Showing posts with label Gaza. Show all posts
Showing posts with label Gaza. Show all posts

ANTARA :: Kapal Israel Hadang Kapal Iran Pembawa Bantuan Gaza

Link

14/01/09 20:49

Kapal Israel Hadang Kapal Iran Pembawa Bantuan Gaza


Teheran, (ANTARA News)- Kapal-kapal perang Israel memerintahkan sebuah kapal Iran yang membawa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina di Gaza meninggalkan daerah itu, kata seorang pejabat bantuan yang dikutip kantor berita setengah resmi Fars dan dikutip Reuters, Rabu.

Iran, yang mengutuk serangan Israel terhadap Gaza yang merupakan wilayah pantai, pada awal pekan mengatakan kapal yang mengangkut barang bantuan itu sedang berada dekat Gaza.

Radio pemerintah Iran pada hari Selasa mengemukakan kapal tersebut dihentikan oleh angkatan laut Israel.

"Kapal Iran itu kini berada 45 mil dari Gaza dan sejam lalu , kembali kami menerima peringatan dari kapal-kapal perang Israel untuk meninggalkan daerah itu," kata ketua Bulan Sabit Iran, Massoud Khatami yang dikutip Fars.

"Jika peringatan-peringatan itu terus dilakukan kami akan mengubah rute kami dari Gaza ke pelabuhan Mesir El Arish," katanya tanpa menjelaskan lebih jauh mengenai peringatan Israel itu.(*)

ANTARA :: Korban Serangan Israel Hampir Seribu Jiwa

Link

14/01/09 09:02

Korban Serangan Israel Hampir Seribu Jiwa


Kota Gaza, (ANTARA News) - Pejuang HAMAS bertempur di jalanan melawan pasukan Israel di Kota Gaza, Selasa, seperti dilaporkan AFP.

"Ini adalah hari ke-18 serbuan Israel terhadap rakyat kita, dan semakin hari semakin ganas seiring jumlah korban yang bertambah banyak," kata Presiden Palestina Mahmud Abbas.

"Israel terus melakukan serbuan ini untuk menghilangkan rakyat kita di sana," kata Abbas dari markasnya di Tepi Barat.

Pasukan khusus Israel didukung tank dan serangan udara makin jauh masuk ke Kota Gaza hingga tinggal beberapa ratus meter dari kawasan-kawasan pemukiman di selatan, kata para saksi.

Penduduk mengatakan terjadi tembak menembak yang sengit di kawasan pemukiman Zeitun dan penampungan pengungsi Jabaliya di pinggiran Gaza.

Israel juga menjatuhkan gelombang serangan bom di kota perbatasan Rafah sehingga ratusan orang berlarian ke jalan.

"Terjadi serangan udara yang terus menerus di sepanjang perbatasan Mesir -- sekitar 60 keluarga telah meninggalkan rumah mereka yang terletak beberapa ratus meter dari perbatasan," kata Harb, warga Palestina yang bekerja untk badan bantuan internasional CARE.

Kantor kemanusiaan PBB UNOCHA mengemukakan pihaknya tidak dapat memastikan jumlah warga yang sudah mengungsi dari rumah mereka. Namun, UNOCHA menyatakan lebih dari 35 ribu orang pada hari Senin telah masuk ke penampungan-penampungan. Jumlah itu berarti peningkatan 7.400 pengungsi dari 24 jam sebelumnya.

Sumber-sumber medis Palestina mengemukakan pada hari ke-18 serangan itu, 70 orang tewas sehingga jumlah total korban meninggal akibat serangan Israel adalah 975 jiwa warga Palestina ditambah 4.400 lainnya cedera.

Komandan militer Israel mengatakan bahwa Operasi Cast Lead telah menghasilkan kemajuan. Namun, dia mengatakan pasukan Israel menghadapi kondisi "serba sulit" di Kota Gaza. Mereka tidak punya pengalaman tempur di kota berpenduduk setengah juta warga Palestina itu.

Delegasi HAMAS saat ini berada di Kairo untuk membahas usulan mengakhiri pertempuran. Usulan itu disusun Presiden Mesir Hosni Mubarak dan didukung negara-negara barat.

Tokoh senior HAMAS Mussa Abu Marzuk mengakui pihaknya punya "pandangan yang kokoh" atas prakarsa itu namun juga mengatakan "masih ada harapan" mereka mau menerima usulan itu. (*)

ANTARA :: AS Kirim Ratusan Ton Senjata ke Israel Akhir Bulan ini

Link

10/01/09 07:29

AS Kirim Ratusan Ton Senjata ke Israel Akhir Bulan ini

London, (ANTARA News) - Amerika Serikat sedang mencari kapal untuk disewa guna mengirim ratusan ton senjata ke Israel dari Yunani pada akhir bulan ini, seperti yang dilihat Reuters dari dokumen tender.

Komando Militer Angkutan AL AS (MSC) menyebutkan kapal yang dicari akan membawa 325 kontainer standar 20 kaki dengan muatan "amunisi".

Muatan itu akan dibawa lewat dua perjalanan terpisah dari pelabuhan Yunani Astakos ke pelabuhan Israel Ashdod antara pertengahan hingga akhir Januari.

"Bahan-bahan berbahaya" sesuai manifes adalah bahan peledak dan detonator, namun tidak ada rincian lainnya.

"Pengiriman 3000 -an ton amunisi sekaligus adalah suatu hal besar " ujar salah satu makelar yang minta namanya tidak disebutkan.

"Ini (permintaan) cukup langka dan kami sudah bertahun-tahun tidak menerima ada pesanan sebesar ini, "tambahnya.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang dihubungi oleh Reuters pada hari Jumat di Washington belum bisa memberi tanggapan.

MSC dengan armada sendiri bertugas mengangkut kendaraan lapis baja dan pasokan militer bagi pasukan AS namun biasanya mereka menyewa kapal dagang jika logistik tersebut sangat diperlukan.

Tender itu menyusul penyewaan sebuah kapal pada bulan Desember yang membawa lebih banyak lagi muatan militer dari Amerika Serikat ke Israel. Pengiriman itu dilakukan menjelang serangan udara ke Jalur Gaza.

Kapal yang dicarter selama 42 hari itu mampu mengangkut 989 kontainer standar 20 kaki dari Sunny Point, North Carolina ke pelabuhan Ashdod.

Dokumen tender mengatakan kapal itu harus mampu "membawa 2,6 juta kg bahan peledak" dan para makelar mengatakan jumlah itu adalah sangat besar.Kapal yang dicarter mengangkut muatan tersebut pada 15 Desember.

Makelar perkapalan di London yang khusus bergerak di bidang angkutan senjata bagi militer Inggris dan AS, mengatakan carter kapal ke Israel seperti itu adalah jarang terjadi.

Seorang analis senior militer di London yang minta namanya tidak disebut mengatakan pengiriman itu mungkin saja adalah sesuatu yang "tidak biasa" dan terkait serangan ke Gaza.

Pada bulan September tahun lalu, Kongres Amerika Serikat menyetujui penjualan 1000 Rudal penghancur bunker ke Israel. Rudal GBU-39 dengan dipandu GPS disebut-sebut salah satu bom paling akurat di dunia.

