Showing posts with label megawati. Show all posts
Showing posts with label megawati. Show all posts

Perilaku Politikus Tak Terpuji - Mega Tak Hadiri Pelantikan SBY-Boediono

Selasa, 20 Oktober 2009 | 09:49 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary



JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri tak menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden 2009-2014, Selasa (20/10). Keterangan itu didapat Kompas.com dari salah satu orang dekat Mega saat dihubungi melalui telepon.
"Ibu tidak datang (pelantikan presiden dan wapres)," kata salah satu petinggi PDI Perjuangan yang enggan disebutkan namanya itu. Ia mengatakan, ketidakhadiran Mega sudah dapat dipastikan.
Meski demikian, ia enggan menyebutkan alasan ketidakhadiran Mega. Proses pelantikan presiden dan wakil presiden memang selalu mengundang para mantan presiden. Hingga kemarin, Sekjen MPR Rohimullah juga belum mendapatkan konfirmasi siapa saja mantan presiden yang akan hadir.
----------------------------------------------
Jangan pernah pilih politikus macam ini lagi dikemudian hari.

Megawati: Cawapres dari Figur Pria

Tak ada kesempatan buat putri bung Hatta untuk bersanding dong.

 clipped from www.antara.co.id

07/01/09 08:25

Megawati: Cawapres dari Figur Pria



Manado,  (ANTARA News) - Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri, mengatakan, Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang akan diusung partai tersebut pada Pilpres 2009, dipastikan bukan dari unsur perempuan, melainkan figur pria yang berterima bagi publik.

Siapa pun Cawapresnya akan dikonkretkan nanti, agar benar-benar teruji, kata Megawati, saat memberikan sambutan pada perayaan Natal bersama umat Kristiani di Manado, Sulawesi Utara, Selasa malam (6/1).

Menurutnya, dirinya sebagai Capres yang diusung PDIP diibaratkan sebagai bunga yang memancarkan keharuman, sehingga tergantung kumbang yang menciumnya dengan keinginan bunga.

Mengenai siapa figur Cawapres bagi Megawati,  PDIP akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Solo, Jawa Tengah.

Pada kegiatan ibadan Natal tersebut, Megawati mengajak umat Kristiani untuk selalu merenungi perayaan kesakralan itu dengan penuh hikmat agar memancarkan kedamaian, kasih dan persaudaraan.

Hadir pada perayaan Natal tersebut, Gubernur Sulut, SH Sarundajang, Sekjen DPP Pramono Anung, Ketua DPD PDIP Sulut, Freddy Sualang, anggota DPR RI, Olly Dondokambey, serta sejumlah masyarakat dan simpatisan PDIP.

Pada rangkaian kunjungan politik ke Manado, Megawati menyempatkan diri untuk meresmikan Kantor Sekretariat DPD PDIP Sulut di Jalan Rike 17 Agustus Manado, serta melakukan penanaman padi "MSP" di Kabupaten Minahasa Utara.(*)

Baca Juga


Sent with Clipmarks

Paranormal Jember Gelar Ritual Untuk Mengetahui Capres

"Ritual itu juga menunjukkan nama Sri Sultan menjadi calon terkuat dibandingkan Megawati, SBY, JK, Prabowo, Wiranto, " kata Gus Lilik. (*)

 clipped from pemilu.antara.co.id

05/01/09 14:53


Paranormal Jember Gelar Ritual Untuk Mengetahui Capres



Jember (ANTARA News) - Sejumlah paranormal Jember, Jatim, menggelar ritual "Bedah Nowo Songo" untuk mengetahui calon Presiden 2009 di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jember, Senin (5/1). Hasilnya muncul coretan gambar Sri Sultan Hamengkubuwono X di kertas putih.

Ritual tersebut diawali dengan pembakaran sejumlah kemenyan yang diiringi dengan doa-doa. Kemudian paranormal itu menebar bunga di sejumlah sudut kantor KPU Jember yang berlokasi di jalan Kalimantan dan puncak ritual di tempatkan di ruangan Ketua KPU Jember, Sudarisman.

Seorang paranormal Jember, Joko Lodang atau dikenal dengan Gus Lilik, Senin, mengatakan, ritual itu digelar untuk menentukan sesuatu dan khusus ritual ini ditujukan untuk mengetahui siapa calon Presiden pada Pemilu 2009 mendatang. Ada enam nama yang disebut dalam ritual itu, antara lain Sri Sultan, Megawati, SBY, JK, Prabowo dan Wiranto.

"Kita gelar ritual untuk mengetahui calon Presiden 2009," katanya.

Menurut Gus Lilik, ritual tersebut di gelar di KPUD karena seluruh surat suara akan dihitung di KPUD pada pemilu mendatang dan KPUD merupakan penyelenggara pemilu sehingga kantor KPUD lebih menjadi lokasi yang tepat untuk menggelar ritual tersebut.

Setelah doa-doa dibaca oleh sejumlah paranormal, kata Gus Lilik, muncul, gambar calon Presiden yang memakai "blankon", topi adat Jawa dari kertas putih yang sudah dimantrai doa-doa dan dibawah gambar ada tulisan jawa.

"Calon Presiden yang memakai blankon adalah Sri Sultan HB X, bukan Megawati atau Susilo Bambang Yudhoyono, " katanya menjelaskan.

