Seluruh Dunia Berdemonstrasi Menentang Israel

 clipped from www.antara.co.id

05/01/09 09:40

Seluruh Dunia Berdemonstrasi Menentang Israel



Istanbul (ANTARA News/AFP) - Ratusan ribu orang di Turki, negara sekutu utama Israel, tumpah ruah di jalanan kota-kota besar Turki menentang Isreal menyusul ofensif darat negara Yahudi itu ke Gaza dan seorang demonstran Palestina ditembak mati tentara Israel di Tepi Barat.

Di Istanbul, para penyelenggara unjukrasa mengklaim 700 ribu orang bergabung dalam demonstrasi menentang Israel.  Polisi Tukri memang menolak menyebutkan jumlah demonstran, namun Lapangan Caglayan -semacam Monas di Indonesia atau Lapangan Tiananmen di China- dijejali lautan manusia.

"Bajingan Iblis, enyahlah dari Palestina dan Timur Tengah," begitu salah satu bunyi sepanduk berbahasa Inggris yang dibawa para demonstran.

Turki yang mayoritas Muslim dan non Arab telah menandatangani pakta militer dengan Israel pada 1996, namun rezim Ankara yang kini dikuasai Muslim berhubungan erat dengan bangsa Palestina yang sejak lama menikmati dukungan luas Turki khususnya dari kaum muslim.

Sementara itu di Maroko, ribuan orang berunjukrasa di ibukota Rabat sambil menuduh para pemimpin Arab telah menelantarkan rakyat Palestina.

Para demonstran yang menurut hitungan polisi berjumlah 40 ribu orang itu mengekspresikan kemarahannya atas "diamnya rezim-rezim Arab."  Mereka juga menuduh Presiden Mesir Hosni Mubarak telah "menjual Gaza demi dolar AS."

Beberapa kalangan di dunia Arab menuduh Mesir, yang bersama Yordania menjadi salah satu dari dua negara Arab yang menyepakati perjanjian damai dengan negara Yahudi, bersekongkol dengan ofensif Israel yang justru terjadi di depan hidung Mesir.

Sebagian demonstran Maroko itu menginjak-injak sebuah bendera raksasa Israel, sementara sebagian lainnya melemparkan sepatu-sepatu mereka meniru aksi lempar sepatu dari wartawan Irak kepada Presiden AS George Bush bulan lalu.

Di Lebanon, ribuan orang berunjukrasa di luar kantor PBB di Beirut.

Dewan Keamanan PBB telah bertemu Sabtu malam lalu untuk membicaran krisis Gaza namun gagal mengeluarkan resolusi.

Polisi anti huru hara Lebanon menembakkan gas air mata dan meriam air pada sekitar seratusan demonstran dekat Kedutaan Besar AS di Awkar, utara Beirut, demikian kesaksian seorang fotografer AFP.

Di Paris, Prancis, lain lagi, ribuan orang berdemonstrasi sambil mengibarkan bendara-bendara Israel dan menyanyikan himne Yahudi untuk menunjukkan dukungan mereka pada Israel dalam ofensif militernya ke Gaza, sehari setelah demonstrasi besar-besaran proPalestina melanda negeri itu.

Sekitar 12 ribu demonstran berkumpul di sebuah jalan tidak jauh dari Keduataan Besar Israel di Prancis di bawah payung CRIF, sebuah organisasi lobi Yahudi di Prancis.  Namun, polisi Prancis sendiri hanya menyebut angka 4.000 demonstran.

Sabtu lalu, lebih dari 20 ribu orang membanjiri kota Paris untuk menunjukkan dukungannya pada Palestina di Jalur Gaza dan mengutuk agresi Israel yang katanya ingin menghentikan serangan roket dari wilayah yang dikuasai Hamas itu.

Di Yunani, ribuan orang kembali berdemontrasi setelah sehari sebelumnya melakukan aksi serupa menentang aksi Israel.

Lebih dari 4.000 orang bergabung dalam demonstrasi yang berpusat di luar gedung Kedutaan Besar AS dan Israel di negara itu sambil membakar boneka Presiden George Bush dan Barack Obama serta bendera Israel dan AS.

Minggu pagi kemarin ratusan orang juga berdemonstrsi di kota Thessaloniki, Yunani utara, dengan membakar bendera AS dan Israel depan gedung Konsulat AS di kota itu.

Di kedua kota besar Yunani ini, ribuan orang telah berunjukrasa sehari sebelumnya pada Sabtu.

Di Eropa Utara, polisi Norwegia mengatakan mereka telah menggunakan gas air mata untuk membubarkan para demonstran di depan gedung Kedutaan Besar Israel di Oslo setelah para pemrotes melemparkan batu dan telur ke arah gedung itu.  Media massa setempat menyebut ratusan orang terlibat dalam demonstrasi itu.

Di Amerika Serikat, sekumpulan demonstran pro Palestina berkumpul di luar hotel Hays-Adam di Washington menyambut Obama yang baru tiba untuk mempersiapkan kabinet transisinya dan bertemu dengan istri dan anak-anaknya yang tiba lebih dulu sehari sebelumnya.

Beberapa dari mereka menyalakan lilin, sementara lainnya mengibarkan bendara Palestina dan mengangkat spanduk tinggi-tinggi berisi imbauan, "Obama Serukanlah Gencatan Senjata" dan "Jangan Atas Namakan Kami."

Di Montreal, Kanada, sekitar 5.000 orang berunjukrasa sambil melawan serangan dinginnya salju di depan konsulat Israel untuk menuntut penghentian ofensif Israel.

Demonstrasi Montreal ini mengikuti sejumlah aksi unjukrasa serupa Sabtu lalu di Ottawa, Toronto dan Vancouver yang menuntut penghentian serangan Israel ke Gaza.

Di Irak, sekitar 200 demonstran mengadakan unjukrasa di kota suci kaum shiah di Karbala, mengutuk Israel dan mengungkapkan dukungannya pada rakyat Palestina yang sedang berjuang menghadapi Israel.

Di negara tetangga Indonesia, Minggu pagi kemarin, ribuan orang memenuhi pusat kota Sidney dan kota selatan Australia, Melbourne, menuntut penghentian serangan ke Gaza. (*)

Baca Juga


Sent with Clipmarks

No comments:

Archives