Showing posts with label republik. Show all posts
Showing posts with label republik. Show all posts

Pertunjukan "Republik Petruk" Lebih Nge-Pop

 clipped from www.antara.co.id

09/01/09 23:14

Pertunjukan "Republik Petruk" Lebih Nge-Pop



Jakarta (ANTARA News) - Sejumlah penonton yang menyaksikan pertunjukan Teater KOMA dengan lakon "Republik Petruk" di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (GBB-TIM), Jakarta, Jumat malam, menilai kali ini gaya berteater yang ditampilkan lebih nge-pop dan santai, tidak terlalu serius dan sarat sindiran seperti pementasan-pementasan sebelumnya

"Saya melihat dibandingkan dengan karya-karya Nano Riantiarno sebelumnya, `Republik Petruk` lebih nge-pop ya, gaya anak muda sangat menonjol mulai dari tata busana, tata tari, sampai soal bahasa gaul yang dipakai," ujar Trisna Willy, seorang ibu yang menonton bersama dua anak dan suaminya.

Trisna yang selalu aktif menonton pementasan Teater KOMA ini mengatakan cara sang sutradara dalam meramu cerita wayang menjadi lebih modern adalah langkah yang positif untuk mendekatkan kisah-kisah penuh teladan itu pada generasi muda.

"Saya rasa Tetaer KOMA ingin menjangkau penonton lebih luas lagi dan ini gagasan yang baik," katanya.

"Republik Petruk" dibintangi oleh Budi Ros, Ratna Riantiarno, Rita Matumona, Salim Bungsu, Cornelia Agatha, Dudung Hadi, Dorias Pribadi, Alex Fatahillah, Emanuel Handoyo, Supartono JW, Budi Suryadi, Sriyatun, dan Tuti Haryati.

"Republik Petruk" ditulis naskahnya oleh Nano Riantiarno yang juga bertindak sebagai sutradara. Karya ini adalah produksi ke-116 dan merupakan lakon pamungkas dari Trilogi Republik. Dua judul sebelumnya adalah Republik Bagong (2001) dan Republik Togog (2004).

Sebelumnya Nano mengungkapkan produksi Teater KOMA kali ini memang diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk menonton.

"Dalam pementasan Anda akan melihat bagaimana sosok wayang ditafsir campuran antara wayang dan gaya harajuku. Kenapa memilih harajuku? karena kami ingin mendekatkan wayang pada generasi muda dan harajuku tidak jauh dengan wayang salah satunya dari sisi kekayaan warna," kata Nano.

Beberapa langkah yang dilakukan pihaknya untuk menjangkau publik lebih luas lagi adalah melakukan modifikasi kostum dan bahasa tutur dalam cerita wayang Punakawan, serta memberi kesempatan pada para pelajar untuk mendapatkan tiket murah dengan menunjukkan kartu pelajarnya.

Selain ingin menjangkau generasi muda, Nano menjelaskan bahwa ia ingin menitip pesan pada penonton untuk berhati-hati menjelang Pemilu 2009.

Ia berharap penonton pulang dnegan kesadaran bahwa untuk memimpin negeri ini diperlukan orang-orang yang benar-benar memiliki kemampuan dan jiwa kepemimpinan, serta agar masyarakat bisa memilih pemimpin yang tepat bukan sosok yang berjiwa seperti Petruk.(*)

Baca Juga


Sent with Clipmarks

Info bagi yang ingin membantu korban bencana Papua


Daftar penyalur donasi untuk korban bencana Papua:

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)*
BNPB adalah sebuah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang mempunyai tugas
membantu Presiden Republik Indonesia dalam mengurusi kebencanaan di
Indonesia. BNPB dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008.
Sebelumnya badan ini bernama Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan
Bencana

Jl. Ir. H. Juanda No. 36 Jakarta Pusat
Telp POSKO : 021-3458400
Fax : 021-3458500
Email : posko @ bnpb.go.id
Website: www.bakornaspb. go.id

*Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG)*
Lembaga non depertemen yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang
Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara, dan Geofisika. Tugasnya antara
lain mengkaji dan membuat kebijakan di bidang meteorologi, klimatologi,
kualitas udara dan geofisika. Serta membuat pengamatan pengumpulan dan
penyebaran, pengolahan dan analisis serta pelayanan di bidang meteorologi,
klimatologi, kualitas udara dan geofisika.

Jl. Angkasa I No. 2, Kemayoran, Jakarta 10720
Telp. (021) 4246321
www.bmg.go.id

*Departemen Sosial *
Departemen dalam pemerintahan Indonesia yang mempunyai bertugas
menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang sosial.

Jl. Salemba Raya No. 28,Jakarta Pusat 10430,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 3103783
Telp.(021) 3103781, Telp.(021) 3103782
http://www.depsos. go.id
*
Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat*
Kementrian koordinator bidang kesejahteraan rakyat bertugas
mengkoordinasikan perencanaan dan penyusunan kebijakan, serta mensinkronkan
pelaksanaan kebijakan dibidang kesejahteraan rakyat dan penanggulangan
kemiskinan.

Jl. Medan Merdeka Barat No. 3 Jakarta Pusat
Telp. (021) 345 9444
www.menkokesra. go.id

*Kementerian Negara Lingkungan Hidup*
Kementrian Negara yang bertugas merumuskan kebijakan dan koordinasi di
bidang lingkungan hidup dan pengendalian dampak lingkungan

Jl. D.I. Panjaitan Kav. 24
Kebon Nanas - Jakarta 13410
Telp./Fax. (021) 8517184 / 8580067
E-mail : edukom@menlh. go.id
www.menlh.go. id

*Crisis Center Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi*
Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi bertugas informasi
potensi kegunungapian dan pengelolaan mitigasi bencana alam geologi,
sedangkan missi yang diemban adalah meminimalkan korban jiwa manusia dan
kerugian harta benda dari bencana geologi.

Telepon : 022-7272606, 7271402
Faksimile : 022- 7202761
Alamat : Jalan Diponegoro 57, Bandung 40122
http://portal. vsi.esdm. go.id

*Posko Bencana PMI Pusat*
Posko ini dibawah divisi penanggulangan bencana PMI pusat dengan tugas
memberi pelayanan siaga bencana 24 jam dibagi 2 shift.Posko bencana ini juga
memonitor, merespon serta memberi bantuan untuk semua kejadian seperti
konflik dan kecelakaan besar

Kantor Pusat PMI
Lantai dasar
Jl. Gatot Subroto Kav. 96
Jakarta Selatan 12790
Telp . 021 - 7992325 ext 112
Fax . 021 - 7995188
Email. poskobencanapmi@ yahoo.com , poskobencanapmi@ plasa.com

Humas PMI +62.21.7992325
Email: pmi@palangmerah. org

Untuk alamat palang merah se indonesia, silahkan klik di
sini.

