Showing posts with label roy suryo. Show all posts
Showing posts with label roy suryo. Show all posts

"Blogger" itu Belum Tentu Orang Batak, Kata Roy Suryo

"Blogger" itu Belum Tentu Orang Batak, Kata Roy Suryo

Jakarta (ANTARA News) - Roy Suryo yang dikenal luas sebagai pengamat telematika mengungkapkan kalau "blogger" pemilik alamat blog http://lapotuak.wordpress.com yang menggemparkan masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, belum tentu orang yang beretnis Batak.

"'Blogger' itu belum tentu orang Batak. Orang itu bisa siapa saja, yang jelas punya motif yang tidak baik dan ingin mengadu domba antarumat beragama serta mendeskreditkan etnis Batak," papar Roy di Jakarta, Rabu.

Ia menanggapi tentang sebuah blog yang isinya rangkaian cerita kartun yang isinya sangat melukai umat Islam dan menghina Nabi Muhammad SAW sebagai panutan umat Islam. Blog itu disebarluaskan oleh orang tak bertanggung ke alamat wordpres.com.

Menurut Roy, kelakuan "blogger" tersebut memang sudah keterlaluan karena dengan seenaknya men-"scan" kartun itu untuk memancing konflik horizontal. Sebab itu, Roy menyarankan agar umat Islam menahan diri dan menyerahkan masalah ini pada pihak kepolisian.

"Ini jelas motifnya memancing isu SARA. Saya sudah berpengalaman 'perang' dengan para 'blogger' dan saya tekankan, belum tentu 'blogger' tersebut orang Batak.
Kepolisian memiliki unit 'cyber crime', Biar lah mereka yang mengusutnya karena ini sudah masuk kategori 'cyber crime'," tutur caleg dari Partai Demokrat itu.(*)

COPYRIGHT © 2008

Enggan Tanggapi Hacker, Roy Suryo Berburu Teroris

clipped from techno.okezone.com

Enggan Tanggapi Hacker, Roy Suryo Berburu Teroris

Selasa, 11 November 2008 - 16:56 wib
JAKARTA - Ulah hacker yang selalu menggunakan Roy Suryo sebagai objek bulan-bulanan, hanya ditanggapi dingin. Menurut Roy, tidak ada guna bagi dirinya mengurusi hacker-hacker tersebut.

"Mengapa saya terkesan membiarkan, ulah hacker merekayasa foto saya di aksi-aksi mereka? Itu, Insya Allah bukti bahwa saya lebih memprioritaskan untuk hal-hal yang jauh lebih penting daripada urusan pribadi," tulis Roy Suryo dalam sebuah pesan singkat dengan jumlah 320 karakter, yang ia kirimkan kepada okezone, Selasa (11/11/2008).

Hal-hal yang lebih penting yang dimaksud Roy Suryo, adalah seperti melacak jejak teroris dan semacamnya. Bagi dia, tracing teroris (ditulis sebagaimana SMS yang dikirim) jauh lebih penting daripada mengurus urusan pribadinya.

"Apalagi cuma melayani hacker-hacker yang tidak bermoral dan pengecut semua," tulis Roy.
(srn)
 blog it

Via SMS - Roy Suryo Kampanye 'Doa Restu'

Jakarta - Izin berkampanye via SMS telah diperbolehkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bisa dipastikan, pengguna ponsel akan kebanjiran SMS kampanye dari berbagai partai politik jelang Pemilu 2009.

Salah satu caleg dari Partai Demokrat DIY, Roy Suryo, tampaknya sudah mulai bergerak melakukan kampanye via layanan pesan singkat. Ia mengirimkan SMS ke ratusan nomor yang tercatat di ponselnya.

Dalam pesan singkatnya, Roy meminta doa restu dari pengguna ponsel yang terdaftar di phonebook-nya karena dirinya masuk DCT DPR-RI Partai Demokrat (31) DIY urutan pertama (01).

Berikut isi salah satu SMS yang dikirimkan Roy:

"Jarang caleg berasal dari daerah pemilihan"
Insyaallah:
Tanpa Rp 1,- pun utk Partai 31 Urutan No. 1 dari DIY.
"31.01: Asli Jogja Tanpa Rekayasa"
clipped from www.detikinet.com

Via SMS

Roy Suryo Kampanye 'Doa Restu'

Selasa, 04/11/2008 11:40 WIB
 blog it

Lagi, Roy Suryo Jadi Bulan-Bulanan Hacker

Lagi, Roy Suryo Jadi Bulan-Bulanan Hacker

Sabtu, 8 November 2008 - 17:25 wib

JAKARTA - Serangan hacker masih terus melanda institusi penting di Indonesia. Setelah yang teranyar situs partai Golongan Karya (Golkar) diambil alih dengan gambar rekayasa Roy Suryo yang bertelanjang dada, kini Badan Informasi dan Komunikasi (Bainfokom) Propinsi Sumatera Utara kebagian 'jatah' dijajah oleh hacker.

