Showing posts with label demokrat. Show all posts
Showing posts with label demokrat. Show all posts

Nazarudin: Anas Korupsi Dana Pendidikan bersama Wimpy Ibrahim pemilik PT. Bintang Ilmu sebesar Rp. 6,4 trilyun

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, kembali melemparkan bola panas dari tempat persembunyiannya melalui pesan blackberry mesengger. Kali ini Nazar menuding Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum bermain dalam berbagai proyek di Kementerian Pendidikan Nasional.

“PT Anugrah Nusantara itu digunakan untuk bermain di berbagai proyek di Kementerian Pendidikan Nasional. PT tersebut bermain dengan penerbit Bintang Ilmu yang dimiliki oleh Wimpy Ibrahim,” ujar Nazaruddin dalam pesan BBM-nya kepada wartawan, Kamis (7/7).

Semua anggaran pengadaan buku sekolah dan alat peraga yang ada dalam DAK senilai Rp6,4 triliun, menurut Nazaruddin, dipegang oleh Wimpy Ibrahim. Wimpy kemudian rutin memberikan setoran pada Anas Urbaningrum. “Wimpy Ibrahim sering setor uang ke Anas. Proyek yang dimainkan oleh Wimpy (warga Taiwan?) itu adalah proyek pengadaan buku senilai Rp6,4 triliun,” ungkap Nazar.

Tidak itu saja, Nazaruddin juga mengungkapkan, proyek pengadaan jaringan komputer dalam program e-learning semuanya dimainkan oleh Anas. Permainan itu bisa sangat terlihat karena jaringan sudah lebih dulu diadakan meskipun komputer untuk program tersebut belum diadakan. “Permainan ini bisa lancar dilakukan juga karena melibatkan Fasli Jalal, mantan dirjen di kementerian pendidikan nasional yang kini menjabat wakil menteri,” jelas Nazar.

Dari fotocopy akta notaris yang beredar di kalangan wartawan, Anas Urbaningrum diketahui memiliki 30 persen saham di PT Anugrah Nusantara yang merupakan sebuah perusahaan general contractor dan supplier yang dibelinya dari Muhammad Nazaruddin. Akta pembelian itu disahkan oleh Notaris Asman Yunus SH yang berkedudukan di Pekanbaru, Riau.

Nazaruddin meyakinkan ahwa akta tersebut adalah fotocopy akta asli yang diberikan tandatangan dan cap jempol olehnya dan Anas. Nazaruddin menyebutkan bahwa sesuai akta notaris itu pada hari Rabu tanggal 1 Maret 2007 terjadi transaksi penjualan saham sebesar 30 persen antara dirinya sebagai pihak pertama dan Anas Urbaningrum sebagai pihak kedua, “Itu semua dokumen asli ada tandatangan dan cap jempol,” tegasnya.

Dari fotocopy yang didapatkan wartawan sendiri berupa akta notaris Asman Yunus berkedudukan di Pekanbaru Riau dimana dia melegalisir penjualan saham PT Anugrah Nusantara yang merupakan general contractor and supplier yang berkedudukan di kantor pusat Jl tuanku Tambusai no 263 Pekanbaru Riau dengan no tlp 0761 849472 no fax 0761 849472 dan branch office di Jl Rasuna Said Kuningan Tower no 07 LGG-Jakarta Selatan telp 021 70668834 fak 021 9392350 dan email anugrah_n@yahoo.com

Surat tersebut ditandatangani dan diberi cap jempol oleh Anas Urbaningrum dan Muhammad Nazaruddin dan dibubuhi cap dan didaftarkan oleh Asman Yunus sebagai notaris dengan materai Rp6.000.

(feb)
http://www.primaironline.com/berita/Hukum/115977-nazaruddin-anas-bermain-di-proyek-kemendiknas

Pengurus Demokrat Otaki Pencurian Mobil

Modusnya Sewakan Mobil Lalu Dicuri

LAMONGAN - Jajaran Polres Lamongan berhasil membekuk kawanan sindikat kejahatan pencurian mobil, Sabtu (28), di Bojonegoro. Pelaku yang berjumlah tujuh orang ini diamankan saat melakukan transaksi.


Dari tujuh pelaku yang diamankan, ada dua pelaku yang berprofesi cukup terpandang. Yakni M Solikin (53), bendahara DPC Demokrat dan sekretaris Deltras U-21, warga Desa Ngingas, Kecamatan Waru, Sidoarjo dan Tri Nurwanto alias Iwan (46), seorang pengacara, warga Sidomukti, Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo.


Sedangkan lima pelaku yang besama-sama dengan dua orang penting yang berhasil ditangkap itu dalah, Arfai Hendroyono (36), warga Desa Jubel Kidul, Kecamatan Sugio, Lamongan, Imam Basori (45), asal Dusun Gedangkluthuk, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Mojokerto, Slamet alias Solder (45), asal Dusun Sumbersari, Desa Sumberkarang, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto. Juga, M. Dahlun (42), asal Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Bangkalan, dan Oki Sutanto (32), domisili di Jalan Gatotkoco, Kelurahan Soko, Mojokerto.


Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Sutopo menjelaskan, kalau penangkapan tujuh tersangka itu berawal dari informasi yang didapat anggotanya, bahwa Jumat (27/8) malam bakal ada transaksi mobil bodong. Informasi ini ditindaklanjuti dengan melakukan penyanggongan di sejumlah tempat.


Penyanggongan itu membuahkan hasil. Polisi mencurigai dua mobil yang salah satunya memiliki ciri-ciri sesuai informasi kasus pencurian mobil di Bojonegoro. Yakni, pencurian Daihatsu Terios W 1503 PA milik Haryanto, warga Desa/Kecamatan Kanor, Bojonegoro, yang terjadi Jumat (27/8). Ketika terjadi transaksi, pelaku digerebek."Saat itu juga pelaku digiring ke mapolres. Ternyata, ketujuh orang itu semuanya habis nyabu di Bangkalan," kata Sutopo.


Setelah pelaku dimintai keterangan, terbongkarlah siapa yang mencuri mobil milik warga Kecamatan Kanor tersebut. Ternyata yang mencuri mobil dari rumah Hariyanto adalah Solikhin dan Iwan. Menurut dia, dari pengembangan penyidikan, pelaku sangat pantas disebut sebagai sindikat karena cukup profesional. Dalam kasus ini, Solikhin sebenarnya sebagai pemilik Terioz. Mobil tersebut dipinjamkan kepada seorang temannya. Oleh temannya itu, mobil digadaikan kepada Haryanto. Dengan dilengkapi surat sah kendaraan, harga sewa mobil waktu itu Rp 35 juta.


