Dagelan Wapres SBY - Cukup Lucu kah?

http://politikana.com/baca/2009/05/12/dagelan-wapres-sby.html

Urutan benang merahnya begini....

PKS all out dukung SBY jadi capres, bahkan udah mendukung secara terbuka sejak kampanye legislatif. Opsinya tentu saja dengan memajukan HNW sebagai cawapres.

PDIP - Golkar - Gerindra - Hanura gak ridho kalo SBY jadi presiden, makanya bikin koalisi besar.

PD - Golkar akhirnya pecah. JK yang selama ini jadi wapresnya SBY, memilih untuk jadi capres.

PAN retak karena beda kutub dukungan antara SBY dan Prabowo. Akhirnya kubu yang pro SBY berada di atas angin, dan memajukan Hatta sebagai cawapresnya SBY.

PPP juga retak, kasusnya mirip dengan PAN. Akhirnya kubu pro SBY menang suara intern, dan PPP resmi mendukung SBY.

PDIP - Gerindra belum ada kata sepakat. Mega keukeuh ingin jadi capres, Prabowo juga sami mawon.

Hatta, sang cawapres dari PAN, tiba-tiba jadi negosiator SBY untuk mendekati PDIP hingga memunculkan opsi PDIP merapat ke SBY.

Untuk menarik hati PDIP, opsi cawapres diarahkan ke Boediono dengan asumsi ybs berhubungan sangat dekat dengan para petinggi PDIP. Bagaimanapun, Mega gak mungkin mau dijadikan cawapres.

PDIP memberi sinyal, meskipun masih terkesan ragu-ragu.

PKS kelimpungan kalo PDIP join ke koalisi SBY, apalagi kalo skenario cawapres dari parpol pendukung (terutama PKS atau PAN) batal. PKS setidaknya lebih sreg untuk mendukung Hatta bila HNW tidak dipinang SBY.

PPP sepertinya masih limbung di internalnya, jadi kurang terlibat di masalah mendekatnya PDIP ini.

PKB relatif adem ayem.

Simpatisan PAN bingung, karena tidak memperkirakan skenario bergabungnya PDIP ke kubu SBY. Apalagi dengan kenyataan cawapres yang diajukan PAN malah jadi negosiator SBY-PD dalam menarik PDIP ke kubunya.

Simpatisan PKS lebih bingung.

Simpatisan PDIP lebih lebih lebiiiiiiih bingung.

Ternyata, tidak perlu Budi anduk, Tukul Arwana, atau Aming untuk membuat sebuah lawakan yang sangat lucu. Mari kita tertawa..... Hahaha.... :D

http://politikana.com/baca/2009/05/12/dagelan-wapres-sby.html

Notes :
Cukup Ndagel nggak tulisan diatas?


No comments:

Archives