Showing posts with label GAYUS. Show all posts
Showing posts with label GAYUS. Show all posts

Transkrip Percakapan Gayus, Ito Sumardi dan Tito soal Bakrie

Transkrip Percakapan Gayus, Ito Sumardi dan Tito soal Bakrie
Dalam konferensi pers Satgas Pemberantasan Mafia Hukum di kantor UKP4, Jakarta, Rabu (19/01/2011), sore, dibagikan pula transkrip rekaman percakapan antara terdakwa kasus mafia pajak Gayus Tambunan, Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi, dan Tito Karavian (Mantan Kadensus 88).

Dalam konferensi pers itu hadir Anggota Satgas Denny Indrayana, Mas Achmad Santosa, Yunus Husein, dan Dharmono.


Dalam transkrip rekaman itu disinggung soal Bakrie. Diduga Bakrie dimaksud adalah Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Gayus seperti diberitakan sebelumnya disebut-sebut bersama Ical waktu plesiran ke Bali beberapa waktu lalu. Namun itu dibantah Gayus. Usai divonis penjara 7 tahun hari ini, Gayus mengatakan semua hal itu dibawah rekayasa Satgas.


Untuk itulah, Satgas membagikan transkrip rekaman itu. Namun tidak dijelaskan dimana dan kapan transkrip rekaman itu. Nah, berikut transkrip rekaman lengkap yang dimaksud :


Tito Karavian : Kalo mau lempar bola ini...bola isu ini harus ada lagi yang diangkat, harus ada yang terlibat, juga karena itu bolanya tidak mati di tangan sendiri itu.

Gayus : Saya butuh banyak bola-bola saya

Tito Karavian : Supaya ininya...(dipotong ucapan Ito Sumardi)

Ito Sumardi : Anggaplah kita saudara

Gayus : Kalo ngaitin Bakrie gak apa apa yah Pak?

Ito Sumardi : Kenapa?

Gayus : Ngaitin Bakrie gak pa pa?

Ito Sumardi : Oh...gak pa pa

Tito Karavian : Gak apa apa bagi bagi, bolanya besar, lebih mantep juga, wuaahh itu besar

Gayus : Lha justru itu maksud saya, biar sama-sama anu

Ito Sumardi : Jadi begini dari semua ini kembali berpulang pada ininya...Sekarang gini, anggaplah kita ini saudaralah, saudara baru....Jadi kalo ada apa-apa dan jangan percaya sama orang lain ya kecuali ma keluarga sendiri...

Gayus : Saya sebenernya mau percaya ama bapak cuma yang mikir waktu kedepannya...


Sumber:
Tribun News
cahPamulang: Transkrip Percakapan Gayus, Ito Sumardi dan Tito soal Bakrie

Ada Apa Gayus Bertemu Denny Indrayana di Kantor Staf Khusus SBY ?

Ada Apa Gayus Bertemu Denny Indrayana di Kantor Staf Khusus SBY ?

JAKARTA - Hari ini Rabu (19/1) kepada wartawan dalam jumpa pers Satgas Mafia Hukum di kantor UKP4 dibagikan transkrip percakapan Sekretaris Satgas Mafia Hukum Denny Indrayana dengan Gayus Tambunan, yang baru saja divonis 7 tahun dan denda Rp.300 juta. Pembaca www.PedomanNEWS.com dipersilakan memberikan penilaian sendiri terhadap isi transkrip percakapan di bawah ini:

Tempat : Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, HAM dan Pemberantasan KKN (Bina Graha)
Waktu : Rabu, 24 Maret 2010
Peserta : Gayus Tambunan, Denny Indrayana, Sigit, Rony


Denny
: Kalau aku pikir ente jangan ke media dulu. Tadi mikirnya apa, kalau ke media bareng kita. Tapi perlu dipikir lagi biar matang dulu. Arahnya kan minta perlinbdungan. Mungkin Satgas, KPK, LPSK itu bareng. Nah sementara itu aku usul advokatnya jangan yang main2, advokatnya Alex, Taufik Basari

Rony : Mereka kalau mas Denny yang minta mau. Kalau bisa secepatnya. Ke medianya nanti, tapi sekarang dah mulai underground gitu. Mas Gayus sering merasa dibuntutin?

Gayus : Nggak. Baru kali ini aja wartawan banyak banget

Rony : Nggak merasa karena gak tahu atau?

Gayus : Gak merasa dibuntutin

Denny : Bayanganku sih Satgas, KPK, LPSK duduk. Kita rumuskan langkah2nya apa. Tapi sementara dia, kalau dia udah diambil polisi saya kira, Begitu tahu ada panggilan, itu untuk yang pertama kedua kita masih bisa ngeles, kita ketemu dulu. Maksudku ngatur ini langkah2nya.

Gayus : Ada kemungkinan polisi ngambil saya? Gak takut saya saling buka-bukaan

Denny : Yah kau kan diajak koordinasi. Sama intel, kau akan dibilangi hei pura-pura yah cerita ini, jangan ungkit2 lah. Pasti itu donk. Kalau kau jawab ini, nanti kita atur supaya kau gak terlalu tersiksa. Pura2 konsepnya. Tapi lu di luar dihajarin pasti, media, masyarakat. Nah kalau Yus, dengan segala hormat yah, kalau posisimu, aku bukan dalam posisi sama dengan polisi. Kalau kamu ngambil posisi demi keamananmu trus kamu ngambil posisi kerjasamanya dengan kepolisian. Nah gue ngancemnya agak kenceng tuh bakalan

Gayus : Saya kan minta waktu untuk berpikir kan.Kalau saya ambil posisi itu kan saya gak bisa lagi anuin mas Denny tapi yah udah lah menurut peran masing2

Denny : Iya, tapi akhirnya gak mungkin, gak mungkin gue kendor kan. Yah gue paham posisimu jadi dilematis

Gayus : Tapi jangan blow up, saya yang bongkar itu

Sigit : Takutnya kalau beberapa waktu ini media terus menyebut Gayus, nanti kan ada tindakan kan

Denny : Tadi sudah disampaikan akan ada upaya untuk diperiksa ulang
Perlu bilang ke Bibit-Chandra ini Gayus mau bilang (mau buka) n kita tidak bisa biarkan bertarung sendirian. Harus di back up, kalau kita tidak bisa back up dia yah

Rony : Makanya mas Gayus harus cepat memutuskan saya pikir. Begitu iya, langkah lanjutan harus. Setelah ada itu kalau emang oke, siapkan perangkat pendukungnya, dukungan public, hire pengacara Alex, Tobas (Taufik Basari) atau Bambang Widjojanto

Gayus : Apa mereka tuh pasti mau?