*Lembaga Swadaya Masyarakat*

*WALHI Eksekutif Nasional*
Jl. Tegal Parang Utara No.14
Jakarta 12790, INDONESIA
Tel: (0)21 791 93 363 / 794 16 72
Fax: (0)21 794 16 73
E-mail : info[at]walhi. or.id
www.walhi.or. id

*Masyarakat Penanggulang Bencana Indonesia*
Jl. Kebon Sirih No. 5G Kebon Sirih Jakarta Pusat 10340.
Telp/Fax. +62-21-3103535 +62-21-3147321 Hotline : +62-21-93220102
Email: sekretariat@ mpbi.org

*Care Indonesia
*Kantor pusat nasional CARE Indonesia
TIFA Building, 10th floor, Suite 1005
Jl. Kuningan Barat 26
Jakarta 12710 Indonesia
Phone: +62 (0) 21 529 222 82
Fax: +62 (0) 21 529 222 83
E-mail: info@careind. or.id *
*www.careindonesia. or.id
www.careinternation al.org

*International Strategy for Disaster Reduction*
UN/ISDR
International Environment
House II, 7-9 Chemin de Balexert, CH 1219 Chatelaine, Geneva 10, Switzerland
New phone and fax numbers:
Tel: +41 22 917 8908/8907
Fax: +41 22 917 8964
isdr@un.org
www.unisdr.org

*Pemantauan Gempa USGS*
United States Geological Survey (USGS) adalah lembaga penelitian milik
pemerintah Amerika Serikat. Lembaga mempelajari kondisi bentang tanah
Amerika, sumber daya alam dan ancaman bencana. Lembaga ini juga meneliti dan
memberi gambaran tentang gempa yang terjadi di seluruh dunia, informasi
gempa terbaru bisa Anda lihat di link berikut ini:


——

*Kontak Penting Manokwari*

*Kantor PMI Manokwari*

0986-211332* *

*Kepala PMI, Jalil *085254308735

*Person in Charge Gempa Manokwari, Nolly *081218843611

*Dinas kesehatan Manokwari*
Jl. Bhayangkari No. 1 Manokwari
Phone: 0986-213191

*Kantor Provinsi Papua Barat*
Jln. Siliwangi No.1 , Manokwari
Telepon: (0986) 215844, 215869

*Sorong*

*Palang Merah Indonesia Sorong*
Jl. Kesehatan No.3. Sorong Papua
Phone: (0951) 327893
Fax: (0951) 327893

Contact Person: Robert, Sekretaris PMI Cabang Sorong

0811 4850181

*Rumah Sakit Sele be Solu*
Jl. Basuki Rachmat Km.12 Klasaman Sorong
Phone: +62-951-335811

Sekecil apapun bantuan anda, baik berupa materi maupun bantuan menyebarkan info ini, amat sangat dihargai, terima kasih.
Sent with Clipmarks

Pasang Surut Pemberantasan Korupsi 2008

 clipped from www.antara.co.id

29/12/08 20:52


Pasang Surut Pemberantasan Korupsi 2008


Oleh FX Lilik Dwi Mardjianto

Jakarta (ANTARA News) - Tindak pidana korupsi menjadi hal yang melekat dan mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Upaya pemberantasan tindak pidana
tersebut menjadi salah satu dari setumpuk agenda pemerintah.

Adakalanya, upaya tersebut berada pada puncak keberhasilan. Sayangnya, tidak jarang perjuangan itu berujung ketidakjelasan meski dana dan tenaga terlanjur dikucurkan.

Kehadiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan harapan baru upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Komisi ini telah memasuki periode kepemimpinan kedua. Periode kepemimpinan kedua yang diketuai Antasari Azhar meneruskan sejumlah program pemberantasan korupsi yang dirintis oleh periode seblumnya dibawah kepemimpinan Taufiqurahman Ruki.

Sejumlah keberhasilan dalam mengungkap kasus dugaan korupsi juga merupakan tindak
lanjut dari penyelidikan yang dilakukan oleh periode kepemimpinan pertama KPK.

Periode kedua kepemimpinan KPK menuju akhir tahun 2008 di penghujung Desember. Selama satu tahun, KPK telah mencatatkan sejumlah keberhasilan dalam mengungkap dugaan pemberantasan korupsi.

Catatan fenomenal keberhasilan KPK adalah penangkapan sejumlah penyelenggara negara yang diduga terlibat kasus suap. Para penyelenggara negara tersebut tertangkap tangan karena diduuga menerima suap.

Jaksa Urip Tri Gunawan divonis 20 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi pada September 2008.

Majelis hakim yang diketuai oleh Teguh Hariyanto menyatakan Urip terbukti secara sah dan meyakinkan menerima uang 660 ribu dolar AS dari Artalyta Suryani dan melakukan pemerasan sebesar Rp1 miliar terhadap mantan Kepala BadanPenyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Glen Surya Yusuf. Dalam kasus tersebut, Artalyta juga tak luput dari jerat hukum.

Kasus Urip mendapat perhatian publik lantaran menyeret dan menyebut sejumlah nama pejabat teras di Kejaksaan Agung. Akibatnya, para pejabat tersebut dicopot dari jabatan.

Selain itu, selama persidangan juga terungkap bahwa Urip menerima suap untuk melindungi kepentingan obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Sjamsul Nursalim. Atas permintaan Artalyta, Urip mengatur penyelidikan BLBI sehingga Sjamsul tidak diperiksa oleh kejaksaan dan bebas dari jerat hukum.

Payung hukum, integritas, dan sarana yang dimiliki oleh KPK memungkinkan lembaga itu untuk melakukan operasi tertutup yang berbuah penangkapan tangan para pihak yang diduga melakukan tindak pidana korupsi.

Dewan Perwakilan Rakyat adalah lembaga tinggi negara yang harus mananggung malu karena beberapa anggotanya ditangkap oleh KPK. Al Amien Nur Nasution dan Bulyan Royan adalah mereka yang bernasib sial.

Al Amien ditangkap di hotel Ritz Carlton Jakarta, setelah menerima sejumlah uang dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Azirwan. Berdasarkan pengembanggan yang dilakukan oleh tim KPK, terungkap bahwa pemberian uang itu juga melibatkan para anggota DPR lain yang berkepentingan dalam proses alih fungsi hutan lindung di Bintan dan di Banyuasin, Sumatera Selatan.

Sementara itu, Bulyan Royan tertangkap di sekitar pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Selatan setelah menukarkan uang yang dia terima dari seorang pengusaha perkapalan, Dedy Suwarsono. Selama proses penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan, terungkap bahwa Bulyan telah memberkaya diri sedikitnya Rp1,6 miliar dalam proyek pengadaan kapal patroli di Direktorat Perhubungan Laut Departemen Perhubungan.