Untuk itu, kata Gus Lilik, paranormal di Jember mendukung Sri Sultan HB X untuk maju menjadi calon presiden (capres) tahun 2009 karena sudah mendapat restu dari alam gaib.

"Ritual itu juga menunjukkan nama Sri Sultan menjadi calon terkuat dibandingkan Megawati, SBY, JK, Prabowo, Wiranto, " kata Gus Lilik. (*)

Baca Juga


Sent with Clipmarks

Amien Rais Sebaiknya Jadi "Kingmaker"

 clipped from pemilu.antara.co.id

27/12/08 19:11


Amien Rais Sebaiknya Jadi "Kingmaker"



Langkah sebagian kader PAN mendukung Amien Rais menyalonkan presiden dinilai pengamat politik dari Universitas Parahyangan kurang tepat karena Amien lebih baik tetap berperan sebagai kingmaker.

Bandung (ANTARA News) - Langkah Partai Amanat Nasional (PAN) menyalonkan Amien Rais pada Pilpres 2009, dinilai pakar politik Universitas Parahyangan, Asep Warlan, kurang tepat karena sosok Amien sebagai guru bangsa seharusnya tetap berperan sebagai kingmaker (pencetak pemimpin).

Di Bandung, Sabtu, Asep menjelaskan sosok Amien masih sangat dihormati dan diakui berbagai kalangan sehingga dengan dorongannya kepada para capres lainnya diyakini akan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

"Baiknya Amien yang memiliki integritas, visi,misi bangsa ke masa depan ini mendorong Din Syamsudin atau Sutrisno Bachir dan atau bahkan calon lain di luar partai seperti Prabowo, Wiranto," katanya.

Asep melihat peluang Amien dalam pencalonannya tidak akan berbeda dengan Pilpres 2004 dimana pendiri PAN tersebut tidak lolos ke putaran kedua bersanding bersama calon lainnya SBY dan Megawati.

"Dukungan partai yang kurang kuat membuat sosok Amien menjadi kurang laku di masyarakat ditambah sulitnya PAN berkoalisi karena tidak memiliki karakter yang jelas, apakah nasionalis, agamis ataupun koalisi keduanya," ujar Asep.

Menurutnya, PAN tidak memiliki karakter yang jelas seperti Partai Golkar, PDI Perjuangan, PKS dan PKB sekalipun.

Di dalam tubuh Muhammadiyah sendiri, lanjutnya, kini terpecah karena adanya kabar pencalonan Din dan Sutrisno Bachir. "Semakin sulitlah posisi Amien Rais jika mencalonkan diri," katanya.

Namun dibalik pencalonannya sebagai Capres 2009, kata Asep, hal itu merupakan hak dari Amien Rais sebagai warga negara. "Tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mendulang suara dalam Pilpres mendatang," ujarnya.

Amien harus mampu menggandeng dukungan dari non partai untuk mendulang suara dan menggandeng Din Syamsudin sebagai cawapres, misalnya.
"Pencalonan Amien ini dapat mewarnai persaingan dan pilihan alternatif dalam pemilihan presiden mendatang yang diikuti oleh Prabowo, Wiranto, Sultan Hamengkubuwono X dan Rizal Ramli," katanya.

Asep menilai pencalonan ini sebagai manuver PAN untuk memecah konsentrasi masyarakat yang saat ini dihadapkan dengan berbagai pilihan alternatif untuk menyaingi SBY dan Megawati.

Sabtu ini, DPW PAN Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan deklarasi pencalonan Amien Rais sebagai Calon Presiden 2009.(*)


Baca Juga


Sent with Clipmarks

Amien Rais Usulkan Poros Keselamatan Bangsa

 clipped from pemilu.antara.co.id

03/01/09 17:04


Amien Rais Usulkan Poros Keselamatan Bangsa



Banyumas, (ANTARA News) - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Amien Rais menggusulkan "Poros Keselamatan Bangsa" bagi partai-partai politik (parpol) menengah dalam menghadapi Pemilu 2009 mendatang.

"Ini usul saya, Poros Keselamatan Bangsa," kata dia kepada wartawan usai tabligh akbar dalam rangka Milad ke-99 Muhammadiyah dan Milad ke-39 SMK Muhammadiyah I Ajibarang, di Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu siang.

Menurut dia, Parpol menengah perlu berkumpul demi keutuhan Bhineka Tunggal Ika karena sebenarnya Parpol menengah mampu memunculkan sosok  pemimpin baru.

"Parpol menengah jangan mau hanya disewa," katanya.

Menyinggung pencalonan Megawati Soekarnoputri dan Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden dalam Pemilu mendatang, dia mengatakan, hal itu tidak akan membawa perubahan dan hanya kontinuitas.

"Indonesia membutuhkan sosok pemimpin alternatif yang tidak menjual BUMN dan mau memikirkan ekonomi kerakyatan," katanya.

Amien Rais menyatakan, sudah siap untuk dicalonkan sebagai presiden jika masyarakat menghendakinya.

"Saya sudah siap jika ada masyarakat yang menghendaki," katanya. (*)

Baca Juga




Sent with Clipmarks

Megawati-Hidayat Nurwahid Pasangan Serasi

 clipped from politik.vivanews.com
Survei Puskaptis

Megawati-Hidayat Nurwahid Pasangan Serasi

Survei Puskaptis menyebutkan Megawati tidak tepat berpasangan dengan Raja Yogyakarta.

