Showing posts with label ruhut. Show all posts
Showing posts with label ruhut. Show all posts

Tulisan Kolonel Adjie, Ini Tanggapan Ruhut


VIVAnews -

VIVAnews - Tulisan Kolonel Adjie Suradji di Harian Kompas banyak mendapat tanggapan. Tulisan yang berjudul Pemimpin, Keberanian dan Perubahan itu dianggap menyentil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang adalah panglima tertinggi TNI. Adjie dituduh melanggar sebab dia mestinya taat pada kelaziman militer, untuk tidak secuilpun mengkritik sang panglima.
Tapi banyak juga yang mendukung dan memuji tulisan Adjie itu. Jarang-jarang militer yang cerdas sanggup menyampaikan pikiran secara terbuka dan di media massa pula. Dengan publikasi itu, Adjie bersedia didebat.
Serangan paling sengit memang datang dari orang-orang disekitar Presiden SBY. Tapi umumnya serangan mereka bukan soal substansi tulisan itu, tapi soal Adjie yang dianggap melanggar kepatutan militer itu.
Juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul, misalnya, menyebutkan bahwa kritikan anggota TNI aktif itu tidak ada kaitannya dengan demokrasi. "Ini sama sekali tidak mencederai demokrasi. Tidak ada hubungannya," kata Ruhut Sitompul yang juga Ketua Divisi Partai Demokrat bidang Hubungan Masyarakat dalam perbincangan kepada VIVAnews, Rabu 8 September 2010.

Jika banyak kalangan menyesalkan sanksi disiplin kepada Adjie-- yang sudah diperhitungkan oleh Kolonel Adjie sebelum menulis dan bahkan bersedia dipecat--Ruhut menegaskan bahwa pemberian teguran sangat pantas sebagai bagian penegakkan disiplin dalam militer.
Anggota TNI dan Polri, kata Ruhut,berbeda dengan masyarakat umum, sebab mereka terikat aturan sapta marga dan sumpah prajurit. Ruhut pun tak segan-segan memberikan sebutan untuk Kolonel Adjie. "Itu, seorang Kolonel Kutu Kupret, apa dia tidak sadar sebagai anggota TNI?" tegas Ruhut yang sedang berada di Kairo, Mesir ini.

Ruhut: Gaji Naik, Kinerja DPR Harus Makin Baik Seperti Saya

Kamis, 28/01/2010 16:53 WIB
Ruhut: Gaji Naik, Kinerja DPR Harus Makin Baik Seperti Saya
Elvan Dany Sutrisno - detikNews


Jakarta - Kenaikan gaji harus dibarengi dengan peningkatan kinerja. Anggota DPR yang termasuk akan mengalami kenaikan gaji harus kerja semakin baik. Mereka tidak boleh lagi datang telat, apalagi membolos.

"Kalau benar naik, kerja anggota DPR harus makin baik seperti saya,  anggota Pansus berangkat paling pagi pulang paling akhir. Semua harus contoh saya dibandingkan anggota lain," kata Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/1/2010).

Meski ada rencana kenaikan, Ruhut mengaku belum menerima gaji sebagai anggota dewan selama dua bulan. "Mana naik? Saya belum terima gaji dua bulan," katanya.

Dengan adanya kenaikan gaji Ruhut meminta rekan-rekannya untuk lebih berdisiplin dalam bekerja. "Kita harus kerja sunguh-sunguh. Jangan lupa dengan konstituen. Itu rakyat yang milih kita supaya tidak kecewa," katanya.

Wakil Ketua Komisi XI Achsanul Qosasi, sebelumnya, menyatakan, gaji untuk Presiden, Wapres, para menteri, pimpinan DPR dan anggota DPR akan mengalami kenaikan mulai Maret depan. Kenaikan berkisar 10-20 persen.

Posted via web from cahPamulang's Posterous

Ucap Bernada Ancaman, Ruhut Perlihatkan Arogansi Kekuasaan

rakyatmerdeka.co.id

Jakarta, RMOL. Pernyataan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul di berbagai media yang menyebutkan "Jangan Main Api dengan Pemenang Pemilu" disesalkan banyak pihak.