Jerusalem Post yang mengutip sumber pejabat pertahanan Israel pekan lalu melaporkan bahwa kiriman pertama Rudal tersebut tiba awal Desember dan Rudal itu digunakan untuk menghancurkan tempat-tempat peluncuran roket HAMAS yang berada di bawah tanah.(*)

ANTARA :: Media Pro-Palestina Ditekan Barat

09/01/09 13:29
Media Pro-Palestina Ditekan Barat


Jakarta, (ANTARA News) - Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan,
sejumlah media yang memaparkan penderitaan warga Palestina akibat serangan Israel ke Jalur Gaza kerap mendapat tekanan dari negara Barat.

Menurut Hidayat di Masjid Agung Al Azhar di Jakarta Selatan, Jumat, sejumlah media tersebut ditekan karena membeberkan secara jelas berbagai penderitaan yang diterima bangsa Palestina akibat invasi negara Zionis itu.

Ia mencontohkan, saat berkunjung ke negara Qatar beberapa waktu lalu, dirinya diberitahu bahwa media Al Jazeera kerap mendapat tekanan antara lain berupa protes dari berbagai pihak yang mengaku berasal dari sejumlah negara Barat.

Jumlah protes terhadap penayangan media Al Jazeera terhadap penayangan berita dari sisi Palestina itu secara total berasal dari puluhan negara.

Mengenai media di Indonesia, ia berharap agar unsur pers di Tanah Air dapat terus memberitakan akibat serangan Israel yang membabibuta tersebut secara benar dan apa adanya.

Hidayat juga mengemukakan, pemerintah Israel juga sempat menyatakan ketidaksenangannya terhadap pemberitaan media Indonesia yang menurut pihak
Israel berat sebelah dan sangat berpihak kepada Palestina.

Selain itu, ia menyatakan bahwa hakikat dari yang terjadi di Palestina saat ini adalah model neokolonialisme atau penjajahan gaya baru yang dilakukan negara Israel.

Bahkan, ujar dia, penjajahan tersebut juga bisa disebut sebagai sebuah "holocaust" bagi bangsa Palestina.

Pada awal November 2007, Ketua Ikatan Ulama Palestina Nawwaf Takruri pernah berkunjung ke Indonesia dan sempat berceramah di Masjid Agung Al Azhar.

Dalam ceramahnya, Nawwaf Takruri mengatakan, perjuangan rakyat Palestina bukanlah urusan rakyat Palestina atau orang Arab saja tetapi merupakan masalah umat Islam sedunia.(*)
Link

ANTARA :: Ribuan Berdemonstrasi Anti Israel di Berbagai Kota Besar Dunia

Link

11/01/09 10:25

Ribuan Berdemonstrasi Anti Israel di Berbagai Kota Besar Dunia


London (ANTARA News/Reuters) - Demonstran di Washington berbaris di bawah bendera Palestina dan puluhan ribu berunjukrasa di kota-kota Eropa dan Timur Tengah, Sabtu, memprotes serangan Israel di Gaza.

Bentrokan dengan polisi meletus dalam beberapa unjukrasa di Eropa. Polisi Denmark telah menangkap 75 orang pada demonstrasi di Kopenhagen setelah aktvis memecahkan kaca jendela mobil, melempar telur ke bis dan menyerang outlet McDonald.

Di Washinton, beberapa ribu demonstran berkumpul di sebuah taman yang berseberangan dengan Gedung Putih untuk memprotes dukungan pemerintah Bush pada Israel.

"Bebaskan Palestina. Biarkan Gaza hidup", mereka menyanyi saat berunjukrasa. Beberapa spanduk meminta Presiden terpilih Barack Obama mengubah kebijakan AS.

"Negara saya telah memberi miliaran dolar setiap tahun untuk mendukung rezim menjijikan yang menjalankan genosida," kata warga Washington, Mary Carrick.

Polisi anti huru hara menghadapi sekitar 20 ribu pengunjukrasa yang membawa spanduk dan bendera Palestina di luar kedutaan besar Israel di London tengah, sementara polisi Oslo menggunakan gas air mata terhadap aktivis yang melempar batu di ibukota Norwegia itu.

Sekitar 30 ribu orang turun ke jalan-jalan di Paris, banyak demonstran yang mengenakan kafiyeh Palestina dan menyanyikan "kami semua orang Palestina", "Israel pembunuh" dan "perdamaian". Beberapa demonstran melempar batu pada polisi dan membakar bendera Israel.

Tak dapat diterima

"Kami di sini untuk meminta diakhirinya perang yang tak dapat diterima itu. Ada lebih dari 800 korban termasuk sejumlah anak dan warga sipil. Kami tidak dapat menerima itu," kata pemimpin Partai Komunis Marie-George Buffet pada unjukrasa di Paris.

Tank-tank Israel maju ke Gaza dan gerilyawan Hamas menembakkan roket ke Israel Sabtu ketika kedua belah bihak mengabaikan seruan internasional untuk menghentikan konflik. Israel meminta penghentian sepenuhnya tembakan roket Hamas, ditambah jaminan regional dan internasional untuk menghentikan dipersenjatainya kembali kelompok itu melalui terowongan penyelundupan di bawah perbatasan dengan Mesir.

Lebih dari 40 ribu orang telah memprotes serangan Israel di kota-kota Jerman, sementara demonstran di kedutaan besar Israel di Dublin melemparkan sepatu dan membawa sebuah keranda tiruan yang ditutup foto anak-anak Palestina yang terluka atau tewas.

"Gambar bayangan rumah rusak atau keluarga ketakutan yang ada diantara reruntuhan dalam keadaan syok dan putusasa, dan pemakaman yang tak ada habis-habisnya, telah sepantasnya membuat benci orang di seluruh dunia," kata Gerry Adams, presiden partai nasionalis Sinn Fein.

"Inilah waktunya semua itu diakhiri. Pembunuhan besar-besaran orang di Gaza harus diakhiri," kata Adam pada unjukrasa di Dublin.

Ribuan orang Syiah Lebanon yang keluar untuk memperingi Hari Asyura di kota Nabatiyeh, Lebanon selatan juga memprotes serangan Israel dengan membawa bendera Hizbullah dan Palestina.

"Kami akan katakan pada orang-orang di Gaza dan sesepuh di Gaza dan pahlawan perlawanan, anda tidak sendiri, kami bersama anda ... kemenangan adalah milik anda, Insya Allah," Mohammed Raad, seorang pejabat senior Hizbullah, di depan kerumunan massa.

Di Athena, ratusan polisi anti huru hara membawa perisai plastik menyaksikan sekitar 2.000 demonstran berbaris ke kedutaan besar Israel, mengkhawatirkan timbulnya kembali demonstrasi jalanan yang mengguncang kota itu bulan lalu.

Ribuan orang berunjuk rasa di kota-kota terbesar di Swedia, membakar bendera Israel dan menyulut mercon.