Selasa, 30 Desember 2008, 15:32 WIB



VIVAnews - Survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis menyebutkan pasangan Megawati Soekarnoputri-Hidayat Nurwahid paling banyak didukung publik merebut kursi presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Umum 2009.

Menurut survei yang diumumkan di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Selasa 30 Desember 2008, persentase suara yang mendukung mantan Ketua Partai Keadilan Sejahtera itu mendampingi Megawati mencapai 40,21 persen.

Puskaptis juga mengukur peluang Sutiyoso mendampingi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu. Hasilnya hanya 11,19 persen masyarakat yang mendukung mantan Gubernur Daerah Khusus Indonesia itu maju.

Berdasarkan survei itu, peluang Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, tergolong kecil maju mendampingi Megawati di Pemilihan Presiden 2009. Bila mereka disandingkan, hanya didukung 9,87 persen suara pemilih.

Direktur Puskaptis, Husin Yazid, mengatakan survei itu dilakukan 24 November 2008 sampai 3 Desember 2008. Jumlah responden 1.355 orang. Mereka dianggap mewakili provinsi 33. Teknik survei, random sampling. Tingkat kesalahan 3-5 persen.

Sent with Clipmarks

Apa Jadinya Kalau Demokrat Mendepak Golkar dan Megawati Mundur?

 clipped from www.berpolitik.com
Senin, 22 Desemberß 2008

Apa Jadinya Kalau Demokrat Mendepak Golkar dan Megawati Mundur?

Dalam politik konon berlaku adigium: tidak ada yang tak mungkin. Inilah yang barangkali mendorong berkembangnya dua isu yang mulai menjadi bahan perbincangan di kalangan terbatas.

Isu yang pertama menyangkut kemungkinan Demokrat menendang Golkar. Di atas kertas, yang diyakini publik adalah sebaliknya. Sebab postur dan kekuatan Golkar dianggap terlalu besar untuk diabaikan Demokrat. Terlebih mengingat persyaratan pengajuan pilpres yang terbilang tinggi.

Tapi, rupanya perkembangan mutakhir menunjukkan adanya kemungkinan tersebut. Dari survei-survei terlihat, pergerakan Demokrat yang makin moncer. Menurut Saeful Mudjani, Direktur Eksekutif LSI, Demokrat sudah mulai merambah basis-basis suara Golkar di Sumatera, Jawa Barat dan juga Indonesia Timur.

Pada saat yang sama, faksionalisasi di tubuh Golkar malah meruncing karena berbagai sebab. Gontok-gontokan itu tak hanya terjadi di tingkat elit, tetapi juga menyebar hingga tingkat wilayah. Untuk sebagian pertikaian itu merupakan imbas pilkada yang tak tertuntaskan. Sebagian lagi bersumber dari penetapan caleg.

Sebuah sumber mengkonfirmasi bahwa Kalla semakin mendapat pertentangan di dalam tubuh Golkar. Para penentangnya berupaya keras memisahkan SBY dan Jusuf Kalla. Salah satu modusnya adalah dengan melansir permintaan jatah menteri yang besar. Di lain waktu, mereka mendorong Kalla untuk menjadi capres.

Kalla sendiri justru berupaya mati-matian menjadi wakil yang baik di mata SBY. Ini terlihat dari ucapan dan tindakannya akhir-akhir ini yang sangat terjaga. Dalam beberapa isu krusial, Kalla bahkan berani tampil di depan sebagai "sasaran tembak" publik. Ini, misalnya, terlihat dari kasus kelangkaan gas tabung 3 kg dan 12 kg.

Menurut sejumlah kalangan, kemungkinan Demokrat menedang Golkar akan sangat terbuka jika perolehan partai ini tak meleset terlalu jauh dari prediksi survei hari ini. Yakni di kisaran 13% - 16%. Dengan perolehan suara sebesar itu, Demokrat lebih leluasa bermanuver. Problemnya, peraihan suara partai ini sangat ditentukan oleh elektibilitas SBY.

Jadi, jika tingkat kepuasan publik terhadap SBY minimal terpelihara seperti sekarang, Demokrat besar kemungkinan akan terbang tinggi. Ironinya, kepuasan publik sedikit banyak juga ditentukan oleh kinerja Jusuf Kalla dan departemen-departemen yang sebagian diisi oleh kader-kader partai lain.

Mundur?
Yang kedua terkait spekulasi mundurnya Megawati. Ada sementara kalangan yang meyakini Megawati akan mengundurkan diri. Isu ini sejatinya sudah pernah beredar sekitar 8-9 bulan silam. Setelah sempat menghilang, wacana ini kembali dihembuskan.

Jika Megawati mundur, maka peluang pesaing-pesaing SBY yang lain memang membesar. Hal ini terutama akan menjadikan mereka sebagai pilihan alternatif terhadap SBY.

Sejauh ini ada tiga kandidat presiden yang diuntungkan jika Megawati benar-benar keluar dari gelanggang: Sultan HB X, Hidayat Nur Wahid dan juga Prabowo. Secara kebetulan, ketiga-tiganya disebut sebagai cawapres yang paling serius dipertimbangkan kubu presiden RI ke 5 ini.

Mungkinkah Megawati mengundurkan diri?

Beberapa kalangan yang dimintai pendapatnya soal ini umumnya meragukan kemungkinan tersebut. Menurut salah satu dari mereka, Megawati baru benar-benar mempertimbangkan akan mengundurkan diri jika perolehan suara PDIP anjlok secara drastis, katakanlah menjadi di bawah 10%.