Sepak terjang petugas KPK juga berhasil mengungkap penyuapan Rp500 juta yang dilakukan oleh seorang bernama Billy Sindoro terhadap Komisioner Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Mohammad Iqbal. Petugas KPK berhasil mengungkap Billy yang pernah menjadi petinggi di Grup Lippo meminta M Iqbal untuk merumuskan keputusan KPPU yang menguntungkan Grup Lippo dalam menayangkan siaran Liga Utama Inggris.


Korupsi kebijakan

Catatan akhir tahun KPK juga diwarnai prestasi pengungkapan tindak pidana korupsi yang berasal dari penyalahgunaan kewenangan serta kebijakan yang menyalahi prosedur.

Korupsi kebijakan tersebut antara lain mencuat dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp100 miliar. Dana itu diduga dialirkan ke sejumlah anggota DPR untuk membahas penyelesaian Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan pembahasan revisi UU Bank Indonesia.

Selain itu, tim KPK menduga dana tersebut digunakan untuk bantuan hukum sejumlah mantan pejabat Bank Indonesia yang terjerat kasus hukum pada 2003.

Kasus dana YPPI telah menjerat mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, mantan Deputi Direktur Hukum BI Oey Hoy Tiong, mantan Kepala Biro Gubernur BI Rusli Simanjuntak, mantan anggota DPR Antony Zeidra Abidin, dan anggota DPR Hamka Yandhu.

KPK juga telah menetapkan empat mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia Pohan, Maman H. Somantri, Bun Bunan Hutapea, dan Aslim Tadjuddin sebagai tersangka.

Berbagai bentuk korupsi kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah, menjadi perhatian KPK. Sebut saja dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran di berbagai daerah.

Proyek yang didasari radiogram menteri dalam negeri ketika dijabat oleh Hari Sabarno itu telah menjerat sejumlah kepala daerah sebagai tersangka, terdakwa, dan terpidana. Kasus itu juga menjerat mantan Dirjen Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri Oentarto Sindung Mawardi yang menandatangani radiogram proyek tersebut.

KPK juga menilisik dugaan korupsi di sejumlah instansi di tingkat pusat, seperti dugaan korupsi proyek pengadaan alat di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dugaan korupsi pungutan pengurusan dokumen keimigrasian di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Malaysia.

Selain itu, KPK juga berhasil melimpahkan sejumlah kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di sejumlah instansi dan daerah ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Ketua KPK, Antasari Azhar dalam beberapa kesempatan mengatakan, dugaan korupsi kebijakan mendapat perhatian besar. Hal itu disebabkan, kasus-kasus jenis tersebut menguras daya dan upaya petugas KPK dalam mengumpulkan alat bukti sebanyak mungkin.

"Kita tidak mengejar pengakuan, melainkan alat bukti," kata Antasari.


Pasang surut

Nilai merah memang jarang terlihat di rapor akhir tahun kinerja KPK. Hal itu terlihat kepercayaan dan harapan besar publik yang disandarkan kepada KPK.

Koordinator Bidang Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho menegaskan, publik relatif lebih menaruh kepercayaan kepada KPK daripada kepada aparat penegak hukum lainnya. Publik menilai KPK cukup berhasil dalam mengungkap sejumlah dugaan korupsi.

Namun demikian, kolom nilai akhir tahun KPK tidak semuanya terisi. Hal itu disebabkan masih banyaknya sejumlah tunggakan kasus yang menjadi tanggung jawab KPK.

Sejak didirikan tahun 2003, KPK telah menampung sedikitnya 27 ribu pengaduan dari pusat dan daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Dari jumlah itu baru sekitar 10 persen yang ditangani dan ditindaklanjuti. Dari 10 persen kasus yang ditangani itu KPK sudah menyelesaikan sekitar 80 kasus korupsi.

"Memang belum banyak, kalau dihitung-hitung baru sekitar satu persennya saja yang sudah terselesaikan," kata Deputi Bidang Pencegahan Korupsi KPK, Eko Susanto Ciptadi.

Pasang surut penanganan kasus korupsi juga terjadi pada sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik. Salah satu contohnya adalah kasus aliran dana YPPI sebesar Rp100 miliar yang digunakan oleh Bank Indonesia.

Dalam kasus tersebut, KPK menetapkan semua mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, kecuali Anwar Nasution, sebagai tersangka. Anwar yang kini menjadi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adalah salah satu Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang hadir dalam sejumlah Rapat Dewan Gubernur (RDG), termasuk RDG yang membahas pembentukan panitia sosial kemasyarakatan yang bertugas menatausahakan dana YPPI.

Selama persidangan kasus itu terungkap dana YPPI mengalir ke hampir semua anggota Komisi IX DPR pada 2003. Namun, hingga kini hanya dua anggota DPR, Antony Zeidra Abidin dan Hamka Yandhu, yang meringkuk di penjara.

KPK juga belum menjawab kegelisaahn publik tentang dugaan aliran dan YPPI kepada sejumlah aparat penegak hukum, terkait penanganan kasus BLBI yang menjerat sejumlah mantan petinggi BI.

Hal yang sama juga terjadi dalam kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran yang diduga melibatkan Hari Sabarno ketia menjabat Menteri Dalam Negeri. Untuk sementara, kasus itu hanya menjerat Dirjen Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri Oentarto Sindung Mawardi dan sejumlah kepala daerah.

Dalam beberapa kesempatan, Anwar Nasution dan Hari Sabarno membantah terlibat dalam kasus yang sedang bergulir.

Selain itu, publik masih menanti tindak lanjut penanganan kasus pembagian ratusan cek kepada para anggota DPR beberapa saat setelah pemilihan Miranda S Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Kasus itu berawal dari pengakuan mantan politisi PDIP Agus Condro.

Sebelum tak terdengar kelanjutannya, Ketua KPK Antasari Azhar pernah menegaskan bahwa kasus itu telah memasuki tahap penyelidikan.

"Kami masih mendalami hal itu," kata Antasari setiap kali ditanya oleh wartawan.

Kemudian, salah satu kasus yang pernah menghiasi pemberitaan di sejumlah media massa adalah kasus penjualan aset PT Timor Putra Nasional (TPN) oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Pada 2003, PT Vista Bela Pratama membeli aset TPN dari BPPN dengan harga Rp445 miliar. Padahal, nilai aset itu diperkirakan mencapai Rp4,05 triliun. Dugaan pelanggaran juga diperkuat setelah tercium indikasi bahwa Vista Bella adalah perusahaan bantukan TPN untuk membeli asetnya kembali.

Awalnya, kejakasaan dan KPK sepakat untuk berbagi tugas dalam menangani kasus itu. Kejaksaan bertanggung jawab dalam mengusut kasus itu secara perdata, sedangkan KPK dari sisi pidana.