Solikin didampingi Iwan selaku pengacara, lalu mendatangi rumah Haryanto. Keduanya berniat mengambil mobil itu yang diakui hilang. Sementara Haryanto menolak memberikan mobil tersebut. Namun, pagi harinya dia kaget mengetahui mobilnya hilang. Korban melaporkan kejadian ini ke mapolsek setempat.


"Modus yang dilakukan pelaku, dengan menyewakan mobil, beberapa hari kemudian diminta dengan alasan mobil miliknya yang dicuri orang. Ketika tidak diserahkan, mobil tersebut dicuri," ujarnya. Polisi lanjut Sutopo menyimpulkan modus ini bisa jadi sering dilakukan oleh pelaku. Karena tempat kejadiannya berada di Bojonegoro, biar Polres Bojonegoro yang menindaklanjuti, karena kasus ini akan diserahkan ke Polres Bojonegoro.jr


http://www.surabayapagi.com/index.php?p=detilberita&id=55233

"Dilecehkan" Survei, Golkar Minta Kalla Maju

 clipped from pemilu.antara.co.id

08/01/09 10:00


"Dilecehkan" Survei, Golkar Minta Kalla Maju



Golkar geram karena merasa "dilecehkan" oleh beberapa lembaga survei dan kader-kadernya meminta Jusuf Kalla menyalonkan diri sebagai Capres untuk merespon apa yang mereka sebut sebagai "pelecehan" itu.

Jakarta (ANTARA News) - Merespon atas apa yang disebutnya sebagai "pelecehan" oleh beberapa lembaga survei dan "penghinaan" Partai Demokrat, kader-kader Partai Golkar meminta Jusuf Kalla berani menjadi calon presiden pada Pilpres 2009.

"Istilah dalam komunitas Bugis Makassar, tegakkan kembali `siri` atau kehormatan paling tinggi. Iya, itu harkat dan martabat partai telah benar-benar diinjak-injak oleh hasil polling beberapa lembaga survei yang hanya mendasarkan data 2000-an orang, tetapi seolah-olah telah mewakili 120 jutaan pemilih," kata salah seorang Ketua Departemen di DPP Golkar, Zainal Bintang, di Jakarta, Kamis.

Zainal yang mengungkapkan itu atas nama rekan-rekannya di Golkar menegaskan, hanya ada dua langkah terobosan yang segera harus dilakukan sekarang oleh Partai Golkar selaku partai dengan segudang sejarah bagi eksistensi NKRI.

"Pertama, Jusuf Kalla (JK) harus segera menyatakan dirinya akan maju sebagai calon presiden (Capres) 2009. Ini demi menegakkan `siri` PG," tandasnya.

Kedua, tegasnya lagi, perlu sebuah gebrakan total untuk membangkitkan militansi kader-kader PG untuk berjuang mati-matian guna mengembalikan kejayaan partai.

"Sekali lagi, untuk langkah kedua ini, harus diawali dengan keberanian JK menyatakan diri maju sebagai Capres," katanya meyakinkan.

Jika ini bisa dilakukan segera, ia yakin soliditas keluarga besar PG akan menguat. "Dan lawan-lawan politik PG akan berfikir untuk merendahkan PG," ujar Zainal Bintang lagi.


Baca Juga


Sent with Clipmarks

Paranormal Jember Gelar Ritual Untuk Mengetahui Capres

"Ritual itu juga menunjukkan nama Sri Sultan menjadi calon terkuat dibandingkan Megawati, SBY, JK, Prabowo, Wiranto, " kata Gus Lilik. (*)

 clipped from pemilu.antara.co.id

05/01/09 14:53


Paranormal Jember Gelar Ritual Untuk Mengetahui Capres



Jember (ANTARA News) - Sejumlah paranormal Jember, Jatim, menggelar ritual "Bedah Nowo Songo" untuk mengetahui calon Presiden 2009 di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jember, Senin (5/1). Hasilnya muncul coretan gambar Sri Sultan Hamengkubuwono X di kertas putih.

Ritual tersebut diawali dengan pembakaran sejumlah kemenyan yang diiringi dengan doa-doa. Kemudian paranormal itu menebar bunga di sejumlah sudut kantor KPU Jember yang berlokasi di jalan Kalimantan dan puncak ritual di tempatkan di ruangan Ketua KPU Jember, Sudarisman.

Seorang paranormal Jember, Joko Lodang atau dikenal dengan Gus Lilik, Senin, mengatakan, ritual itu digelar untuk menentukan sesuatu dan khusus ritual ini ditujukan untuk mengetahui siapa calon Presiden pada Pemilu 2009 mendatang. Ada enam nama yang disebut dalam ritual itu, antara lain Sri Sultan, Megawati, SBY, JK, Prabowo dan Wiranto.

"Kita gelar ritual untuk mengetahui calon Presiden 2009," katanya.

Menurut Gus Lilik, ritual tersebut di gelar di KPUD karena seluruh surat suara akan dihitung di KPUD pada pemilu mendatang dan KPUD merupakan penyelenggara pemilu sehingga kantor KPUD lebih menjadi lokasi yang tepat untuk menggelar ritual tersebut.

Setelah doa-doa dibaca oleh sejumlah paranormal, kata Gus Lilik, muncul, gambar calon Presiden yang memakai "blankon", topi adat Jawa dari kertas putih yang sudah dimantrai doa-doa dan dibawah gambar ada tulisan jawa.

"Calon Presiden yang memakai blankon adalah Sri Sultan HB X, bukan Megawati atau Susilo Bambang Yudhoyono, " katanya menjelaskan.

Untuk itu, kata Gus Lilik, paranormal di Jember mendukung Sri Sultan HB X untuk maju menjadi calon presiden (capres) tahun 2009 karena sudah mendapat restu dari alam gaib.

"Ritual itu juga menunjukkan nama Sri Sultan menjadi calon terkuat dibandingkan Megawati, SBY, JK, Prabowo, Wiranto, " kata Gus Lilik. (*)

Baca Juga


Sent with Clipmarks

Surya Paloh Persilakan Partai Demokrat Tinggalkan Golkar

Ini strategi Surya Paloh untuk menaikkan dirinya dikursi nomer 2

Memunculkan Capres dan Cawapres dari kubu internal Golkar

 clipped from www.antara.co.id

02/01/09 22:18

Surya Paloh Persilakan Partai Demokrat Tinggalkan Golkar



Jimbaran (ANTARA News) - Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Surya Paloh menegaskan bahwa Partai Demokrat boleh saja meninggalkan atau tidak berhubungan lagi dengan Partai Goolkar mulai 2009, jika merasa sudah tidak layak lagi berhubungan dengan Golkar.