Jika Demokrat menggempur PDIP dan Megawati secara massif di berbagai lini, bukan tak mungkin peraihan suara si moncong putih ini memang melorot habis. Apalagi jika di internal PDIP juga berkembang konflik sebagai imbas pencalegan.Maka lengkaplah sudah "penderitaan" partai bernomor urut 28 ini.

Sebagai akibatnya, Megawati sangat besar peluangnya untuk mengibarkan bendera putih. Nah, mundurnya Megawati akan memberi ruang bagi kandidat presiden alternatif untuk tampil lebih mencorong merengkuh hati publik. Mereka diprediksi mempunyai peluang yang besar untuk mengalahkan SBY ketimbang jika Megawati kembali behadap-hadapan dengan SBY.

Jadi, mundur tidaknya Megawati untuk sebagian ditentukan oleh seberapa besar manuver Demokrat. Semakin besar intensitas serangan balik mereka, semakin mungkin Megawati keluar dari bursa. Tapi, persis bersamaan dengan itu, bakal hadir kandidat alternatif yang bisa menumbangkan SBY.

Menarik bukan?
Sent with Clipmarks

PKS: Megawati Sulit Dijual

 clipped from www.berpolitik.com
PKS: Megawati Sulit Dijual



Sumbawa - Otak-atik masalah pasangan kandidat capres dan cawapres pendampingnya terus bergulir di internal parpol. Tapi sejauh ini hanya PKS yang belum melontarkan siapa pasangan yang akan didukungnya.

"Kita belum melihat nama capres yang layak untuk didukung. Tapi sejumlah nama sedang digodok di DPP," jelas Wakil Sekjen PKS Fahri Hamzah kepada detikcom saat melakukan pertemuan dengan sejumlah anggota DPD PKS di Sumbawa Besar, NTB, Senin  (29/12/2008).

Sejauh ini PKS dikabarkan tengah melakukan pembicaraan dengan sejumlah parpol, terutama PDIP, Golkar dan Hanura. Namun penjajakan koalisi tersebut, kata Fahri, belum ada titik temu karena semua masih ngotot dengan capresnya masing-masing.

"PKS akan serius melakukan penjajakan koalisi di pilpres kalau masing-masing
punya zero option. Sebab penentuan capres PKS akan diputuskan setelah pemilu
legislatif. Bukan saat ini," ujar politisi asal NTB tersebut.

Terkait wacana pasangan Mega-Hidayat Nur Wahid atau Jusuf Kalla- Hidayat, imbuh Fahri, duet tersebut tidak akan menguntungkan PKS. Sebab kedua kandidat capres tersebut kurang mendapat dukungan yang signifikan.

"Megawati sulit untuk dijual karena pernah memimpin dan punya catatan yang
kurang bagus saat itu. Sedangkan JK kurang diterima di pulau Jawa, " pungkasnya. (ddg/lh)

Deden Gunawan - detikNews
Sent with Clipmarks

Delapan Tokoh Perempuan Terima PKS Award 2008

 clipped from www.antara.co.id

19/12/08 21:45

Delapan Tokoh Perempuan Terima PKS Award 2008



Jakarta (ANTARA News) - DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jumat malam, menganugerahkan "PKS Award 2008" kepada delapan tokoh wanita yang dianggap telah memberikan inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya untuk selalu berjuang.

Penyerahan penghargaan kepada delapan tokoh perempuan itu berlangsung di Jakarta, Jumat malam, dalam acara "Malam Anugerah PKS Award 2008 - 8 Inspiring Woman".

Kedelapan tokoh perempuan itu adalah Titi Widoretno (Neno) Warisman (seniman), Nani Zulminarni (aktivis LSM), Prof Edi Sedyawati (budayawan), Bunda Iffet Veceha Sidharta (manajer Grup Band Slank), Eniya Listiani Dewi (peneliti), Maria M Hartiningsih (wartawan), Sri Wulandari (pendidik), dan Marwah Daud Ibrahim (politisi).

Presiden PKS Tifatul Sembiring, yang didampingi Ketua Majelis Syura PKS KH Hilmi Aminudin dan Ketua DPP PKS bidang kewanitaan, Ledia Hanifa Amaliah, menyerahkan penghargaan tersebut kepada kedelapan tokoh perempuan pemberi inspirasi tersebut.

Tifatul Sembiring mengatakan, meski kondisi kaum perempuan Indonesia saat ini secara umum masih memprihatinkan, namun PKS tetap ingin melakukan penguatan.

"Untuk itu, PKS memberikan penghargaan kepada kaum perempuan para pemberi inspirasi agar kualitas perempuan bisa lebih meningkat. Sekecil apapun langkah PKS ini, kami berharap bisa memberi inspirasi bagi yang lain," katanya.

Ketua DPP PKS bidang kewanitaan Ledia Hanifa mengatakan, penganugerahan PKS Award 2008 itu diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember mendatang.

Pada peringatan Hari Ibu 2008, DPP PKS menetapkan tema "80 Tahun Kebangkitan, Inspirasi Bagi Indonesia yang Sejahtera.

"Perempuan Indonesia seharusnya bergerak bersama dalam memberi untuk meningkatkan martabat bangsa di tengah banyaknya permasalahan bangsa saat ini," katanya.

PKS, katanya, yakin bahwa masih banyak perempuan yang mampu memberi banyak inspirasi terhadap ide dan gagasan-gagasan yang memberi pencerahan bagi bangsa.