Denny : Ya Insya Allah mau, kalau formatnya format melawan mafia hukum, strategi juangnya harus itu

Gayus : Lha kalau nanti mereka lihat background saya lagi kan males juga

Denny : O iya, makanya jangan belok. Kalau belok ya akan ditinggal. Kalau strategi juangnya adalah oke melawan mafia hukum. Kemudian Satgas masuk, KPK, LPSK masuk, teman2 LSM support. Tapi orang kan akan bilang kenapa belain orang pajak yang, ini kan whistle blower. Dan media kan posisi kita akan jadi whistle blower.

…….pembicaraan seputar tukar PIN BB


http://www.pedomannews.net/nasional/...af-khusus-sby-
cahPamulang: Ada Apa Gayus Bertemu Denny Indrayana di Kantor Staf Khusus SBY ?

Berikut Percakapan BBM antara Denny dengan Gayus

Berikut Percakapan BBM antara Denny dengan Gayus

Jakarta - Satgas Mafia Pemberantasan Mafia Hukum membantah keras menyuruh Gayus Tambunan ke Singapura pada Maret 2010. Sebagai bukti bahwa Satgas tidak tahu keberadaan Gayus - yang saat itu berada di Singapura -, Satgas membeberkan pembicaraan BBM (blackberry messenger) antara anggota Satgas Denny Indrayana dengan Gayus Tambunan.

Bantahan Satgas ini disampaikan dalam jumpa pers di kantor UKP4, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (19/1/2011). Jumpa pers dihadiri oleh empat anggota Satgas, yaitu Mas Achmad Santosa, Denny Indrayana, Yunus Husein, dan Dharmono. Jumpa pers dibuka oleh Dharmono, yang merupakan wakil jaksa agung.


Dalam jumpa pers itu, Denny menjelaskan mengenai pembicaraan BBM dengan Gayus. Pembicaraan BBM itu dilakukan pada 24 Maret 2010 sampai 29 Maret 2010. Dalam percakapan itu, Denny menanyakan keberadaan Gayus, termasuk menanyakan apakah sedang berada di Singapura. Denny juga meminta Gayus untuk kooperatif agar karena itu jalan yang lebih baik.


Berikut percakapan BBM Denny dengan Gayus selengkapnya:


Maret 2010 Denny I. : Test

Maret 2010 Gayus : Sip
Maret 2010 Denny I. : Aman!
Maret 2010 Gayus : Ok
25 Maret 2010 Denny I. : Saya sedang dengan kapolri...
25 Maret 2010 Denny I. : Bisa saya telp bicara dengan beliau?
25 Maret 2010 Denny I. : Menjelaskan posisinya...
25 Maret 2010 Denny I. : PING!!!
25 Maret 2010 Denny I. : Gayus perlu segera ketemu. Please dijawab
25 Maret 2010 Denny I. : Proteksi ada.
25 Maret 2010 Denny I. : Gayus kau dimana?
25 Maret 2010 Denny I. : Jangan libatkan temanmu. Kasihan. Dia bisa dianggap menyembunyikan

29 Maret 2010 Gayus : Mas... saya minta maaf sebelumnya.. Saya benar2 kaget waktu tanggal 24 saya baca.. AK sdh di tetapkan tersangka pemberian keterangan palsu.. Pasti saya juga sama.. Jd daripada saya di amankan polri makanya saya pergi.. Sdh itu ditjen pajak juga sewenang wenang sama saya.. Saya makin ga ada pegangan.. Jaringan saya di DJP : maruli manurung, bambang heru ismiarso,


29 Maret 2010 Denny I. : Anda dimana. Kalau anda kooperatif, tentunya lebih baik.


29 Maret 2010 Denny I. : Sebaiknya anda datang dan menyerahkan diri. Tidak akan pernah selesai dan tenang kalau lari. Justru lebih sulit.


29 Maret 2010 Denny I. : Saya jemput anda dimanapun. Kita selesaikan dengan baik.


29 Maret 2010 Denny I. : Kalau anda kooperatif, bisa ada keringanan.


29 Maret 2010 Denny I. : Kita ketemu dimana?

29 Maret 2010 Gayus : Saya blum siapp mas
29 Maret 2010 Denny I. : Lebih baik sekarang mas. Daripada ditangkap, justru tidak ada keringanan. Saya saran kerjasama saja, insyaallah ada keringanan. Berbuat baik pasti ada manfaatnya.

29 Maret 2010 Denny I. : Kami, insyaallah akan bantu kawal terus, jika anda kooperatif.


29 Maret 2010 Gayus : Saya juga sedang timbang2 itu mas.. Apakah memungkinkan saya bantu dari jarak jauh mas..?


29 Maret 2010 Denny I. : Akan lbh baik, jika kita bisa komunikasi scr langsung..saya kuatir, tdk akan efektif kalo komunikasi dari jarak jauh..informasi langsung dr mas, akan sangat membantu pengungkapan kasus ini.. jika setuju, kita akan jemput


29 Maret 2010 Denny I. : Mas, bagaimana?

29 Maret 2010 Gayus : Saya pikir2 betul2 mas.. Saya langsung ditahan yah mas?

29 Maret 2010 Denny I. : Itu kita lihat, mas, intinya makin kerjasama, makin mudah dan ringan buat anda


29 Maret 2010 Gayus : Iya nanti kalo udah ada keputusan saya kabari mas


29 Maret 2010 Denny I. Mas, untuk info saja. Saya khawatir waktu pikir anda agak sempit. Semua sedang bergerak. Saya saran segera kerjasama. Maaf, saya siap jemput.