"Saya mempersilakan Partai Demokrat untuk meninggalkan Partai Golkar," kata Surya Paloh kepada pers di Sanur, Bali, Jumat, usai menghadiri pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dengan para kadernya.

Surya menegaskan, Golkar tidak akan merasa rugi atau kehilangan jika Partai Demokrat meninggalkan partai bernomor 23 pada Pemilu 2009 itu.

Ia mengatakan pula, tanpa Partai Demokrat pun Golkar masih tetap bisa mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, misalnya dengan berkoalisi dengan partai-partai lain.

Ia menyebutkan, kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku kader Partai Demokrat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang merupakan kader Golkar pada dasarnya memang sebuah koalisi.

Namun, katanya, jika Partai Demokrat merasa tidak layak lagi berhubungan dengan Golkar maka Golkar akan tetap bisa bekerja dengan siapapun juga.

"Tidak akan timbul masalah besar dari Partai Golkar jika ditinggalkan Partai Demokrat," kata Surya dengan nada tegas.

Sementara itu, ketka menyinggung persiapan kampanye Golkar mulai 5 Januari 2009, ia menyebutkan seluruh kader dan simpatisan partai ini harus bekerja keras.

Ia memberikan contoh di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah serta Jawa Timur, Golkar memang kalah dalam pemilihan gubernur serta wakil gubernur.

"Di Jawa Barat, Jawa Tengah serta Jawa Timur, kita betul-betul harus bekerja keras karena ketiga provinsi tersebut merupakan lumbung pemilih," katanya.

Surya mengatakan pula, dengan memiliki kursi 128 di DPR RI, maka posisi ini mencerminkan Golkar masih tetap diperhatikan dan dicintai oleh banyak warga masyarakat.

"Untuk tetap mempertahankan atau meningkatkan kursi Golkar di DPR, DPRD Provinsi serta DPRD Kabupaten/Kota maka seluruh kader serta simpatisan partai ini harus bekerja keras misalnya dengan melakukan kerja kongkrit untuk menarik jutaan calon pemilih tersebut.(*)
Sent with Clipmarks

Apa Jadinya Kalau Demokrat Mendepak Golkar dan Megawati Mundur?

 clipped from www.berpolitik.com
Senin, 22 Desemberß 2008

Apa Jadinya Kalau Demokrat Mendepak Golkar dan Megawati Mundur?

Dalam politik konon berlaku adigium: tidak ada yang tak mungkin. Inilah yang barangkali mendorong berkembangnya dua isu yang mulai menjadi bahan perbincangan di kalangan terbatas.

Isu yang pertama menyangkut kemungkinan Demokrat menendang Golkar. Di atas kertas, yang diyakini publik adalah sebaliknya. Sebab postur dan kekuatan Golkar dianggap terlalu besar untuk diabaikan Demokrat. Terlebih mengingat persyaratan pengajuan pilpres yang terbilang tinggi.

Tapi, rupanya perkembangan mutakhir menunjukkan adanya kemungkinan tersebut. Dari survei-survei terlihat, pergerakan Demokrat yang makin moncer. Menurut Saeful Mudjani, Direktur Eksekutif LSI, Demokrat sudah mulai merambah basis-basis suara Golkar di Sumatera, Jawa Barat dan juga Indonesia Timur.

Pada saat yang sama, faksionalisasi di tubuh Golkar malah meruncing karena berbagai sebab. Gontok-gontokan itu tak hanya terjadi di tingkat elit, tetapi juga menyebar hingga tingkat wilayah. Untuk sebagian pertikaian itu merupakan imbas pilkada yang tak tertuntaskan. Sebagian lagi bersumber dari penetapan caleg.

Sebuah sumber mengkonfirmasi bahwa Kalla semakin mendapat pertentangan di dalam tubuh Golkar. Para penentangnya berupaya keras memisahkan SBY dan Jusuf Kalla. Salah satu modusnya adalah dengan melansir permintaan jatah menteri yang besar. Di lain waktu, mereka mendorong Kalla untuk menjadi capres.

Kalla sendiri justru berupaya mati-matian menjadi wakil yang baik di mata SBY. Ini terlihat dari ucapan dan tindakannya akhir-akhir ini yang sangat terjaga. Dalam beberapa isu krusial, Kalla bahkan berani tampil di depan sebagai "sasaran tembak" publik. Ini, misalnya, terlihat dari kasus kelangkaan gas tabung 3 kg dan 12 kg.

Menurut sejumlah kalangan, kemungkinan Demokrat menedang Golkar akan sangat terbuka jika perolehan partai ini tak meleset terlalu jauh dari prediksi survei hari ini. Yakni di kisaran 13% - 16%. Dengan perolehan suara sebesar itu, Demokrat lebih leluasa bermanuver. Problemnya, peraihan suara partai ini sangat ditentukan oleh elektibilitas SBY.

Jadi, jika tingkat kepuasan publik terhadap SBY minimal terpelihara seperti sekarang, Demokrat besar kemungkinan akan terbang tinggi. Ironinya, kepuasan publik sedikit banyak juga ditentukan oleh kinerja Jusuf Kalla dan departemen-departemen yang sebagian diisi oleh kader-kader partai lain.

Mundur?
Yang kedua terkait spekulasi mundurnya Megawati. Ada sementara kalangan yang meyakini Megawati akan mengundurkan diri. Isu ini sejatinya sudah pernah beredar sekitar 8-9 bulan silam. Setelah sempat menghilang, wacana ini kembali dihembuskan.

Jika Megawati mundur, maka peluang pesaing-pesaing SBY yang lain memang membesar. Hal ini terutama akan menjadikan mereka sebagai pilihan alternatif terhadap SBY.

Sejauh ini ada tiga kandidat presiden yang diuntungkan jika Megawati benar-benar keluar dari gelanggang: Sultan HB X, Hidayat Nur Wahid dan juga Prabowo. Secara kebetulan, ketiga-tiganya disebut sebagai cawapres yang paling serius dipertimbangkan kubu presiden RI ke 5 ini.

Mungkinkah Megawati mengundurkan diri?

Beberapa kalangan yang dimintai pendapatnya soal ini umumnya meragukan kemungkinan tersebut. Menurut salah satu dari mereka, Megawati baru benar-benar mempertimbangkan akan mengundurkan diri jika perolehan suara PDIP anjlok secara drastis, katakanlah menjadi di bawah 10%.