Sejumlah tokoh perempuan yang sebelumnya masuk nominasi seperti Siti Hardiyanti Rukmana, Megawati Soekarnoputri, dan Khofifah Indar Parawansa, ternyata tidak terpilih sebagai pnerima penghargaan.(*)

COPYRIGHT © 2008

Sent with Clipmarks

Soksi Kecewa Kalau Sultan Jadi Cawapres

 clipped from www.antara.co.id

19/12/08 21:26

Soksi Kecewa Kalau Sultan Jadi Cawapres



Jakarta (ANTARA News) - Ketua Dewan Pendiri Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) Suhardiman menyatakan sangat kecewa apabila Sri Sultan Hamengku Buwono X hanya bersedia menjadi calon wakil presiden (cawapres) pada pemilihan presiden (pilpres) 2009.

"Soksi mencalonkan Sri Sultan hanya sebagai capres (calon presiden) bukan cawapres," kata Suhardiman, di sela-sela perayaan ulangtahunnya ke-83 di Jakarta, Jumat malam.

Suhardiman menyatakan hal tersebut terkait kemungkinan Sri Sultan menjadi cawapres bagi capres dari PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Pada Jumat siang, saat ditanya usul Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo, yang ingin menyandingkannya sebagai cawapres bagi Megawati Soekarnoputri, Sultan mengatakan,
"Saya tidak bisa komentar apa pun. Nanti kan PDIP menyelenggarakan Rakernas bulan Januari. Nanti lihat, sabarlah, keputusannya nanti," tuturnya.

Suhardiman mengatakan, Soksi sejak awal mempersiapkan Sri Sultan hanya sebagai capres dan keberatan bila Sultan hanya menjadi cawapres. "Kita keberatan kalau Sri Sultan hanya jadi cawapres. Kalau hanya jadi cawapres untuk apa kita calonkan," katanya.

Soksi memang memberi kesempatan kepada Sri Sultan untuk melakukan pendekatan atau menjajagi koalisi dengan partai-partai peserta pemilu. Tapi dalam pendekatan itu Soksi menginginkan Sultan tetap sebagai capres bukan cawapres.

Namun Soksi mengingatkan bahwa koalisi partai dalam rangka pencalonan Sri Sultan tetap harus mengikutsertakan Partai Golkar.

Soksi pada acara halal bihalal Idul Fitri 1429 Hijriah di kediaman Suhardiman mendeklarasikan Gubernur Yogyakarta Sri Sultan sebagai capres pada pilpres 2009.

Sikap politik Soksi tersebut menjadi hal baru di Golkar karena selama ini Soksi sebagai salah satu pendiri Golkar selalu satu sikap dengan DPP Partai Golkar.

Meskipun demikian, sikap politik Soksi ini tidak terlalu menjadi persoalan di DPP Partai Golkar bahkan menjadi salah satu masukan bagi DPP.

Ulang tahun Suhardiman sendiri dihadiri para pengurus DPP Golkar, ormas pendiri Golkar maupun ormas yang didirikan Golkar.

Hadir pada acara tersebut antara lain anggota FPG di DPR Lili Asdjudiredja dan Soeharsoyo, Djojo Kusumo (adik Sri Sultan), serta Bobby Suhardiman (mantan anggota DPR RI yang juga anak Suhardiman).(*)

COPYRIGHT © 2008

Sent with Clipmarks

Megawati Rapat Sembako Murah, SBY bilang Mana Mungkin? :)) Mulai pada perang urat syaraf nih

Ketua umum DPP PDI Perjuangan Megawati saat
memimpin rapat didampingi (kiri ke kanan) Sekjen DPP PDIP Pramono Anung
dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Cahyo Kumolo di Kantor Megawati
Institute, Jakarta, Kamis (27/11). Rapat yang juga dihadiri sejumlah
pengurus PDIP tersebut terkait persiapan kampanye PDIP yang akan
mengangkat isu sembako murah.





Megawati Rapat Sembako Murah, SBY bilang Mana Mungkin? :)) Mulai pada perang urat syaraf nih

Ketua umum DPP PDI Perjuangan Megawati saat
memimpin rapat didampingi (kiri ke kanan) Sekjen DPP PDIP Pramono Anung
dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Cahyo Kumolo di Kantor Megawati
Institute, Jakarta, Kamis (27/11). Rapat yang juga dihadiri sejumlah
pengurus PDIP tersebut terkait persiapan kampanye PDIP yang akan
mengangkat isu sembako murah.





Rizal Mallarangeng Mundur dari Bursa Capres - sukurlah sadar diri!

19/11/08 23:13

Rizal Mallarangeng Mundur dari Bursa Capres


Jakarta (ANTARA News) - Dr Rizal Mallarangeng menyatakan mundur dari bursa bakal calon presiden (capres) karena menyadari tingkat elektibilitasnya atau kemungkinan terpilih dalam pilpres jauh berada dibawah Susilo Bambang Yudhoyono serta Megawati Soekarnoputri.

"Saya akui bahwa saya belum mampu. Saya tidak malu mengakui kekalahan saya ini," kata Rizal ketika mengumumkan pengunduran dirinya dari bursa capres kepada pers di Jakarta, Rabu malam.

Adik Andi Mallarangeng ini mengatakan selama tiga bulan setengah ini, dirinya bersama tim suksesnya sudah berusaha maksimal mempopulerkan dirinya antara lain melalui kunjungan ke berbagai daerah serta melalui iklan di media massa.