29 Maret 2010 Denny I. : Pergerakan penyidik sangat cepat mas. Kalau tertangkap, maka ruang keringanan akan tertutup. Sedangkan kalau menyerahkan diri, karena kooperatif, ruang mendapat keringanan akan jauh lebih besar pak.


29 Maret 2010 Denny I. : Bagaimana mas?

29 Maret 2010 Denny I. : Anda di singapurkah? Atau dimana? Kita ketemu. Akan saya jelaskan kondisi dan opsinya.

29 Maret 2010 Denny I. : Mas, bagaimana? Waktu sampeyan untuk kooperatif untuk kooperatif benar2 sempit. Keputusan mesti segera diambil.


29 Maret 2010 Denny I. : Mas, bagaimana? Kok malah diam aja? :-d

29 Maret 2010 Denny I. : Mas, baik. Untuk sementara. Coba ungkap dari jauh. Bagaimana yg di pajak. Dua nama tadi bagaimana perannya?

29 Maret 2010 Denny I. : Mas, bagaimana perkembangannya.


Sumber: http://www.detiknews.com/read/2011/0...-gayus?9911012
cahPamulang: Berikut Percakapan BBM antara Denny dengan Gayus

Siapa Menggiring Gayus Ke Ical?

INILAH.COM, Jakarta- Kisah Gayus Tambunan seolah sudah disiapkan. Bila ditelisik, mulai dari fotografer yang memotret Gayus, pesawat Gayus ke Bali sampai ijin Gayus keluar tahanan adalah skenario yang sudah disusun rapi. Siapa yang bermain?

Gayus menangis seketika. Dia tak bisa membendung penyesalannya. Kepalanya tertunduk. Tangannya sibuk membasuh air matanya yang tertumpah. “Iya itu memang foto saya di Bali,” katanya didepan persidangan, saat dirinya menjadi terdakwa kasus mafia pajak. Sejatinya persidangan Senin (15/11/2010) siang tadi itu, bukan untuk masalah pelesiran Gayus ke Bali. Tapi majelis hakim sengaja bertanya ke Gayus soal polemik dirinya keluar masuk rumah tahanan Brimob, sesuka hatinya. "Saya mohon maaf sebesar-besarnyanya kepada ibu ketua dan anggota karena keluar dari tahanan saya tidak berbuat macam-macam saya kangen sama keluarga," kata Gayus lirih.

Ternyata, pertanyaan itu dijawab dengan jujur oleh Gayus. Dia mengaku. Gayus sadar dirinya sudah membuat polemik selama 10 hari di seluruh media nasional. Muasal persoalan itu terjadi kala seorang fotografer Kompas, memotret keberadaan Gayus di Bali. Di foto itu, Gayus terlihat santai menikmati pertandingan tenis.

Gayus mengenakan wig dan kacamata. Tapi di sisi lain dia tidak sadar, seorang fotografer juga asyik membidiknya. Seolah, di Bali itu, Gayus sengaja disiapkan berada di Bali untuk nonton tenis. Tapi di sisi lain, seorang fotografer juga sudah disiagakan untuk memotret Gayus. Dua kejadian ini memang seperti terpisah. Tapi, bila ditelisik, bisa jadi sebuah skenario yang dilakoni bersama-sama.

Pengakuan sang fotografer yang berhasil memotret Gayus itu, dirinya mendapati info keberadaan Gayus itu dari seorang penjual tiket. Dari situlah sang fotografer bisa melihat Gayus lagi bersantai menikmati pertandingan.

Gayus pun tak tersadar dirinya jadi bidikan kamera wartawan. Dia juga tak tahu dirinya masuk jebakan.

Tapi, dari segelintir kisah wartawan yang memotret Gayus, sejumlah pertanyaan bisa diajukan. Siapa penjual tiket yang memberi info Gayus? Apakah sekelas penjual tiket bisa mengenali Gayus dengan mudah? Padahal dia sudah mengenakan wig dan kacamata. Seandainya saja foto hasil jepretan wartawan tak disandingkan dengan foto Gayus asli, tentu sulit untuk langsung mengenali laki-laki yang ber-wig dan kacamata itu seorang Gayus. Bisa jadi, si penjual tiket itu memang orang yang sudah tahu Gayus bakal ada disitu. Dialah sosok yang sudah disiapkan.

Sejumlah wartawan juga berpandangan, si penjual tiket itu sengaja memberi info kepada wartawan tertentu. Padahal, jurnalis yang meliput pertandingan tenis itu tentu tak hanya satu.

Menariknya, begitu foto itu dimuat, isu pun langsung memancar. Di Bali itu, Gayus langsung diarahkan seolah bertemu dengan Aburizal Bakrie, bos Partai Golkar. Hubungan Gayus dan Bakrie bukan tidak ada. Selama ini, Gayus mengakui dirinya mengemplang pajak dari sejumlah perusahaan milik Bakrie and the gank. Sejumput kisah itulah yang langsung menggiring isu Gayus sengaja ke Bali untuk menemui Bakrie.

Terlebih, disaat Gayus terpotret di Bali, Ical, sapaan akrab Bakrie, juga lagi berada di Pulau Dewata itu. "Iya, pada waktu itu saya memang sedang berada di Bali. Akan tetapi bukan untuk menemui Gayus," kata Ical mengaku. Tapi Ical membantah dirinya menemui Gayus. "Kalau ingin bertemu dengan Gayus, kenapa harus di Bali?" tegasnya lagi.