Jika Demokrat menggempur PDIP dan Megawati secara massif di berbagai lini, bukan tak mungkin peraihan suara si moncong putih ini memang melorot habis. Apalagi jika di internal PDIP juga berkembang konflik sebagai imbas pencalegan.Maka lengkaplah sudah "penderitaan" partai bernomor urut 28 ini.

Sebagai akibatnya, Megawati sangat besar peluangnya untuk mengibarkan bendera putih. Nah, mundurnya Megawati akan memberi ruang bagi kandidat presiden alternatif untuk tampil lebih mencorong merengkuh hati publik. Mereka diprediksi mempunyai peluang yang besar untuk mengalahkan SBY ketimbang jika Megawati kembali behadap-hadapan dengan SBY.

Jadi, mundur tidaknya Megawati untuk sebagian ditentukan oleh seberapa besar manuver Demokrat. Semakin besar intensitas serangan balik mereka, semakin mungkin Megawati keluar dari bursa. Tapi, persis bersamaan dengan itu, bakal hadir kandidat alternatif yang bisa menumbangkan SBY.

Menarik bukan?
Sent with Clipmarks

Demokrat: Cawapres 'Pede', Menyulitkan

 clipped from inilah.com
Demokrat: Cawapres 'Pede', Menyulitkan

INILAH.COM, Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrat, Darwin Zahedy Saleh, berpendapat calon wakil presiden (cawapres) dengan posisi tawar yang terlalu tinggi justru akan menjadi kendala tersendiri bagi presiden terpilih dalam menentukan langkah di pemerintahan.

Menurut dia, harus diwaspadai apabila cawapres menempati posisi yang dominan, sebab jika hal itu terjadi, maka justru akan mempersulit posisi presiden terpilih dengan hak prerogatifnya untuk memilih posisi menteri-menterinya yang paling mampu dan bertanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan.

Saat ini kesibukan calon presiden untuk mencari pasangannya sebagai calon wakil presiden sudah mulai terlihat dengan mulai digagasnya berbagai pertemuan antartokoh partai politik serta melalui jajak pendapat lembaga-lembaga riset.

"Jika cawapresnya dengan bargainingnya yang terlalu berlebih dan dominan, maka itu justru akan menjadi kendala presiden terpilih dalam menentukan langkah di pemerintahannya," kata Darwin.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa posisi calon wakil presiden itu seharusnya melengkapi calon presiden dan yang pasti pula posisi calon wakil presiden harus mampu menaikkan citra capres yang diusung parpol.

"Cawapres harus mampu memperbesar hasil polling capres dan tidak malah menurunkan hasil polling," kata Darwin.

Selain itu, cawapres tersebut juga harus berkompeten, memiliki rekam jejak yang baik dan bagus bagi perkembangan bangsa Indonesia tidak saja untuk saat ini, tapi juga periode-periode selanjutnya.

Mengenai partai politik yang mulai gencar mencari figur capres/cawapres, Darwin mengatakan bahwa hal itu masih dapat difahami, khususnya bagi parpol yang hasil pollingnya relatif anjlok maka proses pasang memasang capres/cawapres menjadi bagian integral yang seolah-olah untuk mempercantik parpol mereka.

"Mengutip gagasan besar The Governing Dynamic katya John Nash, Professor Princeton University yang dianugerahi Nobel, jika ada 3-5 gadis menarik dan pemuda-pemuda hanya mendekati satu-satunya gadis yang tercantik, maka gadis-gadis lainnya akan gusar dan gadis tercantik harganya pun melonjak," katanya.

Hasil akhir dari kompetisi itu pun, ia menambahkan, menjadi tidak lagi sehat dan tidak maksimal untuk sistem secara keseluruhan. [*/P1]

Sent with Clipmarks

Obama Lebih Merugikan Dunia Islam

Cara yang digunakan McCain lebih menguntungkan dunia Islam, karena aksi terang-terangan biasanya akan membangkitkan kekuatan umat Islam yang terpendam. Karena umat Islam menyadari mengalami bahaya, sehingga mampu mengantisipasi dan mengurangi kerugian. Sedangkan Demokrat akan menjalankan kebijakan yang sama, tapi secara halus, sehingga umat Islam akan terus dirugikan dan tidak mampu memiliki alasan kuat untuk menghadapi kerugian tersebut.

Di sisi lain, Obama akan tampil lebih loyal terhadap Israel. Misalnya, Obama tidak pernah menutup-nutupi dukungannya terhadap Israel. Ia berjanji akan menambah dukungan terhadap Israel sebesar 30 milyar dollar. Pada konferensi tahunan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), Obama berjanji akan menjadikan Yerusalem (Al-Quds) sebagai ibukota Israel tanpa bisa diganggu-gugat. Obama juga mengatakan, "Israel adalah mukjizat bagi Timur Tengah." Selain itu, loyalitas Obama terhadap Israel tampak pada dukungannya terhadap penyerangan Suriah, dengan alasan bela diri Israel terhadap bahaya yang sewaktu-waktu mengancam, khususnya bahaya nuklir Suriah.

Mengenai kasus Irak, Obama akan menarik pasukan AS secara bertahap. Hal ini karena Obama sangat memahami bahwa selama ini hegemoni AS terhadap dunia semakin pudar, akibat pendudukan AS terhadap Irak yang tidak berdasarkan justifikasi kuat, di samping AS juga rugi besar di Irak. Sehingga Obama memfokuskan Afghanistan, untuk kembali berusaha meraup dukungan penuh Eropa dan dunia. Hal inilah yang tidak dilakukan oleh Bush dan Republik selama ini, karena Bush melakukan invasi di banyak wilayah, sehingga AS nyaris kehilangan dukungan Eropa dan keharmonisan dengan dunia.

Dalam menjalankan roda pemerintahan AS, rancangan kebijakan Obama tampak lebih rapi, yaitu memfokuskan Afghanistan dan Pakistan dahulu, kemudian AS berusaha mendapatkan dukungan internasional atas campur tangan di kedua negara tersebut, kemudian barulah tiba giliran Irak, Suriah, Mesir, dan negara Islam lainnya setelah itu. Rancangan inilah yang akan dijalankan oleh AS dan Zionis untuk kembali merias wajah di hadapan dunia, setelah 8 tahun carut-marut pemerintahan Bush. Hanya ini yang diinginkan AS, sedangkan Obama hanyalah korban dari strategi AS yang diarahkan Zionis. Wallâhu a'lam bi al-shawâb.
clipped from www.eramuslim.com

Obama Lebih Merugikan Dunia Islam

Pada dasarnya, siapa saja yang menjadi presiden, kebijakan Amerika Serikat (AS) menghadapi negara-negara Islam akan tetap sama. Hal ini karena kebijakan AS merupakan permasalahan strategi yang tidak sepenuhnya berada di tangan presiden, tapi juga melibatkan lembaga seperti Kongres AS yang didominasi Yahudi.