Kepada Rakyat Merdeka Online, petang ini (Kamis, 7/1), mantan aktivis 1998, Masinton Pasaribu menilai pernyataan Ruhut tersebut sama saja menunjukkan arogansi kekuasaan dan gejala kebangkitan benih otoritarianisme dari dalam tubuh partai khususnya Partai Demokrat sebagai pemenang Pemilu 2009 lalu.

"Pernyataan Ruhut itu melukai hati sejumlah partai politik dan masyarakat, apalagi hal itu diketahui oleh Ketua Dewan Pembina Demokrat yang juga Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono," kata Masinton.

Ia menambahkan, tidak seharusnya Ruhut yng merupakan wakil rakyat di parlemen atau gedung bunder Senayan Jakarta mengeluarkan statemen, yang seolah-olah bernada mengancam itu. [wid]
Blogged with the Flock Browser

Ketua MK: Silakan Adukan Ulah Ruhut Sitompul

rakyatmerdeka.co.id



Jakarta, RMOL. Sikap tidak pantas anggota Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul yang melontarkan kata "bangsat” kepada pimpinan Pansus Centurygate  Gayus Lumbuun bisa diadukan masyarakat ke Badan Kehormatan (BK) DPR.

Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD pun iku menanggapi ulah “Si Poltak”. Saat ditemui usai pelantikan dua hakim konstitusi baru di Istana Negara, Jakarta, Kamis (7/1), ia mengatakan dalam politik ulah politisi seperti Ruhut biasa terjadi.

“Dalam politik itu biasa saja tapi kalau sudah kelewatan begitu, kalau ada yang menganggap itu kelewatan kan ada kode etik. Badan Kehormatan, saya kira itu yang bisa menjelaskan,” jelas Mahfud kepada wartawan.

Bahkan, masyarakat bisa melaporkan hal itu bila merasa dirugikan.

“Itu perlu pengaduan. Saya kira Anda juga bisa mengadukan sebagai orang yang diwakili. Terserah,” katanya.

Menurut Mahfud, jika pengaduan sudah diterima Badan Kehormatan (BK) DPR, maka sanksi yang akan diterapkan sudah menjadi wewenang BK.

“Kasus Ruhut ini tidak tahu sejauh mana sebab bisa juga itu dinilai sebagai hal biasa karena emosi. Dan akan berat karena dia menjabat anggota DPR,” jelasnya.
Blogged with the Flock Browser

Ada Gerakan Potong Kuping Ruhut di Facebook, mungkin sekaligus Mulutnya


Makin rendah saja
wajah parlemen kita yang sudah memalukan, dan tidak pantas justru saat
ini menjadi budaya politik yang tak elok, elegan dan merendahkan
martabat Bangsa.

RUHUT SITOMPUL BERTERIAK "BANGSAT" pada GAYUS LUMBUN.

BENARKAH
KLAIM RUHUT SITOMPUL ANGGOTA PANSUS DARI PARTA...I DEMOKRAT BAHWA DIA
MENDAPAT DUKUNGAN DARI TODUNG MULYA LUBIS UNTUK "MEMBANGSATKAN" GAYUS
LUMBUUN ?

DAN BENARKAH KLAIM RUHUT DIA KHUSUS DIUTUS PRESIDEN
SUSILO BAMBANG YUDHOYONO DAN KETUA UMUM PARTAI DEMOKRAT UTK TERUS
BERTAHAN DI PANSUS DGN SIKAPNYA?

Sudah beberapa kali Ruhut "Poltak" Sitompul ini membuat ulah yang bak politisi Kelas Ragunan.

Menurut kawan-kawan layakkah kita melakukan sebuah Poros :

GERAKAN POTONG KUPING RUHUT "BANGSAT"!

Silahkan Bergabung

POTONG KUPING RUHUT

Brainscannr - Ruhut Sitompul


Inilah Kata Bangsat yang keluar dari Mulut Ruhut Sitompul


Ruhut Sitompul - Gayus Lumbuun Adu Mulut di Rapat Pansus





Ruhut dan Gayus Kembali Berseteru, Keluar Kata 'Bangsat'


Jakarta - Pertengkaran antara anggota Pansus Angket Bank Century, Gayus Lumbuun dan Ruhut Sitompul kembali terjadi. Cekcok kedua kalinya antara politisi PDIP dan Partai Demokrat ini cukup sengit, bahkan sempat telontar kata-kata kasar.