Namun demikian, dalam perkembangannya proses perdata kasus itu berujung pada perdamaian. Sedangkan pimpinan KPK cenderung tidak memberikan keterangan panjang lebar ketika dikonfirmasi tentang kasus tersebut.

Ketua KPK Antasari Azhar mengatakan, KPK masih mencermati perdamaian penanganan kasus Vista Bela yang berujung pada penyerahan sejumlah dokumen jual beli kepada negara melalui Departemen Keuangan.

"Justru itu kita sedang periksa dan teliti dokumennya," kata Antasari.

Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah tidak mau bercerita tentang kehadirannya dalam acara penyerahan dokumen tersebut. "Kita cuma hadir doang," kata Chandra ketika ditemui di gedung DPR (11/12).

Sejumlah kasus dugaan korupsi memang masih dalam proses pengusutan. Publik harus terbiasa bersabar dalam ketidakpastian dan pintar-pintar memaknai pernyataan pimpinan KPK ketika dikonfirmasi tentang tunggakan kasus.

"Tolong beri KPK kesempatan. Kami tahu apa yang harus dilakukan," kata Ketua KPK Antasari Azhar dalam beberapa kesempatan.(*)
Sent with Clipmarks

Sutiyoso Dapat Restu Keturunan Raja Jawa

 clipped from pemilu.antara.co.id

29/12/08 21:42


Sutiyoso Dapat Restu Keturunan Raja Jawa



Bakal calon presiden Sutiyoso terus mencari dukungan ke daerah-daerah dan di Yogyakarta ia mendapatkan restu dari pemuka dan keturunan raja-raja Jawa dari trah Hamengku Buwono VII.

Jakarta (ANTARA News) - Mantan Gubernur DKI Jakarta yang sudah mendeklarasikan sebagai calon presiden untuk Pilpres 2009, Sutiyoso, mendapatkan restu dari pemuka dan keturunan raja-raja Jawa dari trah Hamengku Buwono VII dalam acara Jenang Suran di Yogyakarta, Senin.

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Grinda Pancasila Mamayu Buwono dan dihadiri oleh R.A.Y. Wisnu Wardhana Suryodiningrat itu, Sutiyoso bahkan didoakan dan didukung secara fisik dan spiritual terkait pencalonannya pada Pilpres mendatang, kata siaran pers Bang Yos Center di Jakarta.

Sehari sebelumnya, Sutiyoso yang mengunjungi Yogyakarta bertepatan dengan peringatan 1 Muharam, melakukan perjalanan dari ujung utara hingga selatan kota budaya tersebut.

Di tengah perjalanan, tepatnya di Tugu Serangan Oemoem 1 Maret, Bang Yos melepaskan burung merpati sebagai simbol perdamaian sekaligus penghormatannya yang dalam terhadap almarhum Hamengku Buwono IX sebagai arsitek serangan umum tersebut .

Terkait kondisi ekonomi bangsa yang terpuruk saat ini, menurut Sutiyoso, merupakan andil dari kesalahan manajerial mengelola aset bangsa.

"Semua dijadikan saja sebagai pengalaman buruk. Dan inilah saat bangkit bersama mewujudkan cita-cita bangsa, meningkatkan kesejahteraan. Bersama kita menorehkan nama harum Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dalam pergaulan internasional," katanya.

Bang Yos menambahkan, selama melakukan safarinya keliling Indonesia, kesejahteraan adalah kata kunci yang membelenggu bangsa ini. Kesulitan yang dihadapi bahkan mematikan kemampuan standar kehidupan masyarakat.

"Bayangkan, kita tak memiliki minyak tanah untuk kaum ibu menyediakan makanan keluarganya, bahan makanan sendiri pun sulit diperoleh. Akibatnya, kekurangan gizi terjadi di semua daerah. Padahal bangsa ini memiliki tambang minyak berkwalitas sangat baik yang ternyata, tak bisa kita kuasai seratus persen. Semua sumber daya alam kita dikuasai oleh asing melalui kontrak kerja yang tidak adil," tambah Sutiyoso.

Sent with Clipmarks

Hamid Awaluddin Diperiksa

Mantan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin memberikan keterangan pers seusai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (21/11). Hamid Awaluddin diperiksa terkait kasus dugaan korupsi Sisminbakum Ditjen AHU Depkum HAM yang diduga merugikan negara Rp400 miliar.





Notes :
Kalau memang dia (HA) terlibat berarti memang kekuasaan dan kedudukan dapat membuat Silap Mata siapapun.
Hamid yang konon kritis waktu belum jadi pejabat rupanya PADA WAE KARO LIYANE, MALING!

Republik ini memang PEJABATNYA AKEH SING DADI MALING!
Siapa IKUTAN?

Obama Lebih Merugikan Dunia Islam

Cara yang digunakan McCain lebih menguntungkan dunia Islam, karena aksi terang-terangan biasanya akan membangkitkan kekuatan umat Islam yang terpendam. Karena umat Islam menyadari mengalami bahaya, sehingga mampu mengantisipasi dan mengurangi kerugian. Sedangkan Demokrat akan menjalankan kebijakan yang sama, tapi secara halus, sehingga umat Islam akan terus dirugikan dan tidak mampu memiliki alasan kuat untuk menghadapi kerugian tersebut.

Di sisi lain, Obama akan tampil lebih loyal terhadap Israel. Misalnya, Obama tidak pernah menutup-nutupi dukungannya terhadap Israel. Ia berjanji akan menambah dukungan terhadap Israel sebesar 30 milyar dollar. Pada konferensi tahunan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), Obama berjanji akan menjadikan Yerusalem (Al-Quds) sebagai ibukota Israel tanpa bisa diganggu-gugat. Obama juga mengatakan, "Israel adalah mukjizat bagi Timur Tengah." Selain itu, loyalitas Obama terhadap Israel tampak pada dukungannya terhadap penyerangan Suriah, dengan alasan bela diri Israel terhadap bahaya yang sewaktu-waktu mengancam, khususnya bahaya nuklir Suriah.

Mengenai kasus Irak, Obama akan menarik pasukan AS secara bertahap. Hal ini karena Obama sangat memahami bahwa selama ini hegemoni AS terhadap dunia semakin pudar, akibat pendudukan AS terhadap Irak yang tidak berdasarkan justifikasi kuat, di samping AS juga rugi besar di Irak. Sehingga Obama memfokuskan Afghanistan, untuk kembali berusaha meraup dukungan penuh Eropa dan dunia. Hal inilah yang tidak dilakukan oleh Bush dan Republik selama ini, karena Bush melakukan invasi di banyak wilayah, sehingga AS nyaris kehilangan dukungan Eropa dan keharmonisan dengan dunia.