Bisa kita katakan, perbedaan antara Partai Republik dan Demokrat bagaikan perbedaan antara Partai Amal dan Partai Likud di Israel. Yaitu perbedaan antara al-dzikbu wa tsa'lab (antara serigala dan serigala), cuma beda namanya saja. Partai Republik berusaha meraih tujuan secara terang-terangan, menyatakan permusuhan dengan beberapa negara Islam, dan menggunakan kekerasan. Sedangkan Demokrat, juga menginginkan hasil seperti itu, tapi dengan cara yang lebih halus, melenakan, meneteskan racun di dalam madu.

 blog it

Khawatirkan Keselamatan Obama Pascapemilu

Khawatirkan Keselamatan Obama Pascapemilu

Rabu, 5 November 2008 - 09:33 wib

OBAMA masuk ke Occidental College, Los Angeles, California, AS, selepas lulus dari Punahou School di Hawaii sekitar awal 1980-an. Di sekolah itulah bakat kepemimpinan pria kelahiran 4 Agustus 1961 ini mulai terlihat.

Salah satu dosen politik di Occidental College, Dr Payne, sangat mengingat eks mahasiswanya ini sebagai salah satu mahasiswa yang aktif di kelas. "Saya mengenalnya ketika saya masih menjadi dosen di Occidental College. Sejak pertama saya melihat dia, saya lihat dia memang punya karisma dan punya dasar kuat untuk menjadi politikus. Dia sadar bahwa dirinya berbeda dan sangat tertarik dengan semua yang terjadi di sekitarnya," ujar Dr Payne.

Sejak awal, Dr Payne sudah melihat ada potensi besar di dalam diri Obama. Apalagi, sejak memasuki masa kuliah, kandidat Presiden AS dari partai Demokrat ini langsung masuk ke tim debat sekolahnya dan sangat aktif. Di saat itulah sang dosen mulai melihat ada sesuatu yang berbeda di dalam diri sang murid dan mulai mengingat satu nama, John F Kennedy.

Di mata Dr Payne, Obama sangat mirip dengan Kennedy. Semangat dan inspirasinya mirip dengan Presiden AS yang tewas ditembak pada 1963 itu. Selain itu, dia juga melihat Obama berusaha mewujudkan impian semua orang di AS, yaitu membawa perubahan. Bagi dosen di Emerson College ini, senator asal Illinois itu juga memiliki semangat layaknya Tom Bradley, mantan Wali Kota Los Angeles yang kalah dalam perebutan kursi Gubernur California 29 tahun lalu.

"Obama punya impian untuk mempersatukan semua orang seperti Tom Bradley yang memulai hidupnya sebagai cucu seorang budak dan kemudian menjadi wali kota Afro-American pertama di salah satu kota terbesar di AS, Los Angeles. Seperti yang sering saya katakan, 29 tahun kemudian Tom Bradley dan American Dream akan menjadi kenyataan pada Selasa depan (4/11/2008)," papar Dr Payne.

Selama menjadi muridnya, Obama sangat rajin. Dr Payne mengingatnya sebagai salah satu murid yang selalu dia perhatikan dan bahkan dia ingin sekali menulis biografi mantan mahasiswanya itu. Obama sendiri tidak lama berada di Occidental College. Setelah setahun, dia pindah ke Columbia University, sebuah keputusan yang menurut Dr Payne sangat tepat bagi anak muda seperti dirinya.

"Dia masih muda dan ingin mencari yang lebih baik, jadi dia pindah ke Columbia University. Dia ingin lebih maju. Menurut saya, ketika Anda masih muda dan memimpikan kehidupan di New York, Anda akan pergi ke sana seperti dia yang juga ingin ke Columbia," katanya.

Sejak Obama pindah ke Columbia University, Dr Payne tidak lagi bertemu dengannya. Terakhir kali, Dr Payne bertemu dengan mantan mahasiswanya itu sekitar setahun yang lalu. Saat itu, Obama sedang mengadakan event dengan Gubernur Massachusetts Devan Patrick di Boston Common, sebuah lapangan besar yang berfungsi mirip alun-alun di Indonesia.

"Profesor Payne, apa kabar?" sapa Obama saat itu sebagaimana dikenang Dr Payne. Mereka kemudian sempat berbincang- bincang tentang Martin Luther King di mana Dr Payne memberi saran kepada Obama untuk memiliki semangat dalam pidatonya.

"Menurut saya dia mampu memenuhi mimpi Martin Luther King. Saya rasa dia sedang meneruskan mimpi itu dan terus berusaha mewujudkannya," beber Dr Payne. Obama sendiri telah menjadi inspirasi bagi banyak orang, termasuk mahasiswa Dr Payne saat ini. Banyak mahasiswa Emerson College yang mengidolakan tokoh ini, termasuk Michael McMannus yang memiliki banyak pernik terkait Obama dan telah bekerja di kantor kampanye Obama di Manchester, New Hampshire.

"Dia ini orang hebat, dia akan jadi Presiden AS berikutnya," tandas McMannus. Sementara, meskipun Obama diprediksi bakal menang, Dr Payne justru mengkhawatirkan mantan mahasiswanya itu.

"Saya mengkhawatirkan keselamatan Obama jika dia menjadi presiden. Saya takut nasib Obama akan berakhir seperti Kennedy. Saya harap dia tidak akan seperti Kennedy. Tapi orang seusia saya dan pernah mengalami masa-masa itu, dan saya pernah bekerja untuk Robert Kennedy (adik John F Kennedy yang tewas dibunuh pada 1968 saat berkampanye untuk mencalonkan diri sebagai Presiden AS). Saya ada di sana ketika dia tewas dan saya sangat mengkhawatirkan keselamatan Obama karena saya rasa banyak orang yang takut dengan perubahan yang dia bawa," pungkas Dr Payne. (sindo//mbs)

Demokrat Indonesia Ingin Tertular Demokrat AS di Pilpres 2009

Demokrat Indonesia Ingin Tertular Demokrat AS di Pilpres 2009

JAKARTA - Kemenangan Barrack Obama di Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) ditanggapi dengan senang oleh Partai Demokrat di Indonesia. Sebagai sesama Partai Demokrat, partai pimpinan Hadi Utomo ini berharap ketularan kemenangan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Indonesia 2009 mendatang.