Sejak awal, terbongkarnya kasus Gayus dianggap karena berkat kepiawaian Satgas Anti mafia Hukum. Satgas bentukan Presiden SBY inilah yang kali pertama menunjukkan adanya penilepan uang tingkat tinggi. Denny Indrayanan, Mas Ahmad Santosa, dua dedengkot dalam Satgas itu. Begitu kasus Gayus terbongkar, mereka jadi ngeteop seketika. Kala Gayus buron, Satgas ini pula yang berhasil membawa kembali ke Indonesia.

Saat itu, terbongkar pula terjadi rebutan untuk membawa Gayus. Antara Satgas dan Mabes Polri terlihat saling sikut, demi bisa membawa Gayus. Tapi deal kemudian terjadi. Satgas kebagian mengumumkan keberhasilan mereka menemukan Gayus berada di Singapura. Sementara Mabes Polri punya jatah membawa Gayus ke Indonesia. Dua-duanya berhasil jadi berita utama. Dalam sebuah video yang terungkap di televisi, sempat pula ditayangkang negosiasi alot antara Gayus dan Satgas. Gayus terlihat berbicara di sebuah caf dengan Denny Indrayana dan Ota, panggilang akrab Mas Ahmad Santosa. Padahal, saat itu Gyus adalah buronan.

Kala dibawa ke Indonesia, Gayus juga tak diborgol. Dia dibawa dengan santai. Bahkan didalam pesawat, beberapa kali Gayus tersenyum, walau puluhan wartawan menjepretnya,. Dia seolah tanpa beban, meski menjadi buronan dan tertangkap polisi. Beda sekali dengan tersangka teroris yang tertangkap polisi. Gayus diperlakukan istimewa sekali.

Kini Gayus kembali jadi sorotan. Keberadaannya di Bali menjadi pembicaraan berhari-hari. Ical pun kena sasaran.

Gayus tentu bukan orang biasa. Walau terdakwa kasus pajak, dia tetap dapat perlakuan istimewa. Dibawa dari Singapura saja, dia tetap diperlakukan istimewa. Tak heran, antara Gayus, fotografer dan Ical di Bali itu bisa jadi sebuah skenario tersendiri. Tapi siapa yang sengaja menggiring? Mungkin pertemuan di Singapura itu bisa menjadi jawabannya. (irw)

Demokrat: Pertemuan Gayus-Ical Tantang Risiko

Headline

INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat Menilai sindikasi pertemuan antara Gayus Halomoan Tambunan dengan Aburizal Bakrie, sangat menantang risiko.

Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsudin mengatakan, Ical yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar terlalu riskan jika harus menemui Gayus yang hanya seorang mantan pegawai Ditjen Pajak Kementerian Keuangan.

"Mungkin saja (bertemu) tapi terlalu besar risikonya kalau sampai dia melakukan hal seperti itu, apa lagi kalau sampai menjemput Gayus," kata Amir kepada INILAH.COM, Rabu (17/11/2010).

Ical yang juga seorang pengusaha besar, lanjut dia, diduga punya masalah pajak perusahan yang ditangani oleh Gayus, saat masih menjabat pegawai negeri sipil golongan IIIA.

Disinyalir pertemuan Gayus dan Ical di Bali terkait permasalahan pajak perusahaan tersebut. Namun Amir menyangsikan dugaan pertemuan itu.

"Untuk apa? Kenyataan yang sekarang diadili perusahaan yang omzet perusahaannya hanya Rp 500 juta, sementara Gayus mengaku menerima ratusan miliar rupiah," ketus Amir.

Selain itu, masih kata dia, kalau pun benar Gayus menemui Ical, sangat sulit dibuktikan kebenarannya.

"Membuktikan pertemuan itu sendiri bukan perkara mudah, saya tidak ingin kehadiran Gayus di Bali didramatisir untuk menghancurkan masa depan Golkar dan Aburizal Bakrie," tandasnya

Kepala Rutan Mako Brimob Resmi Tersangka

Wartakotalive.com


Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Komisaris (Pol) Iwan Siswanto, resmi menjadi tersangka terkait bebas berkeliarannya terdakwa mafia pajak Gayus Tambunan, beberapa waktu lalu.

Hal diungkapkan Wakil Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Wakabareskrim) Irjen Dikdik Mulyana Arief kepada Liputan6.com lewat sebuah pesan singkat, Kamis (11/11). "Betul, TSK (tersangka--Red)," tulis Dikdik singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, kepolisian telah mencopot Kepala Rutan Mako Brimob dan delapan penjaga lainnya.

Ini berdasarkan hasil pemeriksaan pelanggaran disiplin yang digelar Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri, Selasa silam. Mereka terbukti bersalah dan lalai atas penyalahgunaan hak cuti
tahanan Gayus (baca: Kepala Rutan Mako Brimob Dicopot).

Meski berada dalam penjara Gayus masih dapat bebas berkeliaran hingga berwisata ke Bali. Gayus sempat menyaksikan pertandingan tenis antara Daniela Hantuchova dan Yanina Wickmayer di Nusa Dua, Bali, Jumat lalu, seperti diabadikan fotografer Kompas Agus Susanto. (luc/Liputan6)

Di Sel, Transaksi Gayus Rp 50 Juta Per Bulan

KOMPAS.com



JAKARTA, KOMPAS.com — Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum mengendus aliran dana mencurigakan dari rekening terdakwa mafia hukum Gayus Halomoan Tambunan. Meski saat ini ia ditahan di rumah tahanan Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, rekeningnya tetap aktif.

Plt Sekretaris Satuan Tugas Yunus Husein menyatakan ada transaksi yang keluar dari rekening Gayus saat ia dipenjara. Jumlah transaksi itu pun lumayan besar. Yunus menyebut ada aliran dana sebesar Rp 50 juta per bulan.

Namun, Yunus belum mau blak-blakan ke mana saja aliran dana ini mengalir. Karena temuan ini pula, Satuan Tugas akan mengadakan rapat untuk membahas temuan ini. "Kami akan mengecek apa benar ia keluar dan melakukan transaksi," ujar Yunus yang juga Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Rabu (10/11/2010).