Serangan hacker yang masih mengatasnamakan bL4Ck_3n91n3 (baca: black engine) ini, masih menggunakan cara yang sama dengan yang mereka lakukan terhadap situs resmi Golkar. Menurut pengamatan okezone ketika mengakses situs yang beralamat www.bainfokomsumut.go.id pada pukul 15.29 WIB, Sabtu (8/11/2008), tampilan layar langsung dipenuhi dengan background warna hitam yang memajang foto rekaan Roy Suryo sebagai bayi dalam posisi duduk di atas sebuah tempat tidur.

Hacker yang cukup aktif mengobok-obok situs penting tersebut, tak banyak meninggalkan pesan untuk aksi mereka kali ini. Kalimat 'Hacked by bL4Ck_3n91n3' terpampang jelas tepat di atas foto rekayasa Roy Suryo yang tersenyum lebar dengan efek sinar pantul dari gigi Roy yang menyembul di balik bibirnya.

Sebagai penegasan rasa benci hacker ini terhadap Roy, mereka meninggalkan pesan yang sama persis dengan yang tertera di situs resmi Golkar yaitu: "I HATE ROY SURYO VERY MUCH!!!! AND YOU!??," diikuti dengan 'ucapan terima kasih' yang berbunyi: "Thx to : all IndoServ Crew /s irc.indoserv.org | MainHack Brotherhood | Defacer.biz | blank_alpha | aLie,".


Situs Kepolisian RI kok MASIH tidak OK? sudah seminggu Lho...

Sejak "dibobol bocah" 1 Nopember 2008 ternyata sampai sekarang situs http://www.polri.go.id belum bisa diakses.


Ada yang punya cerita tidak mengenai hal itu?
Berikut berita yang diambil dari Okezone perihal itu.
---------------------------------------------------------------------------------------

Polri Belum Pastikan Pembobol Situsnya

Sabtu, 1 November 2008 - 14:09 wib

JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia belum dapat memastikan pelaku dan motif pembobolan situs resmi Polri, www.polri.go.id, Sabtu dini hari.

"Saya belum bisa memastikan. Saya baru tahu pembobolan situs Polri dari wartawan saja, saat ini masih diperbaiki," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira saat dihubungi okezone, Sabtu (1/11/2008).

Sebelumnya, hacker berhasil mengubah tampilan di beberapa kanal, dan mengirimkan beberapa pesan yang mengingatkan lemahnya keamanan situs tersebut. Hacker juga menempelkan foto pakar telematika Roy Suryo dalam kanal "Daftar Pencarian Orang".

Hingga pukul 14.00 WIB situs resmi Polri tersebut belum diperbaiki, sehingga pengguna internet tidak dapat mengakses.

Kasus pembobolan situs Polri memang sering terjadi, 9 September lalu, hacker berhasil membobol situs TMC Polda Metro Jaya. Pakar IT Budi Hardjono ketika itu mengungkapkan, lemahnya password dan software yang lama tak dimutakhirkan menjadi kunci lemhanya keamanan situs internet. (jri)


Roy Suryo Diadukan ke Polisi

2008 Okt 27

Roy Suryo Diadukan ke Polisi

Pakar telematika dan calon anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrat KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Senin (27/10) petang, dilaporkan ke Kepolisian Daerah Nanggroe Aceh Darussalam atas kasus pencemaran nama baik. Roy Suryo dilaporkan oleh kuasa hukum Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim, karena dinilai telah memberikan penjelasan di luar kapasitasnya sebagai seorang ahli telematika.

Kuasa hukum Akmal Ibrahim, T Kamal Farza, ditemui di markas Polda NAD, Senin petang, menyatakan, kliennya merasa telah dicemarkan nama baiknya karena Roy Suryo berbicara berdasarkan fakta-fakta yang sumir. Dalam rilis yang diterima dari pengacara tersebut, dinyatakan, Roy Suryo mengaku bahwa perempuan yang bersama dengan Akmal Ibrahim bukan merupakan istri pelapor. Pernyataan Roy, kata Kamal Farza, didasarkan atas dua foto pembanding yang dimiliki Roy Suryo.

Menurut Kamal Farza, Roy Suryo telah melakukan penyederhanaan masalah dan langsung pada kesimpulan akhir yang sangat merugikan kliennya sebagai pejabat publik di Aceh Barat Daya. Di samping itu, Kamal Farza juga menilai, seharusnya analisis Roy hanya sebatas pada asli atau tidaknya foto yang beredar tersebut. Bukan pada benar atau tidaknya perempuan yang berada pada foto tersebut.

Kasus foto ini mencuat sejak beberapa waktu lalu. Dalam foto yang sudah beredar luas di masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam, Akmal Ibrahim, yang merupakan mantan wartawan salah satu koran lokal di Aceh, berpose mesra dengan seorang perempuan. Akmal sendiri, salam salah satu layanan pesan singkatnya menyatakan, perempuan yang ada dalam foto tersebut adalah istrinya, Ida.

Sumber: Kompas