Showing posts with label mentawai. Show all posts
Showing posts with label mentawai. Show all posts

Mentawai Perlu 1.200 Rumah Penampungan

Headline

INILAH.COM, Padang- Sebanyak 1.200 rumah tinggal akan dibangun secara bertahap untuk menampung warga yang telah kehilangan tempat tinggal dan saat ini masih berada di pengungsian.

Menurut Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), Edison Saleleubaja, pihaknya secara betahap akan melakukan relokasi pemukiman penduduk yang berada di pinggir pantai, sehingga dampak tsunami bisa dieliminir. Hal itu disampaikannya kepada Menkominfo RI, Tifatul Sembiring yang didampingi Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Senin(8/11/2010).

Gubernur Sumbar mengatakan, pembangunan hunian sementara sudah dimulai pada titik dusun-dusun terkena dampak gelombang tsunami, ditargetkan semuanya dapat selesai sebelum hari raya natal.

Pembangunan hunian sementara untuk tahap awal, dipusat di Dusun Muntei sebanyak 76 unit, yang secara teknis akan diawasi fasilitator dari pegawai Prasjal Sumbar yang sudah berada di lokasi.

Pemprov Sumbar, juga telah menyetujui penambahan waktu pelaksanaan masa tanggap darurat dua pekan lagi, karena penyebaran bantuan dan pelayanan lainnya masih terkendala akibat cuaca yang sangat buruk.

Menkominfo dalam kesempatakan peninjuan lokasi bencana di Mentawai, memastikan langsung bahwa komunikasi dari dan ke Mentawai telah pulih kembali.

Selain itu Menkominfo juga menyumbangkan sebanyak 27 set telepon satelit untuk Kabupaten Mentawai sehingga komunikasi dengan Mentawai tetap berjalan lancar.

Menurut Menkominfo, menimal setiap kecamatan memiliki satu telepon satelit, sehingga komunikasi berjalan secara baik.(ant/ndr)

Parahnya Komentar Ketua DPR Di Twitter Dan Akhirnya Dihujat Masyarakat

Sumber : Menujuhijau

Banyak orang menyayangkan komentar Ketua DPR Marzuki Alie terhadap jatuhnya korban dalam gempa dan tsunami di Mentawai. Ia menyatakan bahwa bencana tsunami di Mentawai adalah risiko buat warga yang tinggal di pulau.

"Kalau tinggal di pulau itu sudah tahu berisiko, pindah sajalah. Namanya kita negara di jalur gempa dan tsunami luar biasa. Kalau tinggal di pulau seperti itu, peringatan satu hari juga tidak bisa apa-apa," katanya, Rabu (27/10/2010).

Komentar tersebut langsung ditanggapi miring di situs mikrobloging Twitter. Bahkan, sampai Kamis pagi ini, masih ada puluhan respons yang menyayangkan pernyataan Marzuki. Tidak sedikit yang mengutuk Marzuki dengan umpatan kasar.

"Inikah kata wakil rakyat kita? miris sekali," demikian pengguna Twitter dengan nama akun @tian2901. "Sekalian aja bilang mati itu resiko orang hidup," tulis @fifirahardjo. Umumnya, komentar berisi bahwa Ketua DPR dinilai tidak berpihak kepada korban bencana yang baru saja terjadi. "Si Marzuki ga ada empatinya sama sekali," tulis @tita3sia.

"Sumpah deh dia enggak kenal profesi nelayan apa. Masa nelayan disuruh hidup di kota!" tulis @kikinsays. "Gue yakin dia tinggal di rusun dan enggak pernah jalan-jalan," tulis @oktavirawibowo. "Gue yakin Marzuki Ali bilang orang enggak usah tinggal di pulau kecil karna dia nggak tau betapa cakepnya pulau-pulau kecil di Indonesia," tulis @increduyble.

Ada pula yang menyebut komentar Marzuki tak ada bedanya dengan alay, istilah untuk orang yang tidak bermutu. Beberapa pengguan twitter pun balik berkomentar bahwa hujatan kepada Marzuki sudah konsekuensi menjadi Ketua DPR. "Disambit dan dicecar itu konsekuensi jadi ketua DPR macam Marzuki Alie," ujar @hellowglow.

Sumber :
http://nasional.kompas.com


Anak Negeri Sumatera Barat Bukan Anak Yang Cengeng Dan Penakut ... !!!

Sumber : MySelebrity Blog

Anak Negeri Sumatera Barat Bukan Anak Yang Cengeng Dan Penakut ... !!! - Menyoal komentar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR-RI ) Tentang Bencana Tsunami Di Sumatera Barat
– Sebagai salah seorang anak bangsa yang berasal dari Sumatera Barat, saya harus mengatakan bahwa “ Komentara Ketua DPR RI Yang Sedikitpun Tidak Mencerminkan Kepedulian dan Keprihatinan Terhadap Musibah dan Bencana yang Menimpa Saudara – Saudara Kami Terasa Sangat Menyakitkan dan sekaligus Merupakan Sebuah Penghinaan Terhadap Warga Sumatera Barat dan Suku Minangkabau Secara Umum “

"Mentawai kan jauh. Itu konsekuensi kita tinggal di pulaulah," kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/10/2010).

Menurut politisi Partai Demokrat ini, seharusnya warga yang takut ombak jangan tinggal di daerah pantai. Alasannya, jika ada bencana seperti tsunami, maka proses evakuasinya menjadi sulit.

"Siapa pun yang takut kena ombak jangan tinggal di pinggir pantai. Sekarang kalau tinggal di Mentawai ada peringatan dini dua jam sebelumnya, sempat nggak meninggalkan pulau?" tanya Marzuki.