"Tingkat popularitas saya semakin naik. Tapi tingkat elektibilitas belum bertambah secara signifikan," katanya sambil secara jantan mengakui bahwa dirinya masih belum bisa mengalahkan Susilo Bambang Yudhoyono yang masih menjadi Presiden serta mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Rizal kemudian mengatakan" tingkat elektibilitas saya masih jauh dibawah Pak SBY serta Mbak Megawati".

Ia mengatakan pada pilpres tahun 2009, paling-paling ada tiga calon presiden antara lain Yudhoyono serta Megawati. Ia memperkirakan Wiranto bisa menjadi capres ketiga

Ketika ditanya wartawan apakah ia akan maju lagi pada pilpres tahun 2014, sambil tersenyum, ia berkata "Saya lima tahun lagi akan berusaha mencoba".(*)

COPYRIGHT © 2008

Ternyata Lima Presiden Indonesia Pernah Ditipu

2008 Jul 29

Sejumlah ilmuwan menilai Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) 'tertipu' dalam kasus blue energy (energi biru). Seorang pria asal Nganjuk, Joko Suprapto, mengaku bisa memproduksi minyak mentah dari air. Dari biang minyak itu bisa dihasilkan bahan bakar sekelas minyak tanah hingga avtur.

Presiden SBY yakin itu merupakan sumbangan Indonesia bagi dunia, di tengah makin meroketnya harga minyak. Sementara, negara dibikin pusing tujuh keliling oleh dampak dari kenaikan itu. Karuan saja, sejumlah pihak, termasuk para ilmuwan, menyesalkan informasi yang belum valid bisa diterima oleh SBY. Kabarnya Joko kini dilaporkan ke polisi.

Penipu 'masuk Istana' ternyata punya sejarah yang cukup panjang. Baiklah kita mulai pada tahun 1950-an, pada masa pemerintah Presiden Soekarno. Ada seseorang yang mengaku Raja Kubu -- suku anak dalam di Jambi. Tidak tanggung-tanggung, dia memberi gelar dirinya Raja Idrus dan istrinya Ratu Markonah.

Pasangan 'suami istri' itu, entah bagaimana prosesnya, mendapat pemberitaan pers, termasuk foto-foto keduanya. Maka, sejumlah pejabat negara memberikan penghormatan luar biasa pada 'raja' dan 'ratu' tersebut.

Rupanya ada seorang pejabat yang menghubungi Presiden Soekarno dan kemudian memperkenalkannya. Di Istana, 'suami-istri' yang sebenarnya adalah penarik becak dan pelacur itu sempat diterima sebagai tamu kehormatan di Istana Merdeka. Mereka juga diberi uang, menginap dan makan gratis di hotel-hotel mewah. Termasuk mengunjungi Kraton Yogyakarta dan Surakarta.

Kedok penipuan mereka terbongkar saat berjalan-jalan di Jakarta. Ada seorang tukang becak yang mengenali 'Raja' Idrus, teman seprofesinya di Tegal. Sedang sang 'maharani' juga terbongkar berprofesi sebagai pelacur kelas bawah di kota yang sama. Konon, keduanya bertemu di sebuah warung kopi di Tegal. Kemudian sepakat untuk menjalankan aksi penipuan itu. Keistimewaan Markomah selalu memakai kaca mata hitam baik siang maupun malam. Rupanya sebelah matanya picek.

Pada masa Soeharto, di era 1970-an, juga terjadi penipu kelas kakap. Penipunya bernama Cut Zahara Fona, asal Aceh. Meski tidak tamat SD, dia memiliki ide jenius. Dia, yang selalu mengenakan kain batik, mengklaim bahwa janin yang ada diperutnya bisa berbicara dan mengaji.

Karuan saja, kabar itu menggegerkan masyarakat, apalagi diberitakan secara luas di surat kabar dan majalah. Konon, tiras sebuah harian ibukota terdongkrat naik, karena tiap hari membuat berita tentang 'bayi ajaib' di perut Cut Zahara.

Masyarakat yang banyak berdatangan pun rela untuk nguping di perutnya yang dilapisi kain untuk mendengar 'bayi ajaib' itu berbicara atau mengaji. Bukan hanya rakayat biasa, ada juga pejabat yang meyakininya. Termasuk Wakil Presiden Adam Malik yang mengundang Cut Zahara ke Istana Wapres. Bahkan, Menteri Agama KH Mohamad Dachlan termasuk orang yang meyakininya. Untuk meyakininya, ia menyatakan bahwa Imam Syafi'ie selama tiga tahun berada di kandungan ibunya.

Cut Zahara Fona dan suaminya pernah diperkenalkan oleh Sekdalopbang (Sekretaris Pengendalian Pembangunan) Bardosono kepada Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto. Perkenalan ini dilakukan di Bandara Kemayoran setelah keduanya tiba dari lawatan luar negeri. Tapi, rupanya Ibu Tien termasuk orang yang kurang yakin terhadap 'bayi ajaib'-nya Cut Zahara Fona. Apalagi wanita Aceh itu menolak ketika hendak diperiksa di RSCM.

Konon, Ibu Tienlah yang menggeledah dan mendapatkan bahwa bicara dan mengaji itu hanya berasal dari tape recorder kecil yang disisipkan di perut Cut Zahara. Kala itu memang belum banyak perekam suara sekecil milik Cut.

