK, berlaku jantan itu artinya bukan hanya berani membela yang lemah, tapi juga berani mengakui kesalahannya. Bapak merasa ikut andil tidak dalam berantakannya Ekonomi Mikro Indonesia di masa pemerintahan SBY?

 

Pak JK, kalau nanti bapak gagal, dan bapak Wiranto melakukan hal yang serupa dengan apa yang bapak lakukan terhadap pak SBY sekarang, barulah bapak berasa hukum karma telah berlaku.

 

 

Itu saja pesan dariku…semoga para MPier mengerti isi dibalik kata-kataku di atas.

 

Thanx

 

Repoter Nyamuk, mengungkap tabir kebohongan Capres dan Cawapres untuk Multiply.

-------------------------------------------------

Notes : Gimana sodara-sodara, cukup nylekit bukan.?!


Inilah 6 "Pengacara Top" yang konon Gratis membela Antasari Azhar

  • Juniver Girsang sebagai Ketua Tim Kuasa Hukum Antasari
  • news31194856295.jpg
    1. Juniver dikenal sebagai kuasa hukum membela para tersangka koruptor. Setidaknya ada 15 kasus korupsi yang ditangani oleh Juniver Girsang (JG)
    2. Pengacara kasus korupsi Mantan Bupati Kendal Hendy Boedoro dan Wakil Walokota Medan Ramli.
    3. Kuasa hukum Mantan Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Departemen Hukum dan HAM Romli Atmasasmita dalam kasus [korupsi] akses fee Sistem Administrasi Badan Hukum
  • M. Assegaf

  • assegaf_081008_100_100.jpg
    1. Sebagai salah satu pengacara Soeharto, Tommy Soeharto, dan anak Soeharto lainnya. Ketika Antasari menjadi kepala PN Jakarta Selatan, ia gagal melakukan eksekusi terhadap Tommy Soeharto yang mendapat dukungan hukum dari M. Assegaf.

    2. Pengacara kasus Korupsi dan Perdata Yayasan Supersemar, yang diduga melibatkan mantan Presiden RI Soeharto.
    3. Assegaf mantan pengacara eks Gubernur Aceh Abdullah Puteh dalam kasus Pengadaan Helikopter Mi-2, dengan Kerugian Negara Rp. 13,6 miliar.
    4. Assegaf  mantan pengacara Gubernur BI lainnya Syahril Sabirin dalam menangani kasus pencairan klaim Bank Bali Rp. 904,64 miliar terhadap BDNI.
  • Denni Kailimang

  • Denny_Kailimang.jpg
    1. Mantan pengacara Akbar Tandjung dalam kasus dana non bujeter Bulog senilai Rp 40 miliar dan berhasil membela Akbar Tandjung bebas dari dakwaan korupsi.
    2. Menangani kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia dengan tersangka David Nusa Widjaya (Bank Umum Servitia) dengan dugaan kerugian negara  Rp. 1,29 triliun.
  • Hotma Sitompu
  • lhotma_sitompul_2_resize.jpg
    1. Mantan pengacara Akbar Tandjungdalam kasus dana non bujeter Bulog senilai Rp 40 miliar dan membebaskan Akbar Tandjung dari dakwaan korupsi.
    2. Pengacara mantan Direktur Utama Perum Bulog Widjanarko Puspoyo.
    3. Pengacara mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Theo F. Toemion.
  • Ari Yusuf Amir
    1. Pengacara Mantan Menteri Agama Said Agil dalam kasus Dana Abadi Umat (DAU) yang merugikan negara Rp. 719 miliar.
    2. Pengacara Abdul Latief dalam kasus Kredit Macet PT Lativi Media Karya di Bank Mandiri senilai Rp. 328,5 miliar.
  • Farhat Abbas
    1. Mantan pengacara AKP Suparman, mantan Penyidik KPK yang terbukti melakukan pemerasan terhadap saksi oleh Penyidik KPK dalam kasus korupsi PT Insan.

Source : http://nusantaranews.wordpress.com
-------------------------------------
Notes :

Saya yang awam jadi heran.
Jangan-jangan mereka jadi agen ganda dengar sana denger sini sekaligus bikin hutang budi. Semoga saja pak Antasari bisa memainkan perannya dengan baik.
???

Ari Sigit 'For President'?


INILAH.COM, Jakarta – Keluarga Cendana boleh saja mengklaim hanya akan jadi 'penonton' di Pemilu 2009. Namun Partai Pemuda Indonesia punya pandangan lain. Bagi parpol baru itu, justru sekarang inilah saatnya mengelus Ari Sigit, cucu kesayangan (alm) Pak Harto, sebagai capres.

Hal itu terungkap saat digelar Rapimnas PPI di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (15/2). Sekjen PPI Niko Silitonga menyebut, ada sejumlah daerah yang mengusulkan nama Ari Haryo Wibowo alias Ari Sigit, yang merupakan cucu Presiden RI kedua Soeharto. Di antaranya dari DPD Naggroe Aceh Darussalam, Jawa Timur, Banten, dan Lampung.

“Ada pandangan dari sejumlah DPD. Kalau nanti dukungan signifikan, kita bawa Mas Ari ke Rapimnas,” kata Niko Silitonga, saat menggelar konferensi pers, di Hotel Sahid, Jakarta.

Dipilihnya nama putra Sigit Harjojudanto itu sebagai capres, menurut Niko, karena kerinduan masyarakat terhadap sistem kenegaraan yang pasti. “Pak Harto itu kan dulu pasti. Sekarang ini kan gamang. Kita juga melihat keinginan masyarakat saat ini, ya seperti itu,” paparnya.