Nama Gayus kembali mencuat belakangan ini setelah seorang lelaki yang mirip dengannya diketahui menonton pertandingan turnamen tenis internasional di Nusa Dua, Bali, Jumat (5/11/2010). Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengaku tidak memberikan izin kepada Gayus untuk keluar dari rumah tahanan itu.

Polisi tengah mengusut kasus ini. Dari pemeriksaan sementara, polisi menemukan sembilan penjaga rumah tahanan melanggar kode etik kepolisian. (Kontan/Lamgiat Siringoringo)

Gayus Disebut Nonton Tenis di Bali

Sumber : Harian Seputar Indonesia,

Tuesday, 09 November 2010 JAKARTA (SINDO) – Kabar menghebohkan kembali muncul dari sosok Gayus Halomoan Partahanan Tambunan.

Terdakwa kasus mafia hukum perpajakan itu disebut-sebut menonton turnamen tenis internasional Commonwealth Bank Tournament of Champions di Nusa Dua, Bali, Jumat (5/11).Padahal, Gayus seharusnya mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok,Jawa Barat. Kemarin, sejumlah situs online menampilkan foto yang mirip Gayus tengah menonton langsung pertandingan tenis di turnamen tersebut.Dalam foto itu,pria mirip Gayus tampak memakai rambut palsu, berkaca mata, dan berjaket hitam.

Dia duduk di tengah-tengah barisan penonton dan menikmati jalannya pertandingan. Namun, sampai saat ini belum bisa dipastikan apakah pria berambut lebat dalam foto itu adalah Gayus. Keberadaan pria mirip Gayus sebelumnya memang menjadi bahan pembicaraan wartawan yang meliput Commonwealth Bank Tournament of Champions. Namun, ketika itu, sebagian besar peliput tidak yakin bahwa orang yang tampak serius menyaksikan pertandingan antara petenis Slovakia Daniela Hantuchova dan petenis Belgia Yanina Wickmayer itu adalah Gayus. Saat dimintai konfirmasi, Mabes Polri mengakui Gayus keluar dari Rutan Mako Brimob, Jumat (5/11).

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan mengatakan, berdasar informasi yang diperoleh,Gayus sempat meminta izin keluar untuk berobat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur,lantaran tidak enak badan.“Tapi kok lama banget keluarnya melebihi jam yang diperbolehkan.” ”Harusnya kan sore itu harus kembali,tapi sampai malam belum kembali,”ucapnya. MenurutIskandar,petugaslangsung melakukan pencarian dan menjemput Gayus untuk kembali ke rutan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata yang bersangkutan sempat mengunjungi rumah mewahnya di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

”Ternyata dia sempat pulang ke rumah di Kelapa Gading sehingga akhirnya dia dijemput, disuruh balik lagi bersama anggota yang mengawal,”tegasnya. Terkait beredarnya foto pria mirip Gayus yang tengah menyaksikan pertandingan tenis di Bali, Iskandar mengaku pihaknya masih melakukan investigasi untuk mencari kebenaran berita itu. Termasuk kepentingan yang bersangkutan mendatangi lokasi tersebut. ”Investigasi kita akan sampai di situ.Kalau dia (Gayus) ke Bali kita akan crosscheck, naik pesawat apa? Kepentingannya apa? Menurut saya dia ke sana kepentingannya bukan untuk pengembangan kasus,”katanya.

Keterangan berbeda disampaikan Gayus saat ditemui di sela persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin.Dia membantah keluar dari Rutan Mako Brimob, terlebih untuk menyaksikan pertandingan tenis di Bali. “Gak, saya tidak ke mana-mana. Wong penjaranya saja digembok, mauke mana,”ujarmantanpegawai Ditjen Pajak itu. Gayus juga membantah bahwa dirinya pada Jumat (5/11) mengajukan surat sakit untuk berobat. Dia pada hari yang dimaksud justru dalam kondisi sehat.“Gak, saya tidak sakit. Saya sehat kok,” terangnya. Saat ditanyakan pesawat apa yang dinaiki sampai tidak terdeteksi pihak imigrasi, dia tetap tidak membenarkan hal tersebut.

Dia juga membantah bahwa dirinya pergi ke Nusa Dua,Bali,dengan menaiki jet pribadi milik salah satu pengusaha terkenal di Indonesia. “Wahkamu bisa-bisa saja,gak tuh,” ungkapnya. Gayus juga mengaku tidak terlalu menyukai tenis lapangan.Justru dia mengakui lebih menyukai golf.Gayus mengaku sering main golf dengan para pejabat. Sayangnya, dia tidak bersedia menyebutkan nama-nama pejabat dimaksud.

Periksa Polisi

Sementara itu, Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Mabes Polri Brigjen Pol Budi Waseso mengatakan, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri memeriksa Kepala Rutan Bareskrim dan tujuh anggota Polri lainnya yang merupakan penjaga Gayus di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok.Pemeriksaan untuk mengungkap dugaan indikasi suap kepada anggota polisi terkait keluarnya Gayus dari rutan. ”Dari delapan orang, siapa yang bertanggung jawab? Empat di antaranya termasuk kepala rutan sudah dimintai keterangan,” ujar Budi Waseso kemarin. Jenderal bintang satu itu mengaku, hingga kemarin proses pemeriksaan masih berlangsung. Diharapkan penyidik dapat mengetahui apakah keluarnya Gayus dari Rutan Mako Brimob telah memiliki izin atau sebaliknya.

”Kalau ada izin, siapa yang mengeluarkan izin? Apakah izinnya secara lisan atau tertulis dan apakah prosedurnya sudah benar,”katanya. Sebab, berdasarkan aturan yang berlaku seorang tahanan diizinkan keluar rutan setelah mendapatkan izin dari kepala rutan, kepala biro perencanaan dan administrasi (karo renmin), dan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri. ”Kalau tidak ada izin, maka ada pelanggaran dan bisa dikenai sanksi disiplin,tapi harus didasarkan atas bukti yang kuat,”katanya.