Meskipun kedoknya terbongkar, 'bayi ajaib' tersebut bukan hanya mendapat perhatian masyarakat Indonesia, tapi juga dunia internasional. Hingga ada permintaan dari Pakistan agar Cut dan suaminya berkunjung ke sana. Bahkan, ada yang meramal 'bayi ajaib' itu, bila lahir akan menjadi Imam Mahdi.

Setelah tidak terdengar kasus Istana pada masa Presiden BJ Habibie, yang memang pendek masa jabatannya, pada masa Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) kembali terjadi penipuan yang mengaitkan Istana Negara. Pelakunya adalah Soewondo, yang biasa keluar masuk Istana karena jadi tukang pijat Gus Dur.

Orang yang dianggap 'dekat' dengan orang nomor satu di Indonesia itu berhasil menipu Yayasan Dana Kesejateraan Karyawan (Yanatera) Badan Urusan Logistik (BULOG) dan dituduh membobol uang yayasan hingga Rp 35 miliar. Soewondo sempat kabur, namun kemudian ditangkap polisi di kawasan Puncak, Jawa Barat. Pengadilan memvonisnya 3,5 tahun penjara.

Kasus tersebut sempat menyita perhatian khalayak dan menjadi senjata pamungkas bagi lawan-lawan politik Gus Dur, yang membantah telah memerintahkan pencarian dana itu. Namun, akhirnya Gus Dur lengser juga dari jabatannya gara-gara kasus yang dikenal dengan istilah Buloggate tersebut.

Pada masa Presiden Megawati, skandal 'penipuan' kembali terjadi. Kali ini yang diperdaya adalah Menteri Agama Kiai Said Agil Almunawar. Menteri yang bergelar profesor dan hafidz Alquran ini memimpin penggalian situs di Batutulis Bogor yang diyakini memendam harta karun yang nilainya dapat untuk membayar seluruh utang negara.

Menurut Said Agil, Presiden Megawati mengetahui rencana penggalian situs bersejarah yang konon peninggalan Kerajaan Pajajaran itu. Sayangnya, harta karun yang dicari hanya pepesan kosong. Said Agil sendiri kini masih ditahan dalam kasus tuduhan korupsi uang haji.

Moga-moga penghuni Istana yang menjadi lambang kebanggaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia, itu tidak lagi menjadi korban penipuan.

Dikutip Dari Beberapa Sumber Di Internet

Presiden RI 2009 menurut teori Joyoboyo adalah "SUTIYOGO"

Presiden RI 2009 menurut teori Joyoboyo

27 July 2008 | www.blogberita.net

Konon urutan pemimpin Indonesia menuju kemakmuran adalah
”notonogoro” — urutan suku kata terakhir nama mereka.
”No” untuk Soekarno, ”to” untuk Soeharto, dan
”no” kedua buat Susilo Bambang Yudhoyono. Kini giliran
“go”; maka Kivlan Zen, bekas petinggi TNI, mengubah namanya
menjadi Sutiyogo untuk ikut Pilpres 2009. Bah, orang
“ngelmu” kayak begini mau jadi presiden?


Majalah Tempo edisi pekan lalu menurunkan liputan utama berjudul Mimpi jadi presiden. Sejumlah tokoh sipil dan militer yang ingin jadi RI-1 diulas, salah satunya adalah Kivlan Zen. Blog Berita
tergelitik membaca salah satu artikel Tempo tentang usaha Kivlan
mempersiapkan dirinya menjadi presiden, yaitu dengan cara mengubah
namanya agar sesuai ramalan Joyoboyo.


H spasi D, heran deh…. Di bawah ini Blog Berita mengutip artikel Tempo tersebut.


Pendukung Kivlan Zen percaya akan munculnya Satrio Piningit. Berbekal keris dan ramalan Joyoboyo.


Zaap…, Kivlan Zen melihat bola biru melesat ke angkasa.
Tengah malam sudah lewat, mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis
Angkatan Darat itu sedang tirakat di emperan musala di kompleks
pemakaman Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, awal Juni tahun lalu.


Kivlan, 63 tahun, telah selesai menjalani ritual nyekar di pusara
sang Proklamator. ”Semoga Paduka yang Mulia diberi kelapangan di
alam kubur,” kata pensiunan mayor jenderal itu menceritakan
kembali pengalamannya. Bersama menantunya, ia melakukan salat malam dan
kemudian tirakat.


Menurut Kivlan, ada lima peziarah lain yang menyaksikan bola biru
melesat malam itu. Mereka menyebutnya lintang kemukus — dalam
tradisi Jawa diyakini menjadi pertanda bakal munculnya Satrio Piningit.
”Sebulan kemudian, jam satu malam, saya bertemu dengan lintang
kemukus lagi ketika naik mobil di Bintaro, Jakarta Selatan,”
ujarnya.


Setahun setelah munculnya lintang kemukus itu, Kivlan
mendeklarasikan diri sebagai calon presiden di Gedung Museum
Kebangkitan Nasional, Jakarta. Ia mengusung slogan: ”Pembaruan
dan Tegas”. Jualannya pembangunan pertanian dan energi bersumber
alam. Ia mengklaim punya sumber energi baru yang dinamai ”fuel
cell”.