Dalam menjalankan roda pemerintahan AS, rancangan kebijakan Obama tampak lebih rapi, yaitu memfokuskan Afghanistan dan Pakistan dahulu, kemudian AS berusaha mendapatkan dukungan internasional atas campur tangan di kedua negara tersebut, kemudian barulah tiba giliran Irak, Suriah, Mesir, dan negara Islam lainnya setelah itu. Rancangan inilah yang akan dijalankan oleh AS dan Zionis untuk kembali merias wajah di hadapan dunia, setelah 8 tahun carut-marut pemerintahan Bush. Hanya ini yang diinginkan AS, sedangkan Obama hanyalah korban dari strategi AS yang diarahkan Zionis. Wallâhu a'lam bi al-shawâb.
clipped from www.eramuslim.com

Obama Lebih Merugikan Dunia Islam

Pada dasarnya, siapa saja yang menjadi presiden, kebijakan Amerika Serikat (AS) menghadapi negara-negara Islam akan tetap sama. Hal ini karena kebijakan AS merupakan permasalahan strategi yang tidak sepenuhnya berada di tangan presiden, tapi juga melibatkan lembaga seperti Kongres AS yang didominasi Yahudi.

Bisa kita katakan, perbedaan antara Partai Republik dan Demokrat bagaikan perbedaan antara Partai Amal dan Partai Likud di Israel. Yaitu perbedaan antara al-dzikbu wa tsa'lab (antara serigala dan serigala), cuma beda namanya saja. Partai Republik berusaha meraih tujuan secara terang-terangan, menyatakan permusuhan dengan beberapa negara Islam, dan menggunakan kekerasan. Sedangkan Demokrat, juga menginginkan hasil seperti itu, tapi dengan cara yang lebih halus, melenakan, meneteskan racun di dalam madu.

 blog it

McCain Menaruh Hormat pada Obama

05/11/2008 15:44
McCain Menaruh Hormat pada Obama

Liputan6.com, Phoenix: Kandidat Presiden Partai Republik John McCain mengakui kekalahannya di depan pendukungnya di Hotel Biltmore, Arizona, Selasa (4/11) waktu setempat. Dengan ditemani istrinya, Cindy dan calon wakil presidennya Sarah Palin, McCain memberikan pidatonya sekitar pukul 09.00 malam waktu setempat setelah penghitungan suara ditutup.

Ia menyatakan, Senator Obama  telah mencapai kesuksesan untuk dirinya dan juga negaranya. Walaupun selama kampanye McCain mengkritik Obama yang kurang berpengalaman untuk menjadi presiden, Senator Arizona ini memberikan hormatnya kepada Obama. Kegigihan dan ketekunan Obama selama masa kampanye yang sulit dan panjang membuatnya kagum.

McCain juga menilai Obama sukses mengelola kampanye dan memotivasi jutaan warga AS untuk menyumbangkan suaranya pada pemilihan Presiden AS. "Obama telah menyadarkan warga AS bahwa suara kecil mereka sangat mempengaruhi presiden selanjutnya," ujar McCain.(PJY/Associated Press)

--------------------------------------
Notes :
Kalau di Indonesia sedikit berbeda :
1. Lawan main akhirnya jadi musuhan, jotha'an bukannya saling bantu buat kemajuan negeri ini.
2. Sedangkan Gerombolan yang lain yang pingin pula jadi jagoan nomer satu akhirnya kasak-kusuk saling berkawan dengan yang dulu katanya "lawan"...

:) ngakak sik ah

FPN Kirim Surat Terbuka Cabut UU Pornografi

FPN Kirim Surat Terbuka Cabut UU Pornografi



Jakarta (ANTARA) - Badan Pekerja Pusat (BPP) Front Persatuan Nasional (FPN) mengirim Surat Terbuka mendesak kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Pimpinan DPR agar mencabut UU Pornografi yang telah disahkan DPR pada 30 Oktober 2008.

Surat terbuka itu ditandatangi Ketua Umum BPP FPN KH Agus Miftach di Jakarta, Rabu tanggal 5 November 2008.

Menurut dia, pengiriman surat terbuka didasarkan bahwa RUU Pornografi yang telah disahkan DPR pada 30 Oktober 2008, dinilai telah menimbulkan perpecahan, merusak persatuan nasional dan menyulut disintegrasi bangsa.

Disamping itu, UU itu dinilai telah merusak pranata hukum yang sudah mapan yang mengatur tindakan hukum terhadap perbuatan susila termasuk pornografi yang dinilai sudah cukup memadai.

Agus menyatakan, UU Pornografi telah menimbulkan kontroversi yang luas dalam masyarakat sejak pembahasannya yang mengesankan adanya dominasi mayoritas terhadap minoritas yang menyalahi prinsip-prinsip bernegara berdasarkan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.

"Kenyataan membuktikan bahwa keberadaan UU Pornografi tersebut lebih banyak merugikan kepentingan nasional daripada manfaatnya," katanya.

Agus menilai, UU itu dapat merusak suasana kebangsaan, menodai keluhuran budaya nasional, dan melanggar hak-hak asasi manusia.

Selain itu, katanya, dari segi rumusan, susunan dan substansinya UU Pornografi tidak memenuhi syarat intelektual dan tidak memenuhi syarat sebagai produk hukum, terutama karena sifatnya yang multitafsir yang dapat menimbulkan destruksi sosial yang merusak kemapaman budaya yang bersifat multikultur (Bhinneka Tunggal Ika) dan sendi-sendi peradaban bangsa yang menopang bangunan negara bangsa
Republik Indonesia yang diproklamasikan 17 Agustus 1945.

Karena itu, FPN mendesak Presiden dan DPR RI mencabut UU Pornografi, dan tidak membahasnya lagi dalam persidangan DPR, untuk selama-lamanya.

"Menghormati keragaman budaya nasional, baik ekspresinya maupun nilai-nilainya serta menghormati keyakinan spiritual setiap warga negara sebagai hak azasi yang bersifat hakiki," demikian Agus Miftach.(*)

COPYRIGHT © 2008

-----------------------------------------------------------------------------------

Notes :

KH. Agus Miftach memang rada aneh, dari dulu sampek kini, menurutku

:)

Seorang Pemuda Terobos Upacara HUT RI


17/08/2008 16:54 HUT RI

Seorang Pemuda Terobos Upacara HUT RI


Liputan6.com, Ambon:
Seorang pemuda berPemuda yang menerobos upacara HUT RI, Ambon, Maluku. baju oranye menerobos lapangan Merdeka, Ambon,
Maluku, saat berlangsung upacara peringatan hari kemerdekaan RI, Ahad
(17/8). Pria yang diduga aktivis Republik Maluku Selatan ini langsung
menuju podium kehormatan tempat Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu
dan pejabat pemerintah daerah lainnya mengikuti upacara. Karnelius
sempat mengatakan kepada Gubernur Maluku bahwa bendera yang seharusnya
dikibarkan adalah bendera RSM bukan Merah Putih.