Tidak Beri Izin

Hakim ketua yang menangani kasus Gayus Tambunan,Albertina Ho,mengaku tidak pernah memberi izin berobat ke luar tahanan kepada terdakwa mafia pajak itu. Sesuai prosedur, izin dari hakim diperlukan selama Gayus berada dalam tahanan pengadilan. “Jangan tanya saya dong.Tanyanya ke humas. Kalau saya tidak pernah memberikan izin. Saya tidak pernah memberikan izin apa pun kepada Gayus. Itu saja komentar saya,” kata Albertina Ho di selasela sidang Gayus Tambunan. Jaksa penuntut umum (JPU) Subhan mengatakan, Gayus sedang menjadi tahanan hakim sehingga segala izin apa pun harus memperoleh persetujuan hakim.

Adapun jaksa, sebagai pelaksana, tidak memperoleh surat apa pun terkait sakit Gayus Tambunan.“Ya tergantung tahanannya siapa. Kalau Gayus tahanan hakim. Prosedurnya biasanya kanpengacaranya bikin permohonan ke majelis. Majelis mengeluarkan ketetapan, jaksa yang melaksanakan,” ucap Subhan.Namun, dirinya mengaku tidak tahu-menahu menyangkut keberadaan surat izin sakit Gayus tersebut. (m purwadi/m mirza/sucipto)

Ayuk Bandingkan Foto Mirip Gayus

Foto 1 adalah foto Gayus Tambunan saat menghadiri sidang dengan agenda pembacaan eksepsi atau tanggapan atas dakwaan jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/9/2010). Sementara foto 2 adalah foto lelaki yang mirip dengan Gayus saat sedang menonton tenis di Nusa Dua, Bali, Jumat (5/11/2010).

Seorang lelaki mirip terdakwa kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan tertangkap kamera tengah menonton pertandingan antara Daniela Hantuchova dan Yanina Wickmayer dalam Commonwealth Bank Tournament of Champions di Nusa Dua, Bali, Jumat (5/11/2010) malam sekitar pukul 21.00 WIT.

Betulkah itu Gayus? Hingga Senin sore ini tak ada pihak yang memberikan kepastian. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Iskandar Hasan membenarkan bahwa Gayus memang diizinkan keluar rumah tahanan oleh Kepala Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Komisaris Iwan Siswanto pada Sabtu (6/11/2010), bukan Jumat. Namun, Iskandar tidak tahu apakah Gayus pergi ke Bali atau tidak.

Sementara itu, Gayus ketika ditemui seusai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, membantah kalau dia keluar rutan, apalagi pergi ke Bali. “Enggak. Saya di dalam saja, enggak ke mana-mana. Orang penjaranya digembok, gimana bukanya?” ujar Gayus.

Baiklah, tidak usah meributkan keterangan yang tidak kompak itu. Mari coba kita bandingkan dua foto di atas. Foto 1 adalah foto Gayus Tambunan saat menghadiri sidang dengan agenda pembacaan eksepsi atau tanggapan atas dakwaan jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/9/2010). Adapun foto 2 adalah foto lelaki yang mirip dengan Gayus saat sedang menonton tenis di Nusa Dua, Bali.

Wajah Gayus pada foto 1 terlihat lebih kurus dibanding lelaki yang mirip dengannya pada foto 2. Selisih waktu pengambilan foto 1 dan 2 adalah sekitar dua bulan. Namun, ada sejumlah ciri yang terlihat identik di antara keduanya. Berikut beberapa titik wajah yang terlihat mirip.

1. Pada bagian dagu, dua wajah ini sama-sama memiliki belahan pada bagian tengah.
2. Ada tahi lalat kecil di atas dagu sebelah kiri.
3. Bentuk bibir dan garis di ujung bibir sebelah kiri terlihat mirip.
4. Bentuk hidung kedua lelaki ini terlihat mirip.
5. Kedua lelaki ini memiliki alis yang melengkung tinggi dan di ujung bawah alis terdapat tahi lalat.


Sumber :
http://solocybercity.wordpress.com/2010/11/09/ayuk-bandingkan-foto-mirip-gayus/

Iskandar: Selesai Berobat Gayus Ngluyur, Itu Soal Lain

Senin, 08 November 2010 | 14:54 WIB

Gayus Tambunan. TEMPO/Yosep Arkian

TEMPO Interaktif, Jakarta - Polisi akhirnya mengakui Gayus Halomoan Tambunan, terdakwa kasus mafia pajak pamit izin berobat pada hari Jumat (5/11). Keluar tahanan dengan pengawalan petugas, Gayus ternyata sempat hilang dan ditemukan di rumahnya, Jumat malam.

Juru Bicara Mabes Polri Inspektur Jenderal Iskandar Hassan mengakui, kasus Gayus ini diluar kebijakan kepolisian. Soalnya, sesuai aturan, jika ada tahanan yang menderita sakit, maka akan dipanggilkan dokter ke rutan. Pada kasus Gayus, ia diizinkan keluar karena ada pengawalan dan tujuannya ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. "Setelah selesai berobat, dia ngeluyur, itu permasalahan lain," kata Iskandar, Senin (8/11). "Apalagi dikawal petugas."

Gayus sendiri, kata Iskandar, penahanannya akan berakhir 28 November mendatang ini. Tersangka kasus suap ini juga sudah diperiksa, bersamaan dengan pemeriksaan terhadap Kepala Rutan dan anggota polisi penjaga. Sejauh ini ada delapan petugas yang terlibat dalam pengawalan Gayus. Jumlahnya bisa saja berkembang.

Karena itulah, Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri kini tengah memeriksa petugas yang terlibat dalam pengawalan Gayus. Iskandar mengaku tak tahu apakah Kepala Rutan sudah berkoordinasi dengan kuasa hukum Gayus mengenai permintaan izin keluar ini.

