17/01/09 15:50Link
Tiga Capres Independen Paparkan Visi Misi
Tiga calon presiden independen, Yuddy Chrisnandi, Marwah Daud Ibrahim, dan Bambang Sulistomo, memaparkan visi dan misi mereka dalam Konvensi Nasional Dewan Independen Bangsa di Denpasar, Sabtu.
Denpasar (ANTARA News) - Tiga calon presiden independen, Yuddy Chrisnandi, Marwah Daud Ibrahim, dan Bambang Sulistomo, memaparkan visi dan misi mereka dalam Konvensi Nasional Dewan Independen Bangsa di Denpasar, Sabtu.
Secara umum, dalam konvensi yang diadakan delapan organisasi kepemudaan itu, para Capres menyorot masalah kepemimpinan nasional, penegakan hukum dan keadilan, kemiskinan, dan pemberantasan korupsi.
Dari lima calon presiden yang diundang Dewan Independen Bangsa, dua tidak hadir, yaitu Sultan Hamengkubuwono X dan Rizal Ramli. Panitia tidak bersedia mengungkap ketidakhadiran mereka dalam seri konvensi nasional dewan itu.
Hadir dalam konvensi itu sejumlah besar pemuda di Bali, Ketua Dewan Independen Bangsa, Solahuddin Wahid, dan Sekretaris Jenderal Dewan Independen Bangsa, Pendeta Nathan Setiabudi.
Chrisnandi, anggota DPR di Komisi I dari Partai Golkar, sebagai Capres berusia muda berulang kali menegaskan kepentingan generasi muda untuk meneruskan tongkat kepemimpinan bangsa.
Dalam pidato politiknya sesuai dengan visi dan misinya bertajuk "Perubahan Akan Datang", dia menyatakan, "Ada lima agenda yang mendesak dilakukan, yaitu Indonesia makmur, Indonesia yang cerdas, Indonesia yang adil, Indonesia tanpa korupsi, dan Indonesia yang mandiri."
Secara ekonomi, katanya, Indonesia harus kuat dengan ditunjang militer yang kuat. "Lihat Korea Utara atau Iran, tidak ada negara yang berani menyerang mereka karena mereka punya militer yang kuat," katanya.
Kearifan kepemimpinan nasional, katanya, harus juga berlandaskan nilai luhur hasil tempaan budaya lokal setempat yang teruji, dan Bali bisa menjadi contoh hidup dengan Asta Gatra-nya.
"Kalau saya dipercaya menjadi presiden nanti, secara khusus saya akan mencintai Bali seperti kita mencintai anak perempuan terkecil kita. Kita sayang dengan penuh belaian," katanya, yang disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.
Sementara itu, Sulastomo, anak pahlawan nasional, Bung Tomo, menyoroti masalah kepemimpinan nasional dari sisi spiritualitas. "Selama ini spiritualitas itu ditinggalkan. Semuanya ukurannya adalah uang dan uang. Saya memiliki senjata untuk menghadapi hal ini, yaitu penegakan hukum dan keadilan, di sini pokok masalahnya," katanya.
Menurut dia, ada beberapa hal yang harus dilakukan mendesak selama 100 hari kepemimpinannya, yaitu audit SDM, audit birokrasi, dan audit SDA. Semuanya harus berujung dan berpihak pada kepentingan rakyat banyak.
Adapun Marwah Daud Ibrahim, tokoh Parlemen terkemuka dari Partai Golkar, menyatakan hal serupa bahwa semua yang telah dilakukan dari konvensi itu akan berpuncak pada 2045 nanti.
"Saat itulah semua hasil perjuangan kita membuahkan hasil. Ini adalah investasi politik dan sumber daya Indonesia secara utuh," katanya.
TIGA CAPRES INDEPENDEN PAPARKAN VISI MISI
Subscribe to:
Posts (Atom)
Labels
Amrozi
Bakrie
Bung Karno
Cicak
Gus Dur
Israel
Noordin M Top
Pemilu2009
Pilpres2009
Situ Gintung
Soeharto
Soekarno
Sultan HBX
Terrorist
abu jibril
akkbb
al amin
ali gufron
amien rais
andaryoko
anggodo
antasari
antasari azhar
arrahmah
aulia pohan
ayu azhari
bbc
bedebah
bom bali
bpk
brainscannr
buaya
capres
century
cia
cikeas
clara sumarwati
demokrat
dpr
evan brimob
gerindra
golkar
gurita
gusdur
hanura
imam samudra
indonesia
islam
jusuf kalla
korupsi
koruptor
kpk
kriminal
malaysia
manohara
marissa haque
megawati
menkes
mer-c
mumbai
munarman
obama
palestina
pan
parodi
partai
pemilu 2009
pilkada
pilkadal
pks
polisi
politik
politikus nyeleneh
polri
ppp
prabowo
presiden
prita
republik
ruhut
sby
soraya abdullah
sultan
supersemar
supriyadi
susno
sutiyoso
teroris
terorisme
tim 8
wiliardi
williardi
wiranto
yusril