Aparat keamanan pun langsung meringkus Karnelius Sapasuru. Warga
kawasan Batu Meja Sirimau, Kota Ambon segera dibawa ke Markas
Kepolisian Resort Ambon. Berdasarkan catatan polisi, Karnelius
sebelumnya pernah ditangkap pada 25 April lalu karena terlibat
penyebaran selebaran RMS. Namun, Kapolda Maluku menyatakan Karnelius
menderita kelainan jiwa sehingga tak bisa diproses hukum.(IAN/Tim
Liputan 6 SCTV)

Jendral Sudirman

Link Source


The Never Ending Indonesian Hero
Tedy :http://kliktedy.wordpress.com/2008/05/06/the-never-ending-indonesian-hero

Siapakah jenderal pertama dan termuda yang pernah dimiliki bangsa Indonesia? Kalau anda menjawab Soedirman, maka jawaban anda tepat. Sang Jenderal Besar ini dilahirkan pada tanggal 24 Januari 1916 di Bodas Karangjati Purbalingga dari pasangan Karsid Kartowirodji yang merupakan seorang pekerja di Pabrik Gula Kalibagor, dan Siyem istrinya yang merupakan keturunan Wedana Rembang. Sejak usia 8 bulan Soedirman kecil diangkat anak oleh R. Tjokrosoenaryo, yang masih merupakan saudara Siyem.

Pada tahun 1923-1930 beliau menerima pendidikan dasar di sekolah HIS di Cilacap, kemudian dilanjutkan ke sekolah MULO Taman Siswa, dan setahun kemudian pindah ke Perguruan Parama Wiworotomo dan pada Tahun 1935, melanjutkan pendidikan ke sekolah HIK (sekolah Guru) Muhammadiyah di Solo meskipun tidak sampai tamat. Setelah itu beliau diangkat sebagai Kepala SD Mohammadiyah di Cilacap. Beliau dikenal sebagai Kepala Sekolah yang terbuka, dan bijaksana, serta selalu memberikan jalan keluar disetiap masalah yang timbul di kalangan guru. Selain sebagai guru dan Kepala Sekolah Soedirman juga aktif dalam kegiatan Hizbul Wathan, sebuah organisasi kepanduan seperti Pramuka pada zaman sekarang.

Sejak muda Soedirman memang seorang yang berkepribadian teguh dan memegang kuat prinsip dan keyakinannya. Pernah suatu kali dalam sebuah kegiatan Perkemahan Hisbul Wathon di pegunungan Dieng, karena malam yang begitu dingin sampai menusuk tulang, banyak dari rekan beliau meninggalkan perkemahan, namun tidak dengan Soedirman, karena dia sebagai pemimpin kepanduan, maka beliaupun bertahan pada malam itu sampai esok paginya

Karir Militer
Karir militernya dimulai saat Jepang masuk ke Indonesia, Beliau mengikuti pelatihan perwira tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor. Kemudian diangkat menjadi Kepala Batalyon di Banyumas. Saat memegang jabatan itu dia seringkali memprotes tindakan tentara Jepang yang seringkali berbuat sewenang-wenang dan kasar terhadap anak buahnya. Karena sikapnya itu, pernah suatu kali dia hampir dibunuh oleh tentara Jepang.

Jasa pertamanya sebagai tentara pasca kemerdekaan Indonesia adalah beliau berhasil merebut senjata Jepang tanpa pertumpahan darah di Banyumas. Ini berkat kearifan Soedirman dalam berunding. Selain itu beliau juga memberikan jaminan perlindungan kepada bekas tentara Jepang yang menunggu untuk kembali ke negaranya. Setelah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dibentuk, beliau kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel. Kemudian melalui Konferensi TKR tanggal 26 Nopember 1945, ia terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia. Selanjutnya pada tanggal 18 Desember 1945, pangkat Jenderal diberikan padanya lewat pelantikan Presiden.

Panglima Besar Jenderal Sudirman didampingi oleh Letnan Kolonel Suharto yang diutus untuk menjemput beliau setiba di Yogyakarta disambut oleh Kolonel Suhud pada bulan 10 Juli 1949

Pada tanggal 26 November 1945 saat menunggu masa pelantikannya sebagai Panglima, beliau menghadapi serbuan tentara Inggris yang diboncengi Belanda dari Semarang. Beliau memimpin pasukan dan balik melawan Tentara Inggris yang waktu itu sudah menduduki Kota Ambarawa. Serangan umum ke Ambarawa pun dilakukan serentak di semua sektor, menjelang fajar 12 Desember 1945. Komando penyerangan disampaikan dengan isyarat tembakan pistol.

Baru pada tanggal 15 Desember 1945, pasukan Indonesia berhasil merebut Ambarawa dari tangan sekutu. Hal itu tentu tidak lepas dari koordinasi rapi antarkomandan sektor, dan juga tidak ketinggalan siasat jitu rancangan Panglima Soedirman dari Magelang. Pertempuran yang bersejarah ini sering kita kenal sebagai Palagan Ambarawa.

Minggu, 20 Oktober 1946, bersama Kepala Staf APRI, dari Yogya beliau bertolak ke Jakarta menggunakan kereta api luar biasa (KLB), untuk melakukan perundingan gencatan senjata. Namun saat di Stasiun Klender, Kereta tersebut dihentikan oleh tentara Belanda. Mereka meminta para pengawal Jenderal Sudirman tidak membawa senjata, kalau ingin memasuki Jakarta. Mendengar ini Soedirmanpun marah

“Aturan apa itu, pengawal panglima dilarang membawa senjata!”

“Tidak! Tidak bisa begitu! Ini pelanggaran kepada kehormatan panglima tentara negara yang berdaulat! Kita kembali ke Yogya saja!”

Insiden tersebut langsung dikoreksi oleh pemerintah belanda melalui Surat kawat kereta api, Pemerintah belanda meminta maaf atas insiden tersebut dan berharap Panglima Soedirman bersedia kembali ke Jakarta dan diperbolehkan membawa senjata, Namun dengan tegas permintaan tersebut ditolak oleh Panglima Soedirman. Ini menyebabkan perundingan gencatan senjata tertunda berhari - hari, dan baru pada November 1946 Perundingan bisa dilakukan di Jakarta, namun kali ini dijemput oleh seorang pembesar Inggris di perbatasan Bekasi, karena mereka tidak mau kecolongan serdadu rendahan Belanda lagi.

Perundingan itulah yang dikenal dengan perundingan Linggajati. Meskipun isinya sangatlah merugikan Indonesia. Namun Panglima Soedirman berhasil menenteramkan para komandan TRI daerah yang semula tidak mau menerima Persetujuan Linggarjati.

