Inilah Nama-nama Penerima Dana Century

INILAH.COM


INILAH.COM, Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menyerahkan nama-nama nasabah Bank Century yang menarik dana dari bank, ke Pansus Hak Angket DPR untuk kasus Bank Century. Ada beberapa nama yang mirip dengan tokoh penting.

Penyerahan dilakukan Rabu sore (6/1). Menurut Ketua Pansus Hak Angket Century, Idrus Marham, laporan PPATK itu sudah diserahkan ke sekretariat. Idrus sendiri tidak mau mengungkap siapa nama nasabah yang menarik uang dari Bank Century.

Yang jelas, laporan PPATK ini akan disosialisasikan ke seluruh anggota Pansus Angket Bank Century. Pansus juga akan menyediakan waktu sendiri untuk membahas laporan PPATK itu.

Sebenarnya, laporan PPATK ini adalah laporan ketiga yang diberikan kepada Pansus Angket. Dua laporan lainnya sudah diserahkan, yang di dalamnya berisi juga mengenai aliran dana dari Century yang ditarik nasabah.

Saat itu, ada satu temuan PPATK, yang menunjukkan bahwa dana Bank Century mengalir ke sebuah rekening atas nama seseorang yang mirip dengan tokoh penting di republik ini.

Waktu itu, PPATK masih harus melakukan klarifikasi mengenai rekening itu dengan melakukan pengecekan ke bank, mencocokkan data-data nama tersebut, apakah benar-benar dengan tokoh yang dimaksud.

PPATK juga berusaha mencocokkan nama itu dengan data-data lain, seperti tanggal lahir dan nomor kartu tanda penduduk.

Pada laporan ketiga ini, ada beberapa nasabah yang menarik dana di Bank Century, dimana nama nasabah itu sama dengan nama tokoh penting di republik ini. Tidak hanya satu, tapi beberapa.

Menurut sumber INILAH.COM di DPR, dalam laporan PPATK itu, tercantum beberapa nama yang sama dengan nama-nama tokoh penting di republik ini. Hanya saja, alamat dan pekerjaannya berbeda.

Di laporan itu disebutkan, ada seorang wanita, yang namanya sama dengan nama pejabat penting di republik ini. Tapi, pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga dan tinggal di Medan.

Ada juga seorang nasabah lelaki, yang namanya sama dengan nama tokoh partai politik di republik ini. Tapi, pekerjaannya wiraswasta dan tinggal di Medan.

Selain itu, ada juga nasabah laki-laki, yang namanya sama dengan nama mantan pejabat penting di republik ini, tapi tinggal di Muara Karang dan pekerjaannya sebagai distributor atau supplier.

Ada juga nama wanita, yang namanya sama dengan nama tokoh penting di republik ini. Tapi, tinggalnya di Pasar Pagi, Bagan Siapi-api.

Saat nama-nama itu dikonfirmasi ke Ketua Pansus Hak Angket, Idrus Marham, dia menolak berkomentar:''Nggak boleh itu, nggak boleh!''

Sementara, Wakil Ketua Pansus Century, Gayus Lumbun mengaku bahwa dia memang sudah mendapatkan laporan PPATK yang di dalamnya ada nama-nama yang sama dengan nama-nama tokoh penting di republik ini.

''Iya, kami sudah dapat nama-nama yang mirip dengan pejabat dari PPATK,'' kata Gayus yang juga tidak mau menyebutkan nama-nama itu.[ims]

Blogged with the Flock Browser

No comments:

Archives