"Kemenangan biru di Amerika 2008, Insya Allah akan diikuti oleh kemenangan Partai Demokrat di Indonesia pada pemilu 2009," kata Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum kepada okezone lewat pesan singkat, Rabu (5/11/2009).

Anas juga berharap dengan terpilih sebagai presiden AS yang baru, Obama tidak mengulangi kesalahan dan kepongahan politik Presiden AS sebelumnya, George W Bush.

"Politik internasional yang bermartabat tidak bisa dibangun di atas arogansi suatu negara atas negara yang lain, suatu bangsa kepada bangsa yang lain," ungkapnya.

Lebih kanjut, Anas mengatakan, semoga kemenangan Obama akan mampu mengatasi krisis keuangan di Amerika yang berdampak kepada ekonomi semua negara dan mendorong terciptanya tata pergaulan dunia yang lebih aman, damai dan saling hormat-menghormati.

"Kemenangan Obama saya yakin disambut positif oleh masyarakat dunia," ucapnya. (hri)


Caleg Mantan Napi Pede Taufik-Guiteres Optimis

Kota, Warta Kota
Meski pernah berstatus sebagai narapidana (napi), Eurico Guiteres dan M Taufik yakin dan percaya diri mampu menjadi anggota legislatif pada Pemilu 2009. Guiteres dicalonkan oleh PAN, sedangkan Taufik dicalonkan oleh Partai Gerindra.

Selain Eurico dan Taufik, masih ada satu mantan terpidana yang juga mantan Wakil Ketua DPR, Zaenal Ma’arif yang maju jadi caleg. Zaenal malah dicalonkan oleh Partai Demokrat. Padahal sebelumnya ia berseteru dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga kasusnya menjadikan Zaenal divonis hukuman percobaan.

ImageDihubungi terpisah Sabtu (23/8), ketiganya optimis bisa lolos jadi wakil rakyat yang berkantor di Senayan. ”Saya tidak melakukan tindak pidana dengan ancaman hukuman lima tahun. Saya sudah melampirkan semua keterangan dan bukti-bukti untuk pencalegansaya,” kata Zaenal.

Ia juga menjelaskan bahwa kasusnya tidak tergolong berat, yakni perselisihan dengan SBY yang mengarah pada pencemaran nama baik. ”Saya setuju yang ditolak masyarakat itu caleg yang pernah melakukan tindak pidana korupsi atau terjerat narkoba. Hukumannya kan berat,” katanya.
Mengapa setelah bermusuhan dengan SBY kini justru dicalonkan oleh Partai Demokrat yang dibesarkan oleh SBY, Zaenal menjawab, ”Tidak ada masalah dan sudah ada (putusan yang punya) kekuatan hukum tetap. Sudah inkrach.”

Selain Zaenal, M Taufik (mantan Ketua KPU DKI), dan Eurico Guiteres, masih ada mantan napi kasus narkoba Zarima Mirafsur yang jadi caleg.
Zarima yang populer dengan sebutan Ratu Ekstasi dicalonkan oleh Partai Demokrat untuk Kabupaten Bogor. Zarima masuk daerah pemilihan Bogor III yang meliputi Cisarua, Megamendung, Ciawi, Caringin, Cigombong, dan Tamansari.
”Zarima sudah menyerahkan berkas pendaftaran di KPU Bogor Selasa (19/8) siang. Zarima tercatat berdo-misili di Kopo, Cisarua, Bogor,” kata anggota KPU Kabupaten Bogor, Haryanto Surbakti.
UU hanya melarang mantan napi jadi caleg jika tuntutan atau hukumannya di atas lima tahun. Menurut Direktur Eksekutif Center for Electoral Reform (Cetro), Hadar N Gumay, hal ini diatur oleh UU 10/2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPRD, dan DPD.
”Ya memang, apa yang diharapkan oleh masyarakat tidak sama dengan UU. Masyarakat hanya bisa mewujdukan harapannya dengan tidak memilih caleg bermasalah. Itu bisa efektif,” katanya.
Sementara itu Guiteres, yang menerima putusan bebas murni dari Mahkamah Agung, justru mengaku mendapatkan banyak simpatisan dan dukungan. Sebab, kasusnya yang terkait dengan Timor Timur murni kasus politik.
”Saya yakin masyarakat tahu siapa saya karena proses hukum mengatakan saya bukan pelaku korupsi dan saya bukan pemberontak,” ucap Guiteres yang kini menjabat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PAN Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Guiteres mengucapkan rasa terima kasih kepada PAN atas pencalonan dirinya sebagai caleg. “Saat dicalonkan, saya langsung bersedia karena masih diberi kesempatan mengerahkan semangat nasionalisme saya buat negara ini.” tuturnya.
Ia berjanji jika dipercaya duduk di kursi Senayan selama lima tahun, ia akan memperjuangkan aspirasi masyarakat NTT.
Sementara itu M Taufik, mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI, dicalonkan oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Ia dipenjara karena kasus korupsi di tubuh KPU DKI.
”Biar masyarakat sendiri yang menilai bahwa proses peradilan kemarin mengada-ada. Saya me-yakini bahwa saya tidak melakukan itu. Ada konspirasi. Saya menilai itu sebuah risiko bagi seorang pemimpin,” papar Taufik yang divonis April 2006 dan bebas 23 Agustus 2007.
Taufik jadi caleg untuk daerah pemilihan Jakarta Timur. Ia juga menjabat Ketua Partai Gerindra DKI. ”Yang jelas saya akan berkomitmen untuk selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Secara terpisah, Ketua Umum Relawan Bangsa, Suaib Didu, meminta semua parpol melakukan penyaringan ketat. ”Kami minta partai melakukan penyaringan secara ketat. Terhadap pihak-pihak yang terindikasi terlibat kasus korupsi dan kasus dana Bank Indonesia (BI) agar tahu diri dan tidak mencalonkan diri.” katanya.
Didampingi sejumlah pimpinan ormas yang tergabung dalam Masyarakat Anti Korupsi (Matikor), Mahasiswa Pancasila, dan Relawan Pemuda, Suaib mengingatkan bahwa legislatif merupakan lembaga sangat terhormat. Tapi yang terjadi sekarang, kondisi legislatif atau DPR sangat buruk karena perilaku anggotanya.
”Kami minta KPU segera memublikasikan nama-nama caleg di media massa. Dengan begitu, publik diberi kesempatan untuk menilai para caleg secepatnya,” katanya. (ded/moe)

Dukun Santet Ikut Pilkada

Ingin Angkat Martabat Warga Kota Bogor

Bogor, Warta Kota
Warta Kota Hari IniSETELAH sejumlah artis bertarung di pemilihan kepala daerah (pilkada), kini seorang paranormal merambah ajang yang sama. Paranormal Ki Gendeng Pamungkas, yang mengaku pernah menyantet beberapa tokoh politik Indonesia dan Presiden AS George W Bush, maju sebagai calon wali kota (cawali) Bogor.

