Showing posts with label kompor. Show all posts
Showing posts with label kompor. Show all posts

Kompor Air Made In Banyumas

28/11/2007 06:20 - Inovasi
Kompor Air Made In Banyumas

Liputan6.com, Banyumas: Seorang warga Banyumas, Jawa Tengah, berhasil menciptakan kompor berbahan bakar air. Sinung Raharja, warga Desa Kalibagor, menggunakan bahan-bahan sederhana untuk merangkai komponen kompor ciptaannya. Selama empat tahun beruji coba, alumnus sebuah akademi teknik elektro ini berhasil membuat purwarupa kompor hemat bahan bakar.

Cara kerja kompor buatan Sinung berdasarkan penguapan air dan minyak tanah. Gas yang timbul kemudian dibakar dan diperkuat dengan filamen seperti pada lampu bohlam. Dengan bantuan satu sendok minyak tanah, kompor ini menghasilkan api yang tanpa jelaga.
 
Sinung mengaku sudah memintakan hak paten untuk kompor ciptaannya. Namun, produksi massal kompor tersebut masih terganjal ketersediaan dana. Kendati demikian, dia mengaku telah ada investor asal Jerman dan Australia yang berani membayar lebih dari Rp 1 miliar untuk membeli hak ciptanya.(ADO/Mardianto)


Kompor Hemat dari Bantul

04/12/2008 05:45 - Inovasi
Kompor Hemat dari Bantul

Liputan6.com, Bantul: Jika saat ini minyak tanah dan elpiji masih langka di daerah Anda, jangan khawatir. Anda masih punya pilihan menggunakan sumber energi lain untuk kompor. Kompor berbahan bakar campuran spiritus atau alkohol dengan air bisa menjadi alternatif. Kompor yang dikenal ramah lingkungan dan antimeledak itu masih memiliki keunggulan lain, yakni menghemat pengeluaran.

Ide kreatif ini dikembangkan Untung Santoso bersama rekan-rekannya. Di bengkel kerjanya di Desa Kasihan, Bantul, Yogyakarta, setiap hari mereka sibuk mengerjakan pesanan kompor berbahan bakar spiritus.

Tangki bahan bakar yang terbuat dari botol ukuran satu liter diisi dengan spiritus yang dicampur dengan air. Kemudian disambungkan ke kompor dengan menggunakan selang plastik. Untuk nyala api yang ideal perbandingan campuranya adalah satu liter bahan bakar terdiri dari 80 persen spiritus dan 20 persen air.

Kompor ini dijual Rp 135 ribu per unit. Permintaan kompor terus mengalir, bahkan dari luar daerah. Dalam sebulan Untung bisa memproduksi sebanyak 250 unit atau di bawah permintaan pasar sebanyak 400 unit.(ADO/Ferry Aditri)