"Diam kau bangsat," ujar Ruhut kepada Gayus yang sedang memimpin sidang Pansus dengan agenda pemeriksaan saksi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/1/2010).

Kejadian berawal saat Ruhut meminta agar Gayus dapat mengatur waktu bertanya anggota pansus dengan baik. Menurut Ruhut, Gayus memberikan waktu yang lebih banyak kepada anggota fraksinya ketimbang fraksi yang lain.

"Pemimpin tegas dong, jangan nanti PDIP sampai dua jam. Masih ada enam fraksi lagi yang belum mendapat giliran," ujar Ruhut.

Interupsi Ruhut dihentikan oleh Gayus dengan alasan ia sudah bisa menangkap maksud artis sinetron tersebut. Ruhut sontak tidak terima, dan keributan akhirnya menyengit.

"Saya sampai jam empat pagi juga sanggup, tapi tolong diatur yang benar. Jangan nanti pimpinan keluar lagi," sindir Ruhut.

"Memang Anda pernah lihat saya keluar," balas Gayus dengan nada tinggi.

Ruhut menilai Gayus terlalu otoriter memimpin rapat. Smentara tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba saja Ruhut menyinggung gelar profesor Gayus. Emosi guru besar Universitas Krisnadwipayana ini pun kian tersulut.

"Anda jangan kurang ajar nyebut-nyebut profesor," kata Gayus meradang.

"Kalau nggak senang lempar palu ke aku," tantang Ruhut.

Gayus menuding Ruhut selalu menggangu jalannya rapat dengan pernyataan-pernyatannya dan meminta partainya menariknya dari keanggotaan pansus.

"Nggak ada hubungan, saya demokrat, Anda PDIP," sambar Ruhut.

Dalam pertengkaran yang semakin menyengit inilah, akhirnya kata-kata kotor keluar dari mulut Ruhut. Kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh anggota Dewan yang katanya terhormat.
(lrn/mok)

Gayus: Ruhut Dikondisikan untuk Tumpulkan Pansus


Jakarta - Wakil Ketua Pansus Angket Bank Century, Gayus Lumbuun menilai mulai ada keresahan dari sesama anggota pansus atas sikap dan perilaku Ruhut Sitompul yang sering memotong pembicaraan saat rapat. Sejumlah anggota juga mulai mencurigai kehadiran anggota Fraksi Partai Demokrat itu memang sengaja diskenariokan untuk menumpulkan suara pansus.

"Banyak temen-temen yang bilang ini dikondisikan agar tumpulnya suara-suara pansus. Itu yang lebih saya khawatirkan daripada saya harus marah dan mengambil tindakan," kata Gayus Lumbuun.

Hal itu disampaikan Gayus saat jeda rapat pansus dengan agenda pemeriksaan saksi mantan pejabat BI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/1/2010).

Sebelum jeda rapat, Gayus yang sedang memimpin sidang berseteru dengan Ruhut. Politisi nyentrik itu sempat melontarkan kata 'bangsat' kepada Gayus. Namun, atas perlakuan tersebut, Gayus enggan menggunakan kewenangannya sebagai pimpinan untuk mengusir Ruhut dari ruang rapat.

"Saya tidak mau merubah suasana rapat. Sulit kalau menghadapi pemain sinetron," kata Gayus.

Gayus mengaku merasa terganggu dengan sikap Ruhut yang selalu memotong pembicaraan. Ia pun mempersilakan wartawan menanyakan hal itu kepada anggota satu persatu.

"Boleh dicek satu persatu, sangat terganggu," kata politisi PDIP ini.

Dalam rapat pemeriksaan pansus dengan saksi mantan pejabat BI, Sabar Anton Tarihoran, kemarin, Gayus bahkan terang-terangan menyebut kehadiran Ruhut di pansus dilindungi Partai Demokrat.