Gendeng Pamungkas yang bernama asli Iman Santoso akan menjalani tes kesehatan bagi para cawali mapun wakilnya, Rabu (12/8) ini. Dalam pencalonan tersebut, Gendeng didampingi KH AM Chusaeri. Mereka maju melalui jalur perseorangan (non-partai politik)

Sebelumnya, Gendeng sempat menyatakan mundur dari bursa pencalonan. Belakangan, dia mencabut pernyataan itu dan justru menegaskan untuk terus maju ke Pilkada Kota Bogor.
”Saya dapat wangsit ketika melakukan ritual di Kebun Raya Bogor, yang isinya menyatakan bahwa saya harus maju terus di pilwalkot (pemilihan wali kota),” tegas Gendeng Pamungkas.

Pesan lain di wangsit itu, menurut Ki Gendeng, dirinya diminta berjuang membebaskan warga Kota Bogor dari kemiskinan. Menurut Gendeng, 60 persen penduduk Kota Bogor berada di bawah garis kemiskinan. Selain itu, kata dia, dirinya ingin mengubah birokrasi di Pemkot Bogor menjadi benar-benar berkiblat kepada rakyat, bukan kepada teman atau kolega.

Kesehatan
Dukun Santet Ikut Pilkada
Kigendeng Pamungkas
Pemeriksaan kesehatan cawali Bogor dan pasangannya dimulai Selasa (12/8). Cawali beserta pasangannya yang menjalani pemeriksaan kesehatan kemarin adalah para calon yang diusung partai politik yakni Diani Budiarto-Achmad Ru’yat, Iis Supriyatin-Ahani, dan Dody Rosadi-Erik Irawan Suganda.

Pemeriksaan kesehatan cawali Bogor dibagi menjadi lima babak. Pemeriksaan di masing-masing babak dilakukan oleh tim dokter yang dipimpin oleh seorang dokter spesialis yakni dr Edward Syah (spesialis bedah umum), dr Doyo Prasodjo (THT), dr Indira Silviandari (mata), dr Tjahtur Yoga Utama (jantung), dan dr H Erwin (spesialis penyakit dalam).

Pemeriksaan kesehatan diawali dengan pengambilan sampel darah, lalu pemeriksaan USG, pengambilan urine, dan EKG atau rekam jantung. Para kandidat pada Pilkada Kota Bogor menjalani tes kesehatan itu dengan tenang.

Beberapa di antaranya mengaku telah beberapa kali menjalani tes kesehatan serupa.
Diani Budiarto yang merupakan Wali Kota Bogor periode 2003-2008 mengaku tes kesehatan yang dijalaninya hari itu tidak beda dengan serangkaian pemeriksaan kesehatan yang telah jalani selama ini.

Diani mengaku lega karena telah melewati tes kesehatan mata, gigi, dan THT. ”Pemeriksaan kesehatan ini penting biar kalau ada rakyat yang menyampaikan aspirasinya, wali kota maupun wakilnya mampu mendengar dan merealisasikan aspirasi tersebut,” katanya.

Koordinator Tim Pemeriksaan Kesehatan Pilkada Kota Bogor, dr Erwin, mengatakan, ”Kalau tidak ada perubahan, tanggal 19 Agustus hasil pemeriksaan ini akan diserahkan ke KPU Kota Bogor.”

Untuk diketahui, Pilkada Kota Bogor diikuti oleh lima pasang calon terdiri atas tiga pasang diusung partai politik dan dua pasang nonpartai. Pasangan Diani-Ru’yat diusung 11 partai politik di antaranya PKS, Golkar, PDIP, dan Partai Patriot.

Pasangan Iis Supriyatin-Ahani diusung oleh Partai Demokrat. Iis yang pengajar di SMPN 4 Kota Bogor merupakan satu-satunya perempuan pada calon wali kota Bogor. Pasangan ini juga didukung oleh Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) dan Partai Persatuan Nahdatul Ummah Indonesia (PPNUI).

Sedangkan pasangan Dody Rosadi-Erik Irawan Suganda disokong lim partai politik yakni PPP, PKB, PBB, PKPB, dan PAN. Adapun pasangan perorangan pada pilkada tersebut adalah Syafei Bratasondjaja-Akik Darul Tahkik dan Ki Gendeng Pamungkas-AM Chusaeri. (akn)

HMZ Yuli Nursanto - Gagal Jadi Bupati, Coba Bunuh Diri

Selasa, 5 Agustus 2008 | 09:15 WIB

HMZ Yuli Nursanto (kiri) dan pasangannya dr H Achmad Soenarno dalam poster pencalonan bupati Ponorog

PONOROGO - Rentetan masalah yang dihadapi HMZ Yuli Nursanto usai kekalahannya dalam pemilihan bupati (pilbup) Ponorogo, diduga membuatnya depresi.

Calon bupati Ponorogo yang tersisih pada pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2005 dan kini terdakwa kasus utang-piutang miliaran rupiah itu, mencoba bunuh diri.

Aksi nekat Yuli yang menggegerkan terjadi Minggu (3/8) sore, ketika dia melarikan diri dari RSUD dr Hardjono Ponorogo, tempat dia dirawat. Melepas peralatan medis yang melekat di tubuhnya, Yuli kabur keluar RSUD. Ia sempat masuk rumah seorang warga dekat RSUD, dan hendak gantung diri di sana.

Karena aksinya berhasil dicegah, Yuli kembali berlari dan mau mencebur ke sungai terdekat, Sungai Keninten yang cukup lebar.

Aparat kepolisian yang kemudian datang, berhasil merayu Yuli sehingga mengurungkan niatnya. Tapi, pengusaha itu sempat mencoba menyayat-sayat urat nadinya dan menantang polisi untuk menembaknya saja.

“Dia tiba-tiba masuk rumah saya, dan mau gantung diri. Saya kaget bercampur takut,” ujar Wasis, warga Kelurahan Keninten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, yang rumahnya diterobos Yuli saat ditemui Surya, Senin (4/8).