Kivlan yakin dukungan politik dan dana untuknya akan
datang. Ia pun siap memperluas kewenangan otonomi daerah, termasuk hak
mengelola anggaran oleh pemerintah daerah. ”Para gubernur pasti
mendukung saya,” ujarnya.


Bagi Anda yang sudah lupa dengan Kivlan Zen, mari sama-sama membuka
catatan lama. Kivlan dulu pernah mengaku diperintah Panglima Tentara
Nasional Indonesia Jenderal Wiranto membentuk Pam Swakarsa —
milisi sipil yang dipersenjatai bambu runcing untuk melawan demonstrasi
mahasiswa menjelang Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat
1998. Wiranto membantah tudingan Kivlan itu dan jadilah keduanya
berpolemik di media massa. Keduanya juga saling serang dengan cara
menerbitkan buku.


Kini Kivlan bangkit lagi. Untuk meraih mimpinya, menurut orang
dekatnya, ia mengejar dukungan hingga alam gaib. Sang calon presiden
kabarnya memiliki guru spiritual
bernama Ahmad Zakaria, pria 100 tahun yang mengklaim masih merupakan
kerabat Keraton Yogyakarta. Kepada Kivlan, kata sumber itu, Zakaria
memberikan pertanda: ”Presiden tahun depan bukan orang
Jawa.” Ia pun meminta Kivlan cepat-cepat mengumumkan diri sebagai
calon presiden.


Agar lebih sedap, ramalan lawas juga dibuka. Menurut teori Joyoboyo
yang masyhur, urut-urutan pemimpin Indonesia menuju kemakmuran adalah
”notonogoro” — urut-urutan suku kata terakhir nama
mereka. ”No” untuk Soekarno, ”to” untuk
Soeharto, dan ”no” kedua buat Susilo Bambang Yudhoyono.
Adapun B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati Soekarnoputri
dianggap sebagai tokoh peralihan.


Nah, kini giliran yang punya nama ”go” untuk memimpin.
Kivlan Zen jelas tak memenuhi syarat ini. Tapi itu tak jadi masalah. Ia
sudah punya nama lain: Sutiyogo. Prosesi mengubah nama itu kabarnya
telah dilakukan sebulan lalu.


Saat dimintai konfirmasi soal itu, Kivlan tak
membantahnya. Ia berujar, ”Saya memang suka ngelmu, sejak
berlatih silat ketika kelas II SMA di Medan.” Di mana pun
bertugas ketika masih aktif di militer, ia mengaku selalu berguru
kepada ulama. ”Saya pengikut tarekat Naqsabandiah.”


Satu lagi senjata pamungkas Kivlan: keris tujuh lekuk setengah meter
dari besi kuning. Keris itu diberi nama Satrio P. Saat ditanyai apakah
P itu merupakan singkatan dari ”Piningit”, Kivlan tangkas
menjawab, ”Biar saja orang lain yang menafsirkan, nanti geger
Indonesia.”


Nah, siapa berani melawan Sutiyogo, eh, Kivlan Zen? [Tempo/Budi Riza]


  • Foto Kivlan: Tempo/Dwi Djoko Sulistyo

Prabowo Subianto Maju Sebagai Capres 2009

Prabowo Subianto


14/07/2008 12:25 Pilpres

Prabowo Subianto Maju Sebagai Capres 2009


Liputan6.com, Jakarta:
Prabowo Subianto resmi mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilihan
umum tahun depan. Deklarasi pencalonan sebagai presiden ini diumumkan
langsung oleh Prabowo, Senin (14/7) pagi. Prabowo menyatakan
kesiapannya sebagai calon presiden setelah melihat perkembangan politik
kenegaraan dimana dibutuhkan pemimpin yang mampu mengatasi persoalan
bangsa.


Menurut Prabowo, dirinya telah diminta oleh Partai Gerakan Indonesia
Raya (Gerindra) untuk menjadi calon presiden. Untuk itu Prabowo akan
mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Golkar. Pernyataan
pengunduran diri ini disampaikan Prabowo pada 12 Juli lalu kepada Ketua
Umum Golkar Jusuf Kalla.


Sebelum Prabowo, beberapa partai telah lebih dulu menyebut nama dan
kesiapannya. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, misalnya, sudah
memutuskan mencalonkan Megawati Sukarnoputri untuk maju kembali sebagai
calon presiden. Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso juga telah
mendeklarasikan diri. Sedangkan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf
Kalla, sekalipun belum menyatakan sikap, keduanya diduga akan maju.
Nama lain yang tampak serius menyiapkan diri adalah Wiranto melalui
Partai Hanura.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)


Meutia Hatta Siap Menjadi Capres

16/07/2008 16:53

Meutia Hatta Siap Menjadi Capres


Liputan6, Yogyakarta:
Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta mengatakan, ia siap menjadi
calon presiden, jika ada yang mencalonkan. "Faktor terpenting menjadi
presiden adalah mencintai rakyat," katanya, Rabu (16/7).



Dan bila dipasangkan dengan Megawati Soekarnoputri, Meutia berpendapat,
bangsa Indonesia belum siap untuk dipimpin dua perempuan.



Selain memimpin Departemen Pemberdayaan Perempuan, Meutia menjabat
sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Partai Persatuan dan
Keadilan Indonesia. Sejauh ini, partai itu belum mendeklarasikan
calonnya untuk pemilihan presiden mendatang.



"Saya belum mengambil langkah apapun untuk maju di pilpres 2009," kata putri pertama Bung Hatta itu.(SHA/ANTARA)