Mengenai penyakit apa yang diderita Gayus sehingga ia meminta izin berobat, Iskandar mengaku belum tahu soal itu. " Kami belum bisa ngomong sekarang karena belum tahu hasilnya persis, mudah-mudahan siang ini kami dapat," katanya.

Gayus Ternyata Sempat Pulang ke Kelapa Gading

Senin, 08 November 2010 | 14:58 WIB

Gayus Tambunan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO Interaktif, Jakarta - Gayus Halomoan Tambunan, terdakwa kasus penyuapan dan mafia pajak ternyata benar keluar tahanan pada hari Jumat (5/11) pekan lalu. Juru Bicara Mabes Polri Inspektur Jenderal Iskandar Hassan mengatakan laporan dari penjaga menyebut, Gayus melapor kalau sakit. " Saat itu ia melapor ke yang jaga kalau sakit dan minta izin pada hari Jumat. Kepala Rutan Komisaris Polisi Iwan Suyitno mengizinkan berobat" kata Iskandar di kantornya, Senin 8 November 2010.

Menurut Iskandar, setelah mendapat izin, Gayus keluar bersama dua pengawal penjara melebihi batas waktu kepolisian. Sehingga dicarilah oleh petugas dan ditemukan Gayus juga sempat pulang ke rumah di Kelapa Gading, Jakarta Utara. "Dijemput lagi suruh balik, Jumat malam kembali ke rumah tahanan Brimob," kata Iskandar.

Gayus yang masa tahanan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berakhir 28 November mendatang ini, kemudian dimintai keterangan atas telatnya kembali ke sel tahanan. Pemeriksaan, kata Iskandar juga dilakukan kepada Komandan jaga, kepala rutan, dan anggota yang ikut mengawal. "Anggota bisa dikenai paling tidak sanksi disiplin dan kode etik," ujarnya.

Kepala Bareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardi, kata Iskandar sudah melapor ke Kepala Kepolisian Komisaris Jenderal Timur Pradopo tentang kasus ini. "Kapolri sudah perintahkan untuk penyidikan yang benar, diluruskan yang salah-salah, yang benar-benar," ujar Iskandar.

DIANING SARI

Gayus Bantah "Ngluyur" ke Bali

Senin, 08 November 2010 | 15:26 WIB

Gayus Tambunan. Tempo/Arnold Simanjuntak

TEMPO Interaktif, Jakarta -Terdakwa kasus mafia hukum Gayus Tambunan membantah dirinya keluar dari rumah tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jumat pekan lalu, untuk menonton pertandingan tenis di Nusa Dua, Bali.

"Enggak, saya di dalam saja nggak ke mana-mana. Orang penjaranya digembok gimana bukanya?" kata Gayus di sela skrorsing sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (8/11).

Gayus juga mengaku tidak dalam keadaan sakit. Padahal polisi menyebut, mantan pegawai golongan IIIA Direktorat Jenderal Pajak itu minta izin meninggalkan rutan karena ingin berobat.

Kepada wartawan, Gayus malah berulang kali becanda soal isu jalan-jalannya ke Bali. Saat ditanya wartawan apakah Gayus menggemari tenis, misalnya.

"Emang suka tenis ya, Bang?" tanya wartawan.
"Nggak, saya sukanya golf sama bola."
"Main golfnya sama pejabat?"
"Ya ntar kasus lagi kalau saya nyebut pejabat-pejabat.." jawab Gayus sembari tersenyum kecil.

ISMA SAVITRI

Gayus Keluar Tahanan di Luar Akal Sehat

Senin, 08 November 2010 | 15:44 WIB

Gayus Tambunan . Foto: TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO Interaktif, Jakarta - Keluarnya terdakwa kasus mafia pajak Gayus Tambunan dari Sel Mako Brimob tidak bisa diterima akal. Anggota Komisi Hukum DPR Nasir Djamil mempertanyakan kenapa Gayus bisa keluar sel tahanan. "Itu di luar akal sehat kita, apalagi kalau dia pulang ke rumah," kata Nasir, Senin (8/11), di gedung DPR, Jakarta.

Menurut politisi PKS ini, apa yang terjadi pada Gayus bisa menimbulkan kecemburuan pada tahanan-tahanan lainnya, "Kenapa Gayus bisa keluar saya tidak bisa," ujar Nasir mencontohkan.

Nasir mengatakan kasus yang dihadapi Gayus adalah perkara besar yang menendang kemana-mana, mulai dari oknum kepolisian, jaksa, hingga hakim. "Ada apa? Atau dia bertemu pihak-pihak yang terkait dengan kasusnya, atau terkait barang bukti," ujar Nasir.

Sebagai anggota Komisi Hukum DPR, Nasir akan mempertanyakan soal Gayus ini ke Kepolisian dalam rapat dengar pendapat usai reses. Dia pun meminta Darmono sebagai anggota Satgas Anti Mafia Hukum untuk merespons soal Gayus. "Satgas tentu harus merespons dengan hal ini," kata Nasir.

Amirullah

Orang Mirip Gayus Nonton Tenis di Bali

KOMPAS.com

Senin, 8 November 2010 | 12:49 WIB


Seorang penonton yang mirip tersangka kasus mafia pajak, Gayus HP Tambunan (tengah) menyaksikan pertandingan antara Daniela Hantuchova melawan Yanina Wickmayer dalam Commonwealth Bank Tournament of Champions di Nusa Dua, Bali, Jumat (5/11/2010).

Informasi tentang keberadaan terdakwa kasus mafia pajak dan pencucian uang, Gayus Halomoan Tambunan, sedang menonton tenis di Bali, Jumat (5/11/2010), membuat para wartawan peliput tennis Tournament Commonwealth Bank Tournament of Champions di Nusa Dua, Bali, geger. Mereka berusaha mencari-cari, tetapi tidak berhasil menemukan.