Bahkan dia menyarankan agar warga Mentawai dipindahkan saja. Hal ini bertujuan agar bencana serupa tidak lagi terjadi di Mentawai.

"Kalau tahu berisiko pindah sajalah," imbuhnya. "Kalau rentan dengan tsunami dicarikanlah tempat. Banyak kok di daratan," sambungnya. ( detikNews )

Perlu diketahui oleh seluruh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR – RI ), bahwa “ Anak Sumatera Barat Bukanlah Bangsa Penakut … !!!. Dari dulu nenek moyang kami sudah terkenal sebagai suku perantau yang tangguh yang tak takut dengan deburan ombak dan tak gentar dengan tingginya gelombang. ” Satapak Langkah Turun Dari Janjang, Indak Bakana Nyawa Kababaliak Pulang ( Setapak langkah turun dari tangga rumah, tidak tidak diharap nyawa akan kembali pulang ke rumah ) adalah petuah yang selalu dipegang oleh anak negeri Sumatera Barat ( Minangkabau ) yang dikatakan penakut oleh Ketua DPR-RI Marzuki Alie dari partai Demokrat itu

Bila anda pernah belajar dari sejarah, tentunya anda akan ingat dengan pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia ( PRRI ) dulu. Sebelum perjanjian damai disepakati, Mampukah ribuan tentara yang dikirim dari Jakarta menundukkan pejuang – pejuang PRRI tersebut …???

Jawabnya adalah TIDAK … !!!, tapi justru pemerintahan Jakarta yang harus membayar upeti kepada seluruh pejuang PRRI dengan tunjangan pensiun sebagai veteran. Bila orang Sumatera Barat adalah suku penakut, tentunya sebagai pemberontak, pejuang PRRI adalah musuh bagi pemerintahan Jakarta dan pihak Jakarta tidak perlu membayar upeti. Nah … sekarang siapa yang penakut …. ???

Selanjutnya melalui postingan singkat ini saya sampaikan kepada seluruh komponen Pemerintahan Republik Indonesia ; Jakarta, Bila tidak mau membantu atau dengan mengurangi sedikit uang yang seharusnya anda korupsi untuk disumbangkan kepada korban bencana yang terjadi di Sumatera Barat, jangan bicara sembarangan karena kami anak negeri Sumatera Barat ( Minangkabau ) bukanlah orang – orang cengeng yang tidak bisa berbuat apa – apa tanpa bantuan dari Pemerintahan Pusat, Kami tidak butuh Pemerintahan Pusat, tapi Pusatlah Yang Membutuhkan Daerah, Tanpa Daerah Pusat itu Tidak Ada.

PAHAMILAH ITU HAI ORANG - ORANG PINTAR .....

Berapa banyak kesanggupan Marzuki Alie untuk memindahkan semua masyarakat pesisir di negeri ini?

Sumber : MySelebrity Blog

http://img.antaranews.com/stockphotos/tokoh/20100719114616-marzukialie-160710.jpg

Berapa banyak kesanggupan Marzuki Alie untuk memindahkan semua masyarakat pesisir di negeri ini? - Cendekiawan Sumatera Barat Dr Ir Ricky Avenzora, M.Sc, yang juga pengajar di Institut Pertanian Bogor menilai pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie tentang bencana gempa dan tsunami di Mentawai naif dan melukai perasaan rakyat Sumbar.

"Pernyataan Marzuki Ali tentang tsunami di Mentawai itu tidak hanya menunjukkan kenaifan seorang pemimpin lembaga legislatif di negeri ini, tetapi juga sangat-sangat melukai perasaan anak negeri Sumatra Barat," katanya di Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Akademisi bergelar Sutan Linduang Kayo Nan Kayo Panungkek Datuak Tunaro Bagindo dari Desa Sumaniak, Batusangkar, ini menyikapi hal itu sehubungan dengan pernyataan Marzuki Ali di gedung DPR pada Rabu (27/10) bahwa musibah tersebut adalah risiko penduduk yang hidup di wilayah pantai.

Politisi Partai Demokrat itu juga menyatakan Kabupaten Mentawai jauh dan bencana tsunami tersebut konsekuensi bagi warga yang tinggal di pulau.

Marzuki mengatakan, seharusnya warga yang takut ombak jangan tinggal di daerah pantai. Alasannya, jika ada bencana seperti tsunami, proses evakuasinya menjadi sulit.

Bahkan ia juga menyarankan agar warga Mentawai dipindahkan saja, guna menghindari bencana serupa.

Menurut Ricky, jika sebagai pemimpin DPR-RI Marzuki Alie tidak bisa menunjukkan rasa empatinya kepada anak negeri Sumbar yang sedang berduka karena kehilangan sanak saudara yang menjadi korban tsunami di Mentawai, dia seharusnya tidak perlu mengeluarkan pernyataan yang tidak masuk akal dan tak berperasaan.

"Marzuki Ali harus tahu bahwa tidak seorang pun di antara kami, anak negeri Sumatra Barat yang takut dengan ombak di pantai ataupun di lautan. Nenek moyang kami telah dikenal sebagai perantau-perantau ulung yang menyeberangi lautan dunia," kata doktor lulusan Universitas George August Gottingen Jerman.

Ia juga meminta Marzuki Alie agar menyadari bahwa masyarakat tidak bisa dicabut dari akar kehidupan mereka untuk dipindahkan ke tempat lain seperti ide yang dilontarkannya.

"Berapa banyak kesanggupan Marzuki Alie untuk memindahkan semua masyarakat pesisir di negeri ini? Lalu akan dijual kemana oleh Marzuki Alie semua lahan pesisir di negeri ini?," katanya. (antara.com )