Bulan Juli 1947. Belanda mengingkari perjanjian Linggajati, Agresi Militer I pun dilancarkan,Setelah merebut beberapa ibukota karesidenan di pantai utara Jawa, mereka minta gencatan senjata lagi. Persetujuan Renville pun digelar di atas kapal perang Amerika Serikat yang berlabuh di Tanjungpriok tanggal 2 Desember 1947.

Lagi - lagi Republik Indonesia yang dirugikan. Kota-kota yang sudah direbut Belanda tidak dikembalikan. Hal ini memaksa sekitar 35.000 personel TNI. Pasukan Divisi Siliwangi harus meninggalkan Jawa Barat dan hijrah ke Yogya. Suatu hal yang tidak pernah bisa dilakukan Belanda melalui perang.

Belanda mengingkari lagi perjanjian Renville. Agresi Militer II pun dilancarkan di Jogja tanggal 18 September 1948. Namun Pahlawan kita Jenderal Soedirman yang saat itu di Yogyakarta sedang sakit. Keadaannya sangat lemah karena paru-parunya hanya tinggal satu yang berfungsi. Namun hal itu tidak membuat langkahnya surut. Meskipun Yogyakarta sudah dikuasai belanda dan meskipun Presiden Soekarno sebelum ditawan Belanda sudah menganjurkannya untuk tetap tinggal dalam kota untuk menjalani perawatan. Namun anjuran itu tidak bisa dipenuhinya karena dorongan hatinya untuk melakukan perlawanan pada Belanda serta mengingat akan tanggungjawabnya sebagai pemimpin tentara.

Percobaan Pembunuhan
Jenderal besar kita ini langsung bertolak ke Kediri. Dari kota itulah perlawanan akan diatur. Dengan kawalan pasukan kecil dan tanpa bekal uang dari pemerintah, rombongan Jenderal Soedirman tiba di Kediri tanggal 23 Desember 1948, setelah melalui Grogol, Wonogiri, Jetis (Ponorogo), dan Bendo (Trenggalek),”

Bersama Komandan Divisi I Jawa Timur, Kolonel Soengkono, ia membicarakan situasi militer dan rencana pertahanan melawan serbuan Belanda dengan perang gerilya. Pada Desember 1948, Soedirman meninggalkan Kota Kediri. Beberapa jam kemudian, kota ini diserang dan diduduki tentara Belanda. Sepertinya mata - mata Belanda mengetahui Jenderal Soedirman berada di Kediri. Tetapi ketika tentara Belanda dikerahkan masuk kota, Jenderal itu sudah berada di lereng Gunung Wilis.”

Usaha menghabisi Panglima juga terjadi desa Karangnongko (10 km barat Kota Kediri). Ketika rombongan sedang beristirahat di desa itu, datanglah seseorang tak dikenal mencari Jenderal Soedirman. Karena curiga, Soedirman dan Kolonel Bambang Soepeno meninggalkan rumah penginapan pada pukul 05.00, dan masuk ke dalam hutan dengan berjalan kaki.

Setelah fajar menyingsing, Letnan Heru Keser, pengawal yang masih tinggal di rumah penginapan, Menyamar menjadi Soedirman. Kemudian dengan disaksikan orang banyak, Soedirman “gadungan” ini ditandu ke luar rumah menuju Selatan, dan berhenti di sebuah rumah untuk menginap. Kemudian dengan diam-diam Letnan Heru Keser, sudah berganti pakaian, meninggalkan rumah itu bersama Kapten Soepardjo. Sorenya, rumah itu diserang habis-habisan oleh tiga pesawat pemburu Belanda yang memuntahkan peluru senapan mesinnya secara bergantian.

Sudah berkali - kali percobaan pembunuhan dilakukan kepada Jenderal besar kita yang satu ini. Namun Tuhan masih mentakdirkannya untuk hidup dan terus melawan Belanda. Tanggal 31 Maret 1949, rombongan Panglima tiba di Dukuh Sobo. Karena daerah itu jarang dikenal maka daerah itu menjadi tempat yang paling ideal untuk memimpin perang gerilya.

Hari Terakhir
Setelah ditandatanginya perjanjian Roem-Royen. Maka usai sudah perang antara Republik Indonesia dan Belanda. Panglima Sudirman memasuki kota Yogya lagi dari desa Ponjong tanggal 9 Juli 1949, setelah berfoto bersama dengan pembawa tandu terakhir yang dipakai menyeberangi Kali Opak dekat Piyungan.

Tanggal 27 Desember 1949, pemerintah Belanda secara resmi menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia. Sayang, Jenderal Soedirman tidak dapat menyaksikan hasil perjuangannya lebih lanjut. TBC yang semakin menggerogoti paru-parunya selama berbulan-bulan masuk keluar hutan akhirnya mengalahkan dia. Pada 29 Januari 1950 ia meninggal dunia di Rumah Peristirahatan Tentara Badakan, Magelang. Pahlawan Kemerdekaan Nasional ini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta.

Pak Dirman boleh mati, namun nama, semangatnya akan tetap hidup di hati para generasi penerus bangsa, Bagaimana dengan anda Soedirman - Soedirman muda?

Sumber
Wikipedia Indonesia
Soedirman, Sang Guru yang Jadi Panglima
Panglima dan Jenderal Pertama RI
-------------------------------------------------------------

Crossposting :
http://cahpamulang.multiply.com/journal/item/730

--

Posted By cahPamulang to cahPamulang at 8/05/2008 05:33:00 AM

Capres 2009 - M Fadjroel Rachman ... ada yg ngeFANZ


http://fadjroel4president2009.wordpress.com

July 22, 2008 by fadjroel

M Fadjroel Rachman

Forum-Wargan1341211906_21698_7016fadjroel2009


Pemimpin muda dunia sudah hadir, Medvedev (44) di Rusia, Obama (47)
di Amerika Serikat, dan kaum muda di Indonesia. Itulah generasi
kepemimpinan nasional baru berusia 30-40 tahun yang akan mewarnai
kepemimpinan global pada masa ini.


Dunia baru dengan kompleksitas baru niscaya membutuhkan pengalaman
baru. Dunia lama niscaya juga membutuhkan pengalaman lama, tetapi dunia
baru niscaya tidak membutuhkan pengalaman lama dari ”kaum
tua”. ”Kaum muda”, generasi kedua kepemimpinan
nasional pascareformasi, mewakili Zeitgeist (jiwa zaman) baru ada dalam
konfrontasi dengan Zeitgeist lama ”kaum tua”. Progresivisme
melawan konservativisme!


”Kaum muda” adalah petarung untuk merebut kursi
presiden, wakil presiden dan kabinet, bahkan legislatif dan eksekutif
di tingkat provinsi, kabupaten, dan kotamadya pada tahun 2009. Di
tingkat nasional ”kaum muda” akan berhadapan dengan
”kaum tua” berusia 58-60 tahun.