Pengunjuk rasa berkumpul di beberapa kota di Italia, beberapa meneriakkan "Bebaskan Palestina, Gaza akan menang", sementara yang lain membakar bendera Israel. Unjuk rasa di Polandia sebagian besar damai.

Dukungan pada diakhirinya serangan juga datang dari Afrika, tempat pendeta vodoo Benin mengorbankan ayam jantan, menumpahkan darahnya ke tanah, ketika mereka menyampaikan doa dan korban pada Tuhan dan leluhur untuk meminta diakhirinya pertempuran Gaza dan tempat lainnya. (*)

Indonesian radicals demand "holy warriors" be let into Gaza

 clipped from www.antara.co.id

01/07/09 14:32

Indonesian radicals demand "holy warriors" be let into Gaza



Jakarta (ANTARA News) - Indonesian Islamist radicals protested Wednesday against Israel's incursion into the Gaza Strip and demanded Egypt open its borders to allow humanitarian aid and "holy warriors" to enter the territory.
       
Around 100 people from the fringe Islamist group Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) of radical cleric Abu Bakar Bashir rallied in front of the Palestinian, Egyptian and US embassies denouncing Israel's attack.
       
"Our hope is that Egypt will open its door not only for medical teams but also for mujahedeen (holy warriors) and volunteers," JAT campaigner Haris Amir told AFP.
       
Egypt has kept its border with Gaza closed during the fighting, which started on December 27 and has left least 660 Palestinians dead.
       
Egyptian President Hosni Mubarak has said his country would reopen crossings in the event of a ceasefire.
       
Local radical groups including the Islamic Defenders Front (FPI) have launched a recruitment drive for "holy warriors" to be sent to fight Israel in Gaza.
       
FPI claims to have recruited more than 4,000 would-be fighters.
       
Indonesia's government has resisted calls by radical groups to let the fighters out of the country, saying the priority is to send medicine and aid to Palestinians affected by the fighting.
       
Indonesia, a Muslim-majority country of 234 million people, is a strong supporter of the Palestinian cause and also has designs on becoming a significant player in peacemaking efforts in the region, despite having no diplomatic relations with Israel.  (*)

Read Also


Sent with Clipmarks

Obama Akhirnya Berbicara Soal Gaza

 clipped from www.antara.co.id

07/01/09 10:03

Obama Akhirnya Berbicara Soal Gaza



Washington (ANTARA News/dpa) - Presiden AS terpilih Barack Obama, Selasa waktu AS (Rabu WIB), mengutarakan "keprihatinannya yang mendalam" kepada pertempuran yang berkecamuk di Jalur Gaza dan berjanji akan bekerja efektif dalam menyelesaikan konflik di Timur Tengah itu segera setelah dia resmi menjabat Presiden AS bulan ini.

"Guna memulai awal pemerintahan, kami akan berupaya efektif dan konsisten mencoba menyelesaikan konflik-konflik yang muncul di Timur Tengah," kata Obama.

Obama yang terus berbungkam diri atas pertempuran yang dimulai sejak 27 Desember tatkala Israel melancarkan ofensif besar-besaran ke Gaza untuk menghadapi serangan roket Hamas, tidak ingin menggerogoti kebijakan pemerintahan Bush.

"Presiden George Bush sebagai Presiden Amerika Serikat berbicara atas nama pemerintah AS dan rakyat Amerika saat menyampaikan hal-hal berkaitan dengan hubungan internasional," kata Obama yang akan dilantik 20 Januari ini.

Obama mengatakan, dia telah dibrifing (oleh para stafnya) mengenai pertempuran di Gaza dan mengawasi perkembangannya setiap hari.

"Tegasnya, saya sangat memprihatinkan konflik yang berlaku di wilayah itu," kata Obama. (*)

Berita Sebelumnya


Sent with Clipmarks

100 Tokoh Serukan PBB Hentikan Pembunuhan Massal di Gaza

 clipped from www.antara.co.id

07/01/09 11:41

100 Tokoh Serukan PBB Hentikan Pembunuhan Massal di Gaza



Jakarta (ANTARA News) - PBB diminta agar segera mengambil langkah yang signifikan untuk menghentikan Kebiadaban Israel yang sedang melakukan pembunuhan massal, sebagai akibat serangan membabi buta yang dilakukannya di Gaza.

PBB diminta segera memaksa Israel dengan segala cara untuk menghentikan segala bentuk serangan ke wilayah-wilayah Palestina dalam waktu segera, memfasilitasi bantuan kemanusiaan dan mendorong dialog untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina secara permanen.

Demikian seruan dari sekitar 100 tokoh sipil yang tergabung dalam Masyarakat Madani Indonesia, kepada El Mostafa Benlamih, Kepala Perwakilan PBB, Rabu, di Jakarta.

Sejumlah tokoh yang mendatangi Kantor Perwakilan PBB antara lain Dien Syamsudin (MUI/PP Muhammadiyah), Prof. Komarudin Hidayat (Rektor UIN), AM Fatwa (MPR), Romo Beny (Perwakilan Katolik), Yuddy Chrisnandi (Partai Golkar), Irgan Chairil Mahfidz (PPP), Budiman Sujatmiko (PDI-P), Muktar Pakpahan (Partai Buruh), Hamdan Zoelva (PBB), Nathan Setiabudhi (PGI), Syafie Anwar (ICIP), Effendi Choirie (PKB), Moeryati Soedibyo (DPD), Rhoma Irama (Artis) dan tokoh-tokoh agama, intelektual, media, artis dan lain-lain.

Seperti dilaporkan langsung oleh Mukhlis Yusuf, Dirut LKBN ANTARA yang turut menghadiri seruan keprihatinan tersebut, El Mostafa Benlamih menyampaikan apresiasinya terhadap kedatangan para tokoh sipil itu dan berjanji akan menyampaikan langsung seruan tersebut kepada Sekjen PBB di New York.

Benlamih menyatakan semua unsur PBB juga merasakan keprihatinan hal yang sama, dan sedang melakukan daya upaya yang dapat dilakukan agar serangan itu segera dihentikan dan mendorong dialog untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi di Palestina.

Benlamih menyatakan bahwa perang di Jalur Gaza bukanlah perang agama, melainkan konflik politik dan perang antara pihak yg kuat dan lemah.

Menurutnya, perang yang saat ini masih berlangsung itu telah melampaui batas-batas kemanusiaan.

Pernyataan Benlamih ini menanggapi sejumlah seruan keras yang disampaikan sejumlah tokoh yang hadir.

Dalam pengantarnya, Dien Syamsudin mewakili seluruh tokoh yang hadir menyampaikan bahwa saat ini merupakan momentum bagi PBB untuk menjalankan peran yang dapat dilakukannya  sebagai wadah berhimpunnya kepentingan bangsa-bangsa.
 
"Inilah momentum bagi PBB untuk  membuktikan eksistensinya, bila tidak, maka PBB akan dilupakan dan dinilai perpanjangan tangan negara-negara kuat atau kepentingan lobi negara-negara tertentu", kata Dien.

"Perang ini telah melampaui batas-batas kemanusiaan, karena anak-anak dan perempuan yang tidak ikut berperang telah menjadi korban yang mengenaskan", kata Prof. Komarudin Hidayat.