Kenapa bukan Mbak Tutut (Siti Hardijanti Soeharto)? “Karena dia sudah berumur. Kita mencarinya yang muda-muda,” jawabnya seraya terkekeh.

Keluarga Cendana memang sempat mencoba tampil kembali ke panggung politik Indonesia, sejak Soeharto lengser pada 1998. Pada pemilu 2004, Tutut sempat mencoba tampil menjadi capres lewat Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB).

Namun, Siti Hedijati Hariyadi (Titik) di sebuah acara yang digelar PKS akhir tahun lalu, sempat menyebut keluarga Cendana tidak akan tampil lagi ke panggung politik. Ia menyebut semua partai adalah teman. Keluarga Cendana tidak akan masuk ke parpol apapun dan hanya menjadi penonton saja. [nuz]

Uhuy! Ari Sigit Mau Jadi Presiden!

Prabowo: Saya Menyesal Tidak Kudeta!

 clipped from inilah.com
16/12/2008 04:00
Prabowo: Saya Menyesal Tidak Kudeta!
Djibril Muhammad

INILAH.COM, Jakarta - Kesempatan calon presiden Prabowo Subianto memimpin negara ini diakuinya bisa didapatkan saat paska kerusuhan Mei 1998 dengan cara kudeta. Mantan Danjen Kopassus ini pun menyesal tidak mengambil kesempatan itu.

"Saya agak menyesal juga tidak melakukan kudeta waktu itu (era Presiden BJ Habibie)," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini yang langsung disambut tawa riuh para peserta Forum PPP Mendengar di DPP PPP, Jakarta, Senin (15/12).

Menurut mantan menantu Soeharto ini, dia kerap dihantui peristiwa kerusuhan Mei 1998. Bahkan ditengah situasi tidak menentu tersebut, isu kudeta terhadap Presiden BJ Habibie juga menghampirinya.

Dituturkan Letjen purnawirawan TNI ini, ketika mantan presiden (Alm )Soeharto lengser, dirinya pun ikut lengser. Namun tuduhan kudeta terhadap dirinya tidak ia lakukan.

"Walaupun secara fisik saya bisa melakukan, karena saya menguasai 42 batalyon terbaik," ujar mantan Pangkostrad ini.

Misteri kerusuhan Mei 1998, lanjut mantan istri Titiek Soeharto ini, juga masih menghantui dirinya. Apalagi setelah dirinya menyatakan diri maju pada bursa capres dalam Pemilu 2009.

"Mei 1998 bagi saya hal-hal yang penuh misteri," ucap Prabowo.

Meski begitu, tambah Prabowo, dirinya tidak perlu merisaukan hal tersebut. Sebab, berita dan fakta-fakta sejarah, sedikit demi sedikit menjauhkan keterlibatan Prabowo dalam kerusuhan tersebut.

"Kerusuhan Mei 1998 diperkeruh dengan tokoh Barat yang membeberkan fakta kerusuhan Mei 1998. Hal itu mengakibatkan ekonomi kita hancur pada 1998," pungkas Prabowo yang juga pengusaha ini.[jib/nng]

Sent with Clipmarks

MONAS I


MONAS I, originally uploaded by miganu.

This national monument is the main landmark in Jakarta. Building started in 1961, during the reign of President Sukarno (according to my LP guidebook it is refered to as Soekarnos final erection), but was not completed until 1975 when President Suharto officially opened it. According to LP it is supposedly built entirely out of Italian marble and the large flame on top is gilded with 35 kg of gold leaf. The monument houses the National History Museum at its base

Ragam Koleksi Cinderamata Pak Harto

27/01/2008 19:09 Liputan Khusus
Ragam Koleksi Cinderamata Pak Harto

Liputan6.com, Jakarta: Selama 32 tahun menjabat presiden, Soeharto banyak menerima cinderamata dari berbagai kalangan baik dalam maupun luar negeri. Banyak pimpinan negara asing seperti presiden, perdana menteri, atau tokoh terkemuka dunia lainnya menghadiahi Pak Harto beragam benda.

Cinderamata-cinderamata itu kini tersimpan di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Museum yang didirikan atas inisiatif Ibu Tien Soeharto pada pertengahan 1993 itu memiliki lahan seluas sekitar 21 hektare.

Sebelum memasuki ruang pamer utama museum, pengunjung akan melewati ruang muka berisi ukiran yang menggambarkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Di dalam ruang pamer utama, terpajang koleksi yang berjumlah 12.000 buah mulai dari keramik hingga lukisan.

Penempatan cinderamata ini terbagi dalam beragam kelompok seperti hasil karya seniman dalam atau luar negeri. Lalu ada bagian khusus untuk ukiran perak yang kebanyakan pemberian dari pimpinan negara-negara di Asia atau tokoh masyarakat.

Di bagian lain, ada koleksi berbagai macam batu yang umumnya berasal dari Asia Timur. Ada juga koleksi guci. Salah satu di antaranya pernah dinobatkan sebagai guci tertinggi di dunia. Guci asal Cina itu memiliki tinggi 3,88 meter.

Ada benda yang sering digunakan sebagai latar belakang foto bersama bagi pengunjung Museum Purna Bhakti Pertiwi yaitu ukiran akar pohon karet. Ukiran yang berusia 100 tahun itu merupakan sumbangan dari Jonathan Parapak, mantan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi. Dari Afganisthan, Presiden Soeharto memperoleh lukisan foto diri dalam permadani dan seperangkat benda kristal.

Bila berkunjung ke museum ini, Soeharto biasa beristirahat di lantai lima. Sedangkan lantai puncak atau lantai ketujuh biasanya digunakan Pak Harto untuk tafakur.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)