Pertaruhan dua generasi ini amat besar, yaitu masa depan Indonesia.
Dari pengalaman kegagalan 10 tahun terakhir, kemampuan kaum tua tak
akan berbeda dengan kondisi sekarang, stagnan.


Tiga pola perubahan


Praktis tak ada lagi kekuatan politik di Indonesia yang menolak
regenerasi kepemimpinan nasional. Partai politik (parpol) dan nonparpol
saling berlomba menawarkan kesempatan yang dihalangi sebelumnya.
Kecenderungan mutakhir berpusat pada tiga pola perubahan: progresif,
moderat, dan konservatif.


Pertama, pola progresif berarti memperjuangkan posisi presiden, wakil presiden, dan kabinet semuanya dari kaum muda.


Kedua, pola moderat di mana posisi presiden dari kaum tua, wakil presiden dan kabinet dari kaum muda.


Ketiga, pola konservatif di mana presiden, wakil presiden, dan kabinet dari kaum tua atau minoritas kaum muda.


Pola progresif yang paling pantas diperjuangkan bila Indonesia baru
memperjuangkan secara paralel, sedikitnya lima hak dasar warga negara
(hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya) serta kesetaraan
jender dan minoritas lainnya. Pola konservatif amat pasti ditinggalkan
karena berlawanan dengan arus perubahan. Pola moderat adalah sekoci
penyelamat bagi kaum tua, tetapi Indonesia juga makin uzur di mata
dunia.


Kaum muda bukanlah generasi peminta-minta kekuasaan. Rezim Orde Baru
yang berkuasa 32 tahun pernah ditumbangkan saat mayoritas kaum tua yang
berebut kursi kepresidenan 2009 mati- matian membesarkan dan melindungi
kekuasaan antidemokrasi itu. Kaum muda adalah penentang politik
Machiavellian dan pelaku politik Aristotelian yang percaya
”politics is the science of the good for man, to be
happiness”. Dengan demikian, seperti kata Tony Blair,
”Power, wealth, and opportunity are in the hands of the many not
the few … so that, freed from the tyranny of poverty, ignorance,
and fear” (2001).


Terobosan politik


Tentu saja perubahan politik 2009 bukan sekadar usia generasi, juga
nilai-nilai utama kepemimpinan, demokrasi, kesetaraan, dan
kesejahteraan. Jantungnya adalah agenda progresif demokrasi yang
langsung menghantam kemiskinan dan ketimpangan sosial, seperti (1)
nasionalisasi aset strategis negara, termasuk telekomunikasi, minyak,
gas, dan tambang; (2) penolakan pembayaran utang haram (odius debt)
dari luar negeri dan dalam negeri; (3) pajak progresif 50-55 persen
terhadap kekayaan dan pendapatan tertentu; (4) pengadilan dan penyitaan
korupsi Soeharto, keluarga, dan kroni; (5) pengadilan HAM berat kasus
Timor Leste, Aceh, Tanjung Priok, penculikan aktivis, Trisakti,
Semanggi, dan lainnya.


Peluang kaum muda


Adakah peluang bagi kaum muda untuk 2009? Peluang terbesar tentu
bila kaum tua ikhlas mengundurkan diri, seperti Al Gore dengan jiwa
besar menyambut kedatangan Obama. “Amerika baru memerlukan
pemimpin baru,” kata Al Gore.


Namun, kaum tua kita tak seikhlas Al Gore. Bahkan, kaum tua menuduh
kaum muda meminta- minta kekuasaan. Cara lain? Melalui regulasi
konstitusi UUD 1945 Pasal 6A Ayat 2, Pasangan calon presiden dan wakil
presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik
peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum.


Melalui parpol dan gabungan parpol? Tentu saja karena perlu
amandemen (atau judicial review di Mahkamah Konstitusi). Agar calon
independen dapat bertarung sebagai calon presiden, perlu waktu lama
karena tembok penghalangnya. Lalu bagaimana?


Mengingat parpol besar, seperti PDI-P, Partai Golkar (dan Partai
Demokrat), sudah mapan dengan presiden kaum tua, parpol menengah,
seperti PKS, PAN, PKB, dan PPP, dapat melakukan terobosan politik
dengan memilih pola progresif dan mencalonkan presiden 2009 dari kaum
muda.


Peluang lain melalui revisi UU No 23/2003 tentang Pemilihan
Presiden, parpol menengah dan kecil mewajibkan konvensi, seperti di AS,
kepada parpol dan gabungan parpol sehingga kaum tua bisa ditantang kaum
muda dari dalam parpol dan independen. Memilih konvensi berarti
meyakini bahwa kompetisi melahirkan kompetensi, kualitas, dan
aksepsibilitas.


Nah, kaum muda dapat memanfaatkan secara maksimal peluang regulasi
dan political will itu. Meski tipis, bukankah inovasi politik bagi kaum
muda berarti mengubah ketidakmungkinan politik menjadi kemungkinan
politik. Karena itu, kaum muda berhasil menumbangkan rezim
Soeharto-Orde Baru yang ditopang mayoritas kaum tua. Bila dikerjakan
optimal, akan terwujud Republik Kaum Muda, dengan presiden kaum muda
pada tahun 2009. Jadi, mulai hari ini, kaum muda harus bekerja keras
dan bekerja cerdas.


M Fadjroel Rachman Ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara
Kesejahteraan (Pedoman Indonesia); Ketua Gerakan Nasional Calon
Independen

fadjroel rachmanAnwar Ibrahim, me, Rendra

http://www.flickr.com/photos/mfadjroelrachman

http://fadjroel4president2009.wordpress.com


Burhanuddin Abdullah Diperiksa KPK


21/02/2008 06:15 Kasus Korupsi

Burhanuddin Abdullah Diperiksa KPK




Liputan6.com, Jakarta:

Meski mengaku kecewa, Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah akan
tetap mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi mengusut tuntas
kasus aliran dana BI yang menyeret nama-nama petinggi di republik ini.
"Kita dukung KPK untuk menyelesaikan persoalan ini dengan
sebaik-baiknya dan seadil-adilnya sampai selesai," kata Burhanuddin
usai menjalani pemeriksaan selama sembilan jam di Kantor KPK di Jakarta
Pusat, Rabu (20/2) pukul 18.00 WIB [baca: Burhanuddin Datangi KPK].



Burhanuddin dipanggil KPK sebagai tersangka aliran dana BI. Sebelumnya,
KPK sudah menahan dua tersangka lain yakni Direktur Hukum Oey Hoey
Tiong dan mantan Kepala Biro Rusli Simanjuntak.(BOG/Jasmine Valentine
dan Daeng Tanto)