Pernyataan serupa disampaikan Budiman Sudjatmiko, politisi PDI-P, yang juga menyerukan agar PBB bersikap lebih keras terhadap Israel dan berlaku adil dalam menjalankan perannya, terutama perlindungan terhadap negara-negara yang menjadi korban dari negara-negara kuat. (*)

Baca Juga


Sent with Clipmarks

Aksi Kecam Israel di Depan Kedubes Palestina

 clipped from www.antara.co.id

07/01/09 08:13

Aksi Kecam Israel di Depan Kedubes Palestina



Jakarta,  (ANTARA News) - Aksi mengecam serangan Israel ke Jalur Gaza terus  akan digelar di depan Kedutaan Besar Palestina di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu.

Menurut informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya di Jakarta, Rabu, kelompok massa yang akan berunjuk rasa di depan Kedubes Palestina itu juga akan mendatangi Kedubes Mesir di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Para pengunjuk rasa tersebut akan menunjukkan solidaritas dan dukungan kepada Palestina sekaligus mendorong Mesir agar terlibat lebih aktif dalam menghentikan agresi Israel yang telah menewaskan ratusan warga sipil Palestina, termasuk anak-anak.

Mesir merupakan satu-satunya negara selain Israel yang berbatasan langsung dengan Jalur Gaza.

TMC juga menginformasikan dua unjuk rasa lain akan berlangsung di Jakarta yaitu di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dan lainnya digelar di depan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Berbagai aksi yang belum bisa diperkirakan jumlah pesertanya itu rencananya akan dimulai pada sekitar pukul 09.00 WIB - 10.00 WIB.(*)

Baca Juga


Sent with Clipmarks

Seluruh Dunia Berdemonstrasi Menentang Israel

 clipped from www.antara.co.id

05/01/09 09:40

Seluruh Dunia Berdemonstrasi Menentang Israel



Istanbul (ANTARA News/AFP) - Ratusan ribu orang di Turki, negara sekutu utama Israel, tumpah ruah di jalanan kota-kota besar Turki menentang Isreal menyusul ofensif darat negara Yahudi itu ke Gaza dan seorang demonstran Palestina ditembak mati tentara Israel di Tepi Barat.

Di Istanbul, para penyelenggara unjukrasa mengklaim 700 ribu orang bergabung dalam demonstrasi menentang Israel.  Polisi Tukri memang menolak menyebutkan jumlah demonstran, namun Lapangan Caglayan -semacam Monas di Indonesia atau Lapangan Tiananmen di China- dijejali lautan manusia.

"Bajingan Iblis, enyahlah dari Palestina dan Timur Tengah," begitu salah satu bunyi sepanduk berbahasa Inggris yang dibawa para demonstran.

Turki yang mayoritas Muslim dan non Arab telah menandatangani pakta militer dengan Israel pada 1996, namun rezim Ankara yang kini dikuasai Muslim berhubungan erat dengan bangsa Palestina yang sejak lama menikmati dukungan luas Turki khususnya dari kaum muslim.

Sementara itu di Maroko, ribuan orang berunjukrasa di ibukota Rabat sambil menuduh para pemimpin Arab telah menelantarkan rakyat Palestina.

Para demonstran yang menurut hitungan polisi berjumlah 40 ribu orang itu mengekspresikan kemarahannya atas "diamnya rezim-rezim Arab."  Mereka juga menuduh Presiden Mesir Hosni Mubarak telah "menjual Gaza demi dolar AS."

Beberapa kalangan di dunia Arab menuduh Mesir, yang bersama Yordania menjadi salah satu dari dua negara Arab yang menyepakati perjanjian damai dengan negara Yahudi, bersekongkol dengan ofensif Israel yang justru terjadi di depan hidung Mesir.

Sebagian demonstran Maroko itu menginjak-injak sebuah bendera raksasa Israel, sementara sebagian lainnya melemparkan sepatu-sepatu mereka meniru aksi lempar sepatu dari wartawan Irak kepada Presiden AS George Bush bulan lalu.

Di Lebanon, ribuan orang berunjukrasa di luar kantor PBB di Beirut.

Dewan Keamanan PBB telah bertemu Sabtu malam lalu untuk membicaran krisis Gaza namun gagal mengeluarkan resolusi.

Polisi anti huru hara Lebanon menembakkan gas air mata dan meriam air pada sekitar seratusan demonstran dekat Kedutaan Besar AS di Awkar, utara Beirut, demikian kesaksian seorang fotografer AFP.

Di Paris, Prancis, lain lagi, ribuan orang berdemonstrasi sambil mengibarkan bendara-bendara Israel dan menyanyikan himne Yahudi untuk menunjukkan dukungan mereka pada Israel dalam ofensif militernya ke Gaza, sehari setelah demonstrasi besar-besaran proPalestina melanda negeri itu.

Sekitar 12 ribu demonstran berkumpul di sebuah jalan tidak jauh dari Keduataan Besar Israel di Prancis di bawah payung CRIF, sebuah organisasi lobi Yahudi di Prancis.  Namun, polisi Prancis sendiri hanya menyebut angka 4.000 demonstran.

Sabtu lalu, lebih dari 20 ribu orang membanjiri kota Paris untuk menunjukkan dukungannya pada Palestina di Jalur Gaza dan mengutuk agresi Israel yang katanya ingin menghentikan serangan roket dari wilayah yang dikuasai Hamas itu.

Di Yunani, ribuan orang kembali berdemontrasi setelah sehari sebelumnya melakukan aksi serupa menentang aksi Israel.

Lebih dari 4.000 orang bergabung dalam demonstrasi yang berpusat di luar gedung Kedutaan Besar AS dan Israel di negara itu sambil membakar boneka Presiden George Bush dan Barack Obama serta bendera Israel dan AS.

Minggu pagi kemarin ratusan orang juga berdemonstrsi di kota Thessaloniki, Yunani utara, dengan membakar bendera AS dan Israel depan gedung Konsulat AS di kota itu.

Di kedua kota besar Yunani ini, ribuan orang telah berunjukrasa sehari sebelumnya pada Sabtu.

Di Eropa Utara, polisi Norwegia mengatakan mereka telah menggunakan gas air mata untuk membubarkan para demonstran di depan gedung Kedutaan Besar Israel di Oslo setelah para pemrotes melemparkan batu dan telur ke arah gedung itu.  Media massa setempat menyebut ratusan orang terlibat dalam demonstrasi itu.

Di Amerika Serikat, sekumpulan demonstran pro Palestina berkumpul di luar hotel Hays-Adam di Washington menyambut Obama yang baru tiba untuk mempersiapkan kabinet transisinya dan bertemu dengan istri dan anak-anaknya yang tiba lebih dulu sehari sebelumnya.

Beberapa dari mereka menyalakan lilin, sementara lainnya mengibarkan bendara Palestina dan mengangkat spanduk tinggi-tinggi berisi imbauan, "Obama Serukanlah Gencatan Senjata" dan "Jangan Atas Namakan Kami."