Saat itu, Yuli cuma bercelana dalam dan memakai kaos kutang. Setelah berhasil diamankan, Yuli kemudian dibawa ke markas Polres Ponorogo. “Kami hanya berjaga-jaga karena dia (Yuli) sudah mengganggu ketertiban,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Edy Susanto.

Namun, informasi yang diperoleh Surya kemudian menyebutkan, Yuli kembali diserahkan ke pihak keluarga.

Sebetulnya, belum sampai dua minggu lalu, tidak terlihat tanda-tanda depresi pada diri Yuli. Itu setidaknya diakui oleh Sekretaris KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) Ponorogo, Hadi S, yang sempat menemui Yuli di LP (Lembaga Pemasyarakatan) Ponorogo pada 23 Juli lalu, atau tepat saat penyelenggaraan pemilihan gubernur (pilgub) Jatim.

Yuli memang mendekam di LP Ponorogo sejak ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus dugaan penipuan BG (biro gilyet) dan cek kosong senilai Rp 2,977 miliar terkait urusan utang-piutang. Namun, sejak beberapa hari lalu, Yuli dibantarkan ke rumah sakit karena gangguan kesehatan.

Kasus utang-piutang tersebut hingga kini masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo. Disebutkan, utang-piutang itu terjadi pada bulan-bulan sekitar Pilbup Ponorogo digelar, yakni Juni 2005. Sebagian besar dana yang ada diduga digunakan Yuli untuk maju dalam pemilihan bupati.

Gagal terpilih, Yuli juga menghadapi problem keuangan seiring dengan penarikan paksa 7 armada (6 bus dan 1 truk) transportasinya oleh pihak leasing, pada awal Maret 2007. Selain menggeluti bisnis trasnportasi, Yuli juga memiliki dua stasiun radio FM serta perusahaan pengerah tenaga kerja.

Yuli Nursanto dengan pasangannya Achmad Soenarno, saat pilbup itu hanya menempati urutan ke-4 dari lima pasangan calon bupati/wakil bupati (cabup/cawabup) Ponorogo yang bersaing. Dalam pilbup itu, pasangan Yuli-Achmad diusung oleh Partai Demokrat (PD) dan PPP.

Selain masalah finansial, Yuli kini juga menghadapi problem rumah tangga karena istrinya Ny Adjidah (dipanggil Ida) dikabarkan menggugat cerai. "Biarkan aku mati. Aku sudah tidak punya keluarga lagi," demikian teriakan Yuli yang terekam saat hendak bunuh diri pada Minggu (3/8) sore itu.

Sementara itu, hingga menjelang malam kemarin, Surya belum berhasil menghubungi keluarga Yuli untuk minta konfirmasi terkait masalah Yuli. Saat Surya mendatangi kantor Yuli di Jl Raya Ponorogo-Ngebel, para karyawan di sana tak ada yang bisa memberikan keterangan tentang latar belakang masalah bosnya.

"Coba, anda langsung ke rumahnya di Perumnas Singosaren. Di sana ada istrinya, Anda temui langsung ibu Ida," jelas salah seorang penyiar radio milik Yuli Nursanto yang enggan disebutkan namanya.

Ketika mendatangi rumah Yuli di Jl Singajaya XIV Perumnas Singosaren, Surya tak berhasil pula menemui Ny Ida. Menurut keterangan seorang lelaki penunggu rumah Yuli yang dipanggil Bonyok, 45, Ny Ida sedang keluar dan dia tak tahu pasti ke mana.

“Saya di sini hanya bertugas membenahi bagian-bagian rumah yang rusak, dan masih belum selesai,” kata Bonyok yang mengaku telah puluhan tahun mengenal keluarga Yuli.

Kediaman keluarga Yuli di Perumnas itu menempati tiga rumah berjajar. Dua rumah dijadikan satu dan dibangun tiga lantai, sedangkan satu rumah lainnya dibiarkan seperti bentuk awal dari pihak developer.

Seorang tetangga depan rumah keluarga Yuli mengatakan, hubungan Yuli dengan istrinya tampak kurang harmonis sejak mencuatnya kasus yang melilit Yuli pascapilbup. Namun, tetangga yang mengaku bernama Haris itu tak tahu persis apa penyebabnya. “Mereka kurang akrab dengan warga,” kata Haris.

Berdasarkan catatan Surya, kegagalan di pilkada yang kemudian berbuntut masalah pada calon yang maju juga terjadi di Kabupaten Nganjuk. Sutrisno Hafidz, cabup yang diberangkatkan PKB Nganjuk, kini berurusan dengan aparat berwajib karena dugaan penipuan senilai Rp 1 miliar terhadap seorang warga asal Madura. Cabup yang kalah dalam coblosan 4 Maret 2008 lalu itu juga dipolisikan warga Kediri dengan dugaan kasus yang sama, namun nilainya Rp 10 juta.

Saat menjelang kampanye, Sutrisno Hafidz kelabakan mencari tambahan dana untuk mencetak atribut dan kaus kampanye. Karena sudah terkepepet, warga asal Desa Baron, Kecamatan Baron ini berutang Rp 1 miliar ke Hj Fatonah, 49, warga Jl Kebon Anyar, Desa/Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan. Namun, saat pembayaran, cek yang diserahkannya ternyata kosong alias tak bisa diuangkan.

Masalah pasca kekalahan pilkada juga terjadi di Kota Malang, namun dengan tingkat yang jauh lebih ringan. Setelah gagal memenangkan pilwali (pemilihan walikota) Malang, Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Aries Pudjangkoro mendapat mosi tak percaya serta dituntut mundur oleh sejumlah kadernya.

Kader Golkar menuntut pertanggungjawaban Aries yang ngotot maju mencalonkan wali kota. Padahal rekomendasi dari DPP PG hanya menggariskan supaya PG cukup menjadi calon wakil wali kota (cawawali).

Kasus yang sama juga menimpa cawawali Subur Triono yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Malang dari Partai Demokrat (PD). Subur yang berpasangan dengan cawali Fathol Arifin itu kini terancam direcall dari jabatannya sekarang karena maju menjadi cawawali yang diusung PKB.

Saat ini proses recall Subur sudah diajukan ke KPU Kota Malang. Jika tidak ada halangan lagi, proses recall itu segera diproses dan posisi Subur bakal diganti Yusnia Fitriani, calon yang memiliki nomor urut di bawahnya.(surya/ST14/K2/DIM)