Soal Tertipu, Konfrontasi JK & Sri Mulyani

VIVANEWS



VIVAnews - Salah satu yang ditanyakan oleh anggota Panitia Khusus Hak Angket Kasus Bank Century adalah soal Menteri Keuangan yang mengadu pada Jusuf Kalla, bahwa dia tertipu oleh data Bank Indonesia.

Diceritakan Kalla, curhat Sri Mulyani terjadi dalam pertemuan pada akhir September 2009 di kantor Wakil Presiden. Saat itu 10 bulan setelah bail out dikucurkan pada Bank Century.

Kata Kalla, saat itu dia hanya berdua di ruangan dengan Sri Mulyani. "Dia datang untuk rapat, setelah rapat saya tanya [soal Century], karena sudah hangat kembali. Saya ingin mereview ada apa waktu itu," kata Kalla, menjawab pertanyaan anggota Pansus, Maruarar Siarait.

Secara singkat, kata Kalla, Sri Mulyani mengambil keputusan sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akrena dilapori BI untuk menyelamatkan Bank Century dibutuhkan Rp 632 miliar.

"Karena angka itu jauh lebih kecil apabila ditutup, yang terjadi malah 11 kali lipat, kenyataannya [Rp 6,7 triliun]," kata JK.

Hal itulah yang jadi alasan Sri Mulyani bahwa dia merasa tertipu oleh laporan BI.

Mendengar penegasan Jusuf Kalla yang berbeda dengan Sri Mulyani, Maruarar Sirait meminta keduanya dihadirkan secara bersamaan.

"Kami minta Bapak Jusuf Kalla dan Sri Mulyani diperiksa bersama," kata Maruarar Sirait pada pimpinan Pansus.

****

Sebelumnya, dalam pemeriksaan Pansus kemarin, Sri Mulyani dicecar anggota Pansus soal pernyataan JK bahwa dia tertipu Boediono, yang saat itu Gubernur BI, dan BI.

"Anda mengatakan pada Wapres [Jusuf Kalla], saya ditipu oleh Pak Boediono, oleh BI? terkait uang Rp 632 miliar? Apa artinya?," tanya Akbar Faisal.

Sri Mulyani yang ditanya, mengaku tak tahu. "Saya tidak tahu pertanyaan di mana," kata dia, lalu meminta pansus mengkonfirmasikan hal itu pada Jusuf Kalla.

No comments:

Archives