Di Montreal, Kanada, sekitar 5.000 orang berunjukrasa sambil melawan serangan dinginnya salju di depan konsulat Israel untuk menuntut penghentian ofensif Israel.

Demonstrasi Montreal ini mengikuti sejumlah aksi unjukrasa serupa Sabtu lalu di Ottawa, Toronto dan Vancouver yang menuntut penghentian serangan Israel ke Gaza.

Di Irak, sekitar 200 demonstran mengadakan unjukrasa di kota suci kaum shiah di Karbala, mengutuk Israel dan mengungkapkan dukungannya pada rakyat Palestina yang sedang berjuang menghadapi Israel.

Di negara tetangga Indonesia, Minggu pagi kemarin, ribuan orang memenuhi pusat kota Sidney dan kota selatan Australia, Melbourne, menuntut penghentian serangan ke Gaza. (*)

Baca Juga


Sent with Clipmarks

Australia Terus Bela Israel

 clipped from www.antara.co.id

05/01/09 23:42

Australia Terus Bela Israel



Brisbane (ANTARA News) - Pemerintah Australia menganggap Hamas organisasi teroris, dan serangan militer Israel ke Jalur Gaza dalam 10 hari terakhir yang menewaskan ratusan warga Palestina merupakan "hak membela diri".

Namun Canberra juga prihatin dengan implikasi buruk yang ditimbulkan konflik berdarah Israel-Hamas terhadap rakyat di wilayah masing-masing.

Sikap ambivalen pemerintah Australia itu terungkap dalam pernyataan Perdana Menteri Kevin Rudd dan Wakil PM Julia Gillard kepada pers secara terpisah, Senin.

Dalam konferensi pers di kantor Parlemen Persemakmuran Sydney, PM Rudd mengatakan pihaknya sangat prihatin dengan kekerasan yang terus berlanjut di Jalur Gaza dan wilayah selatan Israel.

Australia, katanya, mengakui hak Israel untuk membela diri, namun semua pihak yang bertikai diminta menghindari aksi apapun yang dapat menambah penderitaan warga sipil tak berdosa.

Kendati Hamas adalah pihak yang memenangkan suara mayoritas rakyat Palestina dalam Pemilu demokratis, PM Rudd menyebut Hamas "organisasi teroris".

Menurut pemimpin Australia ini, eskalasi konflik menyusul serangan darat pasukan Israel akan membuka peluang lahirnya satu "solusi diplomatik yang efektif".

Solusi diplomatik apapun yang akan lahir sepatutnya membuka jalan bagi diakhirinya serangan roket dari pihak yang disebut PM Rudd "organisasi teroris Hamas" terhadap Israel.

Solusi diplomatik tersebut juga harus menghentikan pengiriman-pengiriman senjata ke wilayah Gaza, membuka jalur perlintasan Gaza dan gencatan senjata, katanya.

"Dalam hal ini, pemerintah Australia mendukung upaya PBB mendorong tercapainya gencatan senjata segera," kata Rudd.

Solusi diplomatik apapun yang dicapai sepatutnya pula membentuk bagian dari solusi "dua negara" (Israel dan Palestina merdeka).

Dalam masalah kemanusiaan akibat konflik ini, Australia meminta Israel mematuhi kewajiban hukum-hukum kemanusiaan internasional bagi rakyat Palestina di Gaza untuk mendapatkan barang, makanan, obat-obatan dan bantuan kemanusiaan.

Dalam 12 bulan terakhir, pemerintah Australia sudah melipatgandakan tingkat bantuannya kepada rakyat Palestina hingga mencapai hampir 50 juta dolar Australia.

Pada 1 Januari lalu, pemerintahnya juga sudah mengumumkan alokasi dana bantuan tambahan sebesar lima juta dolar, katanya.

Sementara itu, Wakil PM Australia, Julia Gillard, dalam wawancara dengan Radio ABC, tidak bersedia menjawab pertanyaan tentang apakah pemerintah Australia juga akan mengutuk aksi militer Israel.

Sebaliknya, Gillard mengatakan, ia telah berulang kali menegaskan pengakuan pemerintah Australia pada "hak Israel untuk mempertahankan dirinya namun kami juga mengimbau Israel agar berhati-hati dengan korban di pihak sipil".

"Kami sangat mendukung solusi Dewan Keamanan PBB yang akan menghentikan semua kekerasan," katanya.

Media Australia mencatat bahwa serangan roket Hamas ke wilayah Israel selama lebih dari delapan tahun terakhir diperkirakan hanya menewaskan 19 hingga 21 warga Israel.

Sebaliknya, selama periode waktu yang sama, serangan-serangan militer Israel ke wilayah Palestina menewaskan sedikitnya 3.000 orang.

Bahkan aksi militer Zionis Israel dalam 10 hari terakhir ini telah merenggut nyawa lebih dari 500 orang warga Palestina di Jalur Gaza.

Walaupun mendapat dukungan pemerintah Australia, aksi brutal Israel di Gaza mendapat kecaman ribuan warga Australia pro-Palestina yang menggelar demonstrasi damai di Sydney, Brisbane, Melbourne, dan Perth dalam sepekan terakhir.

Mereka mengeritik keras sikap "diam" pemerintah Australia dan mengutuk aksi kejahatan kemanusiaan Israel di Gaza.(*)

Baca Juga


Sent with Clipmarks

Din: Poros Tengah Jilid II untuk Jangka Panjang

 clipped from pemilu.antara.co.id

05/01/09 17:07


Din: Poros Tengah Jilid II untuk Jangka Panjang



Ketua Umum PP Muhammadiyah menyatakan Poros Tengah jilid II yang digagasnya adalah untuk kepentingan bangsa jangka panjang dan ia menyarankan Ormas dan Parpol Islam bersatu agar bisa meraih minimal 40 persen suara.




Yogyakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan bahwa pembentukan koalisi strategis Poros Tengah jilid II yang dibangunnya adalah untuk kepentingan bangsa jangka panjang.

"Ini sebenarnya adalah sebuah usaha untuk menampilkan ukhuwah islamiah, yaitu duduk bersama berusaha menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan," kata Din usai acara pernyataan sikap PP Muhammadiyah tentang agresi Israel terhadap Pelestina di Jalur Gaza di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, koalisi strategis yang menggandeng berbagai Parpol dan organisasi massa (ormas) Islam tersebut bertujuan untuk membicarakan berbagai masalah-masalah strategis yang sedang dialami bangsa Indonesia, seperti bagaimana mengatasi dampak krisis ekonomi global.

Apalagi, kata dia, saat ini banyak pihak yang mengecam ekonomi kapitalisme, atau untuk menegakkan kedaulatan bangsa demi kemajuan dan kerukunan.

"Apa tawaran politik Islam menyangkut berbagai masalah itu, bagaimana ekonomi alternatif yang harus dibangun untuk mengatasi krisis, dan masalah-masalah lainnya," katanya.

Namun demikian, menurut Din, tidak dapat dipungkiri apabila dalam pertemuan-pertemuan tersebut juga dibicarakan politik jangka pendek mengenai Pilpres.

"Sebagai pimpinan ormas Islam, saya hanya menyarankan, tetapi pelaksanaannya terserah mereka," katanya.