Setelah mencari-cari sampai harus pindah tempat tiga kali, fotografer Kompas Agus Susanto akhirnya berhasil membidikkan kameranya ke arah orang yang dimaksud. Saat itu, orang yang mirip Gayus duduk di antara deretan penonton lain.

Mengenakan kaus hitam dibalut jaket hitam dengan kacamata bingkai hitam, orang itu memang terlihat sangat mirip Gayus Tambunan. "Saya sendiri belum yakin apakah dia Gayus," kata Agus kepada Kompas.com, Senin (8/11/2010).

Kebetulan, saat itu Agus duduk berdampingan dengan wartawan lain yang mengenal Gayus. Dari wartawan itulah Agus diyakinkan bahwa orang itu memang Gayus.

Foto-foto diambil Agus mulai pukul 20.10 saat pertandingan antara Hantuchova dan Yanina Wickmayer. Ketika pertandingan usai, para wartawan berusaha mencari Gayus, tetapi tidak berhasil.

Para wartawan yang berkumpul di ruang pers pun akhirnya mengerubuti Agus untuk melihat apakah benar ada orang mirip Gayus menonton pertandingan. Mereka umumnya menyatakan orang di foto itu memang mirip Gayus.

Benarkah orang itu Gayus Tambunan yang mestinya masih menghuni Rumah Tahanan Brimob di Kelapa Dua, Depok? Sejauh ini belum ada yang bisa memastikan. Akan tetapi, pihak Mabes Polri telah membenarkan bahwa pada hari Sabtu lalu, Gayus sempat keluar dari rutan dengan alasan sakit dan saat ini sudah kembali ke tahanan.

Mungkinkah Gayus keluar tahanan bukan pada hari Sabtu, melainkan sehari atau sebelumnya? Pihak Propam Polri saat ini tengah memeriksa sejumlah pegawai di Rutan Brimob untuk mengetahui ada atau tidaknya pelanggaran dalam kasus ini.

Seorang tahanan yang sakit memang punya hak untuk mendapat perawatan di luar rutan dengan pengawalan polisi. Akan tetapi, tentu saja izin itu tidak bisa untuk keperluan lain, apalagi kalau sampai untuk menonton tenis.

Inilah Kronologi Bocornya Rentut Gayus Oleh Cirus

Oleh: Irfan Fikri
Nasional - Rabu, 27 Oktober 2010 | 22:32 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Tim pemeriksa dari Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) bocornya dua rentut Gayus P Halomoan Tambunan membeberkan kronologi rencana penuntutan (Rentut) atau petunjuk penuntutan (Juktut) yang seharusnya menjadi dokumen rahasia negara.

Tim terdiri dari 9 orang dipimpin oleh Widyo Pramono telah memeriksa 17 saksi yang terlibat selama seminggu berdasarkan surat perintah Jaksa Agung Muda Pengawasan Nomor Print 184/H/Hwj/10/2010.

-Pada 25 Februari 2010, Direktur Penuntutan (Dirtut) Pohan Lapsy menerbitkan juktut atau rentut perkara Gayus nomor R-455/E.3/Ep/02/2010 tentang penahanan percobaan satu tahun penjara.

-Kemudian, Dirtut Pohan memerintahkan pada Kasubag TU Emo Sudarmo untuk mengirim Rentut ke Kejati Banten.

-Kasubag TU Emo kemudian memerintahkan staffnya oknum "B" (Benu M Amrusya), untuk kirim ke Kejati Banten. Tapi mesin fax error.

-Lalu oknum "B" lapor ke Emo kalau mesin error, rentut tidak terkirim. Oknum "B" lapor ke Dirtut Pohan juga kalau fax eror dan tak terkirim.

-Tapi ternyata sebelum oknum "B" mengirim ke Kejati Banten telah dapat perintah dihubungi oknum F (Fadil Regan), salah satu jaksa penuntut umum kasus untuk mengirim surat rentut kepada "F".

-Fadil sendiri mendapatkan perintah dari oknum C (Cyrus Sinaga). "C" memerintahkan jaksa "F" untuk menghubungi oknum Jaksa "B" untuk fax rentut ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

-Sebenarnya, kedua jaksa ini "C" dan "F" adalah jaksa P-16 atau jaksa yang ditunjuk untuk menangani kasus Gayus Tambunan, namun tidak berhak menerima salinan rentut.

-Oknum "B" kemudian mengirim Rentut dari Pidana Umum Kejagung, ke Kejari Tangerang pukul 10.36 AM (pagi) 25 Februari 2010 diterima oleh staf Tata Usaha (TU) Kejari Tangerang.

-Tapi setelah 30 menit kemudian, oknum "B" juga mengirim ke Kejari Jaksel diterima staf TU Kejari Jaksel, atas perintah oknum "F".

-Oknum "F" lalu meminta staf TU Kejari Jaksel salinan rentut yang dikirim oknum "B", karena saat itu oknum "F" juga bertugas di Kejari Jaksel.

-Dan oleh oknum 'F' rentut diserahkan kepada Oknum "C" (Cyrus Sinaga).

-Kemudian oleh oknum 'C' diserahkan kepada Oknum 'H' (Haposan Hutagalung). Oknum 'H' inilah yang memberikan kepada Gayus Tambunan.

-Lalu oknum "H" diduga memalsukan rentut, dengan nomor surat R-431 palsu dengan hukuman penjara satu tahun. Menurut pengakuan Gayus agar dirinya mengeluarkan uang USD50 ribu agar rentut kembali ke percobaan.

-Tim pemeriksa menduga oknum H merubah sendiri rentut dan R-431 yang diduga palsu. Dengan merubah redaksional straafmar tulisan masa percobaan 1 tahun dihapus, diganti satu tahun penjara.

-Pemalsuan ini terlihat jelas karena terlihat ada perbedaan. Namun tandatangan dan kop surat tetap sama. Dan setelah dicek, ternyata rentut nomor R-431 adalah untuk tersangka narkotika atas nama Tio Ben
Tjai. [mah]