Ia juga mengatakan tujuan lain yang ingin diraih dari koalisi strategis itu adalah menjalin hubungan dengan negara lain atau simpul lain, yang kemudian dia sebut sebagai lingkar simpul kebangsaan.

"Jadi, bukan merupakan gerakan sektarian yang terbatas, tetapi lebih luas, yakni ukhuwah yang lebih luas. Hanya saja, sebelum menjalin hubungan dengan pihak lain, ada baiknya mempererat hubungan dengan ormas terlebih dulu," katanya.

Bersatunya ormas dan juga parpol Islam, menurut dia akan menghilangkan sisi egoisme sektoral yang tidak akan melahirkan konsep bersama untuk menangani masalah strategis bangsa.

Ketika ditanya apakah Din berharap ada kristalisasi dari seluruh ormas dan Parpol yang tergabung dalam koalisi itu, ia hanya mengatakan masalah tersebut sangat tergantung dari ormas dan Parpol Islam.

Sebagai orang dari luar ranah politk Din menyarankan, agar ormas dan Parpol Islam bersatu agar bisa meraih minimal 40 persen suara.

"Jika sendiri-sendiri, mungkin hanya mendapat dua, lima atau 10 persen saja, karena kekuatannya tercecer. Tetapi itu bukan urusan saya, dan saya hanya mendorong," katanya.

Baca Juga


Sent with Clipmarks

Serangan Cyber Putuskan Situs Israel

Ada nggak yang dari Indonesia menyerang kesana?

 clipped from teknologi.vivanews.com
Serangan Cyber Putuskan Situs Israel

Debkafile, situs berita, analisa militer dan politik Israel lumpuh akibat serangan cyber.

Minggu, 4 Januari 2009, 12:28 WIB



Perang di dunia nyata ternyata bisa berimbas juga ke dunia maya. Hal ini menimpa sebuah situs berita yang berlokasi di Yerusalem, Debkafile.

Situs yang mengambil spesialisasi mempublikasikan berita-berita dan analisa militer, terorisme, intelijen, kemanan, maupun politik itu, tidak dapat diakses sejak Sabtu 3 Januari 2008, pukul 19.00 waktu setempat.

Pengelola situs mengirimkan catatan kepada para pembacanya dalam versi bahasa Ibrani maupun bahasa Inggris, bahwa situs tersebut tidak dapat diakses karena ada serangan cyber.

Tidak jelas apakah serangan tersebut adalah serangan denial of service attack, atau bukan.

Denial of service attack atau disingkat DoS attack, adalah serangan yang dimaksudkan agar sebuah resource komputer tak dapat digunakan oleh pengguna.

Debkafile adalah situs yang mulai beroperasi sejak tahun 2000. Situs itu mengklaim telah membuat prediksi-prediksi yang memiliki tingkat akurasi hingga 80 persen.

Mereka mengklaim, telah memprediksi rencanan serangan ke gedung World Trade Center sebelum kejadian, dan telah mengingatkan bahwa rudal-rudal Katyusha milik pasukan Hizbullah telah mengarah ke wilayah utara Israel, sebelum perang di Lebanon pecah pada 2006.

BERITA TERKAIT

Sent with Clipmarks

Ribuan Massa Hizbut Tahrir Gelar Aksi Damai

 clipped from metro.vivanews.com
Ribuan Massa Hizbut Tahrir Gelar Aksi Damai

Sekitar 1.000 massa Hizbut Tahrir Indonesia menggelar aksi damai unjuk rasa.

Minggu, 4 Januari 2009, 09:49 WIB



VIVAnews - Sekitar 1.000 massa Hizbut Tahrir Indonesia menggelar aksi damai unjuk rasa dengan berpawai. Aksi solidaritas ini akan dilakukan dengan berjalan kaki atau long march dari Tugu Monas menuju Bundaran Hotel Indonesia.

Berdasarkan informasi yang diterima VIVAnews dari Traffic Management Center, Kepolisian Daerah Metro Jaya, Minggu, 4 Januari, 2009, aksi long march akan mengambil titik start dari Monas Barat Daya.

Setelah berangkat dari Monas, peserta aksi pawai Hizbut Tahrir akan berjalan menuju Bundaran Hotel Indonesia. Aksi damai massa akan berakhir kembali di titik start, Monas Barat Daya.

Saat ini, sebagian peserta sudah sampai di Bundaran Hotel Indonesia. Para peserta dilaporkan berpawai dengan menggunakan satu ruas jalur di Jalan Jenderal Sudirman.

Selain melakukan pawai, massa juga akan menggelar aksi unjuk rasa di Monas. Dalam aksi tersebut, arus lalu lintas yang dilalui yakni di Jalan Jenderal Sudirman maupun Jalan MH Thamrin berjalan normal.

BERITA TERKAIT

Sent with Clipmarks

PKS Gelar Aksi "sejuta Dolar Untuk Palestina"

Partai lain manaaa? Kok pada mlempem?

 clipped from www.antara.co.id

04/01/09 11:38

PKS Gelar Aksi "sejuta Dolar Untuk Palestina"



Bandung  (ANTARA News) - Sekitar 30.000 orang yang tergabung dalam Dewan Perwakilan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat melakukan aksi long march dan aksi solidaritas kemanusiaan "Sejuta Dollar untuk Palestina"

"Aksi ini bukanlah aksi dari PKS semata, namun aksi solidaritas kami selaku warga Indonesia yang peduli terhadap nasib saudara kami yang ditindas oleh Israel di Jalur Gaza," kata Koordinator Aksi, Deni Priatna, di sela-sela aksi yang dilakukan di kawasan Bandung Indah Plaza (BIP), Minggu.

Menurutnya, bentuk kepedulian umat Islam di Indonesia terhadap rakyat Palestina di jalur Gaza dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui gerakan "Sejuta Dollar untuk Palestina".

Dikatakannya, melalui aksi ini pihaknya juga mendesak supaya PBB bersikap netral terhadap permasalahan konflik di Jalur Gaza yang telah menelan banyak korban yang tidak bersalah.

Dalam aksi ini, para ibu dari simpatisan dan kader PKS turut serta membawa anak-anak mereka yang masih di bawah umur untuk ikut dalam aksi ini.

Selain itu, dalam aksi ini juga dibacakan delapan pernyataan sikap massa terhadap tindakan tentara Israel yang menyerang rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Isi delapan pernyataan sikap tersebut antara lain mengutuk Israel dan sekutunya atas kekejaman yang tak kunjung henti terhadap rakyat Palestina serta menyerukan para pemimpim dunia agar bersikap tegas dalam menyelesaikan konflik kemanusian di Palestina.

Aksi long march dimulai dari kampus Unpad di Jalan Dipati Ukur dan berakhir di Gedung Merdeka Bandung. (*)

Baca Juga


Sent with Clipmarks

Ustadz Ba`asyir Serukan Muslimin Indonesia Bantu Palestina

 clipped from www.antara.co.id

04/01/09 09:59

Ustadz Ba`asyir Serukan Muslimin Indonesia Bantu Palestina



Bojonegoro  (ANTARA News) - Ustadz Abu Bakar Ba`asyir, menyerukan kepada kaum Muslimin di Indonesia agar menghimpun dana untuk membantu bangsa Palestina menghadapi serangan Israel.

"Kami minta umat Muslim menghimpun dana untuk membantu bangsa Palestina, kalau memang tidak punya ya paling tidak dengan doa, syukur bisa berangkat ke sana untuk berjihad, " katanya, kepada ANTARA, seusai memberikan pengajian umum di Masjid At Taqwa Muhammadiyah, Bojonegoro, Minggu.

Yang jelas, lanjutnya, kondisi sekarang ini bangsa Palestina sangat membutuhkan bahan makanan dan obat-obatan. Tetapi, menurut dia, kecil kemungkinan bisa langsung datang ke sana untuk membantu, sebab Israel sudah melakukan blokade di seluruh wilayah Palestina.

"Kita masih melihat situasi untuk memberangkatkan sukarelawan ke  sana, tetapi rasanya kecil kemungkinan bisa berangkat ke sana, " katanya menjelaskan.

Karena itu, katanya, baik jamaah Ansharut Tauhid maupun Ponpes Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, yang diasuhnya juga belum memberangkatkan sukarelawan ke sana.

Tetapi, katanya, jamaah Ansharut Tauhid, sekarang sedang membuka posko di Jakarta untuk menghimpun dana bagi bangsa Palestina, termasuk kemungkinan memberangkatkan sukarelawan lewat Yayasan Mercy.

Dia juga meminta Umat Muslim di Indonesia kompak bersatu melakukan berbagai usaha untuk membantu bangsa Palestina, sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Bantuan dana, bahan makanan dan obat-obatan bisa dikirimkan ke sana," imbuhnya.

Masjjid At -Taqwa seusai pengajian, seorang jamaah Ansharut Tauhid membacakan pernyataan sikap yang dikeluarkan Ansharut Tauhid atas serangan Israel kepada bangsa Palestina (Gaza). 

Pernyataan tersebut berisi tujuh sikap, antara lain berisi umat Muslim diminta untuk bersatu melakukan persiapan membela bangsa Palestina, termasuk penguasa yang bersedia membela bangsa Palestina akan mendapatkan dukungan jamaah Ansharut Tauhid.

Seusai pengajian umum, Ustadz Abu Bakar Ba`asyir meninjau berbagai kegiatan usaha ekonomi Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Bojonegoro, mulai peternakan sapi, bio gas hingga, perikanan serta berdialog dengan para anak asuh.  (*)
Sent with Clipmarks

Demo Anti-Serangan Israel ke Palestina Digelar di Inggris

 clipped from www.antara.co.id

04/01/09 00:29

Demo Anti-Serangan Israel ke Palestina Digelar di Inggris



London (ANTARA News) - Demontrasi secara besar besaran yang diadakan oleh gabungan berbagai komponen digelar masyarakat Inggris guna menyesalkan serangan militer berpesawat udara oleh Israel terhadap warga sipil Palestina.

Penyanyi Annie Lennox dan para politisi serta aktivis tampak ikut dalam demo yang dimulai di London, ibukota Kerajaan Inggris, Sabtu. Demo serupa kemudian digelar pula di kota kota lain, seperti Manchester, Skotlanda, Leeds, Sheffield, Newcastle, kota Liverpool, Hastings, York, Norwich, Tunbridge Wells, Protest Durham, Bradford, Bristol, Portmouth, Hull, Swansea.

Di London demo dimulai pukul dua siang dengan berkumpul di depan gedung Parliament Square, dekat Westminster, yang masih satu kompleks dengan jam besar Big Ben.

Sekretaris Ikatakan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) untuk Kerajaan Inggris, Dono Widiatmoko, mengatakan bahwa organisasi yang secara resmi ikut bergabung dalam demo di kota Manchester, diantaranya adalah Greater Manchester Stop the War Coalition, Palestine Forum, North Manchester against Wars.

Selain itu juga bergabung Muslim Association of Britain, seperti Action Palestine, Manchester Palestine Solidarity Campaign, Muslim Public Affairs Committee-UK, Greater Manchester Respect, Permanent Revolution, Manchester SWP, dan Fight Racism Fight Imperialism.

Di Manchester, demo dimulai pukul 12 siang yang dimulai dari Cavendish St, All Saints Park on Oxford Rd. Manchester menuju pusat kota dan berkumpul di Albert Square.

Sementara itu, di kota Glasgow, Skotlandia, juga digelar demo yang dimulai di luar gedung Lloyds TSB St Vincent Street, dan mereka berkumpul di Blytheswood Square pada pukul 14.00, kemudian di kota Edinburg mulai pukul 12.00 berlangsung di kawasan Foot of the Mound, Princes Street.

Di Kota Exester yang juga demo dimulai pukul 12 siang yang diadakan di Bedford Square, Exeter High Street, para pendemo diminta membawa bunga dan mengenakan busana hitam.

Dua hari sebelumnya, demo juga digelar oleh Hizbut tahrir Britain di depan Kedutaan Mesir yang menuntut agar pasukan Mesir, Suria, serta Iran dapat membantu rakyat Palestina di Jalur Gaza. (*)

Baca Juga




Sent with Clipmarks

Palestina Terima Langsung Bantuan Indonesia

 clipped from www.antara.co.id

04/01/09 01:26

Palestina Terima Langsung Bantuan Indonesia



Amman, Yordania (ANTARA News) - Dua ton obat-obatan senilai Rp300 juta dan uang tunai Rp2 miliar dari pemerintah Indonesia untuk rakyat Palestina diserahkan wakil pemerintah Indonesia dan diterima langsung Menteri Kesehatan Palestina dr Fathi Abu Moughli.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Kepala Pusat Pengendalian Krisis Departemen Kesehatan RI dr Rustam S Pakaya dan Direktur Timur Tengah Departemen Luar Negeri Aidil Chandra Salim didampingi Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-c) Jose Rizal Jurnalis dan Agus Kooshartoro dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).

Semula total bantuan kemanusiaan Indonesia dua ton obatan-obatan dan uang tunai Rp2 milar namun kemudian meningkat menjadi 1 juta dolar AS atau Rp11 miliar sesuai dijanjikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada konferensi pers di Kantor Kepresidenan, Senin lalu, Yudhoyono mengatakan telah menyurati Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Presiden DK PBB untuk mengeluarkan resolusi penghentian serangan Israel ke Jalur Gaza.

"Dalam surat ini saya menggarisbawahi bahwa masyarakat dunia, terutama PBB, terutama DK PBB harus mengambil langkah-langkah cepat," kata Yudhoyono.

Usai penyerahan secara simbolis itu, delegasi Indonesia mengecek gudang bantuan untuk memastikan obat-obatan yang sangat dibutuhkan Palestina itu bisa sampai ke Jalur Gaza.

"Saya sengaja menanyakan bagaimana bantuan sampai ke Jalur Gaza, dan dijelaskan bahwa bantuan itu bisa sampai dalam hari yang sama. Hanya saja, ada dua titik perhentian, yakni dari Yordania memakai truk JHCO, namun setelah masuk kawasan Israel memakai truk lain," kata Jose Rizal.

Kemudian, Sabtu malam waktu setempat (Minggu dinihari WIB), juga dilakukan penandatanganan berita acara bantuan kepada Palestina melalui pintu masuk Mesir sebesar Rp2 miliar yang dibagi dua, masing-masing Rp1 miliar melalui KBRI Aman dan Rp 1 miliar lain untuk pengungsi Palestina di Rafah.

Dengan demikian, misi kemanusiaan Indonesia melalui Yordania tuntas.  Minggu ini, tim bergerak menuju Mesir melalui jalur laut dan dilanjutkan dengan perjalanan darat.  (*)
Sent with Clipmarks

ANTARA :: Ribuan Kader PKS (Surakarta) Lakukan Aksi Solidaritas Palestina

02/01/09 19:47
Ribuan Kader PKS Lakukan Aksi Solidaritas Palestina


Solo (ANTARA News) - Ribuan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se Surakarta melakukan aksi solidaritas Palestina, di Bundaran Gladag Solo, Jateng, Jumat, mereka meminta pemerintah harus serius desak PBB Jatuhkan sanksi untuk Israel.

Pengunjuk rasa tersebut menyatakan, prihatin atas krisis yang melanda Palestina, akibat sebuah perang yang tidak seimbang dan semua negara di dunia justru bungkam melihat agresi militer Israel di Jalur Gaza.

Ribuan pengnjuk rasa tersebut sebelumnya melakukan long march sekitar 5 km dari Masjid Kota Barat menuju Bundaran Gladag Solo dengan membawa sejumlah poster dan spaduk yang intinya menolak serangan militer Israel terhadap Palestina.

Koorlap Aksi M Ikhlas Thamrin, mengatakan, PKS menjadikan isu Palestina sebagai salah satu fokus garapnya. Secara historis, PKS senatiasa melakukan pengawalan terhadap isu tersebut.

"Sehingga, wajar jika sekarang Palestina bergejolak, aksi yang didukung DPD PKS Se eks Keresidenan Surakarta ingin menunjukan kepada dunia bahwa konkrit memberikan bantuan kepada rakyat Palestina," katanya.

Pengunjuk rasa saat melakukan long march dengan yel-yel mendukung rakyat Palestina sambil membawa dos untuk menggalang dana dari masyarakat setempat yang nantinya akan dikirimkan ke Palestina.

Ketua Dewan Syari`ah Wilayah DPW PKS Jateng, Ustadz Mahmud Mahfuz, dalam orasinya mengatakan, PKS menolak tegas segala upaya yang dilakukan Israel dan sekutunya untuk mengganggu kedaulatan Palestina.

PKS juga mendesak Presiden AS terpilih Barack Obama untuk menyelesaikan krisis Plestina dan berani mengambil langkah tegas menghentikan kebrutalan Israel.

Selain itu, PKS juga mendesak Pemerintah Indonesia melalu perwakilan PBB agar secara tegas menghentikan serangan Israel ke Plestina dan menjatuhkan sanksi kepada Israel atas tindakanya yang tidak sesuai dengan HAM.

Pengunjuk rasa di sela-sela aksinya juga melakukan pembakaran terhadap poster bendera Israel dan poster bergambar Presiden AS, George W. Bush yang sebelumnya dilempari sepatu sebagai simbol penolakan PKS terhadap AS yang mendukung agresi Israel di Gaza.(*)
Link

"Wajah Ganda" Australia Untuk Rakyat Palestina

 clipped from antara.co.id

02/01/09 08:17

"Wajah Ganda" Australia Untuk Rakyat Palestina



Brisbane (ANTARA News) - Pemerintah Australia tetap membela aksi kekerasan militer Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza yang disebutnya sebagai "hak Israel membela diri" dari serangan roket dan mortar Hamas.

Namun Canberra juga menawarkan bantuan kemanusiaan senilai lima juta dolar untuk para korban serangan militer Israel di Jalur Gaza itu.

Tawaran bantuan kemanusiaan tersebut disampaikan Pejabat Perdana Menteri Australia Julia Gillard dalam pernyataan persnya yang diperoleh ANTARA News di Brisbane, Jumat.

"Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza sangat memprihatinkan dan pemerintah (Australia) percaya bahwa sangat penting bagi Israel memenuhi kewajiban-kewajiban kemanusiaannya untuk memastikan rakyat Jalur Gaza mendapat akses pada kebutuhan pokok dan bantuan kemanusiaan," kata Gillard.

Dalam hal ini, Canberra menyambut baik masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dalam beberapa hari terakhir, katanya.

"Sebagai bagian dari komitmen bantuan untuk mereka yang terperangkap konflik di sana, pemerintah Australia menawarkan bantuan kemanusiaan sebesar lima juta dolar (Australia) dan siap mempertimbangkan bantuan lanjutan di masa mendatang," kata Wakil PM Australia itu.

Serangan militer Israel terhadap Jalur Gaza yang dikuasai pemerintah Palestina dari kubu Hamas selama sepekan terakhir telah menewaskan sedikitnya 420 orang dan melukai ribuan lainnya.

Aksi kekerasan yang pecah menyusul bubarnya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza dan kemudian disusul dengan serangan roket para pejuang Palestina ke wilayah selatan Israel itu dianggap pemerintah Australia sebagai "hak Israel mempertahankan diri."

Julia Gillard kembali menegaskan sikap pemerintahnya yang mengakui "hak Israel untuk mempertahankan diri" dan mengutuk keras aksi Hamas dan kelompok militan Palestina lainnya yang menembakkan roket dan mortar ke wilayah selatan Israel.

Australia mengimbau kedua pihak yang bertikai berupaya mengakhiri kekerasan yang akan semakin menambah penderitaan rakyat sipil tak berdosa. Untuk itu, pemerintah Australia mendukung seruan Dewan Keamanan PBB bagi pengakhiran segera semua aksi kekerasan.

Dalam masalah Palestina-Israel, pemerintah Australia memandang "solusi dua negara bangsa" sebagai cara terbaik menyelesaikan konflik berkepanjangan tersebut.

Pandangan itu pernah disampaikan Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith berkaitan dengan perayaan 60 tahun berdirinya negara Israel Maret lalu.

Australia menghormati "hak Israel" untuk hidup dan "sebuah negara bangsa (yang merdeka) bagi rakyat Palestina", katanya.

Australia memiliki kontribusi bersejarah bagi kelahiran negara Israel yang diproklamasikan pada 14 Mei 1948.

Berbeda dengan Australia, Inggris, Amerika Serikat, Singapura dan Mesir yang mengakui eksistensi Israel, maka Indonesia hingga kini tidak mengakui kedaulatan negara Israel yang didirikan di atas tanah rakyat Palestina yang dicaploknya.

Sebaliknya, Indonesia mengakui kedaulatan Palestina kendati negara Palestina belum memiliki wilayah yang pasti. Israel sejauh ini memiliki total luas wilayah 20.770 kilometer persegi. (*)

Baca Juga




